Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 12


__ADS_3

"Hmm ... apa kamu iblis?" Tanyaku dengan wajah bosan.


"Hahaha ... anak yang luar biasa ... kau tak terlihat takut sama sekali ya?" Bocah itu bicara layaknya seorang pria tua jahat yang menyeramkan.


Aku memejamkan kedua mataku dan menghirup nafas dalam dalam. Entah kenapa tubuhku bergerak dengan sendirinya. Aku tak tahu kenapa tapi sepertinya ini bukan pertanda buruk.


"Dewa ... tolong pinjamkan kekuatanmu padaku," tiba tiba mulutku mengeluarkan kata kata yang sama sekali tak aku pikirkan.


Saat aku membuka mataku, cahaya putih berkumpul di depanku. Sedikit demi sedikit kumpulan cahaya itu membentuk sebuah benda yang panjang. Dan secara otomatis tangan kanan ku bergerak menuju cahaya itu.


Aku membuka telapak tanganku di bawah cahaya itu dan sekarang terlihat jelas cahaya itu membentuk sebilah pisau. Tiba tiba cahaya itu berubah menjadi sebilah pisau sungguhan yang terjatuh di atas telapak tanganku.


"Woo ... ternyata kamu bukan manusia biasa," suara iblis api yang mengambil alih tubuh bocah SMP itu.


Aku menggenggam gagang pisau ini dengan tangan kananku. Dan di saat yang sama mata kiriku tiba tiba terasa sangat sakit.


"Sial ... kenapa ini?" aku menutupi mata kiri ku dengan tangan kiriku sembari menahan rasa sakit yang luar biasa ini.


Sesaat kemudian rasa sakitnya mereda dan saat aku melepas tangan kiriku dari wajahku. Aku terkejut melihat retakan retakan aneh yang muncul di lengan tangan kiriku. Retakan yang sama yang ada di wajah bocah yang kerasukan iblis itu.

__ADS_1


"Ke-kenapa?! ... Kenapa kau juga punya kekuatan iblis?!" Kata sang iblis itu terkejut.


Aku yang merasakan ada yang aneh dengan wajah bagian kiriku pun mengarahkan bilah pisau yang aku genggam ke depan wajahku dan melihat pantulan wajahku dari bilah pisau yang mengkilap itu. Aku bisa melihat mata kiri ku berubah seperti milik bocah SMP itu. Mata hijauku berubah menjadi warna merah menyala dan pinggiran bola mata ku berwarna hitam. Dan ada beberapa retakan yang ada di pipi hingga kening bagian kiri wajahku.


Jadi ini yang dimaksud dengan setengah iblis. Lagi lagi tubuhku bergerak dengan sendirinya. Jari telunjuk tangan kiriku menyetuh bilah pisau yang mengkilap ini dan mulai lah terjadi hal yang menakjubkan. Bilah pisau dengan panjang hanya sekitar 8 sentimeter ini bersinar terang dengan cahaya warna putihnya.


Beberapa saat kemudian bilah pisaunya memanjang dan terlalu panjang jika disebut pisau. Pisau di tanganku tadi berubah menjadi pedang bercahaya merah darah. Entah kenapa aku merasakan kekuatan yang besar mengalir di pedang ini.


"Dasar manusia aneh!!!" Teriak iblis itu sembari membuka mulutnya lebar lebar.


Aku bisa melihat api mulai berkumpul di dalam mulut bocah itu. Aku sama sekali tak merasakan takut. Dengan percaya diri aku mulai melangkah maju perlahan.


"Payah!! ... Mati kau!!!"


Swush!!!


Bola api besar keluar dari mulut bocah itu dan melesat cepat ke arahku. Dan di saat bola api itu tepat berada di hadapanku, dengan santai aku menebasnya menggunakan pedang yang ada di tangan kananku ini. Bola api itu terbelah dan meledak tepat di depanku.


Takku sangka aku memiliki kekuatan luar biasa seperti ini. Aku bisa melangkah maju tanpa rasa takut mendekat ke arah bocah SMP yang diselimuti oleh api yang membara itu. Iblis itu seakan terpaku melihatku yang melangkah semakin dekat padanya.

__ADS_1


Entah kenapa aku baru menyadari ada benda yang bersinar di tengah dada bocah itu. Sepertinya itu adalah jantung iblis. Warnanya merah seperti darah dan berkilauan seperti batu permata.


Aku menghentikan langkahku ketika jarak kami berdua hanya tinggal beberapa sentimeter. Aku mengarahkan ujung pedangku yang tajam ke arah jantung iblis itu.


"Dengan cahaya aku membersihkan rasa penyesalanmu ... dan dengan kegelapan aku melenyapkan penderitaanmu," lagi lagi aku mengatakan hal aneh yang entah datang dari mana.


Disaat yang sama bilah pedangku yang berwarna merah darah ini berubah warna menjadi sinar putih yang sangat terang. Tanpa pikir panjang aku menusukan ujung pedangku ke jantung iblis itu.


Krak!!!


Jantung iblis itu benar benar keras seperti batu permata. Perlahan jantung iblis itu mulai retak dan akhirnya pecah.


Pyar!!!


Jantung iblis itu pecah berkeping keping. Dan di saat yang sama aku mendapat sebuah pengelihatan. Aku melihat bocah laki laki itu di jauhi teman temannya dan dia sering di bully karena dirinya yang pendiam itu.


Aku bisa merasakan penyesalan bocah ini karena telah terlahir di dunia ini. Kebenciannya terhadap dunia ini membuatnya terkena kutukan iblis dan membuatnya jadi seperti ini. Dan di saat yang sama pedang di tanganku kembali berubah menjadi cahaya dan akhirnya lenyap begitu saja.


Api yang membakar bocah itu perlahan padam dan wajah nya kembali seperti yang seharusnya. Mata bocah itu juga kembali berubah seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2