
Seingat Yi Hua ...
Xiao mengatakan bahwa dia harus menjalani hidupnya sebagai Yi Hua, dan dengan itu dia bisa mengumpulkan pigmen kehidupannya sendiri. Hanya agar dirinya mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Lalu, semua itu terjadi seperti apa yang diucapkan oleh Xiao busuk itu.
Dalam bayangan yang samar Yi Hua melihat sesuatu yang terasa menyakitkan. Jantungnya tersengat sedemikan rupa hingga ia menyadari bahwa dirinya memiliki kehidupan yang tak baik. Kala itu, ia mungkin berpikir hadirnya Xiao di telinganya bukan hanya karena kebetulan ia terpilih untuk menjadi Yi Hua.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Jika pun ada, semuanya hanya akan berawal dari kemungkinan.
Yi Hua menyadari bahwa hanya dalam sepersekian detik, tubuhnya akan meledak akibat kerusakan internal. Dia sudah merasakan darah bergolak di jantungnya, dan cahaya aneh datang kelap-kelip di dirinya. Secara samar terlihat suatu tanda aneh di lehernya. Itu adalah bekas seperti luka panjang yang melintas di leher depannya.
Luka itu memang terlihat hanya seperti bekas. Akan tetapi, siapapun tahu bahwa bekas luka itu pernah menjadi luka. Itu adalah sebuah luka yang dalam, dan tentu saja disobek dengan benda tajam.
Namun ketika cahaya aneh yang berpendar sebelumnya menghilang, luka itu juga hilang dari leher Yi Hua. Lenyap seperti tidak pernah ada di sana.
Lalu, ...
BRUK
Yi Hua terjatuh dalam pelukan pria yang sebelumnya menciumnya. Setelah itu, Yi Hua dibaringkan di rerumputan setelah pria itu meletakkan ciuman kecil di pucuk kepalanya. Yi Hua tentu saja tak akan mengetahui tentang itu semua.
Dan, tak lama angin menderu dengan sangat keras. Menerbangkan dedaunan dan juga kelopak bunga hitam yang entah muncul dari mana. Namun setelah kelopak bunga hitam itu pergi, pria bertopeng itu juga lenyap dari sana.
"Tuan Yi ada di sana!"
***
Bagaimana jika dari awal dirinya memang tak ingin hidup lagi?
SRET
Yi Hua terbangun dari tidur anehnya dengan lemah. Rasa sakit muncul dari semua anggota geraknya, terutama tangannya. Mungkin tangannya sempat terpukul ketika tangan itu datang. Entahlah. Yi Hua tak begitu ingat lagi.
Dia hanya bisa tahu bahwa dia hampir mati akibat tangan aneh itu. Lalu, ...
GRAK
"Aduh!" Suara keluhan Yi Hua terdengar begitu tulangnya terasa bergeser akibat gerakannya sendiri.
Ia terlalu terkejut hingga tanpa sadar bergerak cepat. Lalu, melukai lukanya yang belum sembuh sepenuhnya. Meski begitu, ia segera menyadari satu hal. Dia masih hidup!
Bagaimana bisa muncul keajaiban seperti ini?
Bukankah sebelumnya Yi Hua sedang berhadapan dengan sebuah energi buruk?
Kemudian, dia melakukan pengubahan jimat yang membuat energi itu datang padanya. Ia bertarung sebentar, dan seseorang datang saat Yi Hua hampir meledak akibat penyimpangan energi buruk. Itu banyak merusak organ dalamnya, dan membuat Yi Hua muntah darah dan pendarahan di hidung.
Juga, pria itu ... Dia menyerap energi buruk yang masuk ke dalam tubuh Yi Hua. Dan, melalui mulut?
Apakah ada perbedaan antara berciuman dengan apa yang dilakukan oleh pria itu?
"Apa yang terjadi sebenarnya?"
Awalnya Yi Hua mengira bahwa pria itu adalah iblis yang menyadari fungsi tungku dalam dirinya. Sebab, semua tekanan energi tiba-tiba luruh ketika pria itu 'menarik'nya dari mulut Yi Hua. Akan tetapi, sekarang Yi Hua menyadari bahwa itu bukan karena pria itu ingin menyerapnya, melainkan ingin menarik energi besar yang dipaksa masuk oleh Yi Hua.
Itu semua karena pria itu mengetahui bahwa tubuh lemah Yi Hua tak akan bisa menampung energi itu.
Lalu, jika begitu ... Bukankah pria itu berarti seseorang yang memiliki kekuatan yang cukup besar?
__ADS_1
Yi Hua bahkan ingat tentang tangan yang meledak itu. Hanya karena sedikit gerakan yang dikeluarkan, pria itu bisa mengacaukan energi yang dikirim ke dalam tangan Zi Si. Sehingga tangan yang menjadi cangkang sihir itu langsung hancur begitu saja.
"Dia mungkin adalah iblis tingkat kehancuran."
Ini dia Xiao yang sempat menghilang sebelumnya.
"Kemana kau sebelumnya? Mengapa kau tidak mencari bantuan untuk aku?" tanya Yi Hua dengan jengkel.
Ia baru saja mengalami masa yang buruk sebelumnya, dan Xiao menyebalkan ini menghilang seperti teman yang berhutang. Sekarang dia muncul dan kembali sebagai petunjuk-nya lagi, serta dengan gaya seolah tak pernah ada hal yang buruk tersebut. Yi Hua pasti akan melempar Xiao dengan batu hanya agar makhluk ini bisa mengaduh sakit.
Sayangnya, makhluk bernama Xiao ini tidak berbentuk, atau bisa dilihat! Dia adalah makhluk yang tak bisa didefinisikan apa jenisnya, dan bagaimana bisa dia ada. Sungguh begitu agung pencipta hingga bisa membuat makhluk seperti Xiao beradaptasi di lingkungan yang fana.
"Aku juga tak tahu. Tiba-tiba aku tak bisa menghubungimu. Aku juga kehilangan kendali, yah begitulah. Semua itu sangat menyebalkan untuk diceritakan kembali," jelas Xiao yang masih dengan gaya malas-malasannya itu.
"Jadi, apa maksudmu dengan iblis tingkat kehancuran?" Kali ini Yi Hua tak meributkan lagi tentang semua itu.
Semuanya telah berlalu, meski diungkit pun tak akan menjadi beras. Daripada dia membahas sesuatu yang seperti tak ada fungsinya lagi, lebih baik dia mendengarkan apa yang terjadi setelah dia kehilangan kesadaran. Mungkin Xiao ini sudah berfungsi saat keadaan Yi Hua menjadi normal kembali.
"Mengapa aku harus mengajarkan seorang gadis yang bukan menjadi gadis ini dari pembelajaran yang sangat awal?" Terdengar keluhan samar dari Xiao ini.
Yi Hua berdecak sebal sebelum menyanggah Xiao, "Kau ini ingat tugasmu, tidak? Jika kau tidak mau bekerja, biar aku menemui orang yang menjadi atasanmu. Aku akan meminta makhluk lain yang menjadi sistem untukku!"
Yi Hua akan meminta sistem baru yang lebih bermulut bersih daripada Xiao yang hanya pandai mengejeknya ini.
"Cihh ... Semua orang tak akan ada yang tahan dengan sifat burukmu itu! Harusnya kau tetap pada karakter. Yi Hua itu adalah orang yang sombong dan agak pendiam. Dia hanya akan berbicara saat dia menebarkan omong kosong. Sekarang lihatlah dirimu! Kau berbicara dengan banyak kalimat sekarang. Lalu, mana wajah sombongnya? Kau harusnya bertingkah seolah kau bisa melempar satu sapi utuh sendirian! Kenapa aku hanya melihat wajah bodoh milikmu itu sekarang?" ucap Xiao yang menjabarkan tentang tidak profesionalnya orang ini menjadi Yi Hua.
Yi Hua mengorek telinganya dengan wajah tak perduli. Sejak dia menjadi Yi Hua, maka semua perbuatannya tak akan menjadi seperti Yi Hua. Dia berpikir mungkin Yi Hua sendiri tak ingin bertingkah seperti itu. Hanya saja dia memiliki takdir dimana dia harus menjadi seorang pria peramal, padahal dia adalah seorang gadis. Dia juga tak bisa meramal. Dan, dia mungkin tak harus mengalami banyak hal buruk seperti ini.
"Jelaskan saja tentang iblis tingkat kehancuran tadi."
Ini seperti menilai musuh berdasarkan tingkatan itu. Mereka menilai bahwa sejatinya sesuatu yang buruk selalu datang dari kegelapan. Energi yang buruk. Namun Yi Hua agak meragukan itu semua.
Terkadang sesuatu yang kau anggap buruk tidak akan sepenuhnya buruk. Terkadang itu hanyalah persepsi sepihak. Tidak ada kaitan bahwa semua kejahatan selalu bermula dari iblis.
Jika tak ada yang terpedaya, apakah iblis bisa masuk ke dalam pikiran mereka?
Entahlah.
"Tingkat pertama, ialah iblis rendahan. Itu seperti yang kau lihat sebelumnya dalam tangan berjalan itu. Seperti energi yang tersesat dan tak bisa kembali ke langit, atau biasa disebut hantu. Tingkat kedua adalah yang menengah. Itu cukup kuat dan bisa menciptakan raga sendiri, tetapi tak akan sangat kuat hingga bisa menyebabkan kehancuran. Sebab, jika iblis itu sudah bisa menyebabkan kehancuran, maka dia akan masuk ke dalam tingkatan kehancuran. Hal yang paling ditakuti dari energi buruk," jelas Xiao dengan sabar sesabar-sabarnya.
"Apakah Hua Yifeng yang sering disebut ini termasuk dalam iblis tingkat kehancuran?"
"Bukankah itu sudah jelas? Dia menyebabkan kehancuran besar di Kerajaan Li. Membunuh hampir seluruh keluarga kerajaan, dan hanya menyisakan Li Shen. Tak ada yang tahu mengapa Hua Yifeng melakukannya. Sehingga para pendeta Kerajaan Li, yang tingkatan kekuatannya tinggi sekali pun tak berani menantangnya."
Yi Hua mulai mencurigai sesuatu. "Bagaimana rupa dari pemilik kerajaan iblis ini? Hua Yifeng."
Tentu saja Yi Hua tak bisa memberitahu Xiao bahwa dia baru saja dicium oleh seseorang. Dan, orang itu adalah pria. Walau pun yah sejatinya dia adalah memang seorang gadis, tetapi identitasnya di publik adalah seorang pria.
Lagipula ...
Bagaimana bisa orang itu main sembarang cium saja?! Jika ingin membantu pasti ada cara lain untuk menyerap energi, bukan?
Mendadak Yi Hua menjadi jengkel sendiri. Secara apa yang dia ingat, maka pria itu telah mengambil ciuman pertamanya. Dia yakin Yi Hua ini juga tak pernah berciuman. Jika dia sedang makan sekarang, mungkin saking jengkelnya, dia akan mengunyah seperti sapi.
"Tak ada yang tahu! Bahkan para pendeta yang pernah bertarung dengannya pun tak tahu wajahnya. Entah bagaimana cara mereka bertarung. Rumornya Hua Yifeng itu memiliki tubuh sebesar batang pohon, dan mata besar seperti penutup kendi air. Juga, dia memiliki kulit yang kasar seperti sisik naga."
Yi mengerutkan keningnya mendengar deskripsi yang sedikit deskriminatif itu. Bagaimana bisa hanya karena dia penjahat di mata Kerajaan Li, maka deskripsi tentang Hua Yifeng menjadi sangat rendah?
__ADS_1
Entahlah.
"Yi Hua, mengapa kau menangis?"
Yi Hua mengusap air matanya begitu saja. Dia juga tak ingat mengapa ia menangis. Hanya saja dia mungkin mulai mengerti mengapa kelemahannya adalah kepala. Itu semua karena dia mengakhiri hidupnya di sana.
"Aku mungkin melihat kematian diriku." Mengapa mungkin? Itu karena Yi Hua tak yakin akan itu. Sehingga dia hanya bisa menyebut mungkin.
Sepertinya jika ia bisa menjalankan seluruh perannya sebagai Yi Hua, maka semua ingatannya akan kembali sedikit demi sedikit. Dan, di sana ia mulai merasa cukup takut. Bagaimana jika 'dirinya' yang sebenarnya sama sekali tak ingin hidup kembali?
"Apa yang terjadi?"
"Bunuh diri."
Air mata Yi Hua kembali menetes. Entah mengapa dia membayangkan apa yang dia derita hingga dia memutuskan untuk bunuh diri. Ia tak pernah membayangkan jika dia dahulu 'pernah' menyerah dengan kehidupan.
"Xiao, bagaimana jika 'aku' sama sekali tak ingin kembali hidup?" tanya Yi Hua yang mendadak menjadi skeptis.
Dia telah bunuh diri saat itu, lalu apa yang menjamin dirinya tak akan bunuh diri sekarang?
Apalagi saat dia harus menjalani peran sebagai Yi Hua yang sangat jauh dari keberuntungan ini. Sangat menyakitkan.
"Namun kembalinya dirimu untuk hidup tak mungkin tanpa alasan. Yi Hua, mungkin 'alasan' itulah yang akan membuatmu bertahan nantinya. Jika memang kau diberi kehidupan ini untuk mempertanggung jawabkan apa yang kau lakukan sebelumnya, maka kau seharusnya tak membuang itu."
Yah, seperti ... Masih untung ia diberikan kehidupan lagi. Jika dia tak ingin berakhiran yang sama seperti sebelumnya, maka dia harus mengubahnya. Sekaligus mengumpulkan pigmen ingatannya.
Akan tetapi, ... Alasan?
Mengapa Xiao sampai mengatakan hal seperti itu?
Xiao busuk ini pasti tahu sesuatu.
Saat itu Yi Hua berpikir bahwa Xiao terkadang memang terlihat misterius, tetapi anehnya lebih banyak. Ketika ia ingin menyambung pembicaraannya dengan Xiao, mendadak ia menyadari sesuatu. Tatapannya langsung beralih ke arah selimut yang masih membungkusnya. Dengan tangan bergetar ia menarik selimut itu untuk memeriksa pakaiannya.
Yi Hua nyaris pingsan ketika mendapati keadaannya saat ini. Dia mungkin harus mengucapkan selamat tinggal pada dunia. Atau, mungkin dia harus menangis penuh iba bersama sapi, yang entah mengapa selalu muncul dalam otaknya. Bisa juga dia hanya meminta Xiao untuk mencari tuan baru untuk sistemnya, sebab Yi Hua sudah dibuang namanya jauh-jauh oleh Dewa Keberuntungan dan Rezeki.
SRET!
Aku pasti akan dieksekusi karena berbohong tentang identitasku!
Seseorang telah mengganti pakaian putihnya yang berlumuran darah itu. Tentu saja!
***
Selamat membaca 😉
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Cerita ini jelas memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan kehidupan author, sehingga ada kalanya cerita itu malah menjadi janggal. Tolong diabaikan aja, anggap aja benar. Kalau masih ingin kritis, silakan di IGD.
Baik. Apa ada pembaca baru di sini? Atau ada yang merupakan pembaca novel author yang satunya Pemeran Pembantu?
Jika kalian juga baca novel yang satunya pasti kalian akan sadar bahwa author memang gaya penulisannya seperti ini. Sangat absurd dan bahasanya agak ... Yah, cuma orang tertentu yang memahaminya.
So, mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
__ADS_1