
Fate Stone
Fate Stone, adalah hal yang paling di rahasiakan di dunia ini. Batu yang memiliki kekuatan untuk melakukan Fate Reset. Seperti yang kita tahu, Fate Restart adalah kekuatan yang hanya di miliki para malaikat. Fate Restart adalah dimana saat takdir seseorang di ulang dari awal. Tentu saja, takdir seseorang dan yang lainnya itu saling terhubung. Jadi bila kita mengubah takdir satu orang, maka efeknya akan besar kepada dunia ini. Itulah Fate restart.
Sedangkan Fate Reset adalah kekuatan yang bisa merubah seluruh isi alam semesta ini. Termasuk bisa merubah bumi menjadi planet yang berbeda dan manusia di dalamnya juga pasti berbeda dari yang kita tahu sekarang.
Keberadaan batu itulah yang sebenarnya dicari oleh The Key. Sang dalang di balik gerbang neraka yang terbuka itu. The Key, pria misterius yang selalu memakai jubah hitam lengkap dengan tudungnya. Walau wajahnya sudah tak terlihat, dia tetap memakai perban yang menutupi seluruh bagian wajahnya itu.
The Key selalu berkeliaran di kota kota besar untuk membuka gerbang neraka yang akan memuntahkan Akame keluar dari sarangnya. Walau begitu, tak ada sama sekali Tenshi yang bisa merasakan kehadirannya. Bahkan sang peramal dan penerawang tingkat tinggi yang Demon Hunter miliki tak bisa mengetahui posisi The Key.
The Key selalu berjalan di tengah keramaian kota yang malah membuat dia tak terlihat sama sekali. Walau dia memakai jubah dan mukanya tertutup perban seperti mumi. Dia tak pernah dilirik sama sekali oleh orang di sekitarnya.
The Key selalu berpindah pindah tempat. Dia mencari Fate Stone sampai ke seluruh penjuru dunia ini. Hampir semua tempat sudah ia kunjungi. Dia sangat ingin mengubah seluruh alam semesta ini karena ...
----------------
Unmei: Future
Langit malam yang berselimut dengan awan hitam tebal. Kepulan asap yang menjulang ke langit. Bulan sabit yang berwarna merah darah. Keadaan kota Natsu sangatlah kacau. Gedung gedung pencakar langit itu sudah rata dengan tanah. Hanya tersisa reruntuhan yang penuh dengan api yang membara.
Para Akame berkeliaran di segala sisi kota. Anehnya, malam ini turun butiran salju putih. Keadaan dunia sekarang sudah sangat kacau. Pertempuran hebat terjadi di tengah tengah kota Natsu yang sudah rata dengan tanah itu. Seorang pria yang melayang di atas langit, ia memakai jubah dan wajahnya yang dibalut dengan perban. Rambut putihnya itu terlihat setelah tudung jubahnya terbuka.
Itu adalah The Key, dia sedang melayang di udara dan sedang melihat ke arah dua orang laki laki yang berdiri di bawahnya itu. Laki laki yang satu itu tubuhnya adalah cahaya terang yang bersinar putih bersih. Rambutnya juga ikut bersinar terang. Hanya bagian wajahnya saja yang terlihat normal. Laki laki itu punya mata hijau padam yang indah.
Laki laki disampingnya memiliki tubuh yang bercahaya hitam kemerahan. Rambutnya hitam, dia juga memiliki bola mata hitam. Mereka berdua seperti cahaya dan kegelapan yang bersatu melawan kunci dari dunia ini. Itu adalah Kaito dan Takumi.
The Light Chaser bersatu dengan Dark Madness. Entah apa yang membuat mereka berdua bersatu. Tunggu, yang lebih menarik bukanlah pertarungan mereka bertiga. Ada satu lagi seseorang yang bercahaya di sana.
Gadis dengan rambut putih bercahaya. Tubuhnya hampir sama dengan milik Kaito. Dia berubah menjadi cahaya yang sangat terang. Dan yang lebih membuatnya terlihat luar biasa adalah, sayap besar nan indah yang ada di punggungnya. Sayap itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Bola matanya berwarna ungu berbinar. Dia melayang di udara seolah memperhatikan pertarungan besar yang akan terjadi.
__ADS_1
Tunggu!
Gadis itu adalah Ai yang sepertinya sudah menunjukan kekuatanya yang sebenarnya. Dia terbang dengan sebuah batu permata yang bersinar terang di atas kedua telapak tangannya.
"Aku ... aku minta maaf ...," gumam Kaito dengan air mata cahayanya yang jatuh ke atas tanah.
"Kaito, ini adalah pertarungan terakhir kita ... ini juga terakhir kalinya kita menghirup udara di sini," Takumi mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Hasilnya hanya seperti ini ya?"
"Apa ini hasil dari usahaku melawan takdir dari awal!!!!"
"Sebenarnya untuk apa aku berjuang kalau akhirnya hanya seperti ini!!!" Kaito berlutut di tanah dan terus meneteskan air mata.
Kaito-sama!
Senpai!!!
Suara beberapa gadis sekaligus yang keluar dari mulut Ai. Itu adalah suara dari masa lalu Kaito.
"Ema ... Ame ... Saika ... Mirai ... Ai ... bahkan Yume." Kaito menyebut nama yang terlibat dengan masa lalunya.
"Untuk apa mereka semua berkorban!!!"
"Aku akan mengakhiri dunia ini dengan tangan ku sendiri!!!"
"Aaaghghhh!!!!"
Kaito mengingat semua kematian yang ia lihat hari ini. Banyak yang sudah gugur dalam peperangan terakhir ini. Takdir sepertinya tetap akan menebas semua kebahagiaan Kaito. Yang ada di atas tangan Ai itu adalah Fate Stone. Artinya, dunia ini sudah tak memiliki umur panjang. Fate Stone itu memiliki seorang malaikat yang ternyata malaikat itu adalah Ai. Gadis yang selalu menjadi korban dari takdir yang kejam ini.
__ADS_1
"Kaito! akhiri saja semua ini!"
"Biarkan aku lenyap dari dunia ini." ucap Ai dengan senyuman indahnya itu.
"Aku tak akan membiarkannya terjadi!!!"
"Aku akan tetap berusaha melawan takdir sampai akhir!!!" Kaito kembali bangkit berdiri dan mengusap air matanya.
"Aku tak akan membiarkan perjuangannya sia sia!"
"Si buta ... Si bisu ... dan Si tuli itu!!!"
"Walau aku kalah aku akan tetap berusaha melawan takdir sampai akhir!!!"
Perlahan tapi pasti tubuh Kaito memudar. Tubuh cahaya di tubuhnya itu seakan meninggalkannya. Butiran butiran cahaya mulai meninggalkan tubuh Kaito. Mulai dari ujung jari Kaito perlahan lenyap tak bersisa.
"Kaito?! apa yang terjadi padamu?!" Takumi terbelalak dan kebingungan kenapa Kaito perlahan lenyap dari dunia ini.
"Ini adalah akhir dari orang yang melawan takdir sang dewa terlalu keras ..."
"Aku sudah gagal mengubah takdir lagi ... ini adalah kesempatan terakhir ku,"
"Ai ... Maaf ... aku hanya akan berakhir di sini"
"Tapi siapa bilang aku akan lenyap sia sia", Kaito tersenyum tipis dan mulai melayang di udara.
"The End of The Light!!!"
"Ai ... aku mencintai mu ... Selalu ... Kapanpun ... Dimanapun ... Selamanya ... Terimakasih banyak sudah memberiku tujuan hidup"
__ADS_1
Sesaat setelah itu Kaito menjadi bola cahaya yang sangat terang. Bahkan cahaya sang bulan pun tak sanggup mengimbangi cahaya Kaito.
"Takdir ... Aku mengakui kekalahanku"