
Awal Dari Kehancuran!
Cahaya oranye yang menerobos masuk dari kaca gedung ini. Di dalam ruangan ini hanya terdapat satu meja kecil yang diapit oleh dua buah sofa. Ya, aku berada di gedung Daikyo, lantai tiga puluh, ruangan nomor tujuh ratus tiga puluh. Tempat yang sering digunakan Dai untuk bersantai.
Jangan salah paham dulu mengenai ruangan ini. Walau sering digunakan untuk bersantai. Ruangan ini adalah pusat kendali organisasi Enjeruhanta. Karena sekarang DH dan Enjeruhanta sudah bersatu untuk melawan Shogun. Sebelumnya Dai dan Kazuki sudah sepakat gedung ini adalah pusat pemerintahan kedua organisasi itu selama perang berlangsung.
Dan karena mereka berdua menghilang. Sekarang yang menggantikan mereka adalah, laki laki yang berdiri memandang ke luar kaca gedung itu. Rambut pirang yang sedikit berantakan, kacamata yang ia pakai, mata yang berwarna seperti pelangi. Tomoya, laki-laki berjubah hitam itu akan menggantikan Dai dan Kazuki.
"Halo?" Suara gadis yang keluar dari speaker ponsel Tomoya setelah ia mengangkat telepon dari seseorang.
"Apa ada masalah? Fumio?" Jawab Tomoya santai tetap memandang ke arah luar jendela.
"Hmm, duduklah! Aku akan memulai program Leader!" Pinta Fumio dengan suara tegasnya.
"Hmm, mulai lebih cepat ya? Padahal aku harap kamu duduk di sampingku sih ...," Tomoya menghela nafasnya lalu duduk di sofa yang biasa diduduki oleh Dai. Tentu saja Tomoya tak sendirian dalam melakukan semua hal ini. Ia dibantu oleh kekasihnya sekaligus Divisi Cyber yang menjadi asisten tomoya sejak lama.
"Bodo! Kau tau kenapa aku disini kan?" Umpat Fumio memarahi rekan kerjanya itu.
"Iya iya, lakukan apa yang harus kau lakukan ... sayang!" Tomoya masih sempat menggoda pujaan hatinya itu.
"Ga punya otak! Pakai T-Phone di telingamu itu!" Pekik Fumio lalu lampu ruangan Tomoya tiba-tiba padam.
Perlahan tapi pasti, dinding besi tebal menutup kaca jendela ruangan gedung ini saja. Ruangan menjadi gelap gulita setelah dinding besi itu menutup sempurna. Tapi tak lama kemudian sebuah logo DH muncul di besi hitam yang ternyata adalah sebuah layar lebar. Tak lama kemudian muncul wajah kesepuluh petinggi DH dan Enjeruhanta. Mereka semua melakukan Video Call secara langsung.
"Jigoku Gate mengalami peningkatan aktifitas!"
"Mana mungkin!"
"Banyak Akame yang mulai berkeliaran di kota!"
"Kepanikan mulai meningkat!"
"Para warga yang bingung berlarian kesana kemari!"
"Tomoya-sama! Bagaimana ini?!"
Suara kepanikan para petinggi DH dan Enjeruhanta yang ada di berbagai negara. Sekarang mereka semua sedang berkomunikasi jarak jauh menggunakan teknologi yang ada. Pemerintahan kedua organisasi itu dibagi jadi lima bagian. Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia. Dari masing masing benua memiliki satu petinggi yang memegang kekuasaan atas organisasi DH. Dan satu petinggi dari Enjeruhanta.
"Tenang dulu! Aku butuh ketenangan!" Pekik Tomoya dan seketika ke sepuluh petinggi itu berhenti bicara.
"Pertama, kita bukan dua organisasi lagi! Sekarang tak ada lagi yang bilang dirinya dari DH atau Enjeruhanta!"
__ADS_1
"Sekarang nama organisasi kita adalah FP! Fate Protector!" Penjelasan Tomoya yang tentunya membuat kesepuluh petinggi itu terkejut.
"Tomoya-sama, saya perwakilan DH dari Afrika! Kenapa kita harus menyetujui pernyataan anda barusan?" Ujar salah satu pemimpin.
"Benar! Walau saya dari Enjeruhanta, baru kali ini saya sependapat dengan DH!" Timpal pria lain.
"Sudah kubilang untuk diam! Inilah yang membuatku harus menyatukan dua organisasi ini!"
"Kalian selalu saja berdebat! Dai dan Kazuki masih belum ditemukan! Jadi sekarang aku pemimpin tertinggi disini!" Tomoya mengambil perhatian seluruh petinggi itu dengan nada tingginya.
"Kita disini untuk rapat, bukan untuk bertengkar, Tomoya, Eropa ikut denganmu!" Sahut seorang wanita eropa.
"Hmm, percuma juga melawan, Tomoya dan Fumio adalah pemimpin tertinggi kita. Australia ikut!" Ujar laki laki muda rambut putih perwakilan Australia itu.
"Baiklah, sekarang kita harus bagaimana?" Timpal perwakilan benua Amerika.
"Terima kasih, pertama tama, suruh semua rakyat kalian masuk ke Bunker."
"Selanjutnya, perintahkan semua Tenshi dan Detroit untuk bekerja sama!"
"Walau ini mustahil, tapi kita harus melakukannya!"
"Sekian! Kita akan rapat lagi setelah keadaan memburuk!" Kalimat terakhir Tomoya itu membuat satu per satu petinggi memutus sambungan telepon video mereka.
"Alex, kami akan selalu mengawasinya." Jawab Tomoya santai.
"Kuharap adikmu segera kembali, sampai jumpa!" Alex memutus sambungannya dan ruangan ini pun seutuhnya kembali jadi gelap.
"Se-senpai ... apa perintah selanjutnya?" Sambung Fumio.
"Kerahkan seluruh anggota Cyber, kalian retas database negara ini. Buat berita palsu, dan minta warga untuk segera mengungsi ke Bunker yang sudah disediakan!" Tomoya berdiri dari tempat duduknya.
"Lalu, apa yang akan senpai lakukan?" Tanya Fumio dengan suara lembutnya.
"Aku ...," Tomoya menunggu sampai dinding besi hitam itu kembali terbuka. Sinar oranye dari sang surya sedikit menyilaukan mata Tomoya.
"Aku akan membunuh seluruh orang pemerintahan yang punya hubungan dengan Shogun." Kata kata yang membuat Fumio sangat terkejut.
"Sendirian?!"
"Hmm, aku sudah minta Hikaru untuk menjaga Hanabi dan yang lain." Tomoya melangkah keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Ta-tapi!"
"Sudah dulu ya," Tomoya melepas T-Phone yang melekat di telinga kanannya itu.
"Hoi!! Jangan merebut pekerjaanku!" Ujar seorang laki laki berseragam SMA yang berdiri bersandar di pintu keluar.
"Ohh, Taki, kau mau ambil misi itu?" Tomoya langsung bisa mengenali si kacamata yang katanya adalah Assasin itu.
"Aku ikut!" Raku muncul layaknya sebuah bayangan dan berdiri di samping Taki.
"Ha? Ninja?" Tomoya masih belum mengenal Raku yang mengenakan kostum ninja warna birunya itu.
"Aku Raku, Sahabat lama adikmu." Ia membuka penutup wajahnya lalu memperkenalkan diri pada Tomoya.
"Taki, kau sudah cerita semuanya?" Tomoya mengangkat alisnya tinggi.
"Tentu," jawab Taki dengan santai.
"Kami adalah tim yang cocok untuk misi ini, biarkan kami membantu!" Raku memohon seraya membungkukan badannya.
"Huff, baiklah ... aku serahkan semua pada kalian," Kata Tomoya sedikit menghela nafasnya.
"Jadi, kami akan masuk ke Istana negara?" Taki mengutak atik ponselnya.
"Kalian harus membunuh presiden dan seluruh mentri yang ada!"
"Jangan sisakan satupun hidup!" Pinta Tomoya seraya kembali mendekat ke kaca jendela gedung yang menyajikan pemandangan kota di sore hari ini.
"Walau terdengar seperti kriminal tapi, mereka semua adalah orang jahat!" Taki menepuk pundak Raku yang kelihatan ragu ragu.
"Hmm, aku akan melindungi Yukki dan Mina apa pun yang terjadi!" Tujuan Raku mengikuti misi ini bukan hanya untuk membantu. Tapi dia ingin menjadi lebih kuat supaya bisa melindungi dua orang yang berharga dalam hidupnya itu.
---------
Unmei Series
•Ai No Koe
>Umei To Shiawase
• Penjelajah Takdir
__ADS_1
(Masih banyak yang belum rilis)
Jangan lupa like-nya ya!