Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 161


__ADS_3

Dai


"Dai-sama ... masa depan lagi lagi berubah ... perang akan ternjadi di musim gugur ini." Suara wanita peramal yang selama ini memprediksi masa depan itu.


"Daikyo Arin, masa depan bisa berubah kapan saja." Malam ini aku kembali ditelepon olehnya. Dan tentu saja setiap dia menghubungiku, sesuatu yang penting pasti terjadi.


"Dai-sama ... salah satu dari mereka akan mati," Arin langsung memutus sambungan teleponnya seperti biasa.


Kaito masih dalam masa Lock dan akan kembali bisa mengeluarkan kekuatannya saat perang mulai terjadi. Takumi, aku tak perlu mengkhawatirkan anak itu. Dia pasti siap kapan saja, dengan ini aku mempunyai dua pion yang bisa diandalkan. Dengan kekuatan DH dan Enjeruhanta yang bersatu, kami pasti menang. Sekarang sudah terungkap, The Key adalah dalang dibalik Shogun. Yang lebih mengejutkan adalah, The Key bekerja sama dengan organisasi pemerintahan.


Jadi musim gugur ini semua gerbang neraka akan terbuka bersamaan. Semua raja raja iblis akan keluar dan memporak porandakan kota, bukan, dunia ini. Anggota DH dan Enjeruhanta di seluruh dunia sudah dipersiapkan untuk menghadapi perang itu. Walau mereka masih belum tau akan terjadinya perang. Tapi dengan adanya Arin kami bisa mengatur takdir setiap Tenshi supaya siap menghadapi ini semua. Kaito sudah sukses melakukan misi penjemputan. Kai, anak itu akan menjadi sang penjaga bagi anak Kaito yang akan lahir nanti.


Okino Miyuki, anak perempuan yang akan lahir dari pernikahan Kaito dan Ai. Fate Stone yang semula ada di dalam diri Ai, otomatis berpindah kedalam tubuh Miyuki. Kai, Tenshi yang akan memiliki kemampuan mengendalikan angin. Dia adalah sang harimau pelindung yang siap mengorbankan dirinya untuk Miyuki. Kai tidaklah kuat, tapi dia memiliki kemampuan Regeneration yang sangat hebat. Intinya dia sulit mati, Kai juga memiliki sifat yang pantang menyerah, itulah yang penting.


Raku, tanpa sengaja dia juga melakukan misi penjemputan. Anak yang akan hidup dalam bayangan selamanya, itulah Raku. Dia juga akan berperan penting dalam peperangan nanti.


"Masa depan sudah jelas, tapi jika ada perubahan sekecil apa pun ... bisa sedikit merepotkan." Gumamku memandangi pemandangan kota yang indah di malam ini.


Alasan kami sudah mengetahui The Key bekerja sama dengan pemerintah adalah. Akhir akhir ini sering terjadi pembunuhan para keluarga menteri negara ini tanpa alasan yang jelas. Divisi Detektif sudah menemukan titik terang ini. Jadi selama ratusan tahun, The Key sudah ada dan membentuk organisasi Shogun. Mungkin saja saat kakek moyangku Tetsujo Kamui itu mendirikan DH. Mungkin di saat yang hampir sama, The Key mendirikan Shogun.


Sewaktu kecil aku pernah membaca buku peninggalan sang legenda samurai itu. Di sana Kamui menulis 'Ninja adalah musuh abadi kami.' Itu artinya The Key sudah menghalangi kelompok Kamui intuk membasmi makhluk neraka itu.


"Dai, apa kau sudah dengar?" Kazuki tiba tiba muncul dan berdiri di belakang kursi kosong sebelah kiriku.


"Kazuki? Apa kau serius?" Aku terbelalak saat menyadari pakaian Kazuki berubah total. Ia memakai Yukata hijau tua dengan Katana yang ada di pinggang kirinya. Kazuki, inilah Kazuki yang aku kenal. Dia adalah pewaris kekuatan Tetsujo Kamui.


Walau dia bukan keturunan darah klan Tetsujo, tapi pedang Kamui lah yang menentukan takdir itu. Selain Kensetsu milik Kaito, Kamui masih memiliki satu lagi pedang warisan. Nama pedang itu adalah Kamui, ya nama pemiliknya sendiri. Kekuatannya sedikit lebih kuat dari Kensetsu milik Kaito. Ya, walau aku keturunan terakhir dari klan Tetsujo, aku sama sekali tak mewarisi kekuatan sang samurai legendaris itu.


"The Key, sudah sampai sini!" Tatapan tajam yang sangat jarang ia tunjukan itu kembali keluar.

__ADS_1


"Ha? Mana mungkin?!" Aku langsung berdiri dari tempat dudukku karena tak percaya akan akata katanya.


"Ha ha ha ... kalian mencariku?" Suara asing yang terdengar disertai suara langkah kaki dari luar pintu ruangan yang terbuka lebar ini.


"Itu dia!" Kazuki berbalik dan bersiap menarik Katananya itu keluar dari sarungnya.


"Tenang dulu ... aku tak akan buat masalah." Pria berjubah cokelat dengan seluruh tubuhnya yang dibalut perban seperti mumi. Dia berdiri tepat di pintu masuk layaknya hantu di malam hari.


"Mau apa kau?!" Tanyaku bersiap menarik pistol yang ada di pinggangku.


"Hanya ingin menyapa kalian ...," Ujar The Key dengan santainya.


"Jangan main main!!!" Kazuki mencoba menyerang The Key dengan Katana-nya, tapi hal yang tak terduga terjadi. Kilatan cahaya membuat mata kami buta selama beberapa detik.


"Kalian adalah pengganggu ... rencanaku bisa kacau karena kalian ...," Suara The Key yang terdengar.


"Cih ... sepertinya kita akan bertarung lagi Dai." Aku kembali membuka mata dan melihat Kazuki di sisi kananku. Kami sekarang berada di dalam ruangan putih tak berujung. Entah ini ilusi atau kami benar benar berpindah ke sini. Tapi yang jelas kami harus membunuh mayat hidup itu terlebih dahulu supaya bisa bebas dari sini.


"Mirai Kazuki ... Tetsujo Dai, selamat datang di Game ku." The Key seketika muncul dari tanah layaknya Akame.


"Ka-zu-ki ... ayo kita mencicipi masa muda kita sekali lagi." Aku tersenyum santai seraya menelan pil merahku.


"Hmm ... aku ... aku tak akan memaafkan orang yang mengacaukan takdir dunia." Kazuki mengacungkan Katana-nya.


"Matii!!!!" Tanpa basa basi lagi Kazuki melesat maju dan berusaha menebas The Key menggunakan bilah pedangnya. Tentu saja The Key tidak semudah itu terluka, ia melompat ke atas untuk menghindari serangan Kazuki. Dan itulah yang aku harapkan.


"Giliranku ...," aku berlari secepat kilat dan menggunakan punggung Kazuki sebagai tumpuanku untuk melompat. Aku melayangkan serangan pertamaku dengan meninju kepala mumi itu.


Bwush!!!

__ADS_1


Dan aku sudah menduganya. Tepat saat aku meninju wajahnya, tubuhnya menghilang dan hanya menyisakan perban dan jubahnya. Aku mendarat bersamaan dengan pakaian The Key yang terjatuh ke tanah. Sepertinya dia lawan yang cukup untuk membuatku bersenang senang.


"Hemm ... kalian sudah tidak muda lagi ... duduk dan bersantai lah." The Key kembali muncul dari dalam tanah dengan jubah cokelat dan seluruh tubuhnya masih dibalut dengan perban.


"Hahaha ... kau meremehkan kami?" Aku terkekeh sembari menunjukan seringai senyum kejamku.


"Cih ... tak kusangka aku akan bertarung lagi ...," Kazuki menggores jari telunjuknya menggunakan pedangnya.


"Ya ya ya ... jadi ingat masa lalu." Aku ikut menggigit ibu jariku sampai kulitku robek. Kami berdua meneteskan darah segar kami ke atas permukaan tanah yang putih mengkilap ini.


Ini dia!


Aku dan Kazuki memiliki trauma besar dengan yang namanya Darah. Aku melihat kekasihku terbunuh dan darah merahnya itu masih melekat di pikiranku. Kazuki melihat Istri dan juga Yamato terbunuh di depan matanya, dan itulah yang menyebabkan ia trauma dengan darah. Dengan melihat darah, emosi kami meluap dan tak bisa dikendalikan.


"Yamato! Ayane! Aku akan membalaskan dendam kalian!!!" Bola mata Kazuki berubah jadi hitam dan itu tandanya ia serius sekarang ini.


"Kami akan membunuhmu sekarang juga! Hahahahaha!!" Aku tertawa lepas diiringi aliran listrik warna merah yang mulai menyelimuti tubuhku.


"Ayo maju!!!" Aku dan Kazuki berlari berdampingan menuju ke arah The Key.


Saat kami menyerangnya bersamaan dia kembali lenyap dan hanya menyisakan perbannya saja. Dan tak lama kemudian ratusan bahkan ribuan The Key muncul dari dalam tanah dan mengepung kami berdua di tengah tengahnya.


"Siapa yang bunuh paling banyak dia yang menang!!!" Teriakku langsung masuk ke kerumunan mumi itu dan meninju mereka satu persatu.


"Hahahah!" Aku cukup bersenang senang melenyapkan bayangan The Key itu satu per satu. Pukulan dan tendangan kulayangkan dan terus membuat bayangan The Key lenyap menjadi debu satu per satu.


"Terlalu lama!!!" Aku memukul tanah dengan kepalan tangan tanganku lalu petir merah mulai menyebar ke segala arah dan melenyapkan banyak bayangan The Key sekaligus. Di saat yang sama aku melirik ke arah Kazuki, dia menancapkan pedangnya ke tanah dan sambaran angin tak terlihat juga melenyapkan banyak bayangan The Key.


"Apa kalian masih mau bermain?" Suara The Key menggema diiringi Devil King dalam bentuk manusia keluar dari tanah.

__ADS_1


"Apa ini? Game? Hahhaha aku suka ini!"


__ADS_2