Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 147 Angel Reborn!


__ADS_3

"Kaito ...," suara Yume itu membuatku tersentak dan tersadar dari alam mimpi. Tidak, aku masih berada di dalam alam mimpi sekarang ini. Di tempat yang sama, ruangan putih dengan lantai keramik yang mengkilap. Banyak benda yang bersinar seperti lampu di langit langit, dan tentu aku tak bisa melihat ujung dari ruangan ini. Dan di hadapanku ada Yume, aku akan meminta penjelasan tentang apa yang kulihat tadi.


"Yume ...,"


"Aku tau, kau sudah mengingatnya kan?" Yume mendekat kepadaku. Ia menghentikan langkahnya tepat di depanku. Dan dari kata katanya itu, ingatan.


Apa itu juga ingatan masa laluku?!


"Kau sudah mengalami banyak, sangat banyak hal sampai kau berakhir di sini." Ucap Yume lirih tanpa menatapku sama sekali.


"Sebenarnya, kamu sudah mengalami reingkarnasi lebih dari dua kali ... dan jiwa yang sekarang ada di tubuh Ai, dia bukanlah perempuan pertama yang kamu cintai." Lanjut Yume menundukan kepalanya.


Jangan bilang?! Kata kata terakhir dalam ingatan tadi?!


"Mayu, gadis yang kau lihat tadi ... Dirinya adalah Ai, dan Saika." Kata kata yang sungguh membingungkan.


"Maksudmu?" Kepalaku terlalu kecil untuk mencerna penjelasannya itu.


"Ai dan Saika dulunya adalah satu orang ... yaitu Mayu."


"Karena sesuatu terjadi, jiwa mereka membelah jadi dua dan terlahir kembali sebagai dua orang yang berbeda." Walau sedikit, tapi aku mulai paham akan apa yang ia jelaskan.


Tapi apa maksudnya Ai bukanlah orang yang pertama kucintai? Jangan bilang ...


"Yume, kata kata terakhir di ingatanku tadi ...,"


"Ya! Itu aku! Aku mencintaimu!!" Yume mengangkat kepalanya dan menatapku dengan mata yang berkaca kaca.


"Yume?!" Aku hanya bisa terpaku mendengar kata katanya itu, masa laluku ternyata lebih rumit dari yang ku bayangkan.


"Aku memilih untuk jadi malaikat, itu karena, supaya kalian bisa hidup bahagia!" Yume menggapai tangan kananku.


"Aku menggunakan Fate Restart dua kali hanya untukmu ...,"


"Walau hatiku sakit, melihatmu mencintai orang lain, bahkan sahabatku sendiri."


"Aku sudah memutuskan untuk mengalah." Ucap Yume perlahan lalu air mata mulai mengalir keluar.


Jadi selama ini, alasan Yume melakukan dua kali Fate Restart untukku. Itu karena dia mencintaiku, entah apa yang terjadi di kehidupanku yang sebelumnya, tapi yang jelas dia sudah banyak, sangat banyak berkorban untukku. Dan sekarang, ada tiga gadis yang terikat tali cinta denganku. Semakin rumit, semakin membingungkan masa laluku. Aku mengalami banyak hal sebelum aku sampai di sini, dan aku yakin itu. Yume, entah apa yang terjadi, aku tak tahu harus berbuat apa sekarang ini.

__ADS_1


"Yume, aku tak tahu harus berkata apa ...,"


"Kau tak perlu berkata kata, aku ada dalam dirimu, aku disini membantumu." Yume membelai pipiku dengan tangan kanannya.


"Jika yang ada dalam ingatanku adalah Devil King, maka ...,"


"Ya, kau akan kembali melawannya." Timpal Yume dengan senyuman tipis di wajah cantiknya itu.


"Melawan monster yang membunuhmu dalam kehidupan pertama kita ..."


"Kaito, gunakanlah Fate Breaker, jadilah lebih kuat ... dan kalahkan dirimu yang dulu!" Kata Yume seraya memelukku dengan sangat erat.


Swush!!!! Duar!!!!


Suara angin kencang disertai ledakan besar yang seharusnya membunuhku. Aku kembali ke dunia nyata, asap ledakan dan debu debu yang berterbangan itu menutupi pandanganku. Aku merasakan kekuatan yang sangat besar mengalir dalam diriku, kekuatan ini lebih besar dari Light Chaser ku, mode Fate Breaker adalah perubahan terkuat yang aku miliki. Sampai sekarang aku belum pernah bertarung sampai batasku dengan Mode ini.


Aku mengenakan jubah cahaya dan kegelapan di saat yang sama. Tubuhku seakan terbagi menjadi dua, bagian kiri adalah kegelapan, dan bagian kanan adalah cahaya. Aku memakai syal hitam kemerahan yang ujungnya sedikit terkoyak. Tunggu, Ten Kara No Ken di tangan kiriku tetap berwarna merah darah, biasanya dia berubah jadi oranye bila aku berubah ke mode ini. Dan Kensetsu di tangan kananku malah bereaksi dengan kekuatan cahayaku. Bilahnya bersinar putih terang, tak kusangka Kensetsu ini bisa menyerap kekuatan cahayaku juga.


Perlahan tapi pasti, debu dan asap yang menyelimutiku perlahan menghilang. Aku bisa melihat tiruanku yang melayang di depan bulan sabit merah darah itu. Ia menggunakan mode Light Chaser, kali ini aku yakin bahwa aku bisa mengalahkanya. Kalahkan keraguanmu dan lawan takdirmu, aku tak bisa berakhir di sini. Masih banyak hal yang belum aku ketahui, masih banyak hal yang belum aku ingat. Aku, aku akan terus berjuang, tak peduli berapa kali aku harus mati.


"Aku adalah sang kesatria pelawan takdir!"


"Teknik Cahaya: Heavenly Slash!!" Aku mengayunkan Kensetsu ku dan membuat cahaya berbentuk bulan sabit melesat ke arah Kaito palsu itu. Dia menyilangkan kedua tangan di depan dan menahan seranganku. Setelah sinarku meledak, aku langsung menyerangnya tanpa henti. Aku menebaskan kedua pedangku kesana kemari. Seranganku terus menggores tubuh cahayanya itu. Aku tahu, dia tak akan bisa terluka jika memakai mode Light Chaser. Tapi aku akan terus menyerangnya sampai dia bosan dan menyerah untuk hidup.


"Dasar tak berguna!" Kaito palsu itu mengeluarkan jurus Light Speed dan dalam sekejap mata dia ada di belakang punggungku. Aku segera berbalik dan menahan tinjuannya dengan kedua bilah pedangku. Dia kembali melakukan teleportasi dan berusaha menendangku dari belakang lagi. Aku mulai muak, aku juga menggunakan jurus Light Speed ku untuk menghindari serangannya. Tanpa basa basi aku segera mengembalikan kembaranku itu ke tanah dengan ayunan kaki kiriku. Badannya menghantam tanah dengan sangat keras dan membuat lubang besar di tengah padang pasir ini.


"Teknik Kegelapan: Heartache!" Aku melempar pedang kegelapanku, dan Ten Kara No Ken ku menancap tepat di jantung tiruanku. Tak sampai di situ saja, aku mendadak berdiri di depannya untuk mencabut pedangku yang menancap di dadanya itu. Aku membuatnya jatuh terlutut, aku memanfaatkan keadaan ini dengan menendang kepalanya sampai ia terpental jauh ke samping. Ia berguling guling dan akhirnya ditangkap oleh Saika palsu yang sudah menunggunya di sana.


Dan si mesum asli itu malah terbang mendekat dan mendarat di sampingku. Anehnya, sepertinya jubah hitamnya itu berubah, ia memiliki lebih banyak lampu yang besinar di belakang punggungnya. Dan ia juga memakai benda seperti VR (Virtual Reality) yang menutupi kedua matanya. Aku mengangkat alis ku tinggi tinggi melihat benda seperti alat yang biasa di gunakan untuk bermain game iti.


"Etto? Saika? Kenapa kamu pake VR?" Tanyaku bingung.


"Ini bukan VR Senpai, aku berada di mode Cyber Shield Mark II." Jawab Saika menjelaskan semuanya. Ternyata benda itu juga bagian dari Zirahnya. Pantas saja, tapi menurutku keren juga sih. Sepertinya dirinya juga berhasil melampaui kekuatannya sendiri. Dan sekarang, kami bertarung melawan masa lalu kami sendiri. Dengan kekuatan kami yang sekarang, kemenangan pasti sudah ada di genggaman tangan.


"Saika, kita akan menyerang mereka bersama dan akhiri semua ini." Ujarku menatap tiruan kami itu tajam.


"Kita pakai serangan kombinasi saja Senpai!" Saika mengutak atik tombol yang ada di balik perisai yang menempel di lengan kanannya itu.


"Kombinasi?" Aku mengeryit heran.

__ADS_1


"Shield Open!!" Teriak Saika lalu perisai yang menempel di lengan kanannya itu otomatis terlepas dan melayang di udara. Tak sampai disitu saja, piringan baja hitam itu terbelah menjadi dua dan di tengahnya terdapat cahaya biru yang sangat terang. Setitik cahaya itu perlahan memanjang menjadi garis vertikal yang ada di tengah perisai yang terbelah dua itu. Dan pinggiran piringan perisai Saika mengeluarkan benda tajam seperti bilah pedang. Perlahan perisai itu melayang ke hadapan kami berdua.


"Senpai, kita bisa mengalahkan mereka!" Saika menggenggam lengan kananku. Dan sekarang terilihat jelas, cahaya biru itu membentuk sebuah busur panah. Sekarang yang ada di hadapanku adalah senjata berbentuk aneh. Busur panah cahaya yang berada di tengah perisai yang tebelah jadi dua.


[System Online]


[Access Confirm Kaito!]


Hologram yang tiba tiba keluar di hadapanku. Aku sangat bingung dan tak tahu harus berkata apa.


"Senpai, gunakan Ten Kara No Ken ...," pinta Saika dengan tatapan dingin yang selalu ia pancarkan padaku. Dan di saat yang sama kedua pedang di tanganku ini melayang di depanku. Aku segera memilih Ten Kara No Ken yang melayang di sebelah kiri. Aku melangkah maju mendekat ke arah senjata aneh Saika itu. Saat aku mendekat, pedang cahayaku otomatis tertarik dan menempel di busur panah cahaya itu dengan posisi Horizontal dan ujungnya menunjuk ke arah musuh. Tali panah tipis pun mulai terbentuk, dan ini pasti saatnya aku menembakannya.


"Senpai, kita tarik sama sama!" Saika menggenggam gagang pedangku terlebih dulu. Aku pun segera menggenggam tangannya dan bersiap untuk menarik pedang yang jadi anak panah ini.


"Tarik!!" Saika memberi aba aba dan kami pun menarik pedang ini bersama sama. Kami menariknya sekuat tenaga sampai pedangku ini tak lagi bisa mundur lagi, tali cahaya itu pasti sudah sampai batasannya. Sekarang tinggal melepaskannya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Fate Breaker Shoot!!!" Kami berteriak bersama dan melepas genggaman tangan kami di saat yang sama juga. Alhasil pedangku itu meluncur dan berubah menjadi cahaya yang sangat terang, hampir mirip bintang jatuh yang sangat indah. Sangat cepat, cahaya itu melesat jaub kedepan dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudian terlihat kilatan cahaya dan anak panah itu menghilang entah kemana. Dan tepat saat itu juga terjadi ledakan besar, sangat besar. Cahaya dari ledakan itu sangat menyilaukan mata, cahaya ledakan itu membentuk bola yang semakin membesar dan menelan semua yang ada di sekitarnya. Kalau begini terus, kami juga bisa tertelan oleh bola cahaya itu.


Apa tidak apa apa?!


"Senpai!" Saika meraih tangan kananku dan menggenggamnya dengan sangat kuat. Kami berdua di telan oleh cahaya terang itu, aku memejamkan mata karena tak bisa menahan silau yang menusuk mataku. Hening, sekarang suasananya sangat hening dan tenang. Tak ada satupun suara, apa aku mati? Apa berhasil?!


"Hahahaha! Kalian bertiga berhasil lagi rupanya!" Suara pria yang terdengar bergema. Alangkah terkejutnya aku setelah membuka mata, aku melihat monster naga bersisik merah menyala, dua sayap yang besar dan beberapa lubang di sayap itu. Empat kaki dengan cakar raksasa, tinggi dan panjang sekali tubuhnya. Itu dia, Devil King.


Bertiga?


"Ai?! Ai?! Kenapa kamu di sini?!" Aku sangat sangat tak mengerti bagaimana Ai bisa tiba tiba berdiri di sisi kananku.


"Eh? Bukannya tadi aku tidur di rumah ya?" Ai terlihat bingung sembari melihat sekeliling.


"Dan, apa apaan naga itu?!" Ai mulai ketakutan menyadari raja setan yang berdiri tak jauh di depan kami.


"Apa kau masih berusaha untuk mengalahkanku? Hahaha, dasar Dewa sok kuat!" Naga itu terus saja terkekeh saat melihat kami kembali berdiri di hadapannya.


Dan Dewa?! Apa maksudnya?!


--------------------


Whehehe, gimana seru gak?

__ADS_1


aku dah nulis agak banyak nih, jangan lupa likenya ya ...


__ADS_2