Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 184


__ADS_3

Kaito


"Kaito! Hanabi! Selamat tinggal, aku sangat menyayangi kalian!" Suara seorang laki-laki yang sama sekali tak pernah aku dengar sebelumnya.


Kriiingg!!!!


"Hua?!" Aku tersentak dan terbangun dari alam mimpiku setelah mendengar alarm ponselku berbunyi.


"Siapa tadi? Dimana aku?" Aku menoleh ke segala arah untuk mengenali tempat apa ini.


Sinar mentari yang menerobos masuk dari jendela yang terbuka lebar. Tirai yang tertiup angin musim panas, aku terduduk di atas ranjang. Ruangan kecil yang sedikit kumuh, pintu kayu yang sudah usang, begitu pula dengan jendelanya. Aku menyewa penginapan kecil ini sementara saat aku menjalankan kegiatanku di kota Seoul ini.


'Selamat pagi!'


Aku tersenyum sendiri saat membaca satu kalimat yang aku dapat dari buku catatan kecil ini. Setiap saat aku membuka halaman buku kecil ini secara acak dan mendapati kalimat-kalimat yang bisa menemaniku dalam kesendirian. Sudah kuduga barang kecil yang diberikan si tuli itu pasti berguna di saat tertentu.


"Sekarang, siapa targetku selanjutnya." Gumamku seraya mengambil ponsel di samping bantalku.


Setelah aku baca tentang Tenshi yang jadi targetku hari ini. Ia memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Dia bahkan bisa menghancurkan dinding hanya dengan satu tinjuannya saja. Semalam aku juga berhasil mencuri kemampuan seorang Tenshi. Aku sekarang bisa mengendalikan gravitasi sesuka hatiku.


"Hmm, sepertinya aku juga akan membutuhkan kekuatan ini," aku kembali berpikir untuk mencuri kekuatannya dan menjadikanya milikku.


Duar!!!


"Oiii!!! Jika kalian ingin menangkapku, ayo lawan aku dulu!" Teriakan pria yang berbicara dalam bahasa Korea.


Tak kusangka kepandaian berbahasaku berguna juga. Aku memang bodoh dalam matematika, tapi aku suka belajar bahasa asing dan aku cepat memahaminya. Aku segera bangkit dari ranjang dan melihat keluar jendela. Aku berada di lantai tiga gedung penginapan kecil ini, dan aku bisa melihat seorang pria kekar berotot yang berhadapan dengan dua polisi setempat. Mereka berdiri di tengah jalan yang sepi pagi hari ini.


"Kyun Lee!! Diam di tempat atau kami akan menembakmu!" Kedua polisi itu menodongkan pistol ke arah pria dengan nama Lee itu.


"Pistol? Kalian tak akan bisa menakutiku dengan mainan itu!" Ia berlari ke arah mobil yang terparkir di pinggir jalan.


"Mati kalian!!!" Bukanya berlindung, ia malah mengangkat mobil sedan itu seperti sebuah mainan.


"Awas!!" Aku melompat keluar dan terbang menuju ke depan dua polisi yang kebingungan melihat kejadian ini.


"Matii!!!" Lee melempar mobil itu tepat ke arah kami.


"Oi! Hati hati!" Aku menggunakan kemampuan mengendalikan gravitasiku dan mengembalikan mobil itu ke posisi awalnya tanpa menyentuhnya.

__ADS_1


"A-apa?! Siapa kau?!" Lee terbelalak bingung melihatku melayang di udara.


"Aku datang untuk melenyapkan kekuatanmu." Aku mendarat di atas aspal jalan lalu menatap Lee.


"Apa itu?! Kau ingin bertarung?! Sini maju!" Dia sangat percaya diri dengan tubuh kekarnya itu.


"Steal!" Tanpa basa-basi lagi aku menggunakan kekuatan yang sangat hebat ini. Lagi lagi kedua mataku bersinar terang. Dan di saat yang sama tubuh Lee bersinar selama dua detik. Cahaya di tubuhnya menghilang tepat saat aku mengedipkan kelopak mataku.


"Sialan kau!!!" Lee masih tak sadar dan malah berlari maju bersiap meninjuku dengan tangan besarnya itu.


"Oi?!"


Buak!!!


Dengan mudah aku menahan pukulannya dengan satu tanganku. Tentu saja ini tandanya aku berhasil merebut kemampuan spesialnya. Sekarang tubuh kekar berototnya itu tak sebanding dengan tubuh lemah dan kurus milikku ini.


"He?! Mana mungkin?!" Ia kebingungan, sangat kebingungan.


"Maaf, tapi aku harus segera pergi!" Aku membanting badan besarnya itu di depan kedua polisi yang ada di belakangku.


"Hei nak? Apa kau pahlawan super?" Kedua polisi itu terpaku dan terheran-heran melihat aksiku ini.


Tunggu?! Apa dia targetku?!


Aku baru sadar ketika hendak mengambil ponselku yang ada di atas ranjang. Sudahlah, sekarang aku akan mengincar target berikutnya. Tak kusangka aku malah mengambil semua kemampuan Tenshi yang aku temui.


"Tenshi macam apa yang akan kutemui ya?" Aku kembali melihat informasi target di ponselku.


Beberapa detik kemudian aku mendengar suara berisik mesin helikopter yang hendak melintas. Dan entah kenapa aku punya firasat buruk tentang hal ini.


Bwush!!!


Aku mendengar suara semacam ada roket yang diluncurkan ke arah tempat ini.


"Sial!!"


Aku berhasil melompat keluar dari jendela, bahkan aku berpapasan dengan roket yang melucur masuk ke ruanganku tadi. Ledakan besar terjadi dan aku terpental karenanya. Punggungku terantuk gedung yang ada di seberang jalan dan tubuhku pun tersungkur di atas trotoar dalan keadaan tak berdaya.


Aku lupa, aku juga punya pengganggu. Ya, Shogun pasti juga ada di mana-mana. Aku bisa merasakan kesadaranku yang mulai menurun. Beberapa tentara bersenjata dan armor lengkap datang menghampiriku. Dan mereka mengambil kesempatan untuk mengangkat badanku ini dan memasukannya ke dalam mobil van lapis baja.

__ADS_1


Sekarang aku tak bisa bergerak sama sekali. Kedua tanganku diborgol besi dan membuatku semakin tak berdaya. Aku duduk dan diapit oleh dua tentara bersenjata lengkap layaknya narapidana yang ditangkap. Kepalaku masih sedikit pusing karena benturan tadi. Aku berusaha keras untuk menjaga kesadaranku ini agar tidak hilang.


"Hoi! Berikan ponselmu!" Tentara di samping kananku mulai menggeledah saku jaket lalu turun ke saku celana.


"Apa ini? Sampah!" Tentara itu membuang sesuatu di depan kakiku.


'Aku rindu makan malam bersamamu'


Ternyata itu adalah catatan kecil pemberian Ai. Dan itulah yang tertulis di halaman yang terbuka, buku itu selalu menunjukan kata-kata yang membuatku semakin rindu pada si tuli itu.


Ai? Apa kamu masih menungguku?


'Aku selalu menunggumu!'


Keajaiban kembali terjadi, saat mobil yang aku tumpangi ini melewati semacam polisi tidur. Guncangannya membuat buku catatan kecil itu terbalik sehingga aku bisa membaca halaman yang tadi menghadap ke bawah. Buku kecil itu seakan menjawab pertanyaanku barusan. Aku merasa Ai menulis semua kalimat di setiap halaman buku itu dengan segenap hatinya.


"Aaaagggghhh!!!" Di saat yang sama kepalaku mengalami rasa sakit yang luar biasa.


"Inilah kekuatanmu yang sebenarnya Kaito!" Suara laki-laki yang tak kukenali itu kembali terdengar.


"Aaaagghhh!!!"


Crack!!!


Aku melepas paksa borgol di tanganku ini dengan kekuatanku sendiri. Tentu saja kedua tentara yang ada di sampingku ini terkejut. Aku menyempatkan diriku untuk mengambil buku kecil Ai itu lalu memasukannya ke dalam saku jaketku.


"Siapa yang menyebut ini sampah ha?!" Aku mencengkeram leher tentara yang tadi duduk di samping kananku dan menyebut buku catatan Ai itu sampah.


"Mati kalian!" aku membenturkan kepala tentara di sebelah kananku ini ke temannya yang duduk di sisi kiriku.


Tak sampai disitu saja, aku menendang mereka berdua sampai mereka terlempar keluar dari pintu belakang van ini. Sesudah menjebol pintu keluar dengan kedua tubuh mereka aku melompat turun dari mobil itu dan menghentikan gerakanya dengan kemampuan pengendali gravitasiku.


"Dasar bodo!! Kalian pikir siapa yang bisa menangkapku?!" Aku membanting mobil lapis baja tadi seperti mobil mainan. Aku mengangkatnya ke udara lalu menghantamkannya ke aspal jalan sampai benda itu remuk tak berbentuk.


"Kalian juga?!" Dengan kekuatan pengendali gravitasiku ini juga, aku mengangkat kedua tubuh tentara itu tanpa menyentuhnya sama sekali.


Aku melangkah mendekat dan mengambil kembali ponselku yang ada di saku celana salah satu dari mereka.


"Biar aku beri tahu, kalian berada di pihak yang salah!" Tanpa merasa kasihan sedikit pun aku menjatuhkan mereka kembali ke tanah.

__ADS_1


"Hahahahahahaha!!!"


__ADS_2