Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 9


__ADS_3

Lagi lagi aku berada di ruangan putih yang tak memiliki ujung. Dan lagi lagi Yume berdiri di depanku. Aku memiliki jutaan pertanyaan untuknya, tapi mulutku terasa terkunci dan tak bisa berkata kata.


"Kaito ... aku akan menjelaskan sesuatu pada mu"


Tak ku sangka, Yume menjelaskan bahwa dirinya adalah malaikat. Aku memang tak mempercayai kata katanya, tapi apa salahnya aku mendengarkannya sampai selesai.


Yume melanjutkan ceritanya tentang kutukan yang aku miliki. Aku dikutuk oleh dewa karena suatu alasan. Kata Yume aku tak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan didunia ini. Entah kenapa aku mulai mempercayai kata kata malaikat yang berdiri di depanku ini.


Karena aku juga merasa aku tak pernah merasakan kebahagiaan dalam hidupku. Aku terus berusaha mengejar mimpiku dan satu pun tak ada yang terwujud. Mungkin mimpi ini hanyalah hasil dari hatiku yang hancur. Tapi mimpi ini terasa sangat nyata jika harus di sebut mimpi.


"Walau gitu ... Kaito ... kamu di beri satu kekuatan oleh dewa loh," kata kata Yume yang sama sekali tak ku duga sebelumnya.


"Kekuatan? ... apa itu?"


Yume kembali bercerita panjang lebar mengenai kekuatan yang kumiliki. Katanya aku memiliki kekuatan untuk memanipulasi waktu sesuka hati ku. Tentu saja itu tak masuk akal. Pertama malaikat, kutukan, setelah itu kekuatan?

__ADS_1


Ini jelas cuma mimpi belaka. Tapi aku ingin menanyakan satu hal padanya.


"Yume ... apa yang kau maksud dengan setengah iblis?"


"Aku akan menjelaskannya nanti ... sekarang ada hal yang lebih penting," Yume membalikkan badannya dan aku hanya bisa melihat rambut putih yang terurai sampai punggungnya.


Ahh ... lagi lagi cerita yang tak masuk akal. Malaikat, kutukan, kekuatan, dan sekarang iblis. Mimpi ini benar benar aneh, walau aku tahu ini mimpi, tapi entah kenapa aku bisa mendengar, merasakan dan mengingat setiap detik dalam mimpi ini.


Saat ini banyak manusia yang terkena kutukan sang iblis. Kutukan itu berasal dari penyesalan yang sangat dalam dari orang itu. Dan biasanya Yume bisa melenyapkan kutukan orang itu dari mimpinya. Tapi sekarang sang iblis itu malah memberi kekuatan pada manusia yang ia incar.


Kekuatan iblis itu bukan seperti kekuatan yang dewa berikan. Dewa hanya memberikan kekuatan yang digunakan untuk masa depan dunia ini dan untuk menyelamatkan orang banyak. Dewa juga tak main main jika memilih orang yang akan ia berikan kekuatan itu.


Dan manusia yang terkena kutukan itu akan di kendalikan sepenuhnya oleh sang iblis pada suatu malam yang iblis itu tentukan. Iblis itu akan menggunakan kekuatan itu untuk membunuh manusia lain atau bahkan manusia yang ia kendalikan.


"Jadi ... kalau ada orang kena kutukan itu maka ..."

__ADS_1


"Ya ... dia akan mati" Yume mengatakan itu dengan nada beratnya.


"Jika aku setengah iblis maka ... apa aku akan seperti mereka juga?" Tanyaku karena Yume berkata aku adalah setengah iblis.


"Tidak ... tapi kau tetap bisa kehilangan kendali akan kekuatan yang iblis berikan pada mu itu," lagi-lagi kata kata Yume membuatku bingung karena harus memahami semua ceritanya dalam satu malam.


"Dan sekarang ... tujuanku kesini sebenar nya untuk mengatakan tugas dari dewa untukmu," lagi lagi hal yang tak masuk akal terdengar dari mulutnya.


Tugasku adalah bagian dari hukuman dari dewa atas kesalahan di masa laluku. Aku tak terlalu mengerti apa maksud dari masa laluku itu. Untuk sementara aku menganggapnya sebagai kehidupan sebelumnya. Dan tugasku adalah untuk membebaskan orang yang terkena kutukan iblis itu.


Aku mempunyai kekuatan dari dewa dan juga punya kekuatan dari iblis. Aku juga bukan manusia biasa. Para malaikat sering menyebut orang sepertiku dengan sebutan sang malaikat berhati iblis.


"Besok adalah malam pertama tugas mu dimulai ... jadi ... bersiap lah," kata Yume dengan tatapan tajamnya itu.


"Tu-tunggu?! ... kamu belum jelasin tentang kekuatan yang iblis berikan pada ku," aku merasa ini terlalu awal bagiku untuk menjalankan tugasku.

__ADS_1


"Hmm ... besok malam ... kamu pasti akan mengerti," ucap Yume lalu lagi lagi lenyap seperti ditelan bumi.


Hoi hoi ... ini mimpi kan?!


__ADS_2