
Ahh ... Sial!!!
Aku dan Saika kembali menjadi pusat perhatian saat berjalan masuk ke koridor sekolah. Aku meminta Saika agar berjalan dibelakang ku. Aku terus menggandengnya dan memaksanya untuk berjalan tanpa ada celah sedikitpun.
Aku tak ingin Saika menjadi pusat perhatian laki laki mesum yang lalu lalang di sini. Seragam kami yang basah kuyup ini cukup untuk menimbulkan kesalah pahaman yang besar.
"Senpai?, kenapa pegang tangan ku terus?, kita mau kemana?" Kata katanya itu seolah olah menunjukan bahwa aku ingin berbuat yang aneh aneh padanya.
Kami berdua akhirnya kembali masuk ke ruang klub sastra. Aku menutup pintu ruangan rapat rapat dan menghela nafas ku sejenak.
"Kaito? Ada apa? Kok basah kuyup gitu?" Tanya Ai yang masih duduk dan membaca novelnya itu.
"Lawan kita tadi bocah yang megang pistol air." Jawab ku lalu membuka tas ransel ku yang ada di bawah kursi depan meja besar yang ada di tengah ruangan ini.
"He? Pistol air?" Ai memiringkan kepalanya karena bingung.
"Saika, pake jaket ku ini." Aku mengambil jaket hitam ku dari dalam tas dan memberikannya pada Saika.
"Emang kenapa?" Tanya Saika dengan wajah datar.
"Cih ... Ai, coba jelaskan kenapa dia harus pakai jaket ku." Pinta ku karena sudah lelah dengan hal ini.
"He? Ha?!", Ai memandang Saika sejenak dan terperanjat karena menyadari hal yang ku maksud.
"Ano ... etto ... pakaian dalam mu." Pipi Ai memancarkan rona merah.
"Ha?" Saika memandang ke tubuhnya sendiri dan pipinya juga mulai muncul rona merah.
"Udah ini pake dulu!" Aku berusaha memberikan jaket ku tanpa menatapnya.
"Ohh ... ya sudah." Saika menerima jaket ku, tapi hal yang tak terduga kembali terjadi.
"Sa-Sa-Sa-Saika!!!" Aku berlari keluar dari ruangan klub dan menutup pintunya dari luar.
__ADS_1
Aku menyandarkan punggung ku ke pintu sembari menghela nafas ku. Setelah menerima jaket ku, dia malah melepas seragamnya di depan mata ku. Aku hampir saja melihatnya, untung aku bisa melindungi menara ku agar tak berdiri tegak. Aku langsung berlari keluar dengan mata ku yang terpejam.
Huff ... dasar emang cewek mesum!!
"Ano, apa kamu anggota klub ini?" Tanya laki laki kelas tiga yang tak ku kenal.
"Oh, iya"
"Apa di dalam masih ada Ai?", pertanyaan nya malah menimbulkan berbagai pertanyaan dari ku.
"Memang ada apa?"
"Ohh, cuma mau ngembaliin novelnya." ucapnya sembari menunjukan sebuah novel yang ada di tangan kanannya.
"Tapi tunggu sebentar kalau mau masuk." Aku kembali masuk dan menutup pintu ruang klub.
"Senpai? kenapa tadi lari? Dan siapa yang ada di depan itu?" Saika sudah memakai jaket hitam ku itu, dan untungnya jaket ku longgar untuk dia pakai.
Huff ... untung aja jaket ku gak ketat di badan nya ...
"Ai, ada yang mau ketemu"
Ai langsung menoleh dan tersenyum ke arah laki laki itu. Aku pun hanya berdiri di depan pintu tanpa mempedulikan apa yang mereka bicarakan.
"Ne ... Ne ... apa Senpai cemburu?" Saika menyentuh pipi ku dengan jari telunjuknya.
"Cih ... apaan seh Saika." Ujar ku kesal karena sikap Saika itu.
"Uuww, Senpai ternyata suka sama Ai." Saika menyenggol ku dengan sikunya, ditambah wajah tanpa ekspresinya itu.
Tak lama kemudian datang lagi orang yang berkunjung ke ruang klub kami ini. Dia adalah perempuan dari kelas tiga dan dia datang memasang wajah cemberutnya itu.
"Permisi, apa Tsuma ada di dalam?" Tanya gadis itu dengan ekspresi angkuhnya.
__ADS_1
"Siapa? apa dia yang kamu maksud?" Aku pun hanya menunjuk ke laki laki yang baru saja masuk itu.
Setelah melihat laki laki tadi sedang asyik berbincang dengan Ai. Gadis itu berlari masuk dan menarik tangan laki laki yang bernama Tsuma itu.
"Tsuma!! berapa kali aku bilang jangan deketin si cewek tuli ini!"
"Saki?! Aku cuma mau ngembaliin novelnya."
"Alesan aja kamu!!"
Saki? tunggu?!
Kata si gendut tukang edit foto itu, Saki adalah gadis kelas tiga F yang suka membully adik kelas. Sekarang aku tau alasannya kenapa Saki adalah dalang dari berita bohong tentang Ai. Sepertinya Tsuma itu adalah pacarnya, Saki cemburu saat melihat pacarnya dekat dengan gadis lain.
"Dasar cowok mata keranjang!" Saki menarik tangan Tsuma dan memaksanya keluar dari ruangan klub.
Aku dan Saika hanya bisa diam dan melihat pertengkaran mereka itu. Aku semakin bingung dengan jalan pikir remaja sekarang ini. Apa hanya pacar yang selalu menjadi hal utama?
"Huff ... udahlah ...," aku kembali duduk di kursi ku yang ada di samping Ai.
"Kaito? ... apa aku salah? Kok cewek tadi kayaknya marah marah." Tanya Ai menarik lengan seragam ku.
"Enggak kok, bukan kamu ya salah." jawab ku dengan pikiran ku yang kacau sekarang ini.
"Oh iya, ngomong ngomong ... kok cuma Senpai yang bisa lancar ngomong sama Ai senpai?" Tanya Saika duduk di kursi samping kanan ku.
"Ai cuma bisa denger suara aku aja." jawab ku.
"Ha? kok bisa gitu?"
"Mana ku tau dasar mesum!"
"Hee? bukanya Senpai yang pertama kali liat pakaian dalam ku?"
__ADS_1
Skak mat!!