
Alena pun naik ke kasur membaringkan tubuhnya dan menarik selimut.
Arka mehela nafas panjang dan membuangnya.
Dia lebih memilih untuk mandi agar penat nya sedikit hilang.
Sementara Alena membalikkan tubuhnya dan Melihat ke arah pintu kamar mandi.
Alena memiringkan tubuhnya perlahan air mata nya keluar membasahi pipi Sebelah kanan nya, wajar saja jika Alena kali ini menangis karena merasa perhatian Arka kurang pada nya.
Tidak beberapa lama Arka keluar dari kamar mandi dia melihat ke arah Alena yang masih tidur.
Karena Alena tidur dengan miring ke kanan Arka pun menarik bahu Alena agar tidur dengan benar.
Namun ternyata Alena belum tidur dia mengawas kan tangan Arka yang di bahu nya hendak menggeser nya.
"Kamu belum tidur?" tanya Arka.
"Aku belum ngantuk mas, kamu tidur!" ucap Alena.
Arka pun membaringkan tubuhnya di samping Alena yang membelakangi nya.
"Kamu jangan tidur miring seperti itu!" ucap Arka.
Alena diam aja.
"Kamu dengar gak sih aku ngomong! Kalau seperti itu tidak baik untuk anak kita!" ucap Arka.
"Aku ingin seperti ini mas!" ucap Alena.
"kalau kamu mau tidur miring tidur lah ke Sebelah kiri!" ucap Arka.
Alena diam saja Tampa melakukan pergerakan.
"Kamu dengar gak sih, kalau kamu seperti itu Aliran darah terhambat ke janin!" ucap Arka.
Arka menarik Punggung Alena agar miring ke kiri.
"Kamu ngeyel! Jika kamu tidak perduli dengan diri kamu dan tidak mau mendengar kan aku kamu juga harus memikirkan anak kita!" ucap Arka.
Alena Tampa mengeluarkan kata-kata dia membalikkan badannya dan miring ke kiri menghadap ke arah Arka.
"Kamu kenapa?" tanya Arka melihat Alena menutup wajahnya dengan selimut.
__ADS_1
Arka mengawas kan selimut Alena.
"Aku mau tidur mas jangan ganggu aku!" ucap Alena.
"Huff, kamu nangis?" tanya Arka.
Alena diam.
"Kamu ngomong sama aku! Kenapa kamu nangis?" tanya Arka.
"Kamu pikirin saja sendiri mas!" ucap Alena dia mengawas selimut dan menurunkan kaki dari kasur.
"Kamu mau kemana?" tanya Arka menahan tangan Alena.
"Aku mau tidur di kamar Tania saja mas, aku lagi ingin tidur di sana!" ucap Alena.
"Gak bisa! Kamu sekarang tidur!" ucap Arka dengan tatapan dingin.
"Gak mau mas, kalau aku tidur di sini mata aku gak Akan bisa terpejam!" ucap Alena.
"Duduk aku bilang!" ucap Arka lagi dengan nada datar namun sangat lah menunjukkan tanda penekanan.
Alena menepis tangan Arka namun lagi-lagi Arka menahan nya.
"Tolong Alena kamu jangan keras kepala! kamu dengar aku ngomong!" ucap Arka sedikit Mulai kesal namun mencoba untuk Sabar.
Arka Menatap Alena air mata nya lagi-lagi keluar.
Arka berlari ke arah pintu kamar dan menguncinya agar Alena tidak keluar.
"Alena aku mohon untuk malam ini jangan berdebat dengan aku. Aku sangat lelah, aku sudah menguras habis tenaga dan pikiran aku di kantor, dan aku pulang untuk istirahat bukan untuk berdebat!" ucap Arka.
Alena mengeleng kan Kepalanya.
"Aku kurang ngerti sama kamu bagaimana mas? Kurang apa aku sama kamu, bahkan aku hanya Butuh perhatian kamu saja!" ucap Alena dengan suara gemetar.
Arka diam dia tidak ingin melawan perkataan istri nya.
"Aku berusaha untuk jadi istri yang baik untuk kamu, menyiapkan kamu makanan semua keperluan kamu aku sediakan walau aku sedang hamil!" ucap Alena.
"Selama ini aku gak ada protes sama kamu, namun aku gak habis pikir sama kamu mas, bisa-bisa nya kamu mau berangkat ke Amerika dengan keadaan mendesak tampa menanyakan aku terlebih dahulu!" ucap Alena.
"Ini urusan kerjaan Alena! Kamu tau sendiri kan bagaimana kalau aku tidak turun tangan!" ucap Arka.
__ADS_1
"Kerja! kerja! kerja! Aku ini istri kamu mas, aku berhak melarang kamu mau melakukan apa saja, bahkan Tiga bulan terakhir ini sangat cuek dan tidak peduli sama aku;" ucap Alena.
"Aku peduli sama kamu Alena! Bagaimana aku tidak perduli!" ucap Arka.
"Kamu pergi kerja jam delapan pagi, pulang jam delapan malam dan di saat kamu sampai di rumah kamu langsung tidur dan Begitu seterusnya bukan itu yang di namakan perduli mas, bahkan aku mengajak kamu berbicara kamu sangat emosi hampir tiap hari aku menelpon kamu menanyakan kabar kamu, namun kamu tidak pernah menjawab nya sekali kamu menjawab kata-kata kamu nyakitin hati aku mas, kamu sadar gak sih!" ucap Alena sambil mendorong dada Arka dengan pelan dia pun sudah mulai menangis.
Arka terdiam.
"Mungkin kamu gak tau kesehatan anak kita dan juga aku sekarang, berapa kali aku mengeluh dan memberi tahu kamu kalau perut aku sakit namun kamu hanya merespon Sangat cuek!" ucap Alena.
"Aku minta maaf Alena! Aku salah! Tapi aku juga bekerja demi kamu dan anak kita!" ucap Arka.
"Aku tidak butuh kekayaan kamu mas, aku hanya butuh kamu di sisi aku dan mengerti aku," ucap Alena.
Arka mendekati Alena yang ter isak-isak.
"Aku tidak bisa melihat kamu menangis! Jangan menangis! Aku tau aku salah, Aku minta maaf!" ucap Arka.
Alena mengawas kan tangan Alena dari wajah nya.
"Aku mau tidur mas," ucap Alena.
"Kamu gak boleh tidur di kamar lain, kamu harus tidur di sini!" ucap Arka menahan Alena yang mau berjalan ke arah pintu kamar.
"Aku gak bisa tidur dengan laki-laki yang sama sekali tidak mengerti, dan jika sudah salah hanya bisa minta maaf dan mengulangi nya lagi!" ucap Alena.
Arka menatap wajah Alena.
"Kamu mau apa sih Alena! Aku lelah aku mau istirahat," ucap Arka mulai kehilangan kesabaran.
"Aku mau dari kamu hanya satu mas, pengertian kamu!" ucap Alena.
"Aku kurang mengerti apa sama kamu," ucap Arka.
Alena terdiam. Mau bagaimana pun Arka tidak akan paham.
"Aku minta maaf mas, seperti nya aku yang sudah salah, aku yang harus mengerti kamu lebih banyak lagi!" ucap Alena dengan nada lesu dan membaringkan tubuhnya di kasur.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***