Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 59


__ADS_3

"Kamu belum selesai Kaito ..."


Tiba tiba aku kembali berada di hadapan Yume. Ruangan tak berujung dengan warna putih yang sama dengan rambutnya itu. Cahaya yang bersinar terang di atas kami. Aku kembali berada di depannya setelah sekian lama.


"Hehe ... memangnya apa yang bisaku lakukan?" Tanyaku terkekeh.


"Dasar ***** ... bisa bisanya kamu ketawa," Yume memasang wajah kesalnya padaku.


"Kamu pikir julukan sang terpilih hang di berikan padamu itu untuk apa ha?"


"Jika kamu mati ... takdir akan jadi semakin kacau ... bisa bisa ..."


"Lalu apa yang harus aku lakukan!!!", tanyaku dengan tatapan tajamku.


"Sekarang katakan padaku ... apa impian mu?" Pertanyaan tidak jelas yang tiba tiba ia lempar padaku.


"Aku ... aku tak tau ...," aku menundukan kepala ku dengan pikiranku yang mulai kacau ini.


"Bodoh ... padahal kau pernah mengatakannya ..."


"Eh kapan?"


"Dasar emang kamu ***** ... payah ... ceroboh ... bodoh, bisa bisanya aku melakukan dua kali Fate Restart hanya untukmu ...," kata Yume menepuk keningnya sendiri.


"Maaf Maaf ... aku inget kok ...," aku sengaja pura pura tak ingat supaya suasana menjadi lebih berwarna.


"Cih ... bilang kek dari tadi ..."


Bwushh!!!


Aku kembali bisa merasakan hembusan angin dingin yang menerpaku. Aku kembali bisa merasakan tubuh ku. Aku sedang berlutut di atas salju yang lembut ini menunggu kepalaku di penggal oleh iblis yang sedang berjalan ke arahku dengan pedang besarnya itu.


Aku membuka mataku perlahan dan melihat Dark Knight itu sudah berada tepat di depanku. Jaraknya hanya sekitar dua meter dengan kku. Dia menghentikan langkahnya seakan membiarkanku mengucapkan kata kata terakhirku sebelum dia memenggal kepalaku.


"Hoi? ... kenapa diem aja?" kataku sembari kembali bangkit berdiri.

__ADS_1


"Tenshi payah ... kalian semua lemah," kata Iblis itu mengejekku.


"Dasar setan ... cara mu itu curang tau ... heheh," aku terkekeh untuk mengembalikan ejekannya tadi.


"Mati saja Tenshi payah!!!"


Booomm!!!


Dark Knight itu mengayunkan pedang besarnya dari atas menuju ke arahku. Dengan santai aku hanya melompat mundur ke belakang sebelum serangan itu mengenaiku.


"Cih ... kau pikir ... serangan itu bisa membuat ku mati?" Aku membersihkan salju yang menempel di seragamku.


"Huff ... biar ku tunjukan kekuatan orang yang terpilih itu ..."


Aku kembali memejamkan kedua mata ku dan menarik nafas dalam dalam. Aku mengangkat tangan kananku ke atas.


Ten Kara No Ken~


Aku memanggil kembali pisau ku dan menggenggamnya dengan kuat.


"Kegelapan dan cahaya ... bersatulah di dalam diri ku ... bersama ku kita akan melawan sang takdir ... dan buat aku mewujudkan impianku!"


Perlahan tapi pasti, cahaya dan kegelapan berkumpul di tubuhku. Mereka perlahan lahan membentuk jubah yang menyelimutiku. Setelah beberapa saat jubah itu terbentuk dengan sempurna. Aku juga memakai syal yang bersinar merah darah dengan ujung yang sedikit terkoyak.


Jubah cahaya di bagian kanan tubuhku berwarna putih terang. Sebaliknya, jubah kegelapan di bagian kiri tubuhku berwarna merah darah. Mata kiriku mengalirkan darah sebelum akhirnya tetesan darah itu jatuh ke tanah.


"Impian ku adalah ..."


Aku menggenggam gagang pedangku dengan kedua tangan ku dan bersiap untuk menyerang iblis itu.


Swush!!! Tranggk!!!


Aku melesat ke arahnya dan berusaha mengayunkan pedangku untuk melukainya. Tapi iblis itu ternyata bisa menangkis seranganku dengan mudah. Pedang kami saling bertemu. Karena kekuatan kami berdua cukup besar, salju di sekitar kami tertiup angin yang berasal dari benturan pedang kami yang sangat keras.


"Lemah!!!" Kata kata yang selalu keluar dari mulutnya itu mulai membuatku kesal.

__ADS_1


"Impian ku adalah ... melawan kejamnya sang takdir dan membuat senyuman tumbuh di wajah semua orang yangku kenal!!" Aku menahan kuatnya dorongan iblis itu.


"Kau pikir ... hanya ini kekuatan ku?"


Swush~


Aku melakukan teleportasi dan tanpa hitungan detik, aku sudah berada di belakangnya.


"Ini untuk kematian Yuki!!!!" Aku menusuknya dari belakang.


Pedang ku menembus zirah besi hitamnya itu. Ujung pedangku muncul dari dalam dada sang Dark Knight itu. Aku baru saja menusuk jantungnya. Pasti sebentar lagi dia akan tamat.


"Tenshi payah!" Ucapnya dengan darah yang sudah keluar dari mulutnya itu.


Tepat saat itu juga tubuh sang iblis itu bersinar terang. Aku pernah melihat kejadian seperti ini.


Apa dia akan meledak?!


Sinar itu sangat terang sampai menyilaukan mataku. Aku tak bisa melihat apa pun karena cahaya itu. Sepertinya dia memang benar benar akan meledak.


"Kaito!! ... cepat lari dari sana ... kau berhasil menyegel kembali gerbang Jigoku nya ...," kata kata Fumio yangku dengar dari alat komunikasi kami.


"Lari kemana payah ..."


"Rumah tua itu akan segera meledak!! ... cepat lari!!!"


"Fumio ... yang jelas aku tidak sedang berada di dalam ruangan ..."


Duaar!!!


Ledakan yang membuat ku terpental entah kemana. Aku merasa aku hanya melayang layang di udara. Aku tak lagi bisa merasakan tubuhku.


"Aku berhasil ..."


Kesadaran ku mulai hilang. Perlahan tapi pasti kelopak mataku menutup dengan sendirinya. Aku kembali ditelan oleh kegelapan.

__ADS_1


Apa aku akan mati?


Aku hanya berakhir di sini?


__ADS_2