
"Ha? Rumahnya semewah ini?"
Aku berdiri di depan gerbang rumah target pertamaku malam ini. Jujur saja aku sedikit iri karena melihat rumah mewah dua tingkat milik si Tenshi yang suka mencuri itu. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung melompati pagar besi setinggi dua meter itu dan mendarat di teras rumah ini.
"Kaito, dia ada di kamar, lantai dua!" Sora membimbingku lewat T-Phone yang aku pakai di telinga kananku.
"Hmm," aku mengangguk dan melihat ada jendela yang terbuka di lantai dua. Tentu aku langsung melompat ke dalam rumah itu. Dan sekarang aku berada di koridor yang sedikit gelap karena lampu yang sudah dimatikan.
Glek!
Aku membuka salah satu ruangan yang bisa jadi adalah kamar targetku malam ini. Perlahan tapi pasti aku membuka pintu dan mengintip siapa yang ada dalam ruangan itu. Dan benar saja, aku bisa merasakan aura Tenshi yang mengalir dalam tubuh pria yang sedang tertidur lelap di atas kasurnya itu.
Apa aku bisa menyegel tanpa menyentuhnya? Lebih baik aku coba kan?
Aku mengarahkan telapak tangan kananku padanya dan hal aneh terjadi. Kedua mataku bersinar terang dan mulutku mengatakan sesuatu yang tak ingin aku katakan.
"Steal!"
Tepat setelah kata-kata itu keluar dari mulutku. Tubuh pria itu bercahaya hanya dalam hitungan detik lalu kembali seperti semula.
"Apa itu?" Gumamku bingung dan melihat telapak tanganku sendiri.
"Hoi!! Siapa kau?! Polisi?!" Pria bernama Deiku itu terperanjat dan berdiri di atas ranjangnya setelah melihatku.
"Emm, iya?" Aku bingung harus berkata apa.
"Kau tak akan bisa menangkapku karena aku bisa terbang payah!" Deiku langsung melompat keluar dari jendela kamarnya yang terbuka.
"Uwaaaa!!!"
Bruak!!!
Aku pun berlari ke jendela itu dan menengok apa yang terjadi pada Deiku. Pria malang, aku sepertinya berhasil menyegel kekuatannya. Dan karenaku ia terjatuh ke halaman belakang rumahnya.
"Eeee, maaf, aku akan panggil ambulan!" Aku berlari ke arah telepon rumah yang ada di atas meja samping ranjang lalu menelepon ambulan. Tentu saja aku segera bergegas untuk pergi dari rumah ini.
__ADS_1
Dan hal yang tak terduga kembali terjadi. Saat aku melompat keluar dari gerbang rumah ini. Aku malah terus melayang naik ke udara dan aku berhenti di ketinggian beberapa ratus meter di atas permukaan tanah.
"Heeee?!! Kenapa aku bisa terbang?! Aku belum pakai mode Light Chaser loh?!" Aku bingung dan melihat ke tubuhku sendiri untuk memastikan aku tidak menggunakan kemampuan Light Chaser.
Tunggu?! Steal? Jangan jangan?!
"Kaito?! Kau dimana? Kita harus segera pergi!" Ucapan Sora yang kudengar dari T-Phone di telingaku. Si gadis tomboy itu sedang menunggu di mobil yang kuparkir di depan rumah tadi. Dan lebih baik aku tak mengatakan hal ini padanya.
"Ohh, aku datang!" Aku mendaratkan tubuhku di samping mobil dinas yang kupinjam dari DH. Tanpa pikir panjang aku kembali masuk ke dalam dan duduk di kursi pengemudi. Sora yang masih sibuk mengutak-atik laptop di pangkuannya itu pasti tak melihatku bisa terbang tadi.
"Dimana target selanjutnya?" Tanyaku sembari menyalakan mesin mobil ini.
"Korea selatan," tentu saja aku terbelalak mendengar nama negara itu.
"Ha? Luar negeri? Serius?" Aku melajukan mobil ini perlahan.
"Aku sudah pesan tiket pesawatnya, kita akan berangkat besok pagi." Ujar Sora fokus pada laptopnya sedari tadi.
Pagi? Buang buang waktu, kalau begini aku tak akan sempat menyelesaikan semua ini sebelum perang dimulai.
"Malam ini kita tidur di mobil?" Tanya Sora, saat kami sampai di parkiran bandara.
"Ga masalah kan? Aku bisa tidur di luar kalau kamu keberatan." Aku baru ingat orang yang ada di sampingku ini adalah perempuan. Tentu dia tak akan nyaman tidur satu mobil bersama laki-laki.
"Umm, ga apa apa, biar aku tidur di bangku belakang." Sora langsung keluar dan pindah ke bangku belakang setelah mobil sedan ini sudah aku terparkir sempurna.
"Jam tujuh pagi kau harus sudah bangun ya!" Ujar Sora yang sudah berbaring di bangku belakang.
"Hmm, aku pasti siap," aku pura-pura memejamkan mataku dan berusaha untuk tetap terjaga. Setelah beberapa belas menit menunggu, aku kembali membuka mataku dan menoleh kebelakang. Sora nampaknya sudah tertidur pulas, dan inilah kesempatanku.
"Maaf, Sora, aku tak ingin kau terluka." Aku mengambil laptopnya yang ada di kursi samping kiriku dan mengirim semua informasi tentang targetku ke ponselku sendiri.
Dengan ini aku sudah tidak memerlukan bantuannya, semoga dia paham.
Tak lupa aku menghapus semua informasi yang sudah kupindahkan ini. Sekarang Sora sudah tak memiliki informasi kemana aku akan pergi. Aku kembali meletakan laptop Sora ke tempat asalnya lalu keluar dari mobil.
__ADS_1
"Huff, sebaiknya aku langsung terbang ke Korea," setelah membuka bagasi mobil aku mengambil sebuah pistol dan jaket hitam yang ada di sini. Dan juga aku menggendong Ransel hitam yang biasa aku gunakan untuk ke sekolah. Tapi kali ini isinya hanyalah pakaian dan bekal untuk menjalani misiku ini.
Sekarang aku mengerti, aku mendapat kekuatan Steal yang muncul entah dari mana. Sesuai dengan namanya, kekuatan itu berarti mencuri kemampuan Tenshi lain dan menjadikannya milikku. Dan itu sungguh menguntungkan, sekarang tujuanku adalah mencari kakuatan yang akan bermanfaat bagiku nantinya.
Entah apa pun resikonya, aku akan mengambilnya. Waktuku tak banyak, hanya dua bulan sebelum perang melawan Shinjiro. Sebelum aku melompat dan terbang meninggalkan tempat ini, aku menyempatkan diri untuk mengirim pesan untuk Sora.
{Maaf}
{Aku tak ingin kau terluka lagi}
{Aku minta tolong}
{Jangan katakan pada Fumio} Chat beruntun yang aku kirim pada si tomboy itu.
"Sampai jumpa, kota Natsu!"
Bwush!!
Aku langsung melompat sangat tinggi ke atas langit dan terbang ke arah negara Korea. Aku dipandu oleh GPS yang ada di ponselku ini. Tak kusangka kecepatan terbangku sangatlah cepat. Mungkin aku hampir menyamai kecepatan pesawat terbang. Dan aku juga masih kesulitan bernafas karena angin kencang yang menerpa tubuhku ini. Mungkin aku akan segera terbiasa dengan kemampuan ini.
Ai, Hanabi, Kai, Raku, Mina, Sora, Fumio, Haru, Kakume, Saika, dan semua orang yang aku kenal. Merekalah tujuan hidupku sekarang ini. Aku akan melindungi senyuman mereka. Aku akan menjaga kebahagiaan mereka. Aku tak akan membiarkan pedang tajam sang takdir merebut semuanya lagi dariku.
"Semuanya! Tunggu aku!"
---------
Unmei Series
•Ai No Koe
>Umei To Shiawase
• Penjelajah Takdir
(Masih banyak yang belum rilis)
__ADS_1