Unmei To Shiawase

Unmei To Shiawase
Chapter 15


__ADS_3

Sore ini, setelah pelajaran di sekolah usai. Aku kembali berada di dalam ruang klub bersama gadis tuli yang duduk di sampingku sembari menggoreskan pulpennya ke naskah novel yang sedang ia tulis.


Cahaya oranye yang masuk melalui jendela. Jam dinding yang terus berdetak tanpa henti. Bau debu yang bercampur aroma kertas kertas tua. Aku tak berhenti memikirkan kejadian malam tadi.


"Ai ... apa kamu yakin gak butuh bantuan ku?" Tanyaku karena merasa tak berguna berada di ruangan ini.


Aku hanya duduk di sampingnya dan memperhatikan setiap gerak geriknya dengan wajah bosan. Aku ingin menanyakan padanya siapa Mirai, karakter utama dalam novelnya yang bisa hidup itu. Tapi mungkin percuma saja karena dia tak bisa mendengarku.


"Ano ... Kaito ... tadi malem aku mimpi ketemu cowok mata hijau itu lagi loh," ujarnya menoleh ke arah ku dengan senyumannya.


"Mimpi? ... kayaknya emang aku harus tanya deh," gumamku lalu mengeluarkan ponselku dari saku seragam.


{Ai, sebenernya siapa Mirai itu} chat yang kukirim untuknya.


Ting tung~


Setelah mendengar notifikasi ponselnya berbunyi. Ai langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tas merahnya itu. Setelah membaca pesanku dia menoleh ke arah kusejenak.


"Hmm ... gak tau hehe," dia malah tersenyum dan menggaruk kepalanya.


"Ya ... ampun ..."


"Nee ... Kaito ... kamu percaya sama kehidupan sebelum kehidupan kita yang sekarang?" Lanjutnya bertanya.


Kehidupan masa lalu ya? Dulunya memang aku menyangkal hal itu. Tapi setelah bertemu dengan Yume dan mengalami kejadian tadi malam, rasanya aku mulai percaya akan hal itu.

__ADS_1


"Hmm ...," aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaannya tadi.


"Wah ... kalo gitu kamu mau dong dengerin cerita ku lagi?"


Lagi lagi aku diminta untuk mendengar ocehannya yang membosankan itu. Tapi, ya sudah lah tak ada salahnya mendengarkan nya sekarang. Lagi pula itu lebih baik dari pada harus duduk diam dan memperhatikannya.


"Hmm ...," aku kembali menganggukan kepalaku tanda aku berkata iya.


"Ano ne ... gini ..."


Dia bilang dia sering mengingat sesuatu tapi tak tahu apa yang ia ingat itu. Dan juga dia sering mendapat mimpi mimpi aneh, katanya mimpi anehnya itu datang hampir setiap hari.


Bukannya itu hampir sama denganku?


Apa Ai juga memiliki kekuatan spesial sepertiku?


Ai bermimpi bahwa laki laki bermata hijau itu berubah menjadi monster. Muncul retakan retakan aneh di sekujur tubuhnya. Dan kedua matanya berubah menjadii merah menyala.


"Entah kenapa aku pengen nangis setelah aku bangun dari mimpi itu," kata Ai seraya menunduk kan kepalanya.


Apa itu pertanda buruk?


Mungkin saja laki laki mata hijau yang ada di mimpi Ai adalah diriku. Yume juga bilang suatu saat aku bisa saja kehilangan kendali oleh karena kekuatan iblis yang kumiliki. Jika itu terjadi, ahh ... sudah lah, aku juga sudah tak peduli lagi dengan hidupku.


"Nee ... Kaito ... apa kamu suka sama salah satu cewek di sini?" Tiba-tiba dia bertanya seperti itu dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

__ADS_1


"Tu-tunggu?! ... jangan deket deket gitu lah," aku menjauhkan wajahnya dariku karena kami bisa di sangka yang aneh aneh jika ada orang lain yang melihat kami di sini.


"Gimana gimana?" Dia tetap melanjutkan pertanyaannya itu dengan mata yang berbinar.


"Gak ada," jawabku sembari menggelengkan kepalaku perlahan.


"Ohh ...," dia kembali mengambil pulpennya dan menghadap ke naskah novelnya yang ada di atas meja.


Tiba tiba air mata Ai menetes ke atas kertas naskahnya itu. Seketika mataku terbelalak melihat kejadian itu.


"Eh? ... kok aku nangis?!" Ai mengusap air matanya dengan lengan panjang seragamnya itu.


Greekk!!!


"Whoa ... kalian cuma berduaan nih ..."


Tiba tiba Raku membuka pintu ruangan klub bersama Mina yang ada di belakangnya.


"Ai-chan!!! ... apa kabar?" Mina berlari ke arah Ai dan memeluknya dengan erat.


"Hee ... Ai? ... Kaito ngapain kamu? ... Hoi ... jangan manfaatin keadaan dasar mesum," ujar Mina dengan tatapan tajamnya padaku.


"He? ... mesum? ... aku?"


"Mina ... Kaito aja gak tau apa yang kamu omongin ... yang jelas Kaito itu cowok no life dan gak akan macem macem ama cewek," kata Raku lalu duduk di atas meja.

__ADS_1


"Ohh ... dasar nolep!" Ejeknya dengan wajah datar.


__ADS_2