Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 112


__ADS_3

Dar!!! Dar!!! Dar!!!


Detroit dengan pakaian mahal itu terus memuntahkan bola lasernya ke arahku. Tentu saja aku tak hanya berdiam diri. Aku menghindari setiap seranganya dengan kedua tangan yang masih ada di dalam saku jaket. Setiap serangan yangku hindari membuatku semakin mendekat ke arah kaleng mainan murahan Enjeruhanta itu.


"Awas kepala kalengmu itu!!" Saat aku tepat berada di depan Detroit itu, aku melompat dan mengayunkan kaki kananku ke arah kepala besinya itu.


Dang!!!


Woah?! Dia sama sekali tak bergerak?


Tendanganku hanya membuat wajahnya berpaling. Aku tak menyangka dia bisa menahan tendangan terkuatku ini. Tak ku sangka dia melancarkan pukulan ke arah wajahku dengan tangan yang ternyata juga besi murahan. Aku sengaja tak menghindar dari tinjuannya itu dan hanya tersenyum santai.


Bwush!!!!


Saat kepalan tangannya itu menghantam pipi kiriku, ledakan kecil terjadi dan membuat amukan angin di sekitarku. Aku tak bergerak sama sekali, yang sebenarnya dia pukul adalah pelindung kegelapanku yang tak terlihat. Aku hanya tersenyum santai dan menendang perutnya menggunakan kaki kiriku. Kaleng murahan itu terpental jauh ke depan, tak lama setelah dia berguling guling di tanah. Akhirnya dia bisa melapakkan kakinya kembali dan bisa berdiri dengan tegak.


"Hahaha, ternyata kau masih punya nyali ya kaleng?" Ejekku sembari menyunggingkan senyum.

__ADS_1


"Mode penyerang aktif!" Mata Detroit itu semakin bersinar terang dan tubuhnya mulai bercahaya.


Tak lama kemudian setelan jas yang ia pakai lenyap dan terlihatlah tubuh robotnya itu. Dadanya memiliki lubang yang sepertinya adalah peluncur laser sama seperti yang ada di mulutnya itu. Dan lubang itu juga ada di kedua telapak tangannya. Mesin yang bernafas apanya, mereka sudah berubah menjadi mesin seutuhnya. Aku merasa kasihan pada mereka yang sudah jadi korban dari kejamnya takdir dunia ini.


Detroit itu mengarahkan kedua lubang di telapak tangannya itu padaku. Dia membuka mulutnya lebar lebar pula. Tak lama kemudian cahaya keluar dari semua lubang yang ada di tubuhnya itu. Lubang di kedua telapak tangan, mulut, dan juga dadanya akan segera menghujani ku dengan serangan abal abalnya itu. Dan benar saja, dia menghujani ku dengan tembakan laser beruntun tanpa henti.


"Hmm, terserahmu saja kaleng payah hahaha!" Aku tertawa jahat dan perlahan melangkah maju tanpa mempedulikan serangannya yang menghujani tubuhku ini.


Swush!!!


Hal yang tak teduga terjadi, Detroit itu tiba tiba berada di depan wajahku dan meninjuku dengan sangat keras. Aku terpental ke belakang karena serangannya barusan. Ternyata dia punya serangan kejutan juga. Aku kembali bangkit berdiri dan bersiap menghadapi serangan si kaleng murahan itu lagi. Tapi malam ini aku mendapat hadiah yang turun dari langit. Tiba tiba sesuatu yang besar dan berat jatuh di samping Detroit. Sesaat setelah debu yang menyelimuti benda tadi hilang, sekarang terlihat jelas apa yang barusan jatuh itu.


"Ini dia yang aku tunggu ...," Aku mengeluarkan kedua tanganku dari saku jaketku dan tersenyum lebar.


"Machine Gun attack!!" Serunya lalu kedua Machine Gun yang ada di lengan robotnya mulai menghujaniku dengan jutaan peluru yang seperti semprotan air.


Aku melompat tinggi ke atas langit untuk menghindari serangannya. Aku langsung menembakan Dark Ball-ku ke arah robot raksasa itu. Tapi ternyata usahaku sia sia, robot itu juga dilindungi perisai tak kasat mata. Seranganku meledak beberapa meter sebelum bisa menyentuh Detroit itu. Sesaat kemudian misil misil kecil keluar dari lubang yang ada di bahu robot raksasa itu. Puluhan misil itu pastinya meluncur ke arahku dan ingin mengotori jaketku yang baru saja aku cuci ini.

__ADS_1


Dengan kecepatan bayangan aku berada di belakang kaleng raksasa itu. Aku melancarkan tinjuan terkuatku dan membuat kaleng raksasa itu terpental jauh ke depanku. Dan urusanku belum selesai, misil misil di udara itu masih mengejar ku. Aku kembali berteleportasi ke belakang robot besar yang sedang tersungkur itu. Aku menunggu sampai saat yang tepat untuk melompat. Dan saat itu tiba, misil misil itu kembali menghantam tuannya sendiri. Aku keluar dari asap ledakan itu dan mendarat dengan aman sembari membersihkan debu yang menempel di jaket hitamku ini.


"Kakak harus lebih kuat ya?"


Lagi lagi suara Hana kembali terngiang di kepalaku. Di saat yang sama rasa sakit mulai datang ke kepalaku ini. Aku mengerang kesakitan sembari memegang kepalaku dengan kedua tangan. Lagi lagi seperti ini, terus saja seperti ini. Hati iblis ku mulai bangkit lagi, aku sudah tak bisa mengendalikanya lagi sekarang. Aku bisa merasakan pengelihatanku yang mulai berubah jadi kemerahan. Artinya kedua mataku ini sudah berubah jadi mata iblis.


"Aaaggghhh!!!!" Aku mejerit kesakitan dam terus memegangi kepalaku.


Bwush!!!


Aura kegelapanku mulai memancar keluar. Aku sekarang diselimuti oleh aura merah terang yang menandakan aku mulai kehilangan kendali atas diriku ini. Saat ini, aku hanya ingin membunuh membunuh dan membunuh saja. Aku sudah dikuasai oleh kekuatan iblis yang ada di dalam diriku ini. Di saat yang sama si kaleng raksasa itu kembali bangkit berdiri dan langsung menarik perhatian ku lagi.


"Shadow Spear ...," tombak kegelapanku sudah siap sedia di genggaman tangan kananku ini.


"Rocket Launch!!" Seru bocah kaleng itu dengan ratusan misil yang keluar dari belakang robot besarnya itu.


"Hahaahaha!!!" Aku langsung berlari ke arahnya tanpa gentar sedikit pun.

__ADS_1


"Hana, lihatlah kekuatanku ini!!!" Teriak ku tersenyum lebar dan terus berlari ke arah ratusan misil yang mengarah tepat ke padaku.


Kekuatanku ini ... sebenarnya, apa kamu sudah cukup senang Hana?


__ADS_2