
Aris menjawab telepon dari Aisyah yang tumben-tumbenan menelpon nya.
"Ya Assalamualaikum!" sapa Aris.
"Walaikumsalam Mas, kali ini gak usah jemput Aisyah yah, hari ini Aisyah ada urusan di kampus nanti Aisyah pulang naik ojek!" ucap Aisyah.
"Ooh ya udah!" ucap Aris Panggilan pun terputus.
Namun tiba-tiba handphone Aris Berdering, dan ternyata itu adalah Sam.
"Ini sudah jam waktu pulang kuliah Aisyah, jemput dia!" ucap Sam.
"Baru saja Aisyah bilang sama aku kalau dia ada urusan di kampus nya dan bakalan pulang pakai ojek online!" ucap Aris.
"Aris! Aris! Bagaimana kamu bisa percaya dengan kata-kata dia, sekarang jemput dia!" ucap Sam.
Aris Menghela nafas panjang.
"Iyah Ayah, aku segera jemput dia!" ucap Aris dengan suara datar Panggilan pun terputus.
"Ayah tau kamu Masih belum bisa melupakan Alena karena ayah tau dia adalah perempuan yang pertama kali membuat kamu jatuh cinta, namun mungkin dengan kamu mengenal Aisyah kamu bisa melupakan Alena!" Batin Sam yang sedang duduk di kursi ruangan nya yang ada di Cafe.
Aris pun segera berangkat ke kampus.
Setelah sampai di sana yang Aris lihat adalah Alena yang sedang menunggu jemputan di depan gerbang kampus sambil memegang perut nya.
Dari dalam mobil Aris memerhatikan nya.
Aris memarkirkan mobilnya di parkiran dan menyusul Alena.
"Assalamualaikum!" sapa Aris dari belakang Alena.
"Walaikumsalam!" balas Alena sambil menoleh ke belakang nya.
Namun tiba-tiba Alena diam, malah dia ingin pergi meninggalkan Aris namun Aris menahan nya dengan cara menahan tangan Alena.
"Maaf!" ucap Aris segera melepaskan tangan Alena karena Alena terlihat risih takut apa yang terjadi sebelum nya terjadi lagi.
Alena terdiam, begitu juga dengan Aris dia melihat Alena yang menunduk.
"Maaf kan hamba mu ya Allah, kenapa Melihat nya di sini aku begitu lega dan merasa senang!" Batin Aris.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan, kenapa tiba-tiba keadaan nya jadi tegang seperti ini!" batin Alena.
Namun ternyata mobil jemputan Alena milik Arka sudah datang.
"Aku duluan dulu yah kak," ucap Alena Tampa menoleh ke arah wajah Aris.
"Alena!" Panggil Aris menghentikan langkah Alena.
__ADS_1
"Jaga kesehatan yah," ucap Aris sambil tersenyum.
Alena mengangguk.
"Pasti kak, kakak juga jaga kesehatan yah!" ucap Alena dan segera masuk ke dalam mobil.
"Dia tidak melihat aku saja aku merasa kehilangan banyak hal!" batin Aris.
Dia tersadar dari lamunannya dia pun menelpon Aisyah.
Dan ternyata Aisyah lagi ada tugas mengajar agama di kelas nya.
Karena Aris bosan menunggu di luar akhirnya dia pun masuk ke kelas Aisyah sambil mendengarkan Aisyah yang mengajar di depan.
Ternyata Aisyah masih mahasiswa baru dia sudah jadi idola guru agama di kampus ini.
Sementara Daniel dan Sarah baru saja sampai di Bogor mereka di sambut hangat oleh keluarga Daniel.
Namun ternyata Dewi tertarik pada Sarah karena terlihat elegan dia juga sangat asik mengobrol dengan Sarah.
Di tempat lain Alena di dalam hanya bisa diam sambil mengingat Aris yang memegang tangan nya tadi dan juga Ajeng pagi-pagi datang menemui nya.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di hotel penginapan nya.
"Assalamualaikum mas!" sapa Alena dan ternyata Arka di kasur sedang kerja melalui laptop nya.
"Selamat siang Anak Papah!" ucap Arka sambil mengelus perut Alena.
"Gimana tadi ikut sama Mamah, gak nyusahin kan!" ucap Arka sambil menoleh ke arah Alena yang hanya tersenyum saja.
Alena pun segera bersih-bersih badan karena habis tentunya banyak kuman yang dia bawa.
"Mas tadi pagi Ajeng datang ke kampus menemui aku!" ucap Alena Setelah Selesai keluar dari kamar mandi.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Ngapain?" tanya Arka.
"Biasa mas bahas masalah di Cafe itu, dia minta maaf!" ucap Alena.
Arka terdiam.
"Ini bukan salah dia, ini salah aku," ucap Arka merasa bersalah.
"Hmm entah lah mas aku sama sekali tidak ingin membahas itu lagi, tapi apa benar dia sudah resain dari perusahaan?" tanya Alena.
"Iyah!" jawab Arka.
"Aku tidak ingin karena ada nya dia di Perusahaan semakin jadi masalah untuk rumah tangga kita!" ucap Arka.
__ADS_1
"Kamu sendiri lah yang membuat masalah itu ada!" ucap Alena.
Arka terdiam, karena betul dia lah pertama ingin merusak hubungan nya dengan Alena.
Dia sangat menyesal dan Melihat raut wajah Alena dia merasa gagal menjadi suami yang baik untuk Alena.
"Aku tau kamu Masih kecewa sama aku sayang! Tapi mulai dari sekarang aku akan berubah demi kamu dan si buah hati!" ucap Arka dengan tulus sambil memegang tangan Alena.
"Hmm aku pegang kata-kata kamu mas!" ucap Alena.
Arka tersenyum.
Hari semakin malam Waktu sewaan hotel Alena sudah habis namun Arka malah memperpanjang sewaan satu Minggu Kemudian dengan alasan agar Alena bisa lebih tenang dan jika di rumah tentu nya dia akan banyak hal yang di pikirkan dan ada waktu berdua untuk mereka.
Alena tidak masalah justru dia lebih senang.
Namun tiba-tiba Arka yang sudah mulai sehat mau Pizza.
Alena memesan di hotel saja karena kebetulan ada di sana.
Arka yang sudah mulai nisa Berdiri dan tidak pusing lagi dia memilih untuk sholat isya terlebih dahulu dari Alena karena Alena masih di luar kamar.
Di dalam doa Arka dia meminta ampunan dan berjanji kepada Allah akan menjaga wanita nya dan tidak akan membuat nya menangis ataupun kecewa karena sifat nya lagi.
Setelah selesai sholat Alena tak kunjung balik namun Tiba-tiba Handphone nya Berdering.
"Ajeng!"' ucap Arka bingung karena tumben-tumbenan Ajeng menghubungi nya.
Sebenarnya Arka tidak ingin menjawab nya Mood nya kurang baik untuk membahas pekerjaan karena biasanya Ajeng menghubungi nya karena pekerjaan saja.
Akhirnya Panggilan pun tidak di jawab oleh nya.
"Pak Arka kemana sih, hari ini dia tidak masuk ke kantor sementara banyak yang harus dia tanda tangani malam ini sebelum dokumen ini di kirim!" Batin Ajeng.
Akhirnya dia pun mengirim pesan pada Arka.
Arka Sangat cepat menanggapi nya dia meminta dokumen itu di berikan pada supir nya agar langsung di tanda tangani oleh nya di hotel tampa Ajeng tau dia dimana.
"Chatan sama siapa mas? Fokus Banget!" ucap Alena sambil meletakkan kotak Pizza di atas meja.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1