
Arka selesai pasang baju mereka pun makan malam
Setelah selesai makan Alena menonton dengan Tania di ruang tamu.
Arka yang tadi kerja sebentar karena Bosan dia pun ikut dengan Alena di luar sambil membawa laptop nya.
Dia duduk di samping Alena yang fokus dengan film Upin-ipin karena Tania meminta itu.
Alena Melihat Arka yang duduk di samping nya.
Dia mengangkat tangan Arka satu agar dia bisa berbaring berbantalkan paha Suami nya itu.
"Jangan tidur di sini sayang! Nanti badan kamu bisa sakit tidur di dalam aja yok!" ajak Arka sambil mengelus kepala Alena.
"Gak usah mas di sini aja aku tidak ngantuk tapi aku pengen baring di paha kamu aja!" ucap Alena.
Arka tersenyum dia pun menutup mata Tania yang menoleh ke arah mereka.
Dengan cepat Arka mencium bibir Alena.
Tania merasa terganggu karena di tutup mata nya akhirnya dia pindah sedikit menjauh dari Arka.
Alena hanya bisa tertawa, Arka Melihat Tania pun tersenyum.
Arka menutup laptopnya.
Arka mengelus-ngelus perut Alena.
"Tante! Om! Kapan kita akan pulang dari sini?" tanya Tania setelah Upin-ipin iklan.
Alena menoleh ke Arka yang Juga Melihat nya.
"Hmm kita gak lama kok di sini sayang! Kita tunggu sampai hari ketujuh almarhum nenek meninggal!" ucap Arka.
"Tania mau pulang ke rumah Nenek, Tania Rindu sama nenek!" ucap Tania sambil memasang wajah sedih.
"Tante! Tante! Tania mau pulang!" rengek Tania.
"Iyah sayang! Tapi kita tunggu lima hari lagi yah!" ucap Alena dengan lembut.
Tania terdiam dia hanya bisa Sedih dan menahan Rindu nya.
Alena duduk dari tidurnya.
"Sini!" ajak Arka pada Tania yang seperti nya sudah nangis.
Wajar saja jika Tania sedih karena tentu nya dia pasti sangat ingin pulang.
Arka pun memangku Tania di pangkuan nya.
"Tania kenapa sedih sih, bukan nya di sini ada Om sama Tante! besok kalau urusan di sini udah siap kita akan pulang, kamu jangan sedih lagi yah, om gak suka lihat anak sudah besar tapi Masih cengeng!" ucap Arka sambil menghapus air mata Tania.
__ADS_1
Tania hanya mengangguk.
Alena mengelus kepala Tania.
Tidak beberapa lama Keluarga Alena sudah pulang mereka pun masuk ke kamar untuk istirahat.
Tania akhirnya tidur terlebih dahulu.
"Mas! Aku gak tega lihat Tania sedih kaya gitu, aku gak tega memisah kan dia dengan nenek nya!" ucap Alena.
"Sudah lah kamu tidak perlu pikir kan itu, intinya dia dengan kita aman dan nyaman!" ucap Arka.
"Bagaimana aku tidak kepikiran kalo aku tiap hari melihat wajah sedih nya Tania!" ucap Alena.
"Lalu bagaimana dengan kelanjutan informasi Intan?" tanya Alena.
"Sebenarnya sidang nya hari ini namun aku undur sampai kita di Jakarta!" ucap Arka.
"Aku tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan intan!" ucap Alena.
Mereka pun diam, mereka terdiam memikirkan lamunan nya masing-masing.
"Apa kamu ada di telpon sama ayah?" tanya Arka pada Alena.
Alena pun menggeleng.
"Emang kenapa mas?" tanya Alena.
"Gimana kalau kita telpon saja Ayah! aku juga khawatir dengan dia saat ini apa lagi dia tidak ada yang menjaga!" ucap Alena.
Mereka pun menghubungi Wijaya namun tak kunjung di angkat.
"Ah sudahlah besok saja kita hubungi lagi, mari kita tidur!" ucap Arka. Arka menggeser Tania ke arah Dinding di bagian pinggir.
Akhirnya mereka tertidur Arka memeluk Alena agar dia merasa nyaman dan nyeyak.
Lima hari kemudian, Alena dan Arka serta Tania akan kembali ke Jakarta.
Mareka berpamitan dengan keluarga nya, dan juga banyak orang yang datang hanya sekedar melihat Arka dan Alena saja.
Dengan baik hati nya Arka meminta Alena membagikan mereka uang.
Tentu nya mereka semua sangat senang.
Daniel tidak langsung ikut berangkat ke Jakarta bersama Arka namun dia akan ke Jakarta setelah urusan nya di kampung selesai.
Arka Sebenarnya ingin Daniel bisa langsung ikut dengan mereka, namun dia juga harus mengerti keadaan nya.
Mereka pun berangkat meninggalkan halaman rumah Alena, jujur saja Alena masih ingin di rumah nya itu bersama keluarga nya.
Berangkat pagi sampai di Jakarta malam karena bawa mobil cukup hati-hati dan tidak terburu-buru.
__ADS_1
Setelah sampai di Jakarta mereka istirahat karena sudah sangat lelah tidak lupa juga mengabari keluarga nya kalau mereka sampai dengan selamat.
Keesokan harinya Arka harus segera berangkat ke kantor.
Sementara Alena masuk ke kampus karena menurut nya keadaan nya sudah membaik.
Sementara Tania tinggal dengan pelayan di rumah.
Arka memeriksa semua laporan dan jadwal nya hari ini sangat padat.
Ada tiga pertemuan dan ada dua rapat yang harus dia datangi dan hadiri.
Dia sama sekali tidak kecewa dengan kerja serta tanggung jawab Aris.
Aris pun perlahan sudah bisa melupakan kejadian konflik di antara mereka, dia sudah bisa mengiklaskan semua nya dan bisa memaafkan Arka.
Yang dia inginkan sekarang adalah fokus dengan kerjaan serta tidak lupa dengan Allah.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang Alena Waktu nya pulang kuliah namun tidak sengaja dia bertemu dengan Aisyah..
Akhirnya mereka pun berbincang-bincang dan makan siang bareng di cafe luar karena Alena memaksa Aisyah.
Mereka cukup dekat karena Aisyah Sangat baik, begitu juga dengan Alena yang sangat ceria dan tidak sombong bahkan dia banyak tanya tentang agama pada Aisyah.
Namun tiba-tiba handphone Alena Berdering dan itu dari Sarah.
Ternyata dia sudah di depan kampus, dia tidak mau keluar dari mobil karena takut anak kampus melihat nya.
Dia menelpon Alena agar keluar dari kampus namun ternyata Alena Sudah dan luar, Sarah segera ke cafe tempat Alena minum.
Setelah sampai di sana Sarah pun keluar.
Namun dia penasaran melihat orang yang di samping Alena.
"Eh kamu udah datang Sarah? Duduk dulu! Nih kenalin nama nya Kak Aisyah dia senior di kampus dia Juga pengganti guru agama kelas aku!" ucap Alena.
Sarah dan Alena pun bersalaman saling menyebut nama masing-masing.
Namun Aisyah langsung Ijin karena dia ada kelas sebentar lagi.
Alena dan Sarah juga mau cabut mereka terlebih dahulu Mengantar kan Aisyah ke kampus.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1