Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 146 Fight The Fate!


__ADS_3

Booom!!!


Ditengah kegelapan malam yang menyelimuti, bulan sabit berah darah yang membuat suasana semakin mencekam. Dua manusia setengah iblis saling beradu untuk menentukan siapa yang lebih kuat. Setelah ledakan besar terjadi, masing masing dari kami melompat mundur dari kepulan debu yang menutupi pandangan.


Aku menatap tiruanku itu dengan tatapan tajamku. Aku berdiri dengan menggenggam Kensetsu di tangan kanan dan Ten Kara No Ken di tangan kiriku. Nafasku mulai tak beraturan. Staminaku terkuras habis karena pertarungan ini. Tapi, Kaito palsu di hadapanku sama sekali tak terlihat lelah. Setetes keringat pun tak terlihat. Walau jubah merahnya itu sudah terkoyak karena pedangku, dia sama sekali belum terluka.


Sedangkan tangan kiriku sudah terluka sejak awal, memang awal yang buruk. Untuk sekarang dia pasti jauh lebih unggul dariku. Dan menurutku dia tidak memiliki stamina, cheat unlimited energy. Jika ingin memenangkan game ini, aku harus memikirkan strategi yang tepat. Kalau begini, health milikku sudah berkurang sedikit. Sedangkan dia masih punya kesehatan dan stamina yang penuh.


"Kenapa? Kau lelah?! Dasar sampah! Kau memang tak layak untuk hidup!" Tiruanku itu terus saja melontarkan kata kata pedasnya.


"Aku akan mengakhirimu sekarang juga!" Teriaknya dan kedua pedangnya itu berubah jadi butiran cahaya. Di saat itu juga tubuhnya bersinar sangat terang, rambutnya berubah jadi putih. Light Chaser, hal yang paling tak ku inginkan terjadi. Dia menggunakan kekuatan yang tak bisa kugunakan sekarang ini. Kalau begini, aku tak bisa berdiam diri. Aku harus berpikir cara untuk mengalahkannya.


"Mati!!!!" Dia melesat kearahku dan melayangkan tinjuannya tepat ke wajahku. Aku membentuk huruf X dengan kedua bilah pedangku untuk menahan pukulannya. Sia sia, usahaku tidak sepenuhnya menahan pukula super kuatnya itu. Aku tetap terpental ke udara dan terbang tinggi ke atas langit. Aku tahu serangan ini, dia pasti akan ada di belakangku untuk mengembalikan aku ke tanah.


"Aaaaahhhgggg!!!" Teriakku membakar semangat. Benar saja, Kaito palsu itu ada di belakangku dan bersiap untuk menendangku kembali ke tanah. Aku segera berbalik dan menangkis tendangannya itu dengan tangan kiriku. Ya, percuma, aku tetap terlempar kembali jatuh ke tanah karena tak bisa menahan serangan luar biasa kuatnya itu. Punggungku menghantam tanah dan aku membuat kubangan di tengah padang pasir ini. Debu debu kembali melayang di udara. Kalau aku jadi dia, sebentar lagi aku akan menembakan bola cahaya.


"Sial ...," gumamku saat melihat Kaito palsu itu mengumpulkan energi cahaya di depan telapak tangannya. Aku, aku tak bisa bangkit berdiri, ini adalah akhir dari hidupku, dibunuh oleh diriku sendiri. Aku hanya bisa diam saat melihat bola cahaya itu meluncur mendekatiku. Semakin dekat, semakin besar, semakin bercahaya. Aku memejamkan mataku dan bersiap menerima hantaman.


"Kaito!!!"


Suara teriakan seorang gadis yang tak asing. Sontak aku pun membuka kembali kedua kelopak mataku. Dan alangkah terkejutnya aku, ruangan putih tak berujung. Cahaya cahaya seperti lampu yang bersinar terang di langit langit. Seseorang ada di samping kananku, gadis rambut putih yang diikat pita hitam. Mata merah padamnya yang menyejukan hati. Ia memakai gaun putih bersih, dia juga memakai sarung tangan demgan warna yang sama. Ada pedang besar yang ia genggam menggunakan kedua tangannya itu. Yume, Tenshi Yume, aku kenal dia. Tapi, bukannya dia sudah tak bisa bertarung lagi? Katanya sekarang dia hanya roh biasa?

__ADS_1


"Hoi!! Fokus ke depan!!" Pekik Yume memperingatkanku.


"Ha?!" Aku pun melakukan apa yang ia perintahkan. Lagi lagi, kejutan tiada hentinya datang seperti ombak air laut di bibir pantai. Aku melihat monster naga raksasa dengan total tinggi sekitar lima puluh meter. Ia memiliki empat kaki dengan cakar tajam, sepasang sayap besar di punggungnya. Di sayapnya terdapat lubang lubang bekas pertarungan yang pernah ia alami. Naga itu bersisik warna nerah menyala, mata kuning dengan garis hitam ditengahnya. Monster itu juga memiliki taring tajam dan gigi gigi raksasa yant terlihat ketika dia membuka mulutnya. Panjangnya hampir empat ratus meter, dengan tubuh seperti itu, dia bisa dengan mudah membunuh kami seperti dua ekor semut.


Tunggu, aku mengenakan zirah besi putih bersih juga. Aku membawa sebilah pedang besar sama seperti milik Yume. Aku bingung, aku sungguh tak mengerti apa yang sedang aku jalani sekarang ini.


"Yume?! Apa itu?!" Tanyaku panik.


"Devil King!!" Jawab Yume tetap.memfokuskan padangannya ke arah monster raksasa itu. Jadi itu bentuk raja setan yang sebenarnya, tak ku sangka sosoknya benar benar mencerminkan raja neraka. Aku sering melihat naga di anime atau game, tapi yang ini jauh lebih menyeramkan dari pada yang ada di gambar. Dan yang lebih membuatku bingung, apa aku akan melawannya?!


"Jangan lupakan aku master!" Sergah seorang gadis yang tiba tiba berdir di sisi kiriku.


Master?!


"Tunggu?! Kamu siapa?!" Aku mengangkat alisku tinggi tinggi.


"Kaito! Jangan aneh aneh! Mayu, sudah kubilang jangan datang ke sini!" Yume terlihat sangat panik saat melihat gadis bernama Mayu itu di sini.


"Kaito, lebih baik kau bawa pergi Mayu! Biar aku yang melawannya!" Tambah Yume.


"Aku tak tahu apa yang terjadi di sini, tapi aku tak akan meninggalkanmu!" Aku menolak perintahnya itu mentah mentah. Setelah itu, tubuhku bergerak tanpa kendaliku. Aku langsung berlari maju tanpa gentar sedikit pun ke arah monster setinggi gedung pencakar langit itu. Dan di saat yang sama semua jadi gelap, aku tak bisa melihat apa pun. Tak ada sedikit pun cahaya di sini. Tunggu, ada, aku melihat secercah cahaya tak jauh di sana. Aku berusaha menggapainya dengan tanganku. Ya, begitu, lebih terang, cahaya itu membesar dan aku kembali bisa melihat.

__ADS_1


"Ha?! Mana mungkin?!"


Aku membuka mataku lebar lebar saat melihat Yume tersungkur di lantai putih ini dengan badan yang sudah penuh dengan luka. Darah sudah mencucur keluar dan menggenang di sekitar tubuhnya. Tak sampai di situ saja, aku melihat Mayu berdiri di depanku. Sebilah besi tertancap di perutnya, dan ujung besi itu sampai tembus ke punggungnya. Aku bisa melihatnya dengan jelas, darah bercucuran keluar membuat pakaian putihnya itu berubah warna. Dia berbalik dan terjatuh di pelukanku.


"Master, maaf ...," ucap Mayu lirih dengan darah yang keluar dari mulutnya.


"Apa yang?!" Aku melihat ke depan dan naga itu sudah bersiap menembakan bola api yang sangat besar di dapan mulutnya. Aku tak mengerti, aku sungguh bingung. Sebenarnya apa yang terjadi sekarang ini?!


"Kaito, sampai jumpa di kehidupan selanjutnya ...," Yume ternyata masih hidup, dia mengucapkan kata kata terakhir sebelum ajal menjemput kami bertiga. Dan benar saja, naga itu menembakan bola apinya dan dengan sangat cepat bola api itu melesat ke arah kami.


"Kaito, aku mencintaimu ...,"


----------------------



Azuya Mayu, nah loh siapa nih cewek?!



Tenshi Yume

__ADS_1


- Wehehe, makin pusing? sama aku juga ... BTW makasih buat kalian yang udah support aku sampe sini ya!


jangan lupa likenya juga ... makasih banyak ...


__ADS_2