
Raku
Ting tung~
Suara notifikasi ponsel yang ada di samping bantalku berbunyi di pagi hari membangunkanku dari alam mimpi. Kamar yang gelap dan berantakan, cahaya mentari yang masuk melalui celah jendelaku yang tertutup tirai warna biru.
Layar komputerku yang masih menyala. Buku buku yang letaknya tak beraturan di atas meja belajar. Tempat sampah kecil yang terbalik. Itulah kondisi dari kamar laki laki kebanyakan.
Aku membuka mataku perlahan dan mengambil ponselku.
{Jalan jalan yuk!}
{Aku tunggu di stasiun depan sekolah} chat dari Mina di pagi hari yang membuatku langsung lesu.
Hoi! ... kamu aja gak minta jawabanku ... maksa banget sih ...
Aku meletakan ponselku kembali di samping bantal dan langsung melangkah menuju kamar mandiku. Setelah beberapa saat menghabiskan waktu di kamar mandi aku segera mengganti bajuku.
Aku memakai kaos dan kemeja yang takku kaitkan kancingnya. Aku memakai celana panjang warna hitam dan sepatu olahraga warna putihku. Aku segera keluar dari rumah dan melangkah menuju stasiun yang ada tepat di seberang sekolah.
Sebelum mengenal Kaito, aku sudah mengenal Mina terlebih dahulu. Aku mengenalnya sejak TK dulu. Dari dulu dia memang orang yang kebanyakan tingkah. Dia selalu cerewet dan ceria.
Pertanyaanku adalah, kenapa dia tidak kelelahan setelah ikut klub baseball kemarin?
__ADS_1
Apa dia itu robot?
Di hari minggu pagi ini aku berjalan ditemani cahaya sang mentari yang sangat terang. Walau kakiku masih terasa lelah karena ikut klub sepak bola kemarin. Tapi ya sudah lah, lagi pula hari ini memang saatnya jalan jalan.
Saat aku hampir sampai di depan gerbang sekolah. Mina sudah menungguku di sana. Kemeja putih dan rok panjangnya itu membuatku terpaku padanya.
"Raku!!!" Teriak Mina sembari melambaikan tangannya.
"Ohh ... pagi Mina," sapaku sembari melangkah mendekatinya.
"Kenapa kamu sakit?" Tanyanya sembari menyentuh keningku dengan punggung tangannya.
"Enggak ... capek aja"
"Rakun palamu ... ya udah ... kita mau kemana?" Tanyaku dengan wajah kesal.
"Gak tau ... hehe ... pokoknya jalan dulu aja," dia tersenyum dan menggaruk kepalanya.
"Hmm ... Oke lah ..."
Aku menggandeng tangannya dan memimpin langkah untuk menyeberangi jalan raya yang cukup ramai ini. Setelah sampai di seberang jalan kami pun masuk ke stasiun dan menunggu kereta datang dan berhenti di depan kami.
Kemi berdua berdiri berdampingan di peron stasiun pagi hari ini. Angin musim semi yang berhembus melewati kami. Suara keributan di stasiun. Aku seakan tak mempedulikan semua itu. Karena ada gadis cantik di sampingku dengan pipinya yang merah merona itu.
__ADS_1
"Mina ... ano ...",
"Kenapa?" Pertanyaannya itu membuatku memalingkan wajahku darinya.
Oi oi oi ... tenanglah payah ... dia cuma Mina ...
"Mau ke Natsu tower gak?" Aku memberanikan diri ku mengajaknya ketempat istimewa di kota ini.
"Haa? ... ini kan bukan musim panas ...," ujarnya meletakan jari telunjuknya di dagunya itu.
"Ya udah gak jadi ..."
"Et et et ... tunggu ... aku kan gak nolak kamu ... ya udah ... gak apa apa," perkataannya itu seketika membuatku merasa lega.
Natsu tower adalah tempat wisata yang biasa dikunjungi saat musim panas. Seperti namanya Natsu tower adalah gedung pencakar langit tertinggi yang ada di tengah kota Natsu. Orang orang biasanya pergi ke puncak gedung itu dan menikmati pemandangan kota Natsu yang indah dari atas sana.
Sebenarnya tak ada waktu khusus untuk mengunjunginya. Tapi kebanyakan orang mempercayai legenda tentang sepasang kekasih yang pergi ke sana, maka hubungan mereka akan langgeng atau semacamnya.
Aku sendiri tak percaya mitos itu. Aku lebih percaya kepada takdir. Jika takdir memang berkata aku bisa bersama Mina selamanya, mungkin aku akan sangat bahagia dan menjadi orang paling bahagia di dunia.
Setelah kereta berhenti di peron stasiun kami pun segera masuk ke gerbong dan duduk di tempat duduk yang di sediakan. Hari ini mungkin akan jadi kenangan yang membekas di hatiku.
Mina mungkin tak merasakan hal yang sama denganku, atau mungkin dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya. Tapi itu saja cukup bagiku. Melihat wajah cantiknya sedekat ini. Aku sudah merasa bahagia, bahkan sangat bahagia.
__ADS_1