Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 136


__ADS_3

Takumi


"Takumi-kun ... ada apa kau kembali ke sini?"


Sunyi, aku duduk di sofa yang dikhususkan untuk satu orang saja ini. Sofa warna hitam ini sangat empuk dan nyaman. Aku berada di ruangan yang setengah gelap dan setengah terang. Setengah gelap karena lampu ruang gedung ini tak dinyalakan. Terang karena ada pancaran cahaya masuk dari kaca gedung yang menyajikan pemandangan kota Natsu. Ini adalah lantai tiga puluh, dari sini aku bisa melihat semuanya.


Tentu aku tak sendiri, aku ditemani seorang pria yang duduk di sofa yang sama seperti tempat dudukku ini. Kami dipisahkan oleh meja bundar kayu kecil yang di atasnya terdapat dua gelas teh hangat. Kami duduk menghadap keluar jendela untuk sekedar menikmati pemandangan indah, dan sangat menyedihkan. Sebentar lagi, kota ini akan hancur karena perang yang akan segera terjadi. Biar kuberi tahu, pria dengan rambut hitam sebahu di sampingku ini adalah pendiri Enjeruhanta.


Dia jahat? Tidak, dia hanya ingin takdir dunia ini berjalan seperti seharusnya ...


Namanya adalah, Tetsujo Dai. Tetsujo adalah nama klan yang sangat dihormati. Tentu saja karena jasa Tetsujo Kamui, pemilik pedang Kaito itu. Dai adalah satu satunya klan Tetsujo yang masih hidup sekarang ini. Bisa kubilang dia ini juga ingin melawan takdirnya. Keluarga Dai adalah samurai sejati, mereka akan selalu mengikuti keinginan dari pendahulunya. Mengubah dunia ini menjadi surga, ya aku tahu, itu sangat-sangat mustahil. Untuk apa Tuhan menciptakan surga kalau bumi ini saja sudah seperti surga itu sendiri.


Dai bukanlah ahli pedang, tapi bukan berarti ia tak bisa bertarung. Harus kuakui, darah dari klan Tetsujo itu spesial. Mereka jauh lebih kuat dari manusia biasa. Walau tak memiliki sihir atau kekuatan malaikat. Dai tetap bertarung dengan senjata seadanya sekarang ini. Pistol, pisau, dan hampir semua senjata bisa ia kuasai. Aku adalah Tenshi terkuat, tapi aku belum tentu bisa mengalahkannya dalam duel satu lawan satu.


"Dai, aku hanya ingin bertanya ..."


"Aku tak ingin terus seperti ini, aku ingin bebas dari DH, Enjeruhanta, dan Shogun."


"Selama aku masih ada di antara mereka ...,"


"Hidupku tak akan pernah tenang."


"Aku ...," aku menundukan kepala karena kehabisan kata kata.

__ADS_1


"Takumi, sebentar lagi ini semua akan segera selesai ... musim dingin ini, kita akan menentukan organisasi mana yang bertahan." Ucap Dai sembari menyeruput segelas tehnya.


"Entah seberapa banyak korbanya ... tapi kita harus melakukannya kan?" Aku kembaki menikmati pemandangan kota di depan mataku ini.


"Mirai Kazuki, kalau masuk bilang permisi dong ...," Dai tersenyum tipis saat menyadari ada satu lagi pria yang bersandar di dinding samping pintu masuk itu. Pria yang mengenakan kemeja putih, rompi hitam dan jaket panjang yang ekornya hampir menyentuh lantai. Jaketnya itu gabungan dari jubah dan juga jas, nama lainnya adalah Long Coat. Rambut putih dan bola mata warna ungu. Ya, aku tahu dia adalah ayah dari pacar pertama Kaito. Terlihat dari nama keluarganya. Mirai, keluarga besar yang sangat dihormati.


Dan aku yakin Kaito akan terkejut bila ia mengetahui semua hal ini. Mirai Kazuki, dia adalah pemimpin tertinggi di Demon Hunter. Singkatnya, dialah yang memegang atau memiliki Demon Hunter sekarang ini. Kazuki dan Dai adalah sahabat dari masa kecil. Mereka punya cerita yang terlalu panjang untuk kujelaskan.


"Hmm, perang akan segera berlangsung, sebentar lagi kita akan mengetahui siapa dalang di balik Shogun itu." Kata Kazuki tetap bersembuyi dalam kegelapan.


"Takumi, gimana kabar anakku?" Lanjut Kazuki bertanya padaku.


"Hmm, dia baik baik saja bersama pacarnya ... malah mereka tinggal bersama." Aku menyeruput sedikit segelas teh hangat milikku.


"Hmm, bukan dia! Maksudku adalah Saika!" Sergah Kazuki.


Maksudku, jika dia bisa mengembalikan anggota tubuh Saika. Dia tetap tak mau menyembuhkan penyakit anaknya yang satu lagi. Bahkan aku yakin, Ai akan bisa mendengar lagi dengan sedikit bantuan teknologi yang mereka miliki. Sampai sekarang, aku tidak tahu siapa istri Kazuki. Benar benar kacau keluarga mereka. Aku akan menahan mulutku dan tak menyampaikan fakta ini pada Kaito. Jika tidak, kekacauan besar pasti akan terjadi.


"Kazuki ... jangan bawa masalah pribadi di sini!" Dai kembali mengingatkan sahabat lamanya itu.


"Baiklah, aku akan melupakan semua itu untuk sekarang ini ...," Kazuki melangkah maju dari pintu yang berada di belakangku dan Dai. Dia keluar dari kegelapan dan terus maju mendekati kaca ruang gedung ini.


Biarku jelaskan, Kazuki, Dai, dan aku sering berkumpul di sini untuk bersantai. Aku berada di antara dua ketua organisasi yang saling berlawanan. Walau tujuan mereka berdua berbeda, tapi mereka masih saling menganggap satu sama lain dengan kata Teman. Aku sangat setuju dengan tujuan Demon Hunter. Menyelamatkan dunia dan membuat Tenshi bekerja seperti seharusnya.

__ADS_1


Tanpanya, banyak Tenshi akan menyalah gunakan kekuatannya untuk berbuat kejahatan. Tapi karena DH langsung merekrut dan memperjelas tujuan hidup para Tenshi, kami terus memiliki tujuan hidup dengan cara bertarung. Namun, setelah menyadari sisi gelap yang Kazuki miliki. Pemikiranku sedikit berubah.


Tetsujo Dai, sebenarnya dia adalah pria berhati mulia. Dialah yang terlebih dulu menjadi ketua Demon Hunter. Tapi, karena kekejaman takdir, Dai merubah pemikirannya seratus delapan puluh derajat. Dari yang awalnya ia ingin menyelamatkan dunia seperti keinginan Kamui. Dai sekarang hanya ingin takdir berjalan sesuai seharusnya. Itu karena, kekasihnya meninggalkan dunia ini ketika bertarung dengan para iblis. Karena itulah Dai juga ingin orang lain merasakan apa yang ia rasakan.


Mereka berdua bagaikan cahaya dan kegelapan. Jika tidak ada kegelapan, maka cahaya tak akan ada gunanya. Dan jika tak ada cahaya kegelapan akan kehilangan namanya. DH dan Enjeruhanta akan bersatu untuk mengungkap siapa yang bersembunyi di balik layar Shogun itu. Peramal Demon Hunter sudah berkata bahwa ada pasukan Akame dan iblis yang akan keluar dari neraka di musim dingin ini. Semua gerbang neraka akan terbuka dan memuntahkan semua iblis yang ia bisa. Sudah tak ada cara lagi untuk menyembumyikan semua ini dari mata masyarakat seluruh dunia.


"Ya sudah, aku akan pergi ... nikmati waktu kalian berdua." Aku berdiri dari tempat dudukku dan memasukan kedua tanganku ke dalam saku jaket.


"Takumi, tolong selamatkan Saika dia dalam bahaya." Kata Kazuki terus memandang keluar jendela.


Cih, terus saja begitu.


Malam itu waktu terjadi pertarungan di sekitar gunung


Okiyama. Dia juga memerintahkanku untuk menyelamatkan Saika, padahal aku yakin, Kaito bisa mengalahkan detroit itu bersama Saika. Sampai kapan dia terus buta? Sampai kapan dia membuang Ai?


"Hmm, baiklah." Aku menunduk dan melangkah perlahan menuju ke pintu keluar.


"Kazuki, jangan lupakan anak kedua mu ...,"


"Walau dia berbeda dengan kakak dan adiknya ... dia tetaplah anakmu!" Ucapan terakhirku sebelum aku keluar dari ruangan itu.


----------------------

__ADS_1


Jangan lupa like yah hehe ...


See you next chapter guys!


__ADS_2