Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 41


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi,


Selamat membaca 🙂


Perempuan keluar dengan wajah ketakutan, Arka minun, minuman nya itu.


Di telinga nya masih terngiang-ngiang kata-kata Alena yang tidak mencintaimu nya.


"Kamu buat aku gila Alena!" teriak Arka dan melempar kan bantal ke dinding.


Dia tidak ada berhenti nya minum, dia semakin tidak sadar kan diri, namun mulut nya Masih mengucapkan nama Alena.


"Aku mencintaimu Alena! kamu yang bisa merubah aku menjadi lebih baik!" itu lah kata-kata yang keluar dari mulut Arka.


Sementara Arka sedang mengobati luka nya, hari pun sudah mulai gelap.


Di tempat lain, Sarah mencoba menenangkan Alena, Karena dia sudah tau cerita yang sesungguhnya.


Alena sudah cerita semua nya pada Sarah,


Awalnya Sarah kaget, namun siapa sih yang tidak akan jatuh cinta pada Alena.


Gadis cantik, imut, Manis, baik, pintar, lembut lagi.


Patuh kepada orang tua, sayang pada keluarga.


Jadi tidak heran lagi kalau Arka mencintai Alena, Hanya kaget saja, karena semua publik sudah tau jika Arka mempunyai tunangan dari kecil.


Namun tiba-tiba Arka mempunyai hubungan gelap dengan sekretaris nya Itu.


"Ya udah Alena, kamu jangan sedih gitu, kamu yang mutusin tapi kok kamu malah sedih sih!" ucap Sarah.


"Kamu gimana sih Sarah, kamu kan udah tau, kalau hubungan kami di lanjutkan, masa depan keluarga ku bagaimana, Kuliah ku pasti berantakan, dan pasti nya aku di keluarkan dari perusahaan Shengu!" ucap Alena.


"Yah elah Alena, kok goblok banget sih kamu, Kamu itu pacar Tuan Muda, Anak dari pengusaha kaya, dan semua harta Ayah nya sudah jatuh ke tangan nya, ngapain kamu takut sih," ucap Sarah.


"Masalah nya, kalau Tuan muda tidak menikah dengan Clara, perempuan Sukses dan kaya itu, Semua Aset, Atau harta pak Wijaya, tuan tidak dapat Bagian sedikit pun!" ucap Alena.


Sarah pun terdiam,


"Ya udah lah Alena, kali ini Lo harus ikhlas sin deh cinta pertama Lo, kita juga harus sadar diri, mereka sangat jauh dari kita, mereka orang kaya, sementara kita biasa-biasa aja!" ucap Sarah.


"Tapi aku gak tau apa yang terjadi dengan diri ku Sarah, aku sekarang sangat takut kehilangannya, aku sudah terlanjur mencintai nya!" ucap Alena.


"Kamu gimana sih Alena! Tadi sok-sokan kuat dan memutuskan hubungan kalian, nah sekarang Lo udah kaya orang gila, nangis Mulu!" ucap Sarah.

__ADS_1


Alena pun terdiam,


namun tiba-tiba handphone Alena Berdering.


"Pak Aris, Len!" ucap Sarah mengambil handphone Alena yang di atas nakas.


"Jawab aja Sarah, bilang sama dia, kalau kita gak jadi ikut, aku kurang enak badan!" ucap Alena.


"Yah Alena! kan aku ingin banget jalan sama pak Aris ganteng!" ucap Sarah.


"Ya udah kalau kamu mau pergi, pergi aja, aku di rumah aja," ucap Alena. Sarah pun mengiyakan.


"Halo Pak!" ucap Sarah menjawab telepon dari Aris.


"Halo! ini Handphone Alena kan?" tanya Aris karena mendengar suara orang lain di balik telepon.


"Iyah Pak, tapi Alena nya lagi tidur, kurang enak badan, seperti nya dia gak bisa ikut, Bagaimana kalau kita saja yang pergi!" ucap Sarah langsung.


"Aduh maaf yah, saya menelpon karena saya ingin minta maaf, karena malam ini saya tidak bisa ngajak kalian nonton, saya juga kurang enak badan!" ucap Aris.


"Ooohh, Gitu yah pak, ya udah bapak cepat sembuh yah," ucap Sarah dan mematikan sambungan telepon.


"Ya Allah, kok bisa yah kalian sama-sama kurang enak badan, atau jangan-jangan Kalian jodoh!" ucap Sarah.


"Udah deh Sarah, kamu gak usah mikir aneh-aneh, mungkin hanya kebetulan saja," ucap Alena kesal.


"Hmm, gagal deh jalan sama cowok ganteng, percuma Dong aku ke sini, cuman dengerin kamu curhat, dan nangis doang," ucap Sarah lesu.


"Ih bercanda doang, aku senang kok kamu mau curhat sama aku, dan kamu bisa percaya sama aku, Walau gak bisa ngasih jalan keluar nya!" ucap Sarah sambil tersenyum.


"Kamu ada buat aku, kamu mau dengerin aku, dan mau bantuin aku, itu aja udah buat aku bahagia, di dunia ini mungkin aku yang sangat beruntung mempunyai teman seperti kamu!" ucap Alena.


Sarah pun tersenyum dan memeluk tubuh Alena.


"Makasih yah Sarah, aku mau pertemanan kita ini akan seperti ini selama nya!" ucap Alena.


"Amin!" ucap Sarah.


Di tempat Aris.


"Kenapa Alena kurang enak badan yah, kok tiba-tiba sih, pada hal tadi sehat-sehat aja," batin Aris.


"Apa Arka tau!" ucap Aris.


"Aku Sama sekali belum ngerti apa yang di marah kan Arka pada ku, tapi sejak kapan mereka pacaran yah, apa pak Wijaya tau!" Batin Aris.


"Ah sudahlah, Aku tidak mau ikut-ikutan, bisa-bisa aku bonyok lagi," batin Aris.

__ADS_1


Dia pun segera mengambil whudu ke kamar mandi.


Dan setelah selesai whudu dia melaksanakan sholat Maghrib nya.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Sarah sudah pulang, sementara Alena setelah selesai sholat isya dia segera tidur.


Badan nya Sekarang sudah sangat tidak enak lagi, tidak berselera makan.


Di bar tempat Arka minum, dia sungguh tidak sadar kan diri lagi.


Petugas laki-laki bar itu datang ke kamar Arka, karena permintaan Arka.


Dia minta tolong di antar kan pulang dan pelayan itu pun menginyakan.


Arka dengan setengah sadar dia mencoba memberitahu kan jalan nya pulang.


Setelah sampai, Pelayan itu membantu Arka untuk masuk, namun sebelum masuk Pelayan itu terlebih dahulu mengetuk nya.


Arka sekarang sudah terduduk di lantai. karena dia juga sudah sangat tidak kuat untuk Berdiri.


Pelayan itu tidak berhenti mengetuk pintu itu, dan menekan bel, dan akhirnya pintu pun terbuka.


"Selamat malam Mbak, ini rumah bapak ini kan?" tanya Pelayan itu.


Alena kaget, karena melihat Arka dan pelayan itu di luar.


"Mas Daniel!" ucap Alena.


Laki-laki itu menoleh ke arah Alena sambil membantu Arka Berdiri.


"Alena! kamu tinggal di sini?" tanya Daniel, anak dari bibi nya itu.


"Iyah Mas, kalau boleh tau, mas kenapa bisa di sini?" tanya Alena.


"Nanti aja cerita nya, ini tolong di bantu masuk ke kamar dulu, berat!" ucap Daniel.


"Tapi mas, Rumah nya gak di sini!" ucap Alena.


"Tapi kamu kenal dia kan?" tanya Daniel lagi.


Alena pun mengangguk.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,

__ADS_1


Terimakasih 🙏.


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***


__ADS_2