Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 213


__ADS_3

Belakangan ini, banyak makhluk neraka yang keluar dari Jigoku Gate. Selain Akame biasa, ternyata mereka memiliki jenis jenis lain. Akame bertubuh besar berotot dengan kulit warna merah. Aku pernah bertarung melawannya beberapa waktu. Kelemahannya adalah batu permata merah yang ada di dahinya.


Jenis Akame itu disebut Yokukame, singkatan dari Tsuyoku Akame. Si mata merah yang kuat. Alasan dari nama itu adalah mereka lebih kuat dari Akame pada umumnya. Lalu, Akame bersayap yang barusan aku lihat. Ia diberi nama Tsukame, Tsubasa Akame, Si mata merah yang bersayap. Itulah arti namanya. Mungkin masih ada banyak jenis lain di dalam neraka. Hanya saja mereka masih belum menunjukan batang hidungnya.


Lalu soal Anubis, dia adalah salah satu dari penguasa Underworld. Dia adalah dewa kematian sama seperti Shinjiro. Eden dan Underworld memiliki penguasa masing masing. Dan mereka disebut dewa. Eden bisa disebut sisi putih, dan Underworld adalah sisi gelap.


Setiap sisi memiliki dewanya masing masing. Beberapa diantaranya adalah, dewa kematian, dewa keabadian, dewa perang, dan dewa kedamaian. Sampai saat ini pengetahuan Arin belum bisa menemukan dewa lainnya. Tapi tentu informasi ini sangat berguna. Walau Arin hanya tahu nama dewa dari kedua sisi.


Para penguasa sisi terang yaitu. Shinjiro sebagai dewa kematian, Leonidas sebagai dewa perang, dan Kazura sebagai dewa kedamaian. Posisi Dewa Keabadian kosong sejak diusirnya Dewa Kaito dari Eden.


Lalu penguasa sisi gelap, dimulai dari Devil King sebagai dewa perang. Dewa kematian diisi oleh Anubis, Hades mengambil peran sebagai dewa keabadian. Tentu Underworld tidak membutuhkan dewa kedamaian. Lalu yang menggantikan posisi itu ialah Dewi Penderitaan, Osiris.


Ya, maupun Eden atau Underworld, mereka memiliki penguasa tertinggi masing masing. Seperti yang aku ketahui, God adalah penguasa sisi terang. Tapi yang membuatku berat menerima kenyataan adalah, Kurai Munmei. Ia adalah penguasa tertinggi Underworld. Jadi, sekarang aku berada di situasi dimana Ai diculik dan diseret ke neraka.


Begitulah penjelasan singkat yang diberikan oleh Arin. Beberapa jam lalu dia mengunjungiku hanya untuk menjelaskan hal itu. Entah apa isi kepalanya, sepertinya ini akan berguna di masa depan nanti.


Langit merubah warnanya menjadi oranye, sang surya sudah lelah menyinari hari. Sore ini aku tergeletak lemas di atas tanah dan hanya beralaskan kain tipis. Suara bising dari banyak orang yang berusaha mengobati anggota yang terluka. Sekarang inu aku berada di dalam tenda besar berwarna putih. Tenda ini berisikan korban luka luka akibat mempertahankan Bunker dari serangan Akame.


Tenda ini terletak di tengah hutan Hagume. Tanah lapang yang tercipta karena pertarunganku dan Takumi di sini ternyata ada manfaatnya. Lapangan kecil berbentuk lingkaran dan pohon sebagai bentengnya. Tidak ada satu pun Akame yang menginjakan kakinya disini. Karena para setan itu fokus ke Bunker, tempat ini jadi aman.


"Senpai? Apa butuh sesuatu?" Pertanyaan pertama dari Saika.


Sedari tadi ia duduk di samping kananku dan membisu. Mungkin ia gugup dalam situasi seperti ini. Melihat banyak orang yang terbaring penuh luka di dalam sini, Saika pasti sedikit tertekan. Selain diriku, sekitar puluhan orang juga berbaring di atas tanah dengan hanya beralaskan kain hitam. Berbaris seperti di rumah sakit, ratusan perawat dan tenaga medis berkeliaran di sini untuk membantu para korban peperangan ini.

__ADS_1


Ternyata, peperangan ini tidak hanya melibatkan Tenshi dan Detroit. Para anggota militer negara Hatsu ini juga ikut membantu. Menggunakan peralatan dan senjata seadannya mereka ikut ambil bagian di garis depan. Orang orang tak bersalah itu terlibat, dan semua ini adalah salahku.


"Nee ... Saika, kamu udah minum?" Tanyaku dengan senyum tipis.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Kaito sedang beristirahat di tenda medis. Ada pembicaraan penting yang dilakukan antara tokoh cerita ini, dan tokoh cerita lain. Siapa lagi kalau bukan Tomoya dan Fuyuka. Bukan hanya mereka berdua, Munmei juga diundang dalam pembicaraan penting ini.


Mereka berada di ruangan putih yang luas. Dengan meja bundar futuristik di tengahnya. Lampu lampu terang berada di atas langit langit ruangan ini. Ruang perencanaan di lantai Omega Bunker Natsu. Jika ada sesuatu yang penting, maka Tomoya akan memanggil mereka kesini.


Fuyuka berdiri di sisi kanan Munmei, dan di seberang meja bundar hadapan mereka ini. Berdiri pemimpin tertinggi organisasi Fate Protector. Okino Tomoya, laki laki pirang berkacamata yang memakai seragam militer warna putih. Ia benar benar terlihat gagah saat ini.


"Jadi, maksud kalian, kita harus menghancurkan Underworld untuk selamatkan Ai?" Ujar Tomoya dengan wajah datarnya.


"Ya, karena siapa saja yang masuk ke Underworld akan mati. Tapi bukan mati dalam arti sebenarnya. Roh mereka akan terpisah dari tubuh." Jelas Fuyuka melipat tangannya di dada.


"Artinya, tubuh mereka masih di sini, sementara yang bertarung di sana hanyalah roh?" Tomoya menahaminya dengan sangat cepat, otak encernya itu memang sangat mengagumkan.


"Selain itu, siapa yang akan kesana, dan siapa yang akan tetap di sini." Munmei juga memikirkan pertahanan dunia ini. Jika Kaito, Saika, Munmei, dan Fuyuka ke Underworld. Otomatis kemampuan bertahan Fate Protector akan berkurang. Dengan mudah Bunker akan bisa diterobos oleh salah satu penguasa sisi gelap.


"Hmm, aku akan memikirkan cara ...," Tomoya menundukan kepala dan melipat tangannya di depan dada.


"Iya juga, lebih baik aku katakan ini sekarang ...,"

__ADS_1


Munmei membeberkan rahasia terbesar yang ia miliki. Alasan kenapa ia dibuang dari Eden, itu karena Munmei memiliki dua kepribadian. Mirai Munmei adalah Dewi Pedang milik Eden. Tapi di saat yang sama, dia adalah Dewi Pedang Underworld.


Gadis eropa rambut pirang dengan bola mata kehijauan. Gaun biru dengan kombinasi warna putih. Dan pita merah yang mengikat rambutnya. Itu adalah wujud Munmei saat ini. Hikari no Kishi, dalam kondisi ini ia berpihak pada Eden. Akan tetapi suatu saat kendali tubuhnya bisa hilang dan berubah jadi Yami no Kishi.


Retakan aneh akan muncul di sekujur tubuhnya. Dari dalam celah itu muncul cahaya seperti bara api, begitupun yang terjadi dengan pedang Munmei. Gaunnya akan berubah jadi sedikit gelap. Matanya juga akan berwarna kuning pudar. Jika itu sampai terjadi, Munmei ada di pihak sisi gelap.


"Terlalu berbahaya kalau kamu ikut masuk ke Underworld ya kan?" Tomoya memutuskan untuk menarik Munmei dari misi penyerangan Underworld.


"Yang utama saat ini adalah, menekan jumlah iblis yang terus keluar dari gerbang neraka." Tomoya menegakan tubuh dan pandangannya.


"Menurut analisaku, pihak sisi gelap akan menyerang bumi ini dalam waktu dekat. Jadi, aku minta kalian mempersiapkan diri." Ucap Tomoya tegas lalu melangkah meninggalkan ruangan ini.


Keheningan melanda sejenak setelah pintu ruangan ini otomatis tertutup. Mereka berdua hanya berdiri tanpa suara, dan tetap menghadap ke meja bundar putih itu.


"Mei, seriusan lah?! Masa kamu bisa jadi setan?!" Oceh Fuyuka memecah keheningan di ruangan ini.


"Hoi?! Kamu juga, masa suka sama adik sendiri!?" Balas Munmei mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Fuyuka.


"Kok nyambungnya ke situ?!"


"Ya bodo amat! Salah sendiri mulai!"


"Haaa?!"

__ADS_1


Dengan ini pertengkaran kecil mereka berlanjut. Dua tokoh penting dari cerita lain, dipertemukan dalam satu cerita yang mulai kacau.


__ADS_2