Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 60


__ADS_3

Sinar mentari yang masuk melalui jendela yang terbuka. Tirai yang bergerak ke sana kemari mengikuti arah angin yang meniupnya. Aku kembali terbaring lemas di atas kasurku sendiri. Senang menyadari takdirku belum berakhir di sini saja.


Kepala ku di perban dengan sangat rapi. Mata kiri ku yang terasa sedikit sakit ini tertutup oleh perban ini juga. Aku merasakan rasa sakit di sekujur tubuhku karena pertarungan kemarin.


Yang lebih mengejutkan adalah gadis rambut pirang keemasan dan mata biru seperti berlian yang duduk di samping ranjangku. Mirai, lagi lagi dia ada di sisi ku. Kebetulan, aku juga punya bayak pertanyaan untuk dia jawab.


Tapi sebelum aku membuka mulutku. Hal yang sama sekali tidak ada di pikiranku terjadi. Fumio dengan wajahnya yang selalu terlihat serius itu masuk ke kamarku. Dia berdiri di samping Ai dengan rambut pirang keemasan atau yang kusebut Mirai itu.


"Aku senang kau kembali dengan selamat ***** ...," ucap Fumio dengan senyuman tipis.


"Hmm ... terserah"


"Maaf ... tapi aku harus menjelaskan sesuatu mengenai pacar mu ini," kata Fumio menepuk pundak Mirai.


"Ha?"


Fumio menjelaskan panjang lebar tentang kekuatan yang Ai miliki. Pertama, Ai bisa berubah menjadi dua orang selain dirinya. Ya, dia bisa berubah jadi Ema dan Mirai. Dan masing masing pribadi itu memiliki kekuatannya masing masing.


Mirai, dia adalah seorang Tenshi yang memiliki kekuatan menyembuhkan sama seperti Haru. Heal itulah nama kekuatan yang dimiliki oleh mereka berdua. Mirai akan mengeluarkan kekuatan Heal saat ia mengeluarkan suaranya.


Ema, gadis eropa dengan rambut pirang poni tail miliknya. Dia hanyalah manusia biasa, tali dia memiliki kemampuan bertarung di atas rata rata manusia biasa. Dan itu sangat membuatku terkejut, ternyata Ema hanyalah manusia biasa bukanya seorang Tenshi.


"Masalahnya adalah ... Ai yang kamu kenal itu ... dia adalah seorang Tenshi yang memiliki kekuatan yang sangat hebat ...," kata Fumio sembari memegang dagunya sendiri.

__ADS_1


"Tapi ... aku tak tahu kekuatannya yang sebenarnya," lanjutnya.


"Fumio ... kenapa kamu tahu semua itu?" Tanyaku bingung.


"Sebenarnya ... kekuatan ku lebih hebat dari yang kau kira ..."


"Aku juga bisa menerawang kekuatan seorang Tenshi ..."


Jadi itu sebabnya dia diangkat jadi kapten tim. Ternyata kekuatannya sangat bermanfaat untuk menyusun strategi. Selain bisa melacak orang yang terkena kutukan iblis dan masalah yang orang itu alami. Ternyata dia juga bisa mendeteksi kekuatan Tenshi.


"Ai atau bisa ku sebut dia Mirai sekarang ... dia selalu tepat waktu saat menyembuhkan jantungmu," ujar Fumio melihat ke arah Mirai yang duduk di sampingnya.


"Jantung?"


Lagi lagi ada kejutan yang ku terima hari ini. Tak ku sangka Time Controlku sangatlah berbahaya. Aku bisa saja mati setelah melakukannya. Kenapa aku baru tahu sekarang?


"Kaito ... apa kamu tak keberatan kalau aku jelaskan satu lagi hal penting pada mu?" Tanya Fumio dengan wajah seriusnya itu.


"Silahkan ...," ini saat yang tepat, aku hanya bisa berbaring di sini dan berkonsentrasi untuk mendengar ceritanya itu.


Selain Demon Hunter, di dunia ini memiliki satu lagi organisasi yang sangat rahasia. Mereka juga bergerak di bidang yang sama dengan Demon Hunter. Hanya saja, jika Demon Hunter memiliki tujuan untuk menutup gerbang neraka dan menyelamatkan dunia.


Mereka bertujuan untuk membiarkan gerbang neraka itu terbuka. Alasan mereka adalah, biarkan takdir bekerja seperti yang seharusnya. Nama organisasi itu adalah Enjeruhanta. Artinya adalah pemburu malaikat.

__ADS_1


Seperti namanya, mereka mencari dan membunuh para Tenshi yang berhasil menutup gerbang neraka. Dan mungkin target mereka selanjutnya adalah aku. Tak ku sangka ada orang bodoh yang bisa bisanya berbuat seperti itu.


Anggota mereka juga memiliki kemampuan khusus seperti para Tenshi. Hanya saja, kekuatan mereka adalah hasil eksperimen para peneliti gila. Tubuh mereka diubah sedemikian rupa oleh para ilmuan itu. Singkatnya mereka hanyalah mesin yang memiliki akal.


Demon Hunter dan Enjeruhanta bagaikan warna putih dan hitam. Saling menolak satu sama lain, peperangan mungkin saja terjadi di antara mereka.


Huff ... kenapa masalahku tambah berat seh?!


"Jadi ... musuh ku bukan hanya setan sekarang?" Aku memasang wajah malasku.


"Kaito ... sekarang kamu harus lebih berhati hati ...," ucap Fumio khawatir.


"Aku tak peduli ... yang penting sekarang adalah keselamatan adikku"


Aku jauh lebih mengkhawatirkan adikku dari pada diri ku sendiri sekarang. Jika adikku sampai terluka, aku akan menghabisi semua anggota Enjeruhanta sampai ke akar akarnya.


"Kau tak perlu khawatir ... selama adikmu bukan Tenshi ... mereka tak akan menyentuhnya." Kata kata Fumio itu membuatku sedikit lebih tenang.


"Gitu ya ... ya udah ... bodo amat sama mereka ... yang penting berarti keselamatan kalian kan?"


"Jika mereka mengincarku ... mereka juga bisa saja membunuh kalian ... atau bahkan Ai ...," aku mendudukkan diriku di atas ranjang walau tubuh ku masih lemas.


"Ngomong ngomong terima kasih ... dengan ini dendam tim kami terbalaskan ..."

__ADS_1


__ADS_2