
Di tempat lain Daniel mencari Sarah ke rumah Arka dan ternyata Alena tak di rumah Daniel pun menghubungi Alena.
Alena yang berbicara dengan Aris pun segera Ijin pulang terlebih dahulu karena Daniel menunggu nya si rumah.
Sementara Aris Tetap menunggu Aisyah di gerbang.
Alena pun Sampai di rumah dan Melihat Daniel yang duduk di depan rumah.
"Kenapa tidak masuk Mas?" tanya Alena.
"Mas nungguin kamu! Mas mau tanya kamu tau Sarah ada di Mana?" tanya Daniel.
Alena menaikkan alis nya Bingung.
"Terakhir aku ketemu Sarah kemarin siang waktu dia mengantar kan Tania pulang! Setelah itu aku tidak ada lagi bertemu dengan nya!" ucap Alena.
Daniel pun diam.
"Emang ada apa mas? kenapa tidak di coba di hubungi Dulu!" ucap Alena.
"Mas sudah mencoba menelpon nya dari tadi namun tak juga bisa," ucap Daniel.
"Bukan kah kalian sudah baikan? Lalu kenapa sekarang Sarah hilang tanpa kabar!" ucap Alena.
Daniel pun Diam.
"Ya udah mas masuk dulu!" ucap Alena.
Karena sudah di sana Sekali an juga Daniel menanyakan dari mana Sarah tau kalau dia ada di Jakarta.
Alena pun menceritakan semua nya awal mula Sarah tau dan akhirnya dia Jujur pada Sarah.
"Hmm kenapa mas harus sekhawatir ini, kalian sudah baikan kan! Mungkin dia lagi sibuk nanti kalau tidak sibuk dia akan mengabari mas!" ucap Alena menenangkan Daniel.
"Perasaan Mas gak enak!" ucap Daniel.
"Apa kakak dengan dia ada masalah lagi!" tanya Alena.
"Seperti nya tidak ada, Sore itu kami masih saling berkirim pesan!" ucap Daniel.
"Hmm kalau begini Bingung mau cari dia kemana, aku juga kurang tau di mana rumah Teman-teman nya!" ucap Alena.
"Ya udah kalau begitu mas Balik ke kantor dulu yah, jam istirahat udah mau habis, kalau ada kabar Sarah segera kabarin mas yah!' ucap Daniel.
Dia pun kembali ke perusahaan.
Sementara Aris yang dari tadi menunggu Aisyah tak kunjung keluar.
Aris menelpon beberapa kali namun tak juga di jawab karena jam istirahat sudah mulai habis Aris memutuskan untuk kembali mungkin Aisyah sedang sibuk.
__ADS_1
Di perusahaan Arka juga baru selesai makan dia menghubungi istri nya Alena menceritakan jika Daniel datang mencari keberadaan Sarah.
Cukup Lama berbincang-bincang Panggilan pun terputus.
"Sudah ku duga itu! pasti ujung nya akan seperti ini!" ucap Arka.
Karena dia tau jika Sarah melihat Daniel menjemput Jeli ke penginapan nya.
Walaupun Arka terlihat santai dan cuek tidak mungkin dia lepas tangan dengan Jeli mau bagaimana pun dia harus tanggung jawab keberadaan Jeli di Jakarta itu lah sebab nya dia mengirim seseorang untuk mengikuti Jeli mengawasi nya dari jarak jauh.
Sebenernya Arka Marah ketika mengetahui Daniel pergi dengan Jeli namun itu adalah hak mereka tidak bisa juga Arka melarang nya.
Arka juga mendapat laporan kalau wanita yang tidak asing Melihat mereka dan terlihat syok.
Arka meminta foto nya dan ternyata itu adalah Sarah.
Arka hanya bisa diam sambil terus memantu tampa berkata-kata.
Hanya dia sendiri yang tau sekarang situasinya seperti apa.
Arka kembali lagi fokus bekerja.
Hari semakin sore sebagian karyawan sudah pada pulang.
Saat Arka keluar dari perusahaan dia melihat perempuan yang kemarin sempat di lihat nya si perusahaan.
"Kenapa aku merasa tidak asing dengan wanita itu! Apa aku harus mencari tahu nya!" Batin Arka.
Namun bagi nya tidak kah terlalu penting namun dia penasaran.
Akhirnya dia meminta penjaga Cctv untuk melihat wajah wanita itu, Arka memberi tahu baju yang di pakai gaya rambut dan jam berapa Serta hari apa.
Arka segera pulang. Setelah sampai di rumah ternyata ada Tamu.
"Ini mobil bang Dirga! Apa dia datang?" ucap Arka sambil masuk ke dalam rumah.
Dan benar saja ada Dirga di sana yang sedang berbincang-bincang dengan Alena sementara Tania bermain dengan pengasuh nya.
"Eh mas udah pulang!" ucap Alena sambil menyalim tangan Arka.
"Udah lama datang nya bang?" tanya Arka ikut duduk bergabung dengan mereka.
"Sudah hampir dua jam!" ucap Dirga.
"Hmm lama juga yah," ucap Arka.
Mereka membicarakan tentang Tania dan juga Intan, serta kejadian yang di kantor polisi.
Dirga juga menceritakan semua yang di katakan intan, dia yakin intan Sudah menyesali semua nya namun Arka sedikit pun tidak percaya dia hanya menginyakan saja sambil mendengarkan Dirga Bercerita.
__ADS_1
Alena dan juga Arka Masuk ke kamar sementara Dirga bermain dengan Tania.
"Sini dong anak cantik peluk O-om!" ucap Dirga pada Tania.
Tania tersenyum dia pun memeluk Dirga.
Lagi-lagi air mata Dirga.
"O-om kok Nangis?" tanya Tania.
"Enggak! Om gak nangis kok cuman kelilipan aja!" ucap Dirga tersenyum menghapus air mata nya.
Tania tersenyum dia pun mengajak Dirga untuk bermain.
karena hari sudah malam Dirga ijin untuk membawa Tania untuk jalan-jalan malam keluar pada Arka dan Alena.
Mereka tidak keberatan mungkin dengan cara seperti itu ayah dan anak itu bisa dekat.
Dengan senang hati Dirga membawa Tania untuk keluar mencari makanan dan jajanan.
Tania yang mulai Dekat pun tidak takut lagi di bawa oleh Dirga.
"Lihat lah anak kita intan! Dia sudah besar namun dia tidak mengenal ayah nya sendiri karena kesalahan orang tua nya di masa lalu!" batin Dirga sambil melihat Tania yang berlari membawa mainan yang di belikan Dirga.
Alena dan Arka istirahat di kamar.
"Mas aku mau Ibu dan ayah serta adik-adik aku di sini menjelang aku lahiran!" ucap Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Bukan nya ibu dan Ayah kamu harus bekerja, bagaimana mereka bisa ke sini sementara kamu Masih lama lagi lahiran nya!" ucap Arka.
"Itu dia masalahnya mas, aku ingin Ibu ku yang mengurus aku!" ucap Alena.
"Dua bulan setengah lagi lama nya sayang! kamu jangan gegabah Begitu, orang tua kamu bisa datang sebulan sebelum kamu lahiran!" ucap Arka.
"Hmm aku takut kalau di rumah gak ada teman mas, bahkan terkadang perut aku sakit!" ucap Alena.
"Aku akan membayar seseorang khusus untuk menemani kamu!" ucap Arka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1