Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 33


__ADS_3

"Kakak!! ... bangun!!!"


Tok tok tok~


Suara Hanabi yang membuatku langsung terperanjat dan terduduk di ranjang. Aku menoleh ke segala arah dan tak menemukan Ema di sini.


"Kak?! ... pacar bule kakak dimana?!" Pertanyaan Hanabi yang membuatku lega karena dia tak melihatku tidur bersamanya. Dan aku juga cemas di saat yang sama.


"Hmm ... manaku tau," ucapku sembari membuka pintu kamarku.


"Kakak gak ena ena kan?" Pertanyaan yang paling kubenci keluar dari mulut adikku.


"Ena ena palamu ... ya udah kakak mau mandi dulu ...," aku kembali menutup pintu kamarku dan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku.


Saat aku sudah berada di dalam kamar mandi, suara Yume mengejutkanku.


"Kaito ... sekarang aku tau kenapa kamu bisa punya ke tiga kekuatan dalam satu tubuh mu itu"


"Tu-tunggu ... Yume ... ini kamar mandi loh ...," aku yang ingin melepas bajuku ini sedikit merasa terganggu karena ada suara perempuan yang seakan berada di sampingku.


"Heh ... *****! ... aku juga gak bisa lihat kamu tau? ... malaikat mana yang mau ngintip manusia kaya kamu ...," nada kesal Yume mulai keluar.


"Oh ... gitu ... ya udah ... jelasin apa yang mau kamu jelasin ..."


Aku pun melaksanakan kegiatanku di kamar mandi seperti biasa. Tapi kali ini aku harus mendengarkan ocehan Yume secara bersamaan. Yume tak mau mengatakan alasan aku memiliki kekuatan malaikat dan iblis secara bersamaan.


Dia malah memberitahu ku alasan kenapa banyak Akame yang muncul belakangan ini. Itu terjadi karena ada seseorang yang mendapat kekuatan iblis, kekuatan iblis itu adalah untuk memanggil Akame dari dalam neraka.

__ADS_1


Dan ketika aku hendak bertanya tentang Ema dan Gilbert, Yume sama sekali tak mau menjelaskannya kepadaku. Dia hanya bilang suatu saat aku akan mengerti semuanya. Tentu saja itu bukanlah jawaban yang kuharapkan.


Setelah aku menyelesaikan urusanku di kamar mandi, aku segera memakai seragam sekolahku dengan rapi. Aku pun turun ke lantai dasar untuk segera sarapan bersama Hanabi. Ia sedang duduk di kursi meja makan dan menunggu ku untuk duduk di seberang adik perempuanku itu seperti biasanya.


"Pagi kak!" Sapanya dengan senyuman yang sama setiap pagi.


"Hmm ...," aku langsung duduk di seberangnya dan menikmati sarapan roti isi buatan Hanabi itu.


"Ano ... apa kakak udah lihat rumor di internet?" Tanya Hanabi sembari meminum segelas susu miliknya.


"Rumor apa?" Tanyaku karena aku belum sempat melihat lihat internet belakangan ini.


"Zombie ...," ucapannya yang membuatku terkejut.


Akame?!


Apa gak masalah kalau beritanya sampai tersebar?!


"Nee ... aku masih penasaran sama pacar bule kakak yang kemarin loh ...," ujarnya.


"Dia bukan pacarku ... dan semua yang dibilang dia kemarin itu cuma salah paham." Aku meneguk segelas susuku sampai habis dan langsung naik ke kamarku untuk mengambil ransel.


"Ya ya ya ... tapi aku gak percaya ...," suara Hanabi yang kudengar.


Setelah mengambil ransel dan ponsel aku bergegas keluar dari rumah dan berjalan menuju sekolah. Aku masih berpikir tentang keadaan Ai setelah kejadian kemarin. Aku berusaha memendam rasa khawatirku padanya.


Cahaya sang surya di pagi hari yang belum terasa panas. Embun pagi yang masih melekat di rerumputan dan dedaunan di ranting pohon. Aku tak pernah merasa sesemangat ini melangkah ke sekolah.

__ADS_1


Setelah menginjakan kaki di depan gerbang sekolah, rasa malas kembali muncul di hatiku. Tapi, ya sudahlah, apa boleh buat, aku sudah sampai di sini dan tak ada alasan untuk kembali.


Setelah masuk ke kelas, keributan di pagi hari ini kembali terdengar. Aku berusaha tak mempedulikannya dan langsung duduk di bangkuku. Aku belum melihat Ai sepanjang pagi hari ini.


Apa dia gak masuk hari ini?


Aku hanya berusaha tak mempedulikannya dan memandang ke langit biru di pagi hari yang indah ini. Dari yang kudengar, hampir semua murid di kelas membahas berita yang tersebar di internet tentang Zombie.


Aku yakin yang mereka maksud adalah Akame Manusia yang kehilangan akalnya karena membiarkan kutukan iblis itu mengambil alih tubuhnya. Walau pun aku mempunyai kekuatan yang luar biasa, tapi tubuh manusiaku ini juga memiliki batasnya.


Buktinya pasti setelah aku menggunakan kekuatan iblis, aku pasti akan jatuh pingsan karena kelelahan. Padahal hanya pertarungan singkat. Aku ini memang lemah. Kenapa Dewa memberi kutukan dan tanggung jawab ini kepadaku?


"Kaito?"


Tiba tiba Ai menepuk pundakku dan sudah duduk di sampingku dengan senyumannya itu.


"O-oh ...," aku hanya mengangguk dengan senyuman tipisku.


Aku lega ternyata dia masih bisa sekolah hari ini. Sebenarnya penyakit apa yang dia derita ya?


***********


Ano ... hehe .. Maap nih sebelumnya.


Tapi aku harus bilang makasih buat kalian yang ngikutin ceritaku sampe sini.


Buat kalian yang suka sama cerita ini mohon sempetin waktu kalian buat klik like di setiap chapternya ya ...

__ADS_1


aku butuh support kalian semua buat tetep ngelanjutin novel ini ... maap kalo kalian keganggu ...


Ya udah, see you next chapter ya ...


__ADS_2