
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
selamat membaca 🙂
Arka membuka pintu untuk petugas yang mengetuk nya.
"Selamat malam pak, Maaf mengganggu waktu nya, Apa kah ini dengan pak Arkanja sakan? Ini pesanan makan malam bapak!" ucap petugas laki-laki itu.
"Oh iya, saya sendiri! Tolong di letakkan di dalam saja yah," ucap Arka.
Petugas itu pun menuruti nya dan meletakkan di atas meja.
Setelah selesai Mereka segera keluar.
Arka Melihat Alena yang hanya diam saja Tampa pindah dari tempat duduknya.
"Besok kamu ada kuliah?" tanya Arka mendekati Alena sambil duduk di samping nya, dan membuka Handphone nya.
Alena menggeleng.
"Bagus deh, besok aku akan bawa kamu ikut jiarah ke tempat almarhum ibu aku!" ucap Arka.
"Gak bisa! Kan besok ada rapat pagi di kantor, kamu juga harus ada di sana!" ucap Alena.
"Habis rapat kita pergi, rapat nya hanya satu jam saja, jam delapan pagi," ucap Arka.
"Tapi!" ucap Alena.
"Tidak ada tapi-tapian, Kamu harus ikut aku, kalau tidak aku akan mabuk lagi!" ancam Arka.
"Hmm, ya sudah! Mentang-mentang aku gak suka kamu mabuk, jadi ngancam nya gitu," ucap Alena cemberut.
Arka pun tersenyum.
"Ya udah makan yok Sayang, aku lapar!" ucap Arka.
"Boleh minta tolong dulu gak?" tanya Alena.
"Dengan senang hati tuan putri ku, aku bisa bantu kamu apa sayang?" tanya Arka dengan lebay nya, karena sangat Jarang-jarang Alena Minta tolong pada Arka.
"Handphone aku lobet, Baju ganti aku juga gak ada, aku tidak akan bisa tidur jika menggunakan kemeja kamu ini," ucap Alena sambil melihat kemeja Arka yang sepanjang paha nya.
"Hmm, kan kamu bagus sayang pakai itu, Seksi!" ucap Arka sambil tersenyum nakal.
"Jangan macem-macem kamu yah," ucap Alena sambil berdiri menunjuk ke arah Arka.
__ADS_1
"Tenang aja, selagi aku sadar aku tidak akan macem-macem sebelum halal, namun jika kejadian seperti tadi kamu tidak bisa menyalakan aku, karena kamu lah yang masuk ke sana," ucap Arka.
Alena seakan merinding mendengar perkataan Arka, Melihat otot-otot perut nya saja Alena sudah takut, dan merasa kan keras nya Daging Arka.
"Sudah lah kamu tidak perlu takut!" ucap Arka berjalan ke arah meja.
Namun Alena masih tetap saja Berdiri.
"Aku sudah menyuruh supir mencari kan baju tidur untuk ku, mukenah dan juga Charger Handphone mu!" ucap Arka.
"Aku tidak percaya!" ucap Alena.
Arka langsung menunjukkan layar handphone nya pada Alena yang terdapat chatan Arka dengan supir nya.
Alena pun akhirnya percaya.
Tiba-tiba Arka menarik Alena dan duduk di kursi, Arka memangku Alena.
Karena kebetulan di dalam kamar hotel itu hanya ada satu kursi makan. yang lain nya hanya ada sofa.
Alena hanya bisa terdiam. dia bingung harus apa lagi. Alena Sekarang duduk di pangkuan Arka dengan nyaman nya.
Entah mengapa posisi itu sangat nyaman bagi nya dan sangat sayang jika di tolak nya.
Alena membuka makanan itu dan mengisi kepiring kosong mereka berdua.
Namun tiba-tiba Arka menahan Pinggang Alena dan tidak mengijinkan untuk pergi dari pangkuan nya.
"Kamu di sini saja, kamu suapin aku!" ucap Arka.
Alena terdiam.
"Ayo! tunggu apa lagi? aku sudah sangat lapar!" ucap Arka.
Alena pun mulai menyuapi Arka dan juga menyuapi sesekali ke Mulut nya menggunakan sendok yang sama.
Arka tersenyum sembunyi, karena Sadar jika Alena sudah salting gara-gara kelakuan nya.
Setelah selesai makan, Alena langsung ke kamar mandi, untuk gosok gigi dan cuci muka.
Lagi-lagi Arka mempunyai sifat nakal, dia memeluk pinggang ramping Alena dari belakang.
Alena Terkejut namun saat dia berontak Arka lagi-lagi menahan nya.
Alena pun melanjutkan gosok Gigi walau jantung nya sudah berdegup kencang dan wajah nya sudah merah.
"Kamu gosok gigi lah!" ucap Alena setelah selesai gosok Gigi dan membersihkan wajah nya.
__ADS_1
Arka pun melepas pelukan nya dari Alena dan berganti an di depan wastafel.
Alena langsung keluar, dia melihat Handphone nya sudah di charger dan ada bungkusan baju warna pink di atas meja.
Dia membuka nya karena itu yakin itu adalah baju yang di katakan oleh Arka tadi.
Betapa terkejutnya dia melihat baju yang sangat seksi, baju yang transparan dan pendek lengan serta celana pendek.
"Ya Allah, ini baju apa an," Batin Alena.
"Kenapa?" tanya Arka yang baru keluar dari kamar mandi, Alena langsung menyembunyikan baju di balik badan nya.
"Hmm, Baju nya gak ada yang lain yah, kenapa Harus yang sangat tipis sekali?" tanya Alena dengan nada sangat malu.
"Maksudnya?" tanya Arka.
"Nih! Baju nya sangat kecil dan tidak ada lengan Serta celana pendek, ini mah di pakai untuk Daleman saja," ucap Alena.
Arka terkekeh karena baru kali ini dia mendengar baju semahal itu di katakan untuk Daleman.
"Sayang! ini baju untuk tidur! Kok jadi Daleman sih, emang apa salahnya kan bagus tuh," ucap Arka.
"Bagus apa an! aku pasti sangat tidak nyaman memakai nya," ucap Alena.
"Hmm seperti nya supir salah paham dengan yang ku maksud untuk membeli baju tidur yang sangat cocok untuk perempuan," Batin Arka.
"Biasanya di lemari ada kimono, kamu cari lah!" ucap Arka karena Sudah kasihan dari tadi Alena harus mengikuti permainan nya.
Alena langsung mencari nya dan setelah dapat dia pun masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Di jadikan baju yang di beli supir itu di dalam dan luar nya kimono putih itu.
Dia keluar dan melihat Arka yang sedang main handphone di atas sofa.
Dia segera membuka mukena baru itu dan segera melaksanakan sholat.
Setelah selesai sholat dia membaringkan tubuhnya di kasur Tampa memperdulikan Arka.
Hari pun semakin malam, Arka pun tertidur di atas Sofa sementara Alena dari tadi tidak bisa tidur.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏.
__ADS_1
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***