
Angin musim semi yang berhembus di antara pepohonan yang berbaris rapi. Aku berdiri di tengah tengah padang rumput yang dikelilingi hutan lebat. Rumput rumput yang bergoyang karena angin. Kegelapan malam dan awan awan yang berjalan perlahan di atas langit.
Sang rembulan yang bulat sempurna. Ribuan kelap kelip sang bintang yang menghiasi langit. Takumi yang sedang melayang di atas awan dengan tubuhnya yang berubah menjadi hitam kemerah merahan. Hanya wajahnya saja yang terlihat normal. Rambut oranyenya itu juga sudah berubah menjadi hitam. Ditambah aura kegelapan yang menyelimutinya.
Malam ini adalah pertarungan antara cahaya dan kegelapan. Aku berdiri di sini menatapnya yang ada jauh di atas langit. Aku dengan sadar sudah menghadapi Tenshi terkuat. Light Chaser, seluruh tubuhku berubah menjadi cahaya dan hanya wajahku yang terlihat normal. Aku berdiri di bawah sini dan bersiap untuk apapun yang terjadi selanjutnya.
"Dark Ball ...," gumam Takumi mengarahkan kedua tangannya tepat ke arah ku yang ada di bawahnya.
Tak lama kemudian terbentuklah bola besar berwarna hitam kemerahan. Jurus itu sama seperti Heaven Shoot milikku.
Sebenarnya ... kenapa aku punya kekuatan yang sama dengannya?
Tanpa pikir panjang aku juga mengeluarkan jurus Heaven Shootku. Aku mengarahkan kedua tangan ku ke arahnya. Tak lama kemudian bola cahaya berkumpul di atas kedua tanganku itu. Sekarang aku tinggal menunggu Takumi menembak terlebih dahulu.
"Kaito!!!"
Teriak Takumi sembari nenembakan bola kegelapannya itu ke arahku. Di saat yang sama aku juga melepas bola cahaya ku. Kedua bola itu melesat cepat dan saling berbenturan. Ledakan besar pun terjadi. Angin besar pun tercipta dan membuat pohon pohon besar di sekitar padang rumput ini bergoyang.
Aku mengambil kesempatan ini untuk menyerang Takumi. Aku melompat dan terbang dengan cepat menembus asap tebal itu. Aku mengepalkan tangan kananku dengan kuat dan bersiap memukulnya. Tepat setelah aku keluar dari asap tebal itu, aku melihat Takumi. Aku segera melancarkan seranganku ini.
Bwush!!!!
Takumi menyilangkan kedua tangannya di depan untuk menangkis serangan ku. Ledakan kecil tercipta karena benturan antara tinju ku dan pergelangan tangannya yang menangkis serangan ku.
__ADS_1
"Kaito ... kau butuh kekuatan yang lebih besar kalau masih ingin bertemu dengan adik mu!" Ucap Takumi mengeratkan giginya menahan tinjuku ini.
"Aku akan membunuh mu sekarang juga!!" Teriaknya lalu melancarkan tinjuan ke wajahku.
Aku tidak sempat untuk menghindar ataupun menangkis serangannya. Pukulan Takumi itu membuat ku terpental kebelakang dan melayang layang di udara. Beberapa saat kemudian aku berhasil menyeimbangkan tubuhku. Tapi sebelum aku bisa menarik nafas. Takumi sudah melesat dengan kecepatan bayangannya itu ke arahku.
Aku menyilangkan kedua tanganku di depan dan menahan setiap pukulan yang ia berikan. Dia melancarkan tinjuannya yang sangat cepat itu. Puluhan bahkan ratusan tunjuan sudah ku tahan hanya dalam waktu beberapa detik. Kecepatan dan kekuatannya sungguh luar biasa.
Pukulan demi pukulan yang ia lempar pada ku membuatku mundur perlahan lahan.Aku hanya bisa diam dan pasrah menerima setiap pukulan yang ia layangkan itu.
"Cih ... jangan buat aku jadi pecundang dan mengingkari janji ku pada adik ku!!!" Teriakku.
Aku menggunakan jurus Light Speed ku dan dengan sekejap mata aku sudah berada di belakangnya.
Aku mengayunkan kedua tangan ku dari atas ke bawah dan membuat Takumi kembali jatuh ke tanah dengan kecepatan tinggi. Aku tak ingin membuang waktu ku lagi. Aku kembali melakukan teleportasi dan menunggunya di tempat dimana seharusnya ia terjatuh.
Hal yang tak terduga kembali terjadi. Takumi berbalik dan bersiap memukul ku. Aku melompat ke samping dan menghindari serangannya itu.
Duar!!!
Takumi melubangi tanah dengan pukulannya itu. Asap tebal kembali menyelimuti dirinya. Tak selesai di situ saja, dengan cepat dia keluar dari asap itu dan berlari ke arahku dengan sangat cepat.
"Mati!!!" Teriak Takumi bersiap memukulku.
__ADS_1
Aku mengepalkan tangan kiriku dan melancarkan tinjuan ku padanya. Tinjuan kami saling beradu dan membuat ledakan yang sangat kuat. Tanah yang kami injak sampai hancur. Amukan angin menyebar ke segala arah.
"Kaito!! ... jika kau masih ingin bertemu dengan adik mu ... berusahalah untuk jadi lebih kuat!"
Takumi tiba tiba berada di belakang ku dan menendang punggung ku. Dia membuat ku terpental ke depan beberapa meter jauhnya. Aku berhasil menapakan kakiku di tanah dan menahan gerakan tubuhku.
"Cih ...," aku mengelap darah yang keluar dari mulutku.
"Aku belum selesai!!!"
Aku berteriak membakar semangatku dan berlari ke arahnya. Sebelum aku bisa menyentuhnya. Takumi sudah meninju perut ku terlebih dahulu. Dan serangannya itu membuat gerakanku terhenti.
"Kamu masih belum bisa melindungi adikmu!!!"
Takumi menyerang dagu ku dengan lutut kakinya. Aku terpental ke atas, tapi sebelum aku terbang lebih tinggi, Takumi kembali mengembalikan tubuhku ke tanah dengan tinjuannya.
Boom!!!
Tubuh ku kembali terjatuh ke tanah dan menghancurkan tanah yang ada di sekitar ku. Takumi menginjak dadaku dan membuatku tak bisa berbuat apa apa.
"Ternyata hanya ini kekuatan mu?"
"Sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada adik tersayangmu itu ..."
__ADS_1
"Hahahaha!!"/Kata Takumi dengan tawa jahat yang menyertai.