
Langit malam penuh bintang yang sangat memanjakan mata. Keramaian yang selalu menyelimuti. Suara percakapan yang bahkan tak aku pedulikan. Kami semua sekarang berdiri di lapangan Natsu menunggu pertunjukan kembang api yang akan segera dilakukan. Di malam kedua ini pengunjung jauh lebih sedikit dari pada kemarin. Dan itu sangat menguntungkan, karena aku tak hanya pergi bersama Ai.
"Kai! Lihat! Bintangnya indah kan?" Hanabi berusaha menghibur Kai yang sedang ia gendong itu.
"Hoi Hanabi, gantian aku juga mau gendong Kai," Ujar Sora dengan wajah cemberutnya.
"Umm, dia adikku, jadi terserah aku dong bwee!" Hanabi menjulurkan lidahnya keluar untuk menggoda Sora.
"Hoi!"
Ya, aku mengajak Sora, Hanabi, dan Kai ikut bersama ke festival musim panas ini. Malam ini aku sudah puas menikmati secercah kebahagiaan yang aku miliki. Canda, tawa, senyum, dan kekesalan campur aduk dalam satu waktu ini. Bermain permainan tradisional dan makan jajanan yang ada di sini.
Malam ini aku benar benar menikmatinya. Apa lagi sekarang si tuli itu berdiri di sampingku mengenakan Yukata putih lengkap dengan aksesorisnya. Paras cantik dengan manik mata ungu berbinarnya itu tak ingin aku lupakan, selamanya. Kami berdua berdiri di belakang Hababi dan Sora yang sibuk mengurus Kai, si bayi laki laki rambut putih dan mata emas yang indah.
"Nee, Kaito ... apa kamu beneran pergi malem ini?" Ai menarik lengan kemejaku berkali-kali seperti biasanya.
"Hnm, iya," jawabku menoleh padanya yang ada di sisi kananku.
"Kenapa ya? Perasaanku sedikit ga enak," ujar Ai menundukan kepalanya menunjukan ia sangat khawatir dengan tindakan yang aku ambil ini.
Tunggu, aku ingat itu, beberapa kali Ai datang menyelamatkanku hanya berdasarkan perasaannya. Dan sekarang dengan tiadanya Yume, akan sangat berbahaya baginya untuk mengeluarkan kekuatannya. Dia bisa saja kehilangan hal penting selain pendengarannya.
"Ai, maaf, aku memang harus pergi." Aku menggenggam tangan kirinya dan diam diam menyegel kekuatannya.
Sekarang aku bisa tenang sedikit.
"Kamu bakal pulang kan?" Ia menatapku dengan tatapan yang bisa membuatku terpana itu.
"Iya, ga usah khawatir!" Aku melempar senyum tipisku pada orang yang sangat aku cintai itu.
"Hee? Kakak ga pulang? Sampe kapan?" tanya Hanabi seraya membalikan badannya dan menghadapku.
"Sampe akhir musim panas mungkin ...," aku tak yakin bisa menyelesaikan semua misi itu dengan cepat. Masalahnya aku tidak hanya menghadapi Tenshi dan Detroit di negara Hatsu ini saja. Aku kemungkina akan keliling dunia dan membunuh tergetku itu.
Tenang saja, Tenshi dan Detroit yang aku bunuh tentunya bukan sembarangan. Beberapa Tenshi di dunia ini memanfaatkan kekuatannya untuk berbuat kejahatan. Dan ada beberapa dari mereka yang pantas untuk dilenyapkan. Selama ini Takumi bisa jadi sekuat itu dengan melakukan misi yang bernama, Hunter. Ya berburu, sesuai dengan namanya, misi itu menugaskan seorang Tenshi kuat untuk membunuh Tenshi lain yang sudah tak layak hidup.
"Oohh, kak Ai pasti kangen sama kakak," kata adik perempuanku itu yang sedang menggendong Kai.
__ADS_1
"Hmm, bilang aja kamu juga dasar!" Aku mencubit pipinya supaya bisa melihat wajah cemberutnya seperti biasa.
"Heee?! Siscon! Iya gak Kai?" Pekik Hanabi.
"Papa~" suara kecil Kai dengan tangannya yang berusaha meraihku.
"Kaito, kamu udah jadi bapak bapak," Ejek Sora dengan seringai senyum jahatnya.
"Oi?!"
Cwush!!! Dar!!!
Dan di saat yang sama kembang api pertama meluncur lalu meledak di langit. Tak lama kemudian teman-temannya menyusul dan segera memenuhi langit malam kota ini. Para pengunjung lain bersorak gembira tak terkecuali Hanabi dan Sora.
"Kaito, kalau ini malam perpisahan artinya," Ai menyentuh kedua sisi pipiku dengan tangan lembutnya itu.
"Apa?"
"Ini ciuman terakhirku ...," Ai perlahan mendekatkan wajahnya sampai bibir kami saling bersentuhan. Suara kembang api itu memenuhi gendang telingaku. Sekarang aku tak bisa mendengar atau merasakan apa pun lagi. Waktu rasanya berhenti begitu saja di sini. Ya, walau sebenarnya aku menginginkan hal itu, tapi aku harus tetap menjalani sisa hidupku ini dan segera menyelesaikan takdirku.
"Selesaikan semua ini dan cepat pulang ya?" Ucap Ai disertai senyuman seindah pelangi itu.
Para pengunjung lain pun bergegas meninggalkan lapangan ini. Tapi tidak dengan kami berlima. Karena ini adalah perpisahan, tentu kami tak ingin malam ini berlalu. Tapi apa boleh buat, waktu tetap berjalan sesuka hatinya. Lapangan ini pun seketika menjadi sunyi, hanya ada sedikit sampah yang tersisa di sini. Dan tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami, sampai.
"Oiii!! Kalian di sini ternyata!" Raku melambaikan tangannya sembari menghampiri kami bersama Mina dan Yukki.
"Raku? Kalian juga di sini?" Aku mengangkat alisku tinggi-tinggi.
"Kaito, sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan padamu tapi ...,"
"Raku, aku akan pergi sampai akhir musim panas nanti, aku pasrahkan mereka semua padamu," aku menyela kata-kata Raku.
"Haaa? Kenapa?!"
"Lebih baik kau tanya pada gadis SMP berkacamata yang namanya Fumio." Aku mengutak-atik ponselku dan mengirim nomor Fumio pada Raku.
"Se-sebenernya kamu mau ngapain sih?!" Raku mengernyit heran.
__ADS_1
"Kemana pun itu, Kaito, jangan sok kuat dan maksain dirimu!" Nasehat Mina yang tentunya berguna.
"Hmm, aku tau, Sora? Siapa target kita malam ini?" Tanyaku pada asisten pribadiku itu.
"Ano, pencuri yang bisa terbang, namanya Deiku." Jawab Sora fokus menatap layar ponselnya.
"Ya sudah, Ai, aku sudah menelepon Pak Fuyu, kalian pulang bareng dia ya?" Aku menepuk pundak si tuli itu.
"Hmm," Ai hanya mengangguk menanggapi perkataanku itu.
"Hanabi, jaga Kai baik baik ya?" Pesan terakhirku sembari mengusap kepala adik perempuanku ini.
"Hati-hati kak!" Ucap Hanabi sembari melambaikan tangan kecil Kai.
"Kai, aku ga sabar liat kamu tumbuh!" Aku mengecup kening bayi imut itu.
"Ya sudah, Raku, jaga mereka untukku ya!" Aku melangkah pergi meninggalkan mereka bersama dengan Sora.
"Sebenernya ada apa seh?!" Tentu saja sahabatku itu masih kebingungan.
"Kau akan tau nanti, jangan katakan siapa pun ya!" Aku melambaikan tanganku tanpa menoleh lagi.
"Sora, dimana posisinya?" Tanyaku ditengah langkah kami.
"Umm, dia sedang tidur dirumahnya." Jawab Sora setelah mencari informasi dari ponselnya itu.
Hmm, lebih baik aku menyegel kekuatannya saja, itu lebih baik dari membunuh kan?
---------
Unmei Series
•Ai No Koe
>Umei To Shiawase
• Penjelajah Takdir
__ADS_1
(Masih banyak yang belum rilis)
Jangan lupa like-nya ya!