
"Hmm, kenapa aku bisa lupa kalau ada Munmei di sini, dasar payah!" Shinjiro jatuh berlutut karena kakinya sudah tak lagi bisa menopang tubuhnya itu.
"Mati kau!" Yuuta menembakan sinar sihirnya itu ke Shinjiro yang sudah tak berdaya.
"Saika! Lindungi Shinjiro!" Teriakan seorang laki laki diiringi Saika yang mendarat tepat di depan dewa kematian itu.
Boom!!!
Tentu saja ledakan yang sedikit besar terjadi saat sihir Yuuta menghantam tameng tak tertembus milik Saika. Setelah kepulan asap putih itu lenyap, terlihatlah Saika yang bangkit berdiri tanpa sedikit pun goresan di perisainya.
"Sekarang giliranku! Heaven Light Shoot!!!" Suara seorang pria yang berasal entah dari mana.
Empat buah lingkaran cahaya muncul di atas tempat Yuuta dan Munmei berdiri. Tak lama kemudian ribuan panah cahaya menghujani mereka. Amukan angin dan debu menyelimuti mereka berdua. Setelah sepuluh detik Yuuta dan Munmei dihujani panah cahaya. Lingkaran mantra yang melayang di langit itu menghilang dan tak ada lagi hujan panah.
"Mereka lari," kata seorang laki-laki yang tiba tiba muncul di samping Saika bersama Hika di belakangnya.
Dan benar saja, setelah debu tanah yang menghalangi pandangan mereka itu hilang. Tak ada tanda tanda kehidupan sama sekali. Bahkan mereka berdua pergi tanpa meninggalkan jejak sekecil apa pun itu. Kembali ke laki-laki yang muncul itu. Ia adalah Okino Fuyuka, salah satu reingkarnasi Kaito yang mempunyai kemampuan luar biasa. Laki-laki dengan bola mata hijau padam, rambut hitam dengan model rambut yang berbeda dengan milik Kaito saat ini. Matanya juga sedikit lebih lebar dari milik sang tokoh utama cerita ini.
Fuyuka mengenakan seragam putih dan celana panjang hitam. Seragamnya itu disebut sebagai Mageform. Singkatan dari Mage Uniform. Dalam kisah atau takdirnya. Fuyuka hidup di Earth yang jauh berbeda dengan kehidupan yang dijalani Kaito ini. Di mana sihir bukanlah hal yang asing. Karena itulah Fuyuka bersekolah di sekolah para penyihir. Cukup soal Fuyuka. Kita kembali melihat kondisi mereka sekarang ini.
"Fuyuka?" Shinjiro nampak sangat terkejut dengan kehadiran orang yang pernah ia bunuh itu.
"Ooh, ternyata kau Shin, masih kuat?" Fuyuka menghampiri dewa kematian itu dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Hmm, tentu." Shinjiro menerima uluran tangan Fuyuka dan bangkit berdiri.
"Oh ya juga, senang bertemu kalian lagi, terutama kamu Saika!" Salam pembuka dari Fuyuka diikuti senyuman ramahnya itu.
"Aku? Fuyuka ... aku tak mengenalmu maaf!" Saika membungkukan badannya.
"Fu-Fuyuka? Ohh ... gitu yah ... jadi ini duniamu sebelum aku memangil rohmu." Fuyuka nampak terkejut saat mendengar Saika memanggil dirinya seperti itu.
"Jadi ... apa yang terjadi di sini?" Tanya Fuyuka kepada Shinjiro dan Hika.
"Humm, biarkan si bodo ini jelasin!" Hika menepuk punggung Shinjiro dengan sangat kencang.
"Oi?!" Shinjiro terkejut sekaligus kesal menerima pukulan Hika.
Arin juga mengetahui tujuan sebenarnya dari dewa kematian itu. Shinjiro memang diperintahkan oleh God untuk membunuh setiap reingkarnasi Kaito yang mendapat kemampuan hebat. Alasanya adalah kemampuan hebat Kaito itu bisa jadi malapetaka untuk God sendiri. Memang, takhta sang pencipta itu adalah nomer satu. Ia tak ingin dewa mana pun berhasil mengimbangi bahkan melebihi kekuatannya sendiri.
Tapi diam diam Shinjiro ingin membantu sahabatnya sewaktu hidup di Eden itu. Dewa kematian ini terus mencari, memburu, membunuh. Sampai ia berakhir di sini. Shinjiro mencari reingkarnasi Kaito yang berkemungkinan untuk melebihi kemampuan dirinya sendiri. Maupun God atau sang pencipta.
Shinjiro sendiri sudah muak dengan perintah God yang terus menerus menuntutnya untuk membunuh sahabatnya sendiri. Ia berkeinginan memberotak, tapi sadar kekuatannya tak akan mampu menyaingi sang pencipta. Maka dari itu Shinjiro memikirkan rencana, dan akhirnya menjadi tujuannya saat ini.
Sebenarnya Shinjiro berniat untuk membunuh Kaito dan Ai sejak mereka masih bayi. Tapi Arin menghentikan niatannya dan menawarkan bantuan pada Shinjiro. Mulai saat itulah kebohongan demi kebohongan tercipta. Arin menutupi identitas Shinjiro dengan menyebutnya The Key. Dan juga menyelimuti tujuan Shinjiro yang sebenarnya. Peramal itu berkata pada Kaito bahwa Shinjiro datang mencari Fate Stone. Padahal itu hanya settingan belaka. Yang mengincar Fate Stone selama ini adalah Kurai Munmei, jiwa yang bersemayam di tubuh Mirai Ai atau si bisu yang Kaito kenal saat ini.
Arin berperan sebagai pengatur takdir Kaito. Ia mengatakan kebohongan dan kebenaran dengan memperhitungkan segala hal yang akan terjadi di ramalannya. Yang memancing Jigoku Gate untuk terbuka bukanlah The Key, tapi diri Kaito sendiri. Bahkan sebelum dia lahir, kutukannya sudah sampai di dunia ini. Earth ini khusus dipersiapkan untuk menampung kisah Kaito. Sebelum dia lahir, Kaito membawa kutukan yang memancing Jigoku Gate untuk terbuka.
__ADS_1
Saat itulah DH dan Shogun mulai terbentuk. Mengejutkan, tapi nyata. Arin sudah hidup saat zaman samurai dimana Tetsujo Kamui masih menguasai negara Hatsu ini. Selama ribuan tahun Arin menyusun strategi bagaimana mempersiapkan kedatangan Kaito. Tapi semua hancur karena kejutan kejutan yang terus berdatangan. Dimana Ai ternyata bisa memanggil dua reingkarnasinya yang lain. Dan juga Kaito memiliki roh Yume yang bersemayam dalam dirinya.
Rencana awal Arin mungkin sudah kacau. Tapi bukan berarti Arin tak bisa melihat masa depan. Peramal itu sudah berkata pada Shinjiro. Kaito bukan lagi tokoh utama dalam cerita ini. Dia berbalik menjadi antagonis yang akan menghancurkan dunianya. Maka dari itu, Shinjiro diperlukan untuk memperbaiki takdir ini.
Shinjiro sudah menjelajahi ribuan, bahkan jutaan kisah tentang dewa keabadian yang terus bereingkarnasi itu. Dan baru dalam kisah atau takdir ini dia terlibat dalam pertempuran unik. Pertempuran dimana melibatkan roh reingkarnasi yang seharusnya tak ada di dunia atau Earth ini. Karena setiap Earth hanya berisi satu Tokoh utama atau Kaito. Dan dua gadis yang akan jatuh cinta padanya. Dimana itu adalah Saika dan Ai jika di kehidupan ini.
Entah kenapa Earth yang ini menjati titik penghubung atara cerita satu dengan yang lainnya. Cerita ini sudah sampai di penghujung. Jadi Shinjiro harus kembali mengubah Kaito menjadi tokoh utama cerita ini. Artinya dewa kematian itu harus mengembalikan diri Kaito yang berjalan di jalan kebaikan.
"Ahh? Gitu ya?" Fuyuka menggaruk kepalanya dan tersenyum tipis tanda tak paham akan apa yang dijelaskan Shinjiro.
"Dasar Shinjiro bodo!" Umpat Hika meninju pundak dewa kematian itu perlahan.
"Haa? Di mananya coba?!" Sangkal Shinjiro dengan wajah kesal.
"Dimana-mana bweeek!!" Hika menjulurkan lidahnya keluar untuk menggoda Shinjiro.
"Jadi musuh kita ...," Fuyuka memegang dagunya sendiri dan mengerutkan dahi tanda ia berpikir keras.
"Hmm, Kurai Munmei, Okino Yuuta, Okino Kaito, dan kata Arin masih bisa tambah lagi sih ...," Jawab Hika meletakan jari telunjuk di dagunya.
---------------------
__ADS_1
Kurai Munmei