
Duar!!!
Takumi memukul perut ku dengan sangat keras dan membuat ku melayang tinggi di atas langit. Aneh tapi nyata, aku sama sekali tak merasakan sakit. Padahal aku di pukul sampai terbang ke langit dengan ketinggian ratusan meter.
Tunggu!
Sekarang aku malah berhenti di udara. Tidak bisa ku percaya, sekarang aku bisa terbang. Aku bisa melihat Takumi yang menunggu ku di bawah sana, dia menatap ku dengan tatapan tajamnya itu.
Aku mungkin punya serangan jarak jauh. Aku tidak tahu, tapi aku hanya menebaknya. Tubuh ku mulai bergerak dengan sendirinya. Aku mengarahkan kedua tangan ku ke bawah tepat di arah Takumi yang berdiri di atas tanah.
"Heaven Shoot!!!"
Setelah aku berteriak, bola cahaya yang cukup besar berkumpul di depan tangan ku. Dan sesuai keinginan ku, bola cahaya itu melesat ke bawah yaitu ke arah Takumi.
Boom!!!
Bola cahaya itu meledak dan menghasilkan sinar yang sangat terang. Pohon pohon di sekelilingnya bergerak karena tertiup angin yang dahsyat karena ledakan yang ku buat. Beberapa saat kemudian, hal yang mengejutkan terjadi.
Takumi melompat keluar dari kepulan asap karena ledakan ku. Dia melesat cepat ke arah ku, dia bersiap memukul ku dengan tangan kanannya yang sudah mengepal kuat itu.
Bwush!!!
Aku menahan tangan kanannya itu dengan tangan kiri ku. Benturan tangan kami menimbulkan angin yang cukup besar. Kekuatan sebesar ini, kami ini sebenarnya apa?
"Kaito!!! ... kenapa kamu memiliki kekuatan sebesar ini?!"
"Mana ku tau payah?!! ..."
"Hahaha ... dasar bocah aneh!", entah kenapa dia malah terkekeh di tengah tengah pertarungan kami.
__ADS_1
"Dengar ... aku punya tempat yang sangat istimewa ...", ucapannya yang mengejutkan ku.
Buk!!! Swush!!!
Dia menendang ku dan membuat ku melayang layang di udara tanpa kendali. Perlahan tapi pasti, aku turun dari ketinggian dengan kecepatan tinggi. Aku hanya bisa merasakan tubuhku bergerak dengan cepat dan perlahan ketinggian ku turun.
Setelah beberapa saat, aku akhirnya jatuh ke tanah. Aku sampai melubangi tanah tempat aku jatuh. Walau jatuh dari ketinggian ratusan meter seperti itu, aku tak merasakan sakit di tubuh ku. Pasti karena tubuh ku sepenuhnya menjadi cahaya.
Aku bangkit berdiri lagi dan keluar dari lubang bekas aku jatuh tadi. Aku berdiri di tengah padang rumput yang di kelilingi pepohonan yang rimbun. Aku bisa merasakan angin musim semi yang berhembus dan membuat rumput rumput di sekitar ku bergoyang.
"Apa kau masih sanggup?", Takumi keluar dari pepohonan dengan tatapan tajamnya pada ku.
"Hmm ... aku tak bisa mati di tangan mu sekarang ..."
"Adik perempuan ku menunggu ku di rumah ..."
Aku harus pulang, aku sudah berjanji pada Hanabi untuk selalu pulang ke rumah. Dia selalu menunggu ku di sana. Aku tak bisa mati di sini dan meninggalkannya sendirian di dunia yang setengah busuk ini.
Hana? ... kenapa dia tau nama adik ku?
Ah ... pasti bukan ... pasti orang yang berbeda ...
"Aaaaahhhhhggg!!!!"
Tanpa alasan yang jelas Takumi berteriak dan memegang kepalanya sendiri.
"Kenapa kau harus membuat ku ingat pada adik ku!!!"
"Kau akan membayarnya bocah!!!", tak ku duga sama sekali, Takumi meneteskan air matanya di tengah pertarungan.
__ADS_1
Swush!!
"Mati kau ...", dengan sekejap mata, Takumi sudah ada di belakang ku.
Buak!!!
Dia memukul ku dan membuat ku kembali terbang di atas langit. Belum selesai di situ saja, dia kembali berada di belakang ku sebelum aku mengedipkan mata ku. Dia kembali memukul ku dan membuat ku terbang semakin tinggi.
"Mati kau payah!!!"
Sekali lagi dia melakukannya. Dengan kecepatan seperti bayangan, dia kembali berada di atas ku dan bersiap mengembalikan ku ke tanah. Takumi memukul ku dengan sangat kuat dari atas ketinggian dan membuat ku kembali jatuh ke tanah seperti bola voli.
Duar!!!
Aku jatuh dan membuat lubang besar di tengah padang rumput itu. Aku membuka mata ku dan melihat Takumi melayang di ketinggian beratus ratus meter dari atas permukaan tanah.
"Mati kau dasar payah!!!"
Karena rambutnya tertiup angin, aku bisa melihat mata kanannya yang tadinya tertutup poni rambut oranyenya itu. Tak salah lagi itu adalah mata iblis. Bola mata merah menyala dan pinggiran bola mata yang harusnya berwarna putih itu berubah jadi hitam.
Apa dia juga setengah iblis seperti ku?
"Kegelapan yang abadi ... bantu aku mewujudkan impian adik perempuan ku ..."
Dia mengucapkan kata kata yang hampir sama dengan ku. Dan sesaat dia menyelesaikan kalimatnya. Kegelapan mulai berkumpul di tubuhnya. Perlahan tapi pasti, tubuhnya berubah menjadi hitam kemerah merahan.
Aku kembali berdiri dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tubuhnya menjadi sama seperti tubuh cahaya ku sekarang. Hanya saja warna sinar kami yang berbeda. Rambutnya berubah jadi hitam seperti warna seluruh tubuhnya sekarang.
Itu adalah mode Light Chaser milik ku ini, hanya saja dia menggunakan kegelapan sebagai sumber kekuatannya. Kekuatannya pasti juga meningkat pesat. Sebelum dia berubah seperti itu, aku sudah kualahan menghadapinya.
__ADS_1
Apa aku sanggup mengalahkannya?