Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 13


__ADS_3

Tubuh ku terasa sangat berat. Aku tak bisa menggerakkan ke dua kakiku. Aku hanya bisa menggerakkan jari-jariku walau hanya sedikit. Hanya kegelapan yang ku rasakan sekarang.


Apa aku mati?


Di saat yang sama aku merasakan belaian tangan di pipi kiriku. Rasanya sangat lembut, tangannya begitu hangat. Terakhir kali aku sadar aku sudah membebaskan bocah SMP dari kutukan iblis.


Aku hanya sendirian di sini, lalu siapa yang ada di depanku sekarang. Aku mulai bisa membuka kedua kelopak mata ku perlahan. Kesadaranku mulai kembali, kepalaku terasa sangat sakit.


Perlahan tapi pasti pengelihatanku yang buram ini semakin jelas. Aku bisa melihat gadis dengan seragam SMA putih dengan rok biru pendeknya. Saat aku melihat wajahnya, aku sangat terkejut melihat paras cantiknya itu.


Rambut pirang keemasan dan bola mata biru yang berkilauan layaknya berlian. Dia sedang membelai pipi kiriku dengan lembut dan senyuman indah yang ia berikan padaku.


Aku sedang duduk dan bersandar di pohon besar pinggir sungai. Sepertinya aku kehilangan kesadaran setelah pertarungan singkat itu. Dan satu satunya pertanyaanku adalah.


"Siapa kamu?" tanyaku lemas.


Gadis itu kembali berdiri dan terus memberikan senyumannya padaku. Aku pun berusaha menggerakkan badanku, tapi usahaku sia sia saja. Saat aku kembali menatap gadis itu, dia menunjukan telapak tangannya tepat di depan wajahku.


'Namaku Mirai'


Tulisan dari pulpen yang ada di telapak tangan kanannya itu. Mirai?, bukannya nama itu nama tokoh utama di novelnya Ai?


Dan gambaran karakternya sangat mirip dengan gadis yang ada di depanku ini. Rambut pirang dan mata biru. Apa aku halusinasi?, atau ini semua cuma mimpi?


"Mirai ... kenapa kamu ada di sini?", tanyaku sembari memegang tangan kananku yang sedikit pegal ini.


Bukan nya menjawabku dia malah berlari pergi dan menghilang saat memasuki semak semak yang ada di antara pepohonan.

__ADS_1


"Kaito? ...," Suara Yume yang memanggil ku entah dari mana.


Aku terperanjat dan menoleh ke segala arah.


"Aku ada di dalam kepala mu, tak perlu mencariku," kata kata Yume yang membuatku kembali bersandar ke batang pohon yang ada di belakangku.


"Yume ... jadi itu kekuatanku", aku kembali memejamkan mataku karena rasa lelah memenuhi seluruh badanku.


"Ya ... tak ku sangka kamu bisa menggunakan kutukan dan anugerah secara bersamaan," kata Yume.


"Hmm ... kamu perlu jelasin banyak hal tau?!" Ucapku sedikit kesal.


Yume berkata bahwa pisau yang berasal dari cahaya itu adalah senjata yang dimiliki para malaikat. Senjata itu adalah anugerah dari dewa yang diberikan pada malaikat. Senjata itu digunakan untuk menusuk jantung iblis dan menghancurkannya.


Dan aku sempat melihat tulisan jepang yang diukir di gagang pisau itu. Saat aku menanyakan tulisan itu pada Yume. Yume berkata itu adalah nama dari senjata para malaikat.


-Ten Kara No Ken-


Arti nya adalah pedang dari surga. Pedang itu memang awalnya hanyalah sebuah pisau dengan panjang bilah sekitar 8 sentimeter. Pedang itu akan memancarkan kekuatan cahaya dari hati sang malaikat yang memegangnya.


Biasanya cahaya itu akan berwarna putih cerah. Dan cahaya itu membuat bilah pisau nya memanjang dan terlihat seperti pedang.


"Kaito ... kamu bukan manusia ... kamu juga bukan iblis ... dan kamu bukan malaikat," ucapan Yume yang membuat otak ku berpikir keras.


"Lalu aku ini Apa?! ...," teriakku dan secara tak sadar aku meneteskan air mataku ke tanah.


"Jika aku bukan manusia ... untuk apa aku Hidup!!!" Aku memukul batang pohon di belakangku dengan keras dan berusaha bangkit berdiri.

__ADS_1


"Kaito ... aku tak pernah melihat orang yang memiliki kekuatan seperti itu sebelumnya," lanjut Yume.


"Hmm ... aku tak tahu harus ngapain ... aku ... pulang aja lah," aku mengusap air mata yang tersisa di pipiku dan kembali melangkah menuju rumahku.


"Tunggu Yume!!"


Aku melupakan satu pertanyaan lagi. Yaitu tentang Mirai, siapa, kenapa, dan apa sebenarnya dia itu. Apa itu adalah Ai?, atau mungkin ...


"Ahh ... bodo amat ...," aku terus melangkah walau sedikit terpincang pincan karena kakiku masih terasa sangat pegal.


Jika aku bukan manusia, aku juga bukan iblis, dan bukan malaikat. Kenapa aku memiliki hati manusia, kenapa aku memiliki hati iblis, dan kenapa aku memiliki kekuatan malaikat?


"Dewa ... kenapa kau membuat hidupku semakin berat saja ... sebenarnya apa yang aku lakukan di masa lalu sehingga kau menghukumku seperti ini"


Aku terus melangkah ditengah gelap nya malam ini. Aku hanya bisa melihat sinar dari lampu jalan yang berbaris rapi untuk menerangi jalanku. Semakin jauh aku melangkah, mataku terasa semakin berat.


Aku berusaha sekuat tenaga supaya mataku tak terpejam. Kakiku juga terasa semakin berat seiring berjalannya waktu.


"Kayaknya aku bakal pingsan di sini ...", gumamku karena merasa kakiku tak lagi kuat untuk menopang tubuhku ini.


Di saat yang sama aku merasa tangan kiri ku digenggam oleh tangan seseorang.


"Mirai?"


Pandanganku semakin kabur dan tak lagi bisa melihat dengan jelas. Tapi aku yakin gadis di sampingku ini adalah Mirai. Tokoh utama Novel Ai yang benar benar hidup.


Mirai menggandengku dan menuntunku untuk tetap melangkah maju. Kehangatan tangannya ini membuatku merasa nostalgia. Apa yang sebenarnya terjadi di masa laluku?

__ADS_1


__ADS_2