
Cahaya matahari yang bersinar di puncak langit. Gedung gedung pencakar langit yang berbaris rapi. Mobil-mobil yang lalu lalang. Kebisingian kota yang khas. Kucing liar yang melangkahkan keempat kakinya itu sesuai instingnya.
Aku bersama gadis rambut pendek yang berwarna hitam kemerahan yang bernama Hanabi Mina. Tingginya hampir menyamaiku. Entah dia yang terlalu sering berolahraga atau hanya aku lah yang memang pendek.
Kami melangkah menerobos ramainya perkotaan di pagi hari ini untuk menuju ke Natsu tower. Wajahnya terlihat penuh dengan senyuman. Candaannya selalu mengiringi setiap langkah kami. Tawa bahagianya itu lah yang membuatku tak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam.
"Nee Raku ... apa kamu suka sama salah satu cewek di kelas kita?" Entah apa yang ada di pikirannya sehingga ia bertanya seperti itu.
"Hmm ... ada kok," jawabku dengan sedikit senyum.
"He?!" Rona merah mulai muncul di pipinya itu.
Gadis yangku sukai itu adalah kamu Mina. Aku sangat ingin menyatakan perasaanku padamu, tapi sepertinya aku akan menunggu saat yang tepat terlebih dahulu. Aku sudah memendam perasaanku sejak SMP dulu.
"Ano ... siapa?" Tanyanya sembari menundukkan kepalanya.
"Heee? ... kenapa kok pengen tau banget sih? ... cemburu ya?" Ujarku dengan sedikit tawa.
"Dasar Rakun *****!" Dia menyenggolku dengan wajahnya yang memerah itu.
"Sini ... entar kamu ilang aku juga yang repot." Aku menggenggam tangan kanannya saat melihat trotoar yang kami lalui semakin ramai saja.
Sesaat kemudian kami akhirnya sampai di taman yang ada di depan Natsu tower. Pohon pohon yang tertata rapi. Berbagai jenis bunga yang indah pun ikut berada di sisi pohon pohon itu.
"Waah ... cantik!" Matanya yang berbinar itu membuatku semakin jatuh hati padanya.
"Raku Raku! ... fotoin dong ...," pintanya dengan wajah kegirangan sembari berlari ke arah depan pagar taman itu.
"Iya iya," aku mengeluarkan ponsel dari saku celanaku dan segera melakukan apa yang ia minta.
__ADS_1
Aku pun memotretnya dengan kamera ponselku. Mina pun melakukan beberapa pose di depan kamera. Aku tak bisa berhenti memandang wajah cantiknya itu lewat layar ponselku.
"Gimana gimana!!" Mina merebut ponsel yang ada di tanganku.
"Woohh ... aku cantik kan?!" Tanyanya kegirangan sembari melihat lihat hasil jepretanku itu.
"Jelek tau!"
"Haa ... emang kamu ganteng?!" Ujarnya dengan wajah kesal.
"Bodo amat ... kalo gitu kita sama sama jelek ...," candaku sembari menjulurkan lidahku keluar.
"Mau naik gak?" Lanjutku bertanya sembari melihat ke puncak Natsu tower yang sangat tinggi itu.
Natsu tower berbentuk seperti menara Eiffel dan dilengkapi benda seperti piring di puncak menaranya. Beda dengan menara Eiffel, Natsu tower sudah menjadi gedung seutuhnya. Kaca kaca yang memantulkan cahaya sang mentari itu menambah kesan menakjubkan dari gedung lima puluh lantai itu.
"Mau mau mau ... ayo naik ke puncak!!!", Mina menarik lengan kemejaku berkali kali sembari menunjuk ke puncak gedung itu.
Setelah melewati pintu masuk, keramaian para pengunjung dan bau pendingin ruangan yang khas mulai terasa. Lantai dasar ini digunakan sebagai lobby atau tempat membeli tiket untuk bisa naik ke puncak gedung.
Natsu tower ini sebenarnya adalah gedung kantor sekaligus tempat wisata di kota ini. Tanpa basa basi lagi kami berdua pun mengantre untuk bisa mendapatkan tiket. Barisan para pengunjung yang panjang ini tak mengurunkan niatku sama sekali.
Selama ada Mina di sampingku, aku akan melakukan apa saja untuk membuatnya bahagia. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kami berdua berhasil membeli tiketnya. Kami berdua pun segera masuk ke lift bersama para pengunjung lain.
Lift ini akan membawa kami naik ke puncak gedung yang ada di lantai lima puluh. Kami bisa melihat pemandangan kota dari dalam lift melalui kaca besar yang ada di sisi lift. Kami perlahan naik, naik, dan semakin naik sampai mobil mobil yang lalu lalang di jalan raya itu terlihat sangat kecil.
Ting~
Bunyi tanda kami sudah sampai di tujuan kamu.
__ADS_1
Pintu lift pun terbuka lebar, kami berdua pun melangkah keluar bersama dengan pengunjung lain yang satu lift dengan kami. Kami sekarang berada di atas sebuah piring raksasa dengan pagar besi yang ada di pinggirannya.
Dari sini pemandangan kota Natsu bisa terlihat jelas. Dan juga angin kencang di musim semi ini terasa sangat sejuk.
"Huaa!!! ... bagus banget!!!" Ujarnya sembari berlari ke arah pagar yang menjaga agar pengunjung tak jatuh ke bawah.
Aku pun hanya mengikutinya sembari menikmati pemandangan yang jarang aku lihat ini.
"Fotoin lagi dong ... ya ya!" Senyumanmu itu, bagaimana aku bisa menolak permintaanmu.
"Oke oke ...," aku kembali mengambil ponsel dari saku celanaku dan mulai memotret gadis cantik yang ada di depanku itu.
Rambutnya yang terombang ambing karena tertiup angin itu membuatnya semakin terlihat cantik.
"Ne ... sekarang kita foto bareng!!" Dia kembali merebut ponselku dan menggunakan kamera depan ponselku untuk mengambil gambar kami berdua.
Kami pun menikmati pemandangan perkotaan di siang hari ini dari belakang pagar besi di atas puncak Natsu tower.
Apa ini saat yang tepat?
"Ano .."
"Raku ... sebenernya aku juga punya cowok yang kusuka loh," katanya tanpa menatapku sama sekali.
"Ha?" Mataku langsung terbelalak dan aku mengurunkan niatanku untuk mengatakan perasaanku padanya sekarang.
"***** ... emang urusanku apa?" Aku memukul kepalanya perlahan dengan sedikit tawa.
"Hmm ...," pipinya yang memerah itu selalu membuatku semakin betah melihat wajah cantiknya itu.
__ADS_1
Cowok mana yang dia suka?
Ahgghh ... bodo lah ...