Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 40


__ADS_3

Demon Hunter, organisasi rahasia yang gedung pusatnya ada di Paris Prancis. Seperti namanya, organisasi itu membasmi para Akame dan membebaskan orang dari kutukan iblis. Organisasi itu juga mengumpulkan orang orang berkekuatan khusus seperti aku.


Mereka menggunakan orang seperti kami tak lain dan tak bukan adalah untuk menjaga bumi dari para iblis itu. Ternyata rumor tentang gerbang neraka yang terbuka sudah di dengar oleh mereka terlebih dahulu.


Orang orang dengan kekuatan spesial itu mereka sebut sebagai Tenshi. Artinya adalah malaikat, tak heran kenapa kami di sebut sebagai malaikat, karena kami harus melawan para iblis yang berkeliaran tanpa sepengetahuan orang orang di luar sana.


Menjaga kedamaian bumi tanpa mengharapkan penghargaan dari orang yang hidup karena kami ada. Pemerintah pun sama sekali tak mengetahui tentang hal ini.


Begitulah penjelasan yang kudengar dari pak kepala sekolah. Aku hanya diam dan mencoba untuk mencerna semua informasi itu.


"Hmm ... jadi ... apa maksudnya dengan orang yang terpilih?"


"Kalau soal itu ... tanyakan saja pada Christ ...," jawab pak kepala sekolah.


"Hemm ... sebelumnya ... Namaku adalah Kakume Christ ... aku lahir di sini dan kuliah di Perancis," ucap Christ memperkenalkan dirinya tanpa mengubah posisinya sedari tadi.


Orang kulit putih dengan rambut pirang dan mata coklat. Ia memakai jubah hitam yang ujungnya hampir sampai ke lantai. Pakaian yang aneh jika dikenakan disini dan hari ini.


"Apa kau juga Tenshi?" Tanyaku.


"Tepat sekali ... kekuatanku adalah Stealth ... aku bisa membuat diriku tak terlihat bahkan aku tak punya hawa panas sama sekali ..."

__ADS_1


Kekuatan yang sempurna untuk digunakan di pertempuran jarak dekat. Pasti sangat mudah membunuh banyak Akame sekaligus dengan kekuatannya itu.


"Ohh ... apa efek sampingnya?" lanjutku bertanya.


"Hemm ... aku kadang kehilangan ingatanku ...," efek samping yang cukup berat, kekuatan yang besar tentu saja mendatangkan efek samping yang besar bagi manusia biasa.


"Sekarang ... aku akan jelaskan tentang maksud dari orang yang terpilih itu"


Demon Hunter memiliki seorang wanita tua yang memiliki kemampuan untuk meramalkan sesuatu. Wanita tua itu berkata jika sang orang yang terpilih sudah muncul, maka perang tak bisa di hindari. Jadi memang benar kata kata Yume, karena aku semuanya jadi kacau.


Orang yang terpilih itu disebut sebagai seseorang yang memiliki tubuh manusia, hati iblis, dan kekuatan malaikat. Dan itu memang aku. Aku akan menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia ini dari bahaya.


Apa apaan itu?! ... aku bahkan benci dengan dunia ini!


"Alasan aku kesini adalah mengajakmu bergabung denganku ... jika kau bertarung sendiri ... itu pasti bahaya," kata Christ lalu duduk di kursi yang ada di samping kananku.


"Apa untungnya buat ku?"


"Oh iya ... sang peramal itu juga bilang ... ada gadis yang terpilih ... tapi ... gadis itu akan mati ..."


Gadis yang terpilih?!

__ADS_1


Mati?! ...


"Hoi!!! ... apa maksud mu?!" Aku berdiri dan menarik kerah jubahnya itu memaksanya untuk berdiri dan menatap wajahku.


"Maaf ... aku tak tau detailnya ... tapi ... apa kau mengenal gadis itu?" Ucap Christ sembari berusaha melepaskan kedua tanganku.


"Ohh ... aku tak bisa mengatakannya sekarang ... maaf," aku kembali duduk dan menenangkan diriku sendiri.


"Ternyata kalian sudah bertemu satu sama lain ya ...," Christ kembali duduk juga dan merapikan kerah jubahnya kembali.


Gadis yang terpilih itu mungkin saja adalah Ai. Jadi, takdir kembali berencana merebutnya lagi dariku. Entah kenapa hatiku terasa sangat sakit saat menyadari hal itu. Aku seperti sangat takut kehilangan Ai, tidak lagi.


"Seseorang yang mencoba melawan takdir ya? ... Okino Kaito ... kamu ini memang orang yang sangat hebat ... ini kehidupan ketigamu ... jangan sia-siakan kesempatanmu ...", Christ menepuk pundakku.


Tatapan matanya itu, aku bisa merasakan rasa penyesalan yang ia pendam jauh di dalam lubuk hatinya. Sepertinya dia sudah kehilangan orang yang berharga baginya.


"Maaf ... aku cuma butuh waktu untuk menerima tawaranmu ..."


"Ya udah ... aku tunggu jawabanmu besok ... dan panggi aku Kakume aja," ucapnya lalu menghilang seperti ditelan bumi.


Dia tetap saja menggunakan kekuatannya untuk hal yang tak penting. Walau dia tau efek sampingnya ingatannya akan menghilang. Atau?!

__ADS_1


Dia dengan sengaja menggunakan kekuatannya itu sesering mungkin untuk menghilangkan ingatannya yang kelam itu.


__ADS_2