
Tidak beberapa lama akhirnya anak buah nya sudah berkumpul dan juga sudah ada Aris di sana.
Mereka pun memasuki Ruko besar yang sepi itu dengan hati-hati.
Namun belum saja sampai ke dalam lantai satu, Sudah banyak preman menghadang mereka dan beruntung nya jumlah anak buah Arka lebih banyak sehingga gampang saja melawan para preman itu.
Tujuh orang preman itu di tahan.
Arka memaksa mereka untuk jujur apa yang mereka jaga di sini namun tidak satu pun di antara mereka Membuka mulut bahkan sudah habis di pukul oleh anak buah Arka.
Karena merasa membuang-buang waktu mereka langsung naik ke atas, tidak Lupa kalau preman yang sudah babak belur Itu di ikat.
Setelah sampai ke atas di sana sangat sepi tidak ada tanda-tanda ada orang satu persatu ruangan di periksa namun tidak ada orang, lanjut ke lantai tiga ternyata sama saja seperti di lantai dua.
Mereka semua jadi kebingungan, bahkan mengapa ada preman itu di sini.
Mereka merasa di jebak dan bisa jadi kalau ini adalah salah satu permainan intan.
Arka dari lantai tiga Melihat dari jendela ke bawah, dan ternyata di bawah sudah banyak orang yang sedang menghajar supir pribadi mereka dan membawa kabur mobil mereka dan ternyata Pak Wijaya juga bersama mereka.
Arka langsung berlari ke bawah dan semua orang itu, jujur saja mereka terlalu bodoh tidak ada meninggalkan satu orang pun untuk berjaga di luar.
Mobil mereka satu pun tidak ada di sana.
Dan juga preman yang mereka ikat Sudah tidak ada di sana lagi.
Dengan akal sehat Arka meminjam motor orang yang baru saja lewat dan mengejar rombongan orang yang membawa ayah nya dan mobil nya semua.
Arka tidak mau menyerah, dengan kecepatan tinggi dia percaya akan bisa mendapatkan ayah nya kembali.
Sementara Aris dan Juga Sam serta yang lainnya mencari cara agar bisa mengejar Arka.
Di tempat lain Alena melihat ke arah jam sudah jam Lima Sore.
"Mas Arka mana yah, kenapa firasat aku tidak enak bahkan aku menelpon nya dari tadi tidak bisa!" Batin Alena dia memandangi ke arah halaman.
"Permisi Non, ini ada telpon dari orang Non Alena!" ucap Bibi yang dari tadi mendengar handphone Alena Berdering.
Alena mengambil nya dan berbicara dengan Ibu nya.
Ternyata ibu nya sudah tau kalau Alena hamil dan ibu nya meminta agar Alena pulang dulu, Alena hanya menginyakan saja dan bilang akan membicarakan nya dengan Suami nya.
Mereka mengetahui Alena hamil sangat senang, namun di saat ini hati Alena sedang tidak tenang sehingga dia bingung harus ngomong apa sama orang tua nya.
__ADS_1
Tidak beberapa lama mereka pun mengakhiri sambungan telepon.
Alena Melihat ke arah Tania yang dari tadi hanya diam saja.
Bahkan memberi tahu namanya saja dia tidak mau.
Alena juga merasa iba melihat Tania.
Tapi dari tadi dia sudah berusaha membujuk nya namun sama saja Tania sama sekali tidak merespon nya.
"Apa sih maksud mas Arka, dan ini anak siapa," batin Alena tetap saja dia Masih penasaran.
Di tempat lain Masih saja Arka mengejar para preman itu.
dan tiba-tiba mobil itu semua berhenti.
Arka juga berhenti.
Namun tiba-tiba ada mobil hitam mewah datang dari depan.
Tiba-tiba keluar lah Intan dari mobil itu.
Arka kaget karena setahu nya dia menyekap intan di rumah ayah nya.
"Arka-arka! Kamu kira kamu akan menang!" ucap intan.
Flashback di rumah Wijaya.
Setelah Arka pergi dari rumah Wijaya intan mencoba mencari cara bagaimana dia bisa keluar.
Namun dengan akal licik dan cerdik nya dia melabuhi para anak buah Arka bahkan dia juga mengiming-imingi uang yang banyak pada Mereka kalau mau melepaskan nya.
Dan bodoh nya mereka, intan di lepaskan dan mereka sama tidak dapat apa-apa karena intan dengan cepat langsung pergi di saat ijin mau ke mobil mengambil uang.
Flash back off.
"Tangkap dia!" perintah intan.
Arka yang hanya sendiri pun dengan gampang di tangkap oleh anak buah Intan.
Wijaya yang di dalam mobil pun di keluarkan dengan kasar tangan di ikat, mulut di tutup serta terlihat sangat Lemas.
"Ayah!" ucap Arka berontak ingin melepaskan diri.
__ADS_1
Namun tiba-tiba dia di kasarin oleh anak buah intan.
"Lepaskan Ayah ku intan! Kalau kamu ada masalah dengan saya selesaikan dengan saya!" ucap Arka dengan sangat emosi.
Intan lagi-lagi terkekeh.
"Hahahaha, aku kira awalnya kamu sudah tau apa niat dan dengan siapa aku bermasalah!" ucap intan.
"Katakan apa mau mu," ucap Arka.
"Tenang sayang! Kamu tidak perlu emosi atau bersuara keras, mau ku tidak banyak aku hanya ingin memiliki kamu, harta dan juga semua kekayaan keluarga kamu dan ingin menyiksa lelaki tua itu aku ingin apa yang di perbuat nya sama almarhum ayah ku dulu di rasakan nya, perlahan dia akan meninggal karena harta nya sudah habis!" ucap intan.
"Jangan mimpi kamu!" ucap Arka dengan nada benci pada intan.
"Buat saat ini kamu benar kalau itu adalah mimpi, namun suatu saat nanti itu tidak akan mimpi dan akan jadi kenyataan!" ucap intan sambil menyentuh wajah Arka dengan lembut.
"Asal kamu tau, aku tidak akan mengusik kehidupan orang lain kalau orang itu tidak mengusik kehidupan ku, dan aku juga punya perinsip apa yang ingin aku miliki harus dapat dengan cara apapun, termasuk ingin memiliki kamu!" ucap intan.
Seketika dia tertawa besar.
"Jangan kamu Fikir dengan kamu menyekap Ibu dan Anak aku kamu bisa menang, tidak! Bahkan kamu dan juga penderitaan ayah kamu saat ini paling berharga buat aku!" ucap intan.
"Dasar perempuan gila!" ucap Arka.
"Iyah! Benar aku sudah gila karena cinta kamu!" ucap intan.
"Jika urusan kamu dengan aku lepaskan Ayah ku!" ucap Arka.
"Maaf sayang, aku belum bisa melupakan kejadian meninggal nya Ayah ku karena kecurangan nya, bahkan dulu mereka teman dekat namun karena kelicikan lelaki tua itu ayah ku meninggal karena harus kehilangan harta nya!" ucap intan.
Arka sama sekali tidak tau masalah itu, tapi dia percaya dengan kata-kata intan kalau Ayah nya itu seperti itu.
Ayo ikuti terus kelanjutan nya.
karena cerita ini tidak lama lagi akan tamat.
Jangan sampai Bosan yah kalau ada salah dan kritik tulis di kolom komentar karena author yakin Masih banyak salah di penulisan maupun di alur cerita nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***