
Mobil Sarah terparkir di sebuah rumah yang terlihat minimalis namun sangat menarik.
"Loh kita ngapain ke sini? kata nya mau ngajak makan!" ucap Alena.
"Aku ada urusan sebentar di sini mumpung hari belum malam!" ucap Sarah.
Alena Seakan paham karena pekerjaan Teman nya itu.
"Sarah! Apa kamu tidak ingin meninggalkan pekerjaan seperti ini, kalau kamu mau kerja kamu tidak perlu bawa aku!" ucap Alena dengan wajah sedikit sedih.
"Eh kamu kok ngomong gitu, aku tidak bodoh aku masih menghargai kamu!" ucap Sarah.
"Ya udah buruan turun! Ini rumah aku!" ucap Sarah.
Alena kaget bilang itu adalah rumah Sarah karena setau Alena bukan itu.
Karena Alena kepo akhirnya dia bertanya dan Sarah menjelaskan kalau pekerjaan nya yang sekarang sangat menguntungkan nya.
Alena tidak tau Sarah ngapain di kamar nya karena Ijin sebentar mungkin mau mandi, karena Alena bosan dia menghidupkan TV.
Di tempat lain Arka baru saja pulang keluar dari ruangan nya.
"Aris!" Panggil Arka ketika Aris baru saja keluar dari ruangan nya.
"Iyah pak ada apa?" tanya Aris dengan sopan.
"Besok kita ada mitting tolong kamu urus yah karena Ajeng tidak bisa masuk kantor dia sakit!" ucap Arka.
"Oohh Iyah pak!" jawab Aris.
Arka pun segera keluar dari perusahaan.
"Hmm belakangan ini Pak Aris sangat dekat dengan Ajeng, apa Alena tidak akan Marah!" batin Aris.
Arka pulang namun seperti biasa dia tidak langsung pulang ke rumah nya dia terlebih dahulu ke rumah Ajeng.
Karena Ajeng Sudah baikan Arka dengan baik hati menawarkan mengajak Ajeng makan malam.
Ajeng pun mau karena tidak enak menolak nya hari semakin malam Arka dan Ajeng berangkat.
Di dalam mobil tidak ada percakapan yang sangat serius hanya saja Arka yang terkadang bertanya.
Ajeng menoleh ke arah Arka yang fokus pada jalanan.
"Kenapa kamu lihatin saya seperti itu?" tanya Arka.
__ADS_1
"Hmm kita sebenarnya mau kemana pak?" tanya Ajeng.
"Udah kamu tenang aja!" ucap Arka.
"Hmm apa istri bapak gak akan Marah kalau makan malam dengan perempuan lain!" ucap Ajeng.
Arka terdiam dia seakan ingat Waktu Alena menelpon nya tadi dan dia bilang akan menelpon nya namun dia lupa.
Dan Sekarang tidak mungkin dia menelpon Alena tentunya Alena pasti kesal pada nya.
"Kok malah diam pak?" tanya Ajeng.
"Oh enggak! Tidak mungkin dia Marah karena dia juga pasti paham kamu adalah sekretaris ku, tidak masalah kalau sesekali kita keluar bersama Agar bisa saling memahami dan juga saling kenal!" ucap Arka.
Ajeng sama sekali dengan penjelasan Arka dia bingung dengan kata-kata Arka.
"Maksudnya apa pak?" tanya Ajeng.
"Oh tidak! Lupakan saja!" ucap Arka.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di Cafe Dirga.
"Pasti kamu baru pertama ini ke sini kan?" tanya Arka pada Ajeng yang baru saja turun dari mobil. Ajeng hanya tersenyum saja.
"Ini adalah Cafe teman Saya, ayo masuk!" ajak Arka.
Sebelum ke sana Arka sudah mengabari Arka dan menyewa Meja di minta untuk di hias bagus.
Dirga menyambut hangat Arka.
Namun dia bingung ternyata yang datang bersama Arka adalah perempuan lain dan bukan Alena.
"Bawa Siapa Nih Bro?" tanya Dirga sambil menunjuk Ajeng.
"Oh iya kak, Kenalin nama aku Ajeng! Aku sekretaris baru pak Arka!" ucap Ajeng Langsung.
"Oohh! kalau begitu mari silahkan duduk kami akan menghidangkan menu makanan yang terpopuler di cafe ini!" ucap Dirga.
Ajeng tersenyum mereka berdua pun duduk di meja yang sudah di hias ada lilin di tengah dan juga kursi yang sudah di ganti dengan kain yang terlihat romantis Sangat beda dengan meja yang lain.
Ajeng sangat tidak nyaman duduk di meja itu dia pun tidak ingin duduk di sana karena sangat ramai bisa-bisa orang-orang yang melihat nya salah paham.
Namun Arka terus saja memaksa Ajeng untuk duduk di meja itu, akhirnya Ajeng pun mau karena dia tidak ingin dia di pecat karena tidak mau duduk di meja yang terlihat romantis itu.
Sementara Alena dan Sarah baru saja sampai di parkiran Dan segera masuk ke Cafe yang sudah di request oleh Alena dan juga Sarah setuju.
__ADS_1
Pelayan menyambut hangat mereka berdua. Namun mata Sarah langsung tertuju pada Arka yang sedang menyendok kan nasi ke mulut Ajeng dengan ragu-ragu Ajeng menerima nya.
"Kamu ngelihatin apa sih," ucap Alena sambil melihat ke arah pandangan Sarah. namun Sarah langsung mengalihkan pembahasan.
"Eh Alena Kita gak jadi makan di sini yah, kurang menarik bagaimana kalau kita cari yang lain aja!" ucap Sarah karena ingin Alena tidak melihat Arka dan perempuan yang tidak di kenal oleh Sarah.
"Loh kok pindah sih aku ingin di sini! emang kenapa sih!" ucap Alena sambil melihat ke arah sekeliling ruangan cafe.
Sarah mencoba untuk melarang Alena melihat kesana kemari sehingga juga Sarah menarik tangan Alena agar ikut dengan nya.
Namun seketika Alena terdiam melihat Arka yang sedang membersihkan bibir Ajeng dengan tisu.
Sarah ikut terdiam juga.
Dengan perlahan Alena mendekati Arka dan Ajeng.
Arka yang melihat Alena Seketika langsung berdiri.
Ajeng yang melihat Alena dua tersenyum.
"Bu Alena! Kok kebetulan ada di sini, Sudah lama tidak berjumpa dengan ibu!" ucap Ajeng.
Alena Menatap Arka yang sudah gugup dia bingung mau ngomong apa sementara Ajeng Sudah mulai bingung.
Alena Masih sadar kalau dia di tempat ramai dia memilih untuk pergi dari tempat itu dengan Air mata yang mengalir di pipi nya.
Sarah mengikuti Alena sementara Ajeng bingung.
"Kenapa Bu Alena pak?" tanya Ajeng pada Arka yang sudah terduduk diam seribu bahasa.
"Alena! Alena! Kamu tenang dulu. Jangan seperti ini kalau kamu lari-lari kamu bisa jatuh!" ucap Sarah yang dari tadi mengejar Alena Sampai ke parkiran.
Tiba-tiba Alena berhenti dan langsung memeluk Sarah.
"Aku gak tau salah aku di mana Sarah! Aku beranggapan selama ini rumah tangga ku baik-baik saja!" ucap Alena di bahu Sarah..
"Sabar Alena! Kamu bisa bicarakan baik-baik dengan suami kamu!" ucap Sarah.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author. jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***