Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Tamat


__ADS_3

Keluarga nya sangat bahagia termasuk Wijaya ini adalah yang ditunggu-tunggu nya Dia pun memberikan nama untuk cucu nya itu Bagaskara.


Orang tua Alena tidak keberatan dia lah yang meminta Wijaya yang memberikan nama itu.


Satu Minggu kemudian akhirnya Alena Keluar dari rumah sakit.


Alena merasa sangat bahagia karena keluarga nya semua datang kecuali teman nya Sarah yang tidak bisa datang karena dia mengunjungi Kakek nya di luar negeri.


Sementara Jeli Masih di sana, ini lah yang dua tunggu dia ingin melihat anak Arka dan juga Alena.


Karena Alena Sudah pulang ke rumah Tania pun ikut bersama Dirga.


Satu bulan kemudian Acara syukuran di lakukan oleh keluarga Wijaya sangat lah ramai dan di saat itu juga Sarah datang bersama Daniel.


Mereka juga tidak lupa membawa undangan pernikahan mereka yang akan di laksanakan dua hari lagi.


Alena Sangat senang mendengar itu.


Karena hari sudah mulai sore Jeli dan Dirga serta Tania akan pulang.


Arka mengatakan pada Jeli bahwa dia harus kembali ke Amerika, banyak yang harus dia urus di sana jeli pun menginyakan.


Dirga sedikit sedih namun jeli berusaha menyakinkan semua nya akan baik-baik saja jika saling percaya dan yakin.


Di malam hari nya Acara Masih ramai Alena dan Arka menggendong Bagaskara Panggilan nya Aska di acara itu karena sore ini mereka istirahat.


"Selamat malam Pak! Kerjaan sudah beres! Ngomong-ngomong karena saya di undang saya harus datang!" ucap Rico.


Alena tersenyum sementara Arka Menatap tajam.


Arka melihat Tia di samping Rico.


"Hmm ini pak saya juga mau minta ijin pada Bapak dan juga ibu saya ingin mengenal Tia lebih jauh lagi Ijinkan saya untuk dekat dengan nya!" ucap Rico.


"Baiklah saya akan mengijinkan nya, tapi kalau kamu mempermainkan hati nya atau menyakiti kamu siap-siap berhadapan dengan saya!" ucap Arka.


Alena tersenyum, dia melihat ke arah Rico dan juga Tia yang tersenyum.


"Baik pak, saya tidak akan mengecewakan Kalian!" ucap Rico dia menoleh ke arah Alena seakan meminta restu.

__ADS_1


"Jaga dia untuk saya!" ucap Alena sambil tersenyum ke arah Rico.


Tia tersenyum dia pun merasa senang kebetulan orang tua nya juga di sini namun mereka sudah kembali ke penginapan yang di sediakan oleh Arka untuk mereka.


Mereka pun ikut bergabung dengan para tamu yang lain nya, dia menghampiri Daniel dan juga Aris yang berdampingan dengan pasangan masing-masing.


"Wah ternyata kamu tidak mau kalah juga yah!" ucap Daniel pada Rico.


"Jangan ngeledek Dong! malu nih depan gebetan;" ucap Rico mereka pun tertawa.


Mereka menghabis kan waktu untuk berbincang-bincang dan juga berfoto bersama.


Hari itu adalah hari bahagia bagi mereka semua.


Wijaya menghampiri Alena dan juga Arka yang asik mengajak Aska untuk bermain.


"Ayah!" ucap Alena sambil tersenyum.


"Selamat yah!" ucap Wijaya.


"Terimakasih Ayah!" ucap Arka sambil tersenyum.


Wijaya mengambil Aska ke gendongan nya.


"Namun semangat ayah seketika hilang, karena kehilangan orang yang paling ayah cintai, wanita yang menerima Ayah setelah ibu ayah Sendiri, Wanita yang selalu setia, sabar, dan selalu ada di sisi Ayah, penyemangat Ayah!" ucap Wijaya Air mata nya sudah membahasi pipi nya.


Arka menatap Alena dan menggenggam tangan Alena.


"Di saat itu ayah terpuruk, Ayah bimbang, ayah Bingung ayah tidak tau harus bagaimana semangat ayah hilang, bahkan Ayah tidak pernah ingin hidup, namun ayah harus sadar karena ada kamu yang harus Ayah perjuangan kan," ucap Wijaya menatap Arka.


"Namun setelah Ayah sadar dari kesedihan itu kamu sudah berubah, itu membuat ayah sangat stres ayah Semakin Bingung dan akhirnya Ayah mengekang dan selalu mengatur kamu karena ayah tidak mau kehilangan kamu!" ucap Wijaya.


"Ayah tidak ingin Jauh dari orang yang ayah cintai, ayah tidak benci musik, namun setiap kali ayah Melihat kamu memainkan nya Ayah sedih Ayah ingat ibu kamu!" ucap Wijaya.


"Tapi semuanya sudah berlalu sekarang kebahagiaan Ayah sudah lengkap, ayah mendapatkan menantu yang sangat Baik, hati nya Bersih, cantik dia adalah pengganti Ibu mu, Ibunda dari Aska, Tolong jaga dia jangan biarkan dia terluka jangan sakiti hatinya!" ucap Wijaya.


Alena tersenyum, Arka juga tersenyum mereka sangat terharu.


"Terimakasih ayah! Maafkan semua kesalahan Arka tapi ayah tidak akan kehilangan kami lagi, kami akan selalu bersamamu!" ucap Arka memeluk Wijaya setelah Aska di gendong oleh Alena.

__ADS_1


Semua yang di sana langsung bertepuk tangan meriah mereka juga ikut senang.


Dua Minggu Kemudian Acara pernikahan Daniel dan Sarah di saat itu Aisyah Sudah hamil Satu bulan.


Mereka semua berkumpul di sana namun tidak dengan Jeli karena dia kembali ke Amerika.


Namun siapa sangka kalau Intan dan ibu nya hadir di sana.


ternyata Sarah adalah anak dari saudara Ibu Intan.


Mereka Terkejut namun terlihat semua baik-baik saja Wijaya yang melihat intan pun terdiam. Sementara intan melihat pak Wijaya dia langsung berlari dan bersujud di kaki pak Wijaya dia meminta maaf di depan semua orang.


Wijaya memeluk Intan.


Intan dan juga ibu nya meminta maaf terang-terangan di depan semua orang pada Arka dan semua yang telah di sakiti nya.


Wijaya terlihat sangat senang dia merasakan anak perempuan nya Telah kembali.


Arka yang melihat ketulusan di mata Intan dan orang tua nya dia pun memaafkan mereka.


Intan Melihat Tania yang di gendong oleh Dirga.


"Hay cantik! Kamu tambah besar aja! Mamah Rindu!" ucap Intan sambil menahan tangis.


Tania langsung memeluk leher mamah nya dengan erat sementara Intan tidak bisa lagi menahan air mata nya dia menangis memeluk anaknya itu.


Satu bulan kemudian keluarga besar Arka berjiarah ke makam almarhum Ibu Arka.


"Dewi!! Lihat Siapa yang datang kami datang untuk kamu, maaf kan kami yang baru bisa datang, lihat kamu sudah jadi Nenek aku sudah jadi kakek," ucap Wijaya.


"Maafkan aku yang dulu sudah membuat mu kecewa tapi lihat lah sekarang aku sangat bahagia dan aku tau kamu pasti melihat nya karena aku selalu merasa kan kalau kamu selalu ada di dekat kami!" ucap Wijaya.


Mereka berbicara di kuburan itu bersama Arka setelah itu mereka berpelukan.


Arka menoleh kearah Alena.


"Terimakasih Wanita hebat ku! Terimakasih sudah mau hadir di keluarga kami," ucap Arka mencium kening Alena dan memeluk nya.


Wijaya tersenyum mereka semua yang ada di sana sangat bahagia.

__ADS_1


Pada akhirnya mereka semua bahagia cerita pun selesai.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••TAMAT•••••••••••••••••••••••••••••••••••


__ADS_2