Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 211


__ADS_3

Arka yang baru saja sampai di kantor langsung di sambut oleh Aris.


"Apa jadwal saya hari ini? Tolong dari jam satu siang di kosong kan karena saya mau ke rumah Ayah!" ucap Arka dengan nada datar sambil berjalan.


"Baik pak!" ucap Aris.


Aris pun membacakan jadwal Arka pagi ini.


Sementara Alena baru saja sampai di rumah Wijaya.


Wijaya yang mengetahui Alena Datang dia sangat senang.


Alena melihat Wijaya yang terbaring lemas di kasur serta wajah pucat dan dia kelihatan sangat kurus.


"Ayah!" ucap Alena dia mendekati Wijaya.


Wijaya tersenyum.


"Kamu sama siapa ke sini nak? Arka mana?" tanya Wijaya.


"Aku ke sini sama Sarah dan Tania! Mas Arka Masih ada kerjaan di kantor dia akan datang siang!" ucap Alena.


Wijaya tersenyum.


"Kenapa ayah tidak memberi tahu kami kalau Ayah sakit? dan sekarang gimana keadaan Ayah?" tanya Alena.


"Ayah tadi nya sangat lemas sekarang Melihat kamu ayah kembali sehat!" ucap Wijaya.


Alena memeluk Mertua nya itu.


Dia berusaha untuk menahan air mata nya dia tidak ingin terlihat sedih.


"Sudah! Jangan terlalu lama memeluk Ayah! Ayah sangat ingin melihat wajah mu!" ucap Wijaya.


Alena pun melepaskan pelukannya.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Wijaya.


"Bagaimana bisa ayah menanyakan kabar ku sementara ayah seperti ini! Kenapa ayah tidak di rawat di ruang sakit dan harus di tangani Lebih lanjut!" ucap Alena.


"Ah tidak perlu! Ayah akan cepat sembuh jika kamu dan Arka di sini!" ucap Wijaya sambil tersenyum.


Alena terdiam dia merasa sangat merasa bersalah karena telah meninggal kan mertua nya itu sendiri di rumah.


"Bagaimana kesehatan calon Cucu Ayah?" tanya Wijaya.


"Alhamdulillah baik-baik saja Ayah! Ayah harus sehat agar bisa menemani Alena melahirkan nanti!" ucap Alena sambil menahan air mata nya.


"Ayah sudah sehat!" ucap Wijaya.


Lagi-lagi Alena memeluk Wijaya dia tidak bisa lagi menahan air mata nya.


Dia sudah terlanjur menyanyangi Wijaya seperti ayah nya sendiri sehingga dia tidak tega Jika harus melihat Wijaya dengan keadaan seperti ini.


Wijaya meminta agar Alena memberikan nya sarapan bubur tapi Alena sendiri lah yang masak, Alena dengan senang hati mau.

__ADS_1


Dia pun segera keluar.


"Gimana keadaan pak Wijaya Len?" tanya Sarah yang bersama Tania di ruang tamu.


"Sangat buruk Sarah! Aku masak ke dapur dulu yah, kalau kamu mau masuk ke kamar Ayah, Masuk saja!" ucap Alena.


"Aku sama kamu saja nanti!" ucap Sarah.


Alena pun segera Masak ke dapur.


Demi ayah mertua nya makan dia harus kuat menahan bau-bau yang tidak sedap di dapur.


Sarah salut dengan Alena. Namun dia tidak bisa bantu apa-apa dia hanya bisa menemani Alena saja.


Tidak beberapa lama akhirnya bubur pun Masak, Alena meminta Pelayan mengantarkan makanan ke kamar Wijaya sementara dia mencoba untuk menormalkan tubuh nya.


Kepala nya Serasa pusing sekali perut nya mual lagi.


Namun dia mengingat jika Wijaya minta di suapin oleh nya dia pun harus naik ke atas.


Sarah dan Tania juga ikut.


Wijaya Melihat Tania pun lagi-lagi sedih karena dia harus ingat intan.


Alena memperkenalkan Sarah pada Wijaya.


Setelah itu Alena menyuapi Wijaya.


Ayah mertua nya Itu terlihat sangat lahap makan dan juga bercerita dengan Sarah. Wijaya tidak berhenti nya bercerita tentang intan dan semua kebaikan intan pada mereka.


Dia juga meminta Tania duduk di samping nya.


Alena memerhatikan wajah tua Wijaya.


"Aku minta maaf ayah! Karena aku gak bisa bantu Ayah untuk membujuk mas Arka melepaskan Intan!" Batin Alena sambil memegang tangan Wijaya.


Alena pun keluar.


Di luar dia bertanya-tanya tentang intan dan juga Wijaya pada pelayan.


Karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas lewat Alena masuk lagi ke dapur sambil memakai masker.


Mengingat Arka yang akan datang dan juga mertua nya harus makan.


Dia harus menahan mual dan juga sakit kepala nya.


Masakan sudah selesai untung saja banyak Pelayan yang membantu nya.


Alena meminta Pelayan agar memberikan Wijaya makan siang terlebih dahulu dan dia Akan makan bareng suami nya.


Tidak beberapa lama akhirnya Arka datang.


"Mas! kamu sudah pulang!" ucap Alena sambil menyalim tangan suaminya.


"Om Arka!" Panggil Tania dari arah tangga.

__ADS_1


Arka tersenyum dia pun menggendong Tania.


"Tania habis dari mana?" tanya Arka.


"Aku baru saja dari kamar Kakek, dia meminta ku keluar untuk melihat om-om sudah datang Atau belum!" ucap Tania.


"Ya udah kita ke kamar Kakek yok!" ajak Arka.


Arka pun menggendong Tania naik kelantai atas dan di ikuti oleh Alena.


Sarah yang sedang dengan pak Wijaya pun melihat Arka yang baru saja masuk.


Wijaya terlihat senang melihat anak nya itu datang.


"Ayah! Bagaimana kabar Ayah?" tanya Arka.


"Yah beginilah!" ucap Wijaya.


"Kenapa Ayah tidak memberi tahu aku kalau penyakit Ayah kumat lagi!" ucap Arka.


"Ayah tidak ingin kalian terlalu kefikiran nak, tapi sekarang ayah senang akhirnya kalian ke sini melihat Ayah!" ucap Wijaya.


"Mulai dari sekarang kami akan tinggal di sini sampai ayah sembuh, dan juga ayah harus ikut anjuran dokter!" ucap Arka.


"Bukan itu yang ayah mau Nak, tapi Ayah mau kamu cabut tuntutan intan!" ucap Wijaya.


Arka diam.


"Ayah hanya ingin dia yang jadi dokter pribadi Ayah, hanya dia yang bisa sabar dengan Ayah, ayah juga merindukan nya, ayah mempunyai tanggung jawab kepada nya!" ucap Wijaya.


"Tapi ayah! Ayah tau sendiri kalau karena dia Nyawa ayah hampir saja Hilang, manusia seperti dia tidak perlu di kasihani!" ucap Arka.


"Kamu tidak tau apa yang ada di hati ayah dan kemauan Ayah saat ini, Jujur saja itu jadi beban fikiran Ayah!" ucap Wijaya.


"Ayah bisa sembuh tanpa dia, dan aku tidak akan kasih ampun pada dia, dia harus tanggung jawab atas perbuatannya!" ucap Arka


Wijaya Menghela nafas panjang.


"Jika kamu mau melihat ayah seperti ini, maka kamu lanjutkan saja Niat kamu!" ucap Wijaya.


Seketika ruangan itu sunyi tanpa suara.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan! kalau aku melepaskan wanita itu sama saja aku membahayakan keluarga ku, tapi jika aku tidak melepaskan nya Ayah akan seperti ini, dan keadaan nya pasti semakin parah!" batin Arka.


Hayo Yo Yo.


Jangan lupa untuk mampir di Karya baru Author.


kepoin langsung yah.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2