Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 16


__ADS_3

Cahaya malam yang masuk melewati jendela kamarku. Buku buku yang berantakan di atas meja belajarku. Suara jam dinding yang tiada hentinya berdetak. Aku duduk di ranjangku diselimuti kegelapan kamanku ini.


Earphone yangku pasang di kedua telingaku. Aku mendengarkan lagu lagu yang kusukai untuk sekedar menenangkan diriku. Aku hanya mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam yang biasaku kenakan saat ada di dalam rumah.


Tok tok tok~


"Kakak ... lagi ngapain? ... boleh masuk gak?" Suara Hanabi yang mengetuk pintu kamarku dari luar dan terpaksa membuat ku untuk melepas earphone dari telingaku.


"Hmm ... boleh," jawabku.


"Ano ... bisa temenin aku gak?" Hanabi membuka pintu kamar ku dan cahaya lampu dari luar menyilaukan mataku.


"Kemana?" Tanyaku.


"Toko buku ... aku mau beli satu novel lagi," jawabnya dengan senyuman tipis.


"Harus sekarang kah?" Tubuhku masih sedikit lelah sepulang sekolah tadi dan rasa malasku mulai menghantui.


"Ayo kak!!! ... tolong," Hanabi menarik lengan kaosku berkali kali dengan wajah memelasnya itu.


Sial!! walau aku sudah tak peduli apa pun, tapi itu tak berlaku bagi adik perempuanku ini. Entah kenapa aku tak ingin membuatnya kecewa.


"Ya iya ... udah sana siap siap ...," ucapku lalu bangkit berdiri dari ranjangku.

__ADS_1


"Hore!! ... aku tunggu di bawah ya kak ...," ujarnya dengan senyuman kebahagiaan yang selalu ada di wajahnya itu.


Setelah Hanabi keluar dari kamarku. Aku segera memakai celana panjangku dan tak lupa mengenakan juga jaket hitamku yang tergantung di belakang pintu kamar. Setelah memasukan dompet dan ponsel ke saku yang ada di celana panjangku, aku segera turun ke lantai dasar untuk segera menemui Hanabi.


"Ayo kak!!!"


Hanabi sudah siap di depan pintu rumah yang terbuka lebar. Kemeja merah muda dan rok kuningnya itu terlihat sangat cocok dengan dirinya. Tanpa pikir panjang aku segera keluar dari rumah dan menutup pintu depan dengan rapat.


"Hanabi ... emang nya kamu mau beli novel apa seh?" Tanyaku dengan wajah malas sembari memimpin langkah kami keluar dari gerbang rumah.


"Ada deh ...," ujarnya dengan sedikit tawa.


"Huff ...," aku menghela nafas ku dan berusaha membuang rasa malasku jauh jauh.


"Ano ... apa kakak ikut klub lagi? ... belakangan ini kakak pulang sore lagi toh?" Tanya Hanabi penasaran.


"Hmm ...," aku hanya mengangguk mengingat klub yang kuikuti sama sekali tak berguna.


"Ooh"


Beberapa saat yang membosankan pun berhasil aku lewati. Akhirnya kami sampai di depan toko buku yang sering kami kunjungi.


'Toko Houta'

__ADS_1


Tulisan besar yang terpampang di atas pintu masuk toko itu selalu membuatku melihatnya walau aku sudah bosan membacanya. Kami berdua pun masuk bersama, aku hanya mengikuti Hanabi di setiap langkahnya dan mendengar ocehannya itu.


Dia mencari novel yang ia maksud ke seluruh rak buku yang ada di toko ini. Dan aku hanya mengikutinya dari belakang tanpa berkata apa apa.


"Hua!!! ... ini dia!!" Ujar Hanabi mengangkat satu novel yang ia ambil dari rak.


"Kakak tersayang?", gumamku setelah melihat judulnya.


"Eh?! ... kakak jangan salah sangka dulu loh ... kata temen ku novel ini bagus ... jadi ..," Hanabi menundukan kepalanya dengan wajahnya yang memerah itu.


Huh ... apa pun itu yang penting aku pengen pulang ...


"Ya udah sini," aku merebut novel itu dari tangannya dan berjalan menuju ke arah kasir.


Setelah membayarnya aku kembali memberikan novel itu pada Hanabi yang sedari tadi mengikutiku dari belakang. Kami berdua pun keluar dari toko itu dan kembali melangkah menuju arah jalan pulang.


Langkah ku terhenti di depan pintu keluar toko buku karena melihat seorang gadis aneh yang berjalan di trotoar seberang jalan itu. Gadis itu berwajah seperti orang eropa, bola mata biru seperti air laut di siang hari dan rambut pirang bergaya poni tail.


Kemeja lengan panjang warna biru tua dengan pita berwarna merah. Ia mengenakan rok panjang warna putih yang membuatnya semakin terlihat aneh. Dia berjalan dengan wajah datar seakan tak mempedulikan keadaan sekitarnya.


"Kenapa kak?" Tanya Hanabi ketika melihat ku berhenti melangkah.


"Ohh ... gapapa ... kamu pulang sendiri gak apa apa kan? ... kakak ada urusan," entah kenapanaku begitu tertarik untuk mengikuti gadis itu.

__ADS_1


"Ya udah ... jangan pulang malem malem loh kak," ujarnya lalu kembali berjalan meninggalkanku.


__ADS_2