
Suara jam dinding yang berdetak. Bau debu bercampur kertas kertas tua. Cahaya oranye masuk melalui jendela yang terbuka lebar. Tirai yang menari nari karena angin musim semi.
Aku duduk di samping Mirai Ai yang sedang sibuk dengan ponsel yang ia genggam. Rambut hitam panjang, bola mata ungu yang berkilauan. Bibir merah merona yang tersenyum tipis. Mata ku tak bisa lepas darinya.
Apa ini? ...
"Kaito Kaito ... ini nih ... ada lomba menulis musim semi tahunan ...", Ai menarik lengan seragam ku sembari menunjukan layar ponselnya di depan wajah ku.
"O-ohh ...", aku terperanjat dan tak tahu harus berkata apa.
"Kaito ... kamu sehat kan?", tanya Ai seraya menyentuh kening ku dengan punggung tangannya.
"Eh?!"
Aku malah salah tingkah dan pipi ku memerah karena sentuhannya itu.
"Ohh ... maaf ...", Ai segera melepaskan tangannya dan memalingkan wajahnya dari ku.
Pipinya yang mengeluarkan rona merah itu seakan memberi tahu ku dia sadar kalau aku salah tingkah setelah disentuh olehnya.
"Ai ... apa kamu kesepian di rumah sendirian?", pertanyaan yang tiba tiba keluar dari mulut ku.
"He? ... kesepian?", Ai menatap ku bingung dan sedikit memiringkan kepalanya.
"Emm ... maksud ku ... kamu boleh kok ke rumah ku buat nemenin Hanabi ..."
"Ohh ... pasti dia juga kesepian karena kamu selalu pulang malem ya kan?"
"Hmm ... gitu lah ...", aku sedikit merasa bersalah karena membuat adik ku satu satunya itu kesepian.
"Ya udah ... sekalian aku nginep aja boleh gak?", tanya Ai dengan matanya yang berbinar itu.
"O-oh ... boleh aja ..."
"Huaaa ... makasih banyak ... akhirnya aku gak tidur sendirian lagi ...", ujar Ai kegirangan sembari menarik lengan seragam ku berkali kali.
"Hmm ..."
"Nee ... apa malam nanti kamu bakal jalanin misi lagi?", lanjutnya bertanya.
__ADS_1
"Gak tau ... tapi kayaknya mereka bakalan susah kalo gak ada aku ..."
"Apa sekali kali aku boleh ikut!?", pertanyaan yang tak ku harapkan keluar dari mulutnya.
"Ano ... kalau soal itu ..."
"Kenapa?"
"Aku gak bisa bilang sekarang ...", soal ramalan itu, aku tidak bisa membiarkan dia terlibat dengan urusan ku ini.
Greek~
"Halo halo ... enaknya berduaan aja ...", ujar Raku yang tiba tiba membuka pintu ruangan klub.
"Akhirnya si tolol dapet pacar juga", timpal Mina yang berdiri di belakang Raku.
"Cih ... kalian sendiri gak ngaca ya? ... kalian kan juga berduaan terus ...", aku memasang wajah datar ku.
Setelah mendengar kata kata ku itu. Mereka berdua saling memandang satu sama lain selama beberapa detik, sebelum akhirnya mereka saling memalingkan pandangan mereka.
"Hoi hoi ... apa kalian lagi cari lomba buat novel kalian", Raku jelas mengalihkan topik pembicaraan kami.
"Aku nemu ini loh!!", Mina meletakan selembar poster di atas meja.
Dan jika beruntung novel muaakan resmi diterbitkan oleh penerbit terkenal yaitu penerbit Ogata. Perusahaan penerbit itu sangat terkenal dan selalu menerbitkan novel novel yang berkualitas. Batas hari pengumpulan naskah novel akan berakhir besok lusa. Mungkin novel Ai punya potensi untuk memenangkan lomba tahunan ini.
"Woah ... Kaito! ... boleh ikut gak?", lagi lagi dia menarik lengan seragam ku berkali kali sampai aku bosan.
Dan lagi pula ... kenapa dia minta izin ku seh?!
"Hmm ...", aku hanya mengangguk tanpa sepatah kata pun.
"Oi belakangan ini banyak rumor Zombie gak seh?", ujar Raku sembari duduk di kursi yang ada di seberang meja.
"Ya tuh ... di internet lagi booming!", tambah Mina lalu duduk di atas meja.
"Cih ... paling cuma orang pakai Cosplay ...", sangkal ku berusaha menyembuyikan semuanya untuk sekarang.
"Iya juga ya ... eh ... Kaito ... tapi belakangan ini juga banyak rumor orang orang yang hilang entah kenapa loh ...", Raku mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya.
__ADS_1
"Kalian ini udah tua ... masih aja percaya ama gosip gosip gituan ...", aku berusaha mengalihkan arah pembicaraan ini.
"Hmm ... Ai? ... kalo mau ngumpulin naskah novel sekalian bareng yak!", Mina turun dari meja dan berlari ke belakang Ai.
"Kenapa emangnya?", tanya Ai dengan wajah bingungnya.
"Sekalian kita belanja lah ... emang kamu gak mau baju baru?"
"Buat apa?"
"Yah ... buat pamer di depan Kaito ... siapa tau dia makin jatuh cinta sama kamu ..."
"Eh?!", wajah Ai memerah sesaat setelah ia mendengar kata kata Mina itu
Ting tung~
Notifikasi ponsel di saku seragam ku berbunyi.
{Maaf ganggu}
{Bisa ke markas sebentar gak?}
{Penting!}
{Soal misi malam ini}, chat beruntun dari Kakume.
{Y}, balas ku singkat.
"Ano ... aku pulang dulu ya ...", ucap ku lalu berdiri dari tempat duduk.
"Hee? ... kemana buru buru?", tanya Raku sibuk dengan ponselnya.
"Kerja paruh waktu ...", aku langsung keluar dari ruangan klub untuk menghindari berbagai pertanyaan yang pasti akan mereka lempar pada ku.
"Nipu nih?!"
"Mana mungkin?!"
"Kaito kerja?! ... kesurupan apa dia?"
__ADS_1
Suara keributan yang ku dengar setelah beranjak dari ruang klub sastra.
Aku bukan kesurupan lagi payah! ...