
-------
Tok tok tok~
"Kak bangun dong ... entar telat loh." Suara Hanabi yang membuatku kembali dari alam mimpiku.
"Ya!" Jawabku dengan mataku yang masih terpejam ini.
"Okino-sama ...," gumamku.
"Heh?!"
Mataku langsung terbelalak dan menyadari ada yang aneh pagi ini. Aku pun duduk di ranjang dan memandang ke arah langit biru di pagi hari ini. Aku baru sadar aku tak ingat bagaimana aku bisa sampai ke rumah.
Yang terakhir kali kuingat, aku ingin mengantar Ema pulang ke rumahnya. Lalu apa yang terjadi setelah itu ya?
"Aghh ... bodo lah ...," aku menampar pipiku sendiri dan bangkit dari kasurku untuk segera mandi dan bersiap untuk menghadapi hari yang membosankan ini lagi.
Setelah mengenakan seragamku dengan rapi, aku segera menuruni tangga dan menuju ke dapur.
"Hanabi?"
Aku terpaku pada Hanabi yang hanya mengenakan kaos dan celana pendeknya. Dia duduk di kursi meja makan sembari tersenyum lebar ke arah ku. Bukanya dia juga harus sekolah hari ini?
"Hehehe ... kakak ku kerjain ... ini hari sabtu ...," ujarnya dengan tawa jahatnya.
"Huff ...," aku menghela nafasku dan melangkah ke arah meja makan dengan tubuh lesuku.
Seperti pagi pagi sebelumnya kami berdua sarapan pagi bersama. Hanabi tak ada hentinya melempariku dengan pertanyaannya. Ya, karena tadi malam aku tiba tiba meninggalkannya di toko buku. Aku terus mengabaikan pertanyaannya karena pasti dia tak akan percaya bila aku menceritakan semua hal yang kualami padanya.
"Kakak ganti baju lagi sono hehe ...," ujarnya dengan sedikit tawa setelah kami selesai menghabiskan sarapan.
__ADS_1
"Hmm," aku tak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya melangkah kembali ke kamarku untuk mengganti baju.
"Ema?"
Aku terus berpikir keras tentang kejadian semalam. Ema, Mirai, Ai, apakah mereka punya hubungan satu sama lain?
Setelah mengganti baju aku pun kembali membaringkan diriku ke atas ranjangku yang empuk ini.
"Kaito ... lebih baik kamu ke sekolah sekarang." Suara Yume yang ada di dalam kepalaku.
"Haaa ... jangan bercanda lah ...," gumamku.
Ya sudah lah ... aku harus menurut dengan malaikat yang ada di dalam kepalaku ini ...
Aku memakai jaket hitamku yang kugantung di pintu kamarku. Setelah mengambil dompet dan ponsel aku segera turun lagi ke lantai dasar.
"Kakak mau kemana?" Tanya Hanabi yang sedang duduk di atas sofa sembari menonton acara kesukaannya di televisi yang ada di ruang keluarga.
"Hahaha ... kakak bercanda kan? He?! ... haaa?!!" Hanabi tercengang dan memandangku dengan tatapan penasarannya itu.
"Ya udah ... kakak pergi dulu ...," aku keluar dari rumah dan kembali menutup pintu.
Di bawah cahaya sang surya di pagi hari. Entah kenapa aku bisa mau berjalan ke sekolah di hari sabtu seperti ini. Mungkin aku memang kesurupan setan ...
Tapi, di sisi lain aku juga penasaran tentang tiga gadis yang kutemui belakangan ini. Mereka bertiga terlalu aneh jika dibilang hanya kebetulan. Ai yang kehilangan pendengarannya. Mirai, yang kehilangan suaranya, dan Ema yang kehilangan pengelihatannya.
Berjalan dengan pikiranku yang kacau ini. Aku sama sekali tak memperhatikan sekitar. Aku terus berpikir keras untuk berusaha memahami apa yang terjadi belakangan ini.
Tak kusadari tiba tiba aku sudah sampai di depan gerbang sekolahku yang terbuka lebar. Lingkungan sekolah terlihat lebih sepi dari hari biasa. Hanya ada anggota klub baseball dan klub sepak bola yang berlatih di lapangan depan sekolah.
"Hoi!!! ... Kaito?!" Teriak Raku sembari berlari ke arahku dari arah lapangan sepak bola.
__ADS_1
"Mimpi apa kamu sabtu dateng ke sini?" Tanya Raku sembari menyenggolku dengan sikunya.
"Hmm," aku yang tak tahu harus berkata apa ini pun hanya melanjutkan langkahku di jalan setapak yang memisahkan lapangan bola dan lapangan baseball yang ada di depan sekolah.
"Ohh ... aku tau nih ... kamu pasti kangen sama Ai kan? ... dia ada di ruang klub sastra ...," ujar Raku dengan senyuman ejekannya itu.
"Hmm ...", aku hanya mengangguk dan terus melanjutkan langkahku.
"Ya udah ... selamet berjuang!!" Raku menepuk pundakku dan kembali berlari ke arah lapangan sepak bola untuk kembali berlatih bersama klubnya.
Apanya yang berjuang?
Tujuan ku kesini aja gak jelas ...
Aku terus berjalan dan masuk ke gedung sekolah. Aku menyusuri koridor dan langsung menaiki tangga untuk segera ke ruang klub sastra.
Greek~~
Aku menggeser pintu ruangan klub dan melihat Ai yang memakakai seragam lengan panjang dengan rok hitam di atas lutut itu sedang berdiri memandang keluar jendela. Lagi lagi sepertinya aku mengingat sesuatu yang aku saja tak bisa menjelaskannya. Buku dan alat tulis yang ada di atas meja besar di tengah ruangan.
Angin yang meniup tirai jendela yang terbuka itu. Rambut hitam Ai yang terombang ambing karena tertiup angin. Aku memberanikan diriku untuk melangkah masuk dan kembali menutup pintu ruangan klub ku ini.
"Ai?"
Aku perlahan melangkah mendekatinya. Jelas dia tak menyadari kehadiranku. Dia pasti terkejut saat melihatku tiba tiba ada di sampingnya.
Tapi aku salah ...
"Kaito?"
Dia menoleh ke arahku dengan senyumannya yang sama saat aku bertemu dengannya di sini saat hari pertama sekolah.
__ADS_1