Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 141


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Arka yang datang tiba-tiba sontak membuat Alena Terkejut dan menutup tubuh nya dengan Handuk.


Arka tersenyum ke arah Alena.


"Kamu jangan mendekat mas, aku akan segera ganti baju!" ucap Alena pada Arka yang perlahan mendekati Alena.


Arka tidak peduli dengan ucapan Alena dia semakin mendekati Alena.


"Kamu sengaja kan ingin menggoda ku dengan pakaian seperti ini!" ucap Arka Melihat Baju Alena yang tidak mempunyai lengan hanya tali tipis saja Begitu juga dengan celana nya celana pendek yang sangat seksi di tubuh nya.


"Tidak mas, aku hanya mencoba nya saja semenjak dia beli aku tidak pernah memakai nya!" ucap Alena dengan gugup.


"Kamu tidak perlu berbohong seperti itu, tanpa kamu menggunakan yang seperti ini aku juga sudah tergoda oleh mu!" ucap Arka sambil tersenyum menggoda ke arah Alena.


Alena Sudah gugup mau ngapain.


"Aku akan segera mengganti nya mas!" ucap Alena tiba-tiba putar badan ingin masuk ke kamar mandi.


Namun dengan cepat Arka menahan tangan Alena dan memeluk pinggang nya.


"Jangan pernah untuk mencoba kabur dari aku!" ucap Arka ke telinga Alena sehingga hembusan nafas nya di rasakan oleh Alena.


Alena hanya bisa diam.


Perlahan Arka memutar badan Alena agar menghadap ke arah nya.


Arka Mulai mencium bibir Alena dengan lembut.


Dan menuntun nya berbaring ke arah kasur.


Di dalam kamar itu sudah terdengar suara desahan Alena dan Arka menikmati permainan masing-masing.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas lewat, Alena Sangat kelelahan.


Sementara Arka Masih Sangat bersemangat, namun dia juga kasihan pada Alena sehingga dia pun menyudahi nya.


Arka mencium kening Alena sebelum dia pergi mandi.


"Terimakasih sayang!" ucap Arka sambil mengelus perut Alena.


Alena tersenyum.


"Aku tidak sabar di dalam perut kamu ada darah daging aku!" ucap Arka pada Alena.


"Ya udah kalau gitu aku mandi dulu yah sayang!" ucap Arka karena dia belum ada mandi.

__ADS_1


"Aku mau ikut, aku belum sholat Isya!" ucap Alena dengan Suara lemas.


Arka Membantu Alena berjalan ke kamar mandi.


Keesokan harinya Arka Sudah Siap-siap untuk berangkat ke kampus dan menyusul Alena yang baru saja turun untuk menyiapkan Arka sarapan pagi.


Walaupun sudah ada Pelayan, Arka tetap minta Alena lah yang menyiapkan semua kebutuhan nya di rumah.


"Sarapan dulu mas!" ucap Alena Melihat Arka yang baru saja datang.


Mereka berdua pun sarapan pagi sama-sama.


"Kamu berangkat di antar Supir yah Sayang!" ucap Arka.


"Iyah!" jawab Alena.


Setelah selesai makan mereka masing-masing berangkat.


Setelah sampai di kampus Alena bertemu dengan teman satu kelas di ucap kan selamat bahkan sekarang Alena Merasa di hargai bahkan dosen-dosen sangat lah menghargai nya dan berbicara dengan sopan layak nya atasan mereka.


Bahkan Alena juga dapat banyak kado dan bunga dari teman-teman nya.


Sekarang dia lebih banyak teman.


Namun kali ini yang dia Heran kan Sarah tidak hadir, Alena berniat akan menanyakan pada Dosen kenapa Sarah tidak masuk kuliah hari semakin ini.


Arka baru saja sampai di kantor nya, dia di sambut oleh karyawan nya.


"Tok..tok.. tok.." Suara ketukan pintu ruangan Arka.


Aris pun masuk.


"Permisi pak, saya mau memberikan data-data pendaftaran Sekretaris perusahaan!" ucap Aris sambil meletakkan di atas meja Arka.


Arka membuka nya dan hanya melihat nya saja dan menutup kembali map yang berisi Empat lembar karena sangat banyak nama yang mendaftar jadi sekretaris.


"Duduk lah!" ucap Arka pada Aris yang dari tadi berdiri sambil menunduk kan Kepalanya.


Aris mengikuti perintah Arka.


"Apa maksud kamu ngasih mukenah dengan jilbab pada istri saya!" ucap Arka.


Aris terkejut, dia Fikir Arka tidak akan mengetahui nya.


"Itu hanya jadi saja pak!" jawab Aris.


Tiba-tiba Arka diam


"Kenapa aku bodoh sekali sih, Kenapa aku langsung menanyakan nya pada nya, Bukan kah itu wajar tapi aku kenapa sangat cemburu!" Batin Arka.


"Sekarang kamu bisa keluar!" ucap Arka dengan nada datar.

__ADS_1


"Bagaimana dengan data-data itu pak?" tanya Aris.


"Saya lihat dulu!" jawab Arka.


"Baik lah pak, kalau begitu saya mohon diri keluar!" ucap Aris dengan sopan.


Alena Sudah pulang dari kampus tepat nya jam Dua siang dia meminta supir membantu nya membawa kado ke dalam mobil.


"Hay Kak Alena! Ini kado untuk kakak!" ucap perempuan pada Alena yang hendak masuk ke dalam mobil seperti nya mahasiswa baru berjilbab.


"Makasih banyak yah!" ucap Alena sambil menerima kado itu walau di bungkus Tapi Alena yakin itu adalah buku.


Setelah di terima perempuan itu Ijin pulang terlebih dahulu.


Alena tersenyum.


Alena tidak mau pulang ke rumah langsung dia Akan ke perusahaan karena dia masih punya tanggung jawab untuk mengajari dan memilih sekretaris yang berpotensi tinggi.


Dia sudah sampai di perusahaan.


Semua karyawan Menoleh ke arah nya, dan ada juga yang menggosipi nya di belakang.


Alena masuk ke ruangan Arka, dan ternyata Arka sedang sibuk dengan kertas-kertas yang ada di atas meja.


"Assalamualaikum mas!" sapa Alena sambil tersenyum.


"Walaikumsalam!" jawab Arka dan menjulurkan tangannya untuk di Salim oleh Alena.


"Bagaimana dengan Data-data pencalon sekretaris Mas?" tanya Alena.


"kamu datang ke sini malah masalah yang lain di tanya, kamu gak ingin tau tentang aku apa?" tanya Arka sambil memasang wajah Kesal.


"Kamu aneh deh mas, kalau aku ke kantor tentu nya aku bahas masalah Kantor lah!" ucap Alena sambil melihat map yang ada di depan Arka.


"Aku belum makan sayang!" Ucap Arka sambil memasang wajah sok kasihan.


"Loh kamu kok gak Makan?" tanya Alena sambil melihat jam yang ada di tangan nya.


"Aku tadi nya sih ingin makan, tapi kerjaan aku tanggung untuk di tinggal kan!" ucap Arka.


"Hmm ya udah bentar yah aku cari makanan dulu!" ucap Alena karena dia juga belum Makan siang.


Arka tersenyum melihat istrinya tidak banyak omong dan peduli pada dia.


Alena Keluar dari ruangan Arka namun kebetulan Aris juga baru datang entah dari mana.


Dia tersenyum ke arah Alena Begitu juga dengan Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2