Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 198


__ADS_3

Dewi tersenyum dia melihat mereka yang sempit-sempitan di kasur namun terlihat nyenyak.


Dewi tidak tega membangun kan mereka karena terlihat letih Dewi hanya membangun kan Sarah sementara niko di gendong nya keluar dengan perlahan.


Tinggal lah Arka, Alena dan juga Tania.


Sementara di luar masih rame orang.


"Mana Alena nya kak?" tanya ipar Dewi saudara Faisal yang mau pulang ke desa nya karena sudah malam dan akan pamit dengan Alena.


Mereka juga belum sempet berbincang atau pun Alena mengenal kan Arka pada mereka walau mereka sudah tahu.


"Seperti nya mereka sangat lelah, mereka sedang tertidur!" ucap Dewi.


"Oohh ya sudah biar lah, aku titip salam yah sama mereka, Besok kalau acara ke tujuh hari Ibu aku kami akan ke sini lagi!" ucap ipar nya.


Mereka pun pulang rumah mereka lumayan jauh dari rumah Alena.


Faisal ada empat bersaudara namun hanya Faisal sendiri laki-laki.


Tinggal lah sekarang di rumah hanya Elsa dan Faisal yang terlihat sangat kehilangan.


Di Jakarta di dalam jeruji besi dia merenungi semua nya, sampai-sampai dia tidak mau Makan dan juga hanya menangis sambil memanggil nama Ibu nya.


Namun tiba-tiba kawan satu sel nya memarahinya karena intan yang tidak berhenti menangis.


Intan dan kawan satu sel nya ribut sehingga intan di pindahkan ke sel yang lain nya.


Intan sama saja di sel yang lain dia tetap di buli namun kali ini dia tidak melawan sehingga mereka sesuka hati mengata-ngatai intan.


Intan hanya menangis dan menyesali.


"Pak Wijaya! Lepaskan aku pak, aku tidak ingin di sini!" keluar lah kata-kata seperti itu dari Mulut intan dengan nada tertekan sekali.


Tiba-tiba Wijaya yang sedang tidur terbangun.


"Kenapa dada ku terasa sesak lagi, bahkan badan ku sangat berat!" batin Wijaya.


"Ya Allah apa yang terjadi dengan tubuh ku!" Batin Wijaya dia menahan sakit mencoba menghubungi Arka.


Namun handphone nya langsung jatuh.


Wijaya menekan bel yang ada di samping tempat tidur nya agar Pelayan datang dan ternyata Aris dan pelayan yang datang.

__ADS_1


Aris panik melihat Wijaya yang sangat pucet, Wijaya segera di larikan ke rumah sakit milik pribadi keluarga besar Wijaya.


Wijaya langsung di tangani oleh dokter.


Aris yang di luar tiba-tiba handphone nya Berdering.


Itu dari Ayah nya.


"Halo ayah!" jawab Aris.


Tidak beberapa lama Panggilan pun berakhir, Sam mengabari kalau dia akan ke rumah Aris membicarakan sesuatu namun mendengar pak Wijaya masuk rumah sakit Sam akhirnya ke rumah sakit.


Tidak beberapa lama dokter keluar.


"Bagaimana dengan keadaan pak Wijaya Dok?" tanya Aris.


"Penyakit nya kambuh lagi, seperti nya beliau sedang ada beban fikiran dan pola makan nya kurang teratur;" ucap dokter.


"Tadi beliau berpesan, tolong telpon Pak Arkanja sakan ke sini!" ucap dokter.


"Terimakasih Dok, saya akan menghubungi nya!" ucap Aris.


Dokter itu pun mohon diri untuk pergi dari hadapan Aris.


"Apa Arka Sudah datang?" tanya Wijaya pada Aris.


"Pak Arka sedang di kampung Alena Pak, Nenek Alena meninggal," ucap Aris karena sebelumnya Arka sudah mengabari Aris.


"Bagaimana bisa? Bukan kah mereka kemarin baru dari rumah dan mereka tidak ada mengabari aku!" ucap Wijaya.


"Seperti nya mereka sangat terburu-buru Pak, apa bapak mau saya menghubungi mereka untuk bapak!" ucap Aris.


"Tidak perlu! Tentu nya di sana masih sangat berkabung, jangan sampai Alena dan Arka tau saya masuk rumah sakit agar tidak terlalu kefikiran!" ucap Wijaya.


Aris pun mengangguk.


"Bagaimana sidang Intan, kapan jatuh tanggal?" tanya Wijaya.


"Belum ada kabar dari kepolisian pak, seperti nya masih di proses dan seperti nya akan di undur juga karena pak Arka di kampung, tentu nya mereka sudah saling berkabar!" ucap Aris.


"Aku sangat tidak tega melihat intan di penjara, fikiran ku tidak bisa lepas dari nya, mungkin dia Sekarang Sangat sedih!" ucap Wijaya.


"Dia adalah perempuan baik seperti Ayah nya, ini semua nya hanya karena salah paham saja!" ucap Wijaya.

__ADS_1


"Ya ampun pak, Bapak Sudah tau kan seperti apa intan! Bisa-bisa nya Bapak memikir kan dia, sekarang bapak tidak perlu memikirkan perempuan itu fokus saja dengan kesehatan bapak;" ucap Aris karena dia juga tidak suka dengan intan.


"Kamu sama saja dengan Arka, bahkan kalian tidak tau kalau bapak bisa sembuh itu karena dia bisa sehat dan ceria karena dia, dan juga bapak sudah pernah janji ke almarhum ke ayah intan untuk menjaga anak anak nya kalau suatu saat nanti dia duluan pergi atau saya!" ucap Wijaya perlahan air mata nya keluar.


"Hmm sekarang Intan bisa seperti itu karena kelakuan nya pak!" ucap Aris lagi.


"Walaupun dia sudah seperti itu tapi Bapak yakin di hati nya paling kecil dia mempunyai hati yang baik dan lembut, dia bisa seperti saat ini karena kurang kasih sayang!" ucap Wijaya.


Akhirnya Wijaya tidak bisa lagi berkata-kata, dia juga tidak bisa terlalu ikut campur.


Namun tiba-tiba Sam datang.


Sam Sangat khawatir dengan keadaan Abang nya itu.


Mereka pun berbincang-bincang, Wijaya curhat pada Adik nya itu.


Sam adalah tipe orang yang mengerti dan bisa memberikan saran, dan dia percaya dengan Abang nya itu kalau intan itu adalah perempuan baik.


Namun dia juga tidak bisa melupakan kejahatan intan karena hanya balas dendam.


Aris membuka ponsel nya dan ternyata Rumah Sakit milik Intan sudah sangat anjlok karena pemilik dan dokter nya masuk penjara.


Jelas itu sangat berdampak besar pada rumah Sakit serta cabang nya.


Banyak juga yang datang ke kantor polisi untuk hanya mewawancarai intan namun untung saja polisi bisa mengatasinya sehingga belum ada foto intan tersebar memakai baju tahanan.


Sedang asyik scroll berita di handphone tiba-tiba handphone Aris Berdering dan itu dari Aisyah.


Aris Ijin keluar untuk menjawab telepon.


"Halo!" jawab Aris.


"Halo mas, Aisyah Udah terima pesanan makanan dari mas, makasih yah!" ucap Aisyah dari balik telepon.


"Aris tersenyum karena waktu menunggu di luar, Aris menyempatkan memesan makanan untuk Aisyah yang sekarang tinggal di apartemen milik Aris.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2