Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Selembar Kain 7: Lagi-Lagi Pertarungan


__ADS_3

"Jadi, alasan mengapa para ular itu tidak menyerang ialah karena Tuan Shen yang mengendalikannya?" tanya Yi Hua pada akhirnya.


Ini seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Shen Qibo juga bisa mengendalikan ular peliharaan Yue Yan. Akan tetapi, Yi Hua tak menyangka jika Shen Qibo bisa melewati Yue Yan dalam per-pawangan ular.


Shen Qibo mengangkat bahunya. "Mungkin hanya karena dia semakin tak berguna."


BRAK!


"Tak berguna katamu!?" teriakan itu terdengar menggelegar di sekitar terowongan.


Hal itu membuat Yi Hua harus menghidupkan api di udara lagi dengan kertas jimatnya. Dari arah yang berlawanan dengan jalan masuk mereka, Yue Yan datang. Sepertinya karena tak. bisa masuk melalui lubang yang diciptakan mereka, Yue Yan harus masuk melalui jalan yang lain.


Shen Qibo menyimpan kembali pedangnya dengan pandangan tak perduli. Yi Hua memperhatikan lengan Shen Qibo yang tampak berdarah. Sepertinya pertarungan tersebut sudah menghasilkan beberapa luka untuk Shen Qibo. Sedangkan, An ...


Pria itu tidak apa-apa.


An seperti biasa hanya menyandarkan punggungnya di dinding. Seperti ia tak begitu peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Bahkan jika bukan karena Shen Qibo berada di lawan Yi Hua, maka An tak akan pernah mau berurusan dengan Shen Qibo.


Yi Hua mempertanyakan tentang minat An ini, karena An nyaris seperti permukaan air. Jika ada yang melemparkan sesuatu di sana atau terjun ke dalamnya baru dia akan bergerak. Seperti itulah Yi Hua mendefinisikan An.


Lagipula ... Mata Yi Hua masih melihat pada luka yang terbuka di lengan Shen Qibo. Luka itu tak bisa menutup. Apakah itu memang karena dilukai oleh pedang milik An? Walau Shen Qibo iblis sekalipun, lukanya tak bisa sembuh dengan cepat.


Tatapan Yue Yan masih sama seperti biasanya. Dipenuhi oleh dendam dan keinginan membunuh yang tinggi. Bagaimana pun kebenciannya pada Shen Qibo jelas tak akan mudah sirna.


Masalahnya adalah ... Mereka seharusnya tak ada di sini, sebab ini bukanlah urusan mereka.


"Sejauh apapun kau melarikan diri, aku akan menemukan dirimu. Dan, akan memberikan dirimu kematian yang paling buruk," ucap Yue Yan yang bersiap untuk menyerang Shen Qibo.


Tanpa ada banyak kata lagi, pria itu menyerang Shen Qibo. Namun seperti yang sudah seharusnya terjadi, Shen Qibo terlihat seperti bermain-main. Ia membiarkan Yue Yan menyerang, dan Shen Qibo hanya menghindar.


TRANG!


Shen Qibo memukul lengan Yue Yan, dan pedangnya pun terlempar. Setelah itu, Shen Qibo menarik kerah belakang Yue Yan hanya untuk dibanting ke dinding batu.


BRUK!


Yi Hua memejamkan matanya saat sudah membayangkan betapa sakitnya punggung Yue Yan. Yue Yan, meski seperti sapi yang kurang perawatan, tetapi dia masihlah manusia. Pukulan seperti itu pasti akan menyakiti punggungnya.


"Sampai kapan akan menjadi seperti ini, Yue Yan? Aku membiarkan dirimu hidup, tetapi kau dengan bodohnya terus mengejarku? Kau berusaha membunuhku, padahal kau hanyalah pengecut," ucap Shen Qibo sambil menekan kepala Yue Yan ke batu.


Yi Hua bisa melihat darah yang mengalir dari dahi Yue Yan. Akan tetapi, sama seperti sebelumnya, Shen Qibo sebenarnya hanya perlu membunuh Yue Yan, maka semua pertentangan ini akan berakhir. Namun Shen Qibo tak pernah melakukannya. Padahal Yue Yan sama sekali bukanlah tandingannya.


Yue Yan berusaha menyikut dada Shen Qibo hingga Shen Qibo hanya bisa melepaskan Yue Yan. Lalu, Yue Yan mengarahkan tinjunya pada Shen Qibo, tetapi Shen Qibo dengan mudah menangkap kepalan tangan Yue Yan. Kemudian, Shen Qibo memutar pergelangan tangan Yue Yan.


KRAK!


Pertarungan ini semakin tak sehat saja.


"Sampai mati pun aku tak akan pernah melupakan tatapan membunuhmu saat itu, Shen Qibo. Kenapa kau membunuh mereka? Mereka hanya orang biasa!" teriak Yue Yan dengan gemetar. Siapapun bisa tahu betapa besar kemarahan Yue Yan pada Shen Qibo.


Akan tetapi, apa yang bisa disimpulkan dari ini semua?


Jika Shen Qibo hanya melakukan misi kerajaan, dan semua dosa harus ia tanggung sendiri. Lebih dari segalanya, Shen Qibo hanya menyisakan Yue Yan sebagai satu-satunya orang yang tak ia bunuh. Apa yang sebenarnya Shen Qibo pikirkan?


Sayangnya, Shen Qibo terlihat tak ingin membicarakan hal itu pada Yue Yan.


BUGH!!


Shen Qibo memukul perut Yue Yan hingga pria itu memuntahkan cairan.


"Satu hal yang tak pernah berubah Yue Yan, yaitu kau masih sangat lemah."


Yue Yan menatap benci pada Shen Qibo, tetapi ia tak berdaya apa-apa. Bahkan saat Shen Qibo melepaskan pegangannya pada kerah pakaian Yue Yan, pria itu hanya bisa terbaring di atas batu.


Yue Yan meludahkan darah dari mulutnya. "Aku masih bisa bertarung, Qibo. Kau dengar aku! Aku ingin bertarung hingga aku bisa membunuhmu! Aku ingin kau mati dengan cara yang paling buruk." Yue Yan terus mengutuk dengan harapan jika Dewa mendengar kutukan.


Akan tetapi, apa Dewa akan mengabulkan setiap doa yang bermakna buruk? Entahlah.


Kemudian, Yue Yan tampak memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.


Xiao mendadak berseru, "HuaHua, kau ingat dengan aura kematian yang aku rasakan saat kejadian dengan Wei Fei?" tanya Xiao dengan nada ambigu.


Hey ... Jangan katakan.


Wei Fei menjadi makhluk yang berkekuatan besar dan mengerikan. Itu semua karena menggunakan energi dendam dan kematian untuk menciptakan kekuatan terlarang. Sama seperti kau membuat boneka untuk dirasuki oleh hantu. Metodenya sama, tetapi baru kali ini Yi Hua melihat jika ada jalan pintasnya sama seperti meminum obat.


Jika Yue Yan meminum benda itu, maka dia akan mendapatkan kekuatan besar. Itu seperti alternatif untuk punya kekuatan tanpa perlu berlatih keras, dan tanpa perlu menjadi iblis. Ia sangat ingat bahwa Si Tuan mengatakan bahwa ini adalah metode di mana tak akan ada lagi orang yang tertindas, sebab semua orang bisa mendapatkan kekuatan dengan instan.


Hanya saja ... Dampak buruknya adalah hal semacam ini akan memakan kehidupan siapa saja yang menggunakannya.


Yi Hua berteriak pada Jenderal Wei, yang kebetulan berada di jarak yang lebih dekat dibandingkan Yi Hua. "Jenderal Wei, jangan sampai dia memakannya."


KRAK!


Shen Qibo bergerak lebih cepat untuk menendang rahang Yue Yan. Akan tetapi, sepertinya itu tak berguna apa-apa, karena Yue Yan sudah mengigitnya.


"Xiao, apakah ada seseorang yang bisa membuat semacam obat seperti percobaan yang dilakukan oleh Si Tuan pada Wei Fei dulu?" tanya Yi Hua di dalam hati.


Xiao hanya berucap. "Jika ini terjadi bukan hanya satu kali. Mungkin memang ada dalang di balik ini semua, HuaHua. Kau harus berhati-hati."


Jika seperti itu, musuh mereka adalah orang yang sangat berbahaya. Ini sangat berbahaya saat kau harus melawan orang yang sangat pandai. Bahkan karena kepandaiannya ini, orang tersebut bisa membuat peningkat kekuatan yang sangat berbahaya.

__ADS_1


Ini gila!


GRAK!


Yi Hua kini melihat hal yang sama seperti yang dialami oleh Wei Fei dahulu. Muncul aliran nadi seperti darah Yue Yan memanas dan hampir meledak. Itu adalah garis nadi yang mengerikan hingga seperti muncul urat dimana-mana.


Setelah itu, gerakan Yue Yan nyaris seperti pemicu getaran. Bahkan saat Yue Yan menggerakkan lengan, sekitar lubang akan bergetar. Hal itu membuat Jenderal Wei berlari menuju jalan pintu masuk sambil menggendong Ping di gendongannya.


Ini sangat buruk jika Yue Yan menghancurkan bagian dalam lubang. Mereka jelas akan terkubur tanpa ada jaminan uang kembali. Paling utama ada membawa para pedagang ini kembali ke permukaan tanah.


Mereka seperti melakukan sesuatu yang tak berguna sama sekali. Setelah berusaha masuk ke dalam lubang bawah tanah, dan sekarang mereka harus keluar lagi dengan tekanan yang sama pula!


Yi Hua tak henti-hentinya mengutuk kesialan di dalam dirinya.


Ketika itu Yi Hua memperhatikan pada An, dan pria itu baru bergerak. An segera menendang bagian atas kepalanya. Itu semua karena An cukup tinggi, dan bahkan langit-langit lubang bawah tanah itu bisa disentuh An jika pria itu mengulurkan tangannya ke atas.


Pasti orang ini memakan batang pohon plum sejak dia masih kecil.


BRUK!


Hanya dalam sekejap lubang baru tercipta di lubang itu. Hal itu membuat cahaya matahari dapat masuk ke dalam lubang bawah tanah. Yi Hua bahkan bisa melihat wujud Yue Yan dengan lebih jelas. Ini nyaris seperti semua aliran darah Yue Yan menggelembung dan membengkak.


Ini ...


Shen Qibo terlihat masih dengan senyumnya yang biasanya. Matanya tetap terikat dengan selembar kain putih yang lusuh. Akan tetapi, dia tak terlihat sedikit pun ketakutan. Di sana hanya ada sedikit kekecewaan.


"Aku bahkan masih bisa menendang kepala menyebalkan mu itu, meski kau berubah seperti sapi," ucap Shen Qibo yang jelas-jelas hanya untuk mengejek Yue Yan.


"GRAHHHH!" Yue Yan meraung seperti biawak yang terjepit ekornya.


Akan tetapi, ini menimbulkan banyak getaran hingga batu-batu menjatuhi mereka. Yi Hua jelas bisa menghindarinya, tetapi para pedagang ini jelas tak bisa. Jenderal Wei sedang sibuk untuk membantu beberapa pedagang untuk naik terlebih dahulu. Sisa dari pedagang itu malah celingak-celinguk seperti seorang Puteri yang kehilangan sandal jepitnya.


Aku hanya tak mau menambah jumlah kerangka di lubang bawah tanah ini.


Itu yang Yi Hua katakan, tetapi tangannya segera menebarkan kertas jimatnya secara bersamaan. Gerakan itu pasti akan menarik lebih banyak dari tenaga Yi Hua. Bahkan Yi Hua yang baru saja sembuh dari racun harus merasakan sakit lagi.


Akan tetapi, berkat kertas jimat itu, batu-batu terpental agar tidak menimpa para pedagang. Namun ... Yi Hua hanya melindungi mereka, tetapi dirinya sendiri tidak. Sehingga ia tak melihat batu besar seperti sapi remaja yang baru saja pubertas sedang melayang di atas kepalanya.


Jenderal Wei menyadarinya, tetapi meski berteriak pun tak akan membuahkan hasil apa-apa. Yi Hua akan tetap tertimpa oleh batu besar. Xiao mengatakan, "Paling buruknya adalah kau menjadi lebih ramping dan mati saat ditindis batu. Dan, jika kau masih beruntung, kau tak mati, tetapi kepalamu pasti berdarah parah. Ingat! Kau harus melindungi kepalamu."


Sistem busuk!


Bagaimana bisa dia bisa memberikan pemberitahuan dengan nada sesantai itu!


SRET!


Yi Hua bisa melihat sesuatu melesat ke arahnya. Gerakannya sangat cepat, tetapi Yi Hua pernah melihat seseorang bergerak sama cepatnya. Bukankah ini sangat lucu saat sosok ini berpikir bahwa dia bodoh?


BRUK!


Meski begitu, Yi Hua mengalami pusing berat. Bukan karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga, tetapi karena tangan pria ini menekan titik tidurnya. Bagaimana Yi Hua bisa begitu lengah?


SRET!


"Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka. Kita tak bisa ikut campur, Yi Hua," bisik pria itu sebelum Yi Hua benar-benar tak sadarkan diri.


Itu benar.


Apapun yang dialami Shen Qibo. Apapun yang dilakukan oleh Yue Yan. Siapapun yang salah atau pun mungkin ada yang benar sekalipun. Namun itu semua bukanlah urusan mereka.


Akan tetapi, ...


Yi Hua tak suka dengan semua rasa penasaran di dalam kepalanya. Meski begitu, selama ia menyusuri jalan ini dan menyelesaikan semua masalah di sekitarnya, entah mengapa semuanya semakin buruk. Seolah memang ada sesuatu dari sebuah kerajaan yang tenang ini.


***


DUGHH!


Pria ini menoleh dengan heran pada suara yang keras itu. Bagaimana pun dia terbiasa dengan suara yang sunyi. Ia telah hidup dan besar di bagian hutan yang sunyi ini. Jika memang ada suara keras, itu mungkin para anak desa yang ingin menyakitinya.


Wajah ketakutan itu tertangkap oleh pandangan Yi Hua. Itu sama seperti kau takut untuk dipukul setelah beberapa kali mendapat perlakuan yang sama. Dengan kata lain, trauma.


Iya. Dalam waktu yang mengejutkan Yi Hua menyadari bahwa dirinya sudah masuk ke dalam masa lalu Shen Qibo. Ia mulai bertanya-tanya bagaimana tubuhnya di sana. Mungkin dia sedang pingsan atau tergeletak begitu saja.


Seharusnya kau memberitahu aku Xiao kapan aku akan masuk ke dalam masa lalu orang lain!


Yi Hua harus mengajukan protes pada sistem yang kurang informatif seperti Xiao ini. Bagaimana mungkin tanpa ada pemberitahuan dia sudah masuk ke masa lalu orang lain?


Namun dalam keadaan memasuki masa lalu orang lain, Yi Hua tak bisa menghubungi Xiao. Itu semua karena ketika Yi Hua masuk dalam kenangan orang lain, maka itu adalah alam bawah sadarnya. Sedangkan, Xiao jelas bukan bagian dari mimpinya.


"Kau ..."


SRET!


Yi Hua mungkin sama bingungnya dengan pria muda ini. Apalagi ketika melihat semak-semak bergerak seolah ada seseorang yang menggelinding di sana. Jelas itu bukan ular, karena Yi Hua bisa melihat punggung seonggok manusia. Mungkin manusia yang terjatuh sebelumnya sedang merangkak.


Dan benar saja yang muncul dari sana adalah wajah muda dari Shen Qibo. Yi Hua ingat jika dirinya pernah masuk sekali ke dalam ruang kenangan dari Yue Yan. Ia sangat ingat tentang cerita pertemanan aneh dari Shen Qibo dan Yue Yan.


"Hey, ... Aduhh ... Apakah aku mengejutkan dirimu? Jangan terkejut, karena aku tak sedang memberi kejutan," ucap Shen Qibo tak jelas.


Yi Hua tak berpikir jika Shen Qibo yang mengerikan itu akan seaneh ini di masa mudanya. Seolah Yi Hua mempertanyakan, dimana kepolosan masa muda dari Shen Qibo ini?

__ADS_1


Yue Yan menunjuk pada lengan Shen Qibo yang berdarah. "Aku tak berharap kau memberi kejutan. Tapi aku punya kejutan untukmu, yaitu lenganmu berdarah."


Shen Qibo mengangkat lengannya yang memiliki luka menganga di sana. Ini sangat aneh saat Shen Qibo sendiri tak merasakan sakit dari luka itu. Bagaimana bisa?


"Oh ya ampun. .. Ini sakit sekali. Rasanya seperti ditabrak oleh sapi, dan dibawa berkencan dengan biawak. Sakitnya bukan hanya di fisik, tetapi jika di hati." Setelah diingatkan oleh Yue Yan, Shen Qibo baru mengaduh sakit. Shen Qibo bertindak seolah dia sangat merasakan kesakitan. Padahal apa yang dilihat oleh Yi Hua ialah Shen Qibo tak merasakan sesakit itu. Walau lukanya cenderung sangat parah.


Mungkin Shen Qibo hanya terbiasa dengan rasa sakit? Entahlah.


Yue Yan tampaknya lebih tenang di masa mudanya. Ia terbilang sangat murni seperti air yang mengalir. Dia akhirnya mendekat pada Shen Qibo, karena dia akhirnya mengingat jika memang ada makhluk seperti pria muda ini.


Mereka pernah bertemu ... Mungkin sekitar beberapa tahun yang lalu. Yue Yan cukup bodoh untuk mengingat berapa lamanya waktu berlalu. Hanya saja Shen Qibo adalah sekian dari begitu banyak makhluk langka yang bisa berbuat baik padanya. Biasanya orang lain akan menatap Yue Yan aneh, dan bahkan memukulnya karena Yue Yan selalu di kelilingi oleh ular.


"Biar ku lihat lukamu," ujar Yue Yan sambil meraih lengan Shen Qibo.


Yi Hua yang kurang kerjaan juga memperhatikan luka itu. Dan, mendadak Yi Hua tak mau melihatnya lagi, apalagi ketika melihat luka Shen Qibo yang sangat dalam. Namun ...


Yue Yan menatap luka di lengan Shen Qibo dengan heran, "Apakah luka ini sudah lama?"


Seperti yang Yi Hua lihat, luka itu bukan luka baru. Bahkan Yi Hua bisa melihat bekas-bekas dari sisa kulit yang mulai mengering. Ini adalah luka lama, dan seperti luka cambuk?


Shen Qibo ...


Pria muda memasang senyum seperti biasanya. Dan, seperti yang sudah sering Yi Hua lihat, Shen Qibo adalah orang yang akan menutupi kekecewaannya dengan senyuman. "Keluarga yang aku miliki cukup luar biasa. Mereka akan memberi 'pelajaran' dengan sangat baik. Bahkan saat kau tak bisa menyelesaikan misi."


Apa pria ini berbicara tentang misi sebagai Tentara Malam? Seberapa keras tugas yang harus mereka ampuh? Jika gagal, maka mereka akan mendapat hukuman. Itu adalah apa yang Yi Hua pahami.


Tentara Malam tak akan sehebat itu jika tanpa ada pengaturan yang keras. Ini seperti anggapan jika berlian yang paling indah tercipta dari polesan yang paling keras. Sebab, segala sesuatu di dunia ini tak bisa muncul secara instan.


Jika pun ada ... Mungkin tak akan sebaik itu.


Shen Qibo menoleh pada ular yang tampak malu-malu di sebelah kaki Yue Yan.


"Hey, apakah dia ular yang menjadi temanmu? Bukankah dia lucu seperti anak sapi?" tanya Shen Qibo yang lebih terlihat seperti mengalihkan pembicaraan.


Yi Hua mengerutkan keningnya saat melihat ular itu tampak mengintip di sebelah kaki Yue Yan. Itu jelas sangat aneh di mata Yi Hua, saat melihat ular yang bertindak malu-malu kucing? Dan juga ... Lucu seperti anak sapi?


Dia sebenarnya ular atau kucing, atau malah anak sapi?


Abaikan saja pemikiran aneh di kepala Yi Hua ini. Dia harusnya lebih fokus dalam menahan informasi di kepalanya. Bagaimana pun dia tak bisa menyimpan rasa penasaran di kepalanya terus-menerus?


Yue Yan tampak sedikit sensitif saat 'anak-anaknya' disebut. Ia mulai merasa tak nyaman, tetapi Shen Qibo terlihat biasa saja. Sama seperti yang sering terjadi, Shen Qibo nyaris seperti orang yang terbiasa melihat keanehan di dunia.


"Apakah ada cara berkomunikasi dengan mereka?" tanya Shen Qibo yang ingin menyentuh para ular.


SSSshhh ...


Jelas saja ular yang antisosial seperti pemiliknya itu akan mendesis saat didekati oleh Shen Qibo. Namun Shen Qibo tetap terlihat tenang seperti biasanya. Akan tetapi, Yue Yan yang tahu tentang racun ularnya memilih untuk menarik tangan Shen Qibo lagi.


SRAT!!


"Hey ..." Shen Qibo tampak terkejut saat Yue Yan menarik kain pengikat rambutnya.


Namun Yue Yan hanya menunjukkan wajah datar. "Kau lihat aku ini tak punya apa-apa. Aku tak punya kain yang bersih untuk mengikat luka mu ini."


Shen Qibo tak mengatakan apa-apa lagi.


Yue Yan terlihat mengikat selembar kain itu untuk menutupi luka menganga pada lengan Shen Qibo. "Tentang ular ini ...Mereka hanya mengerti apa yang aku ucapkan. Dan, bagaimana aku bisa mengerti, aku tak bisa menjelaskannya."


Karena Yue Yan tumbuh bersama ular-ular ini. Hanya itu saja yang Yue Yan ketahui.


"Selesai. Kau bisa menggantinya jika kau sampai di rumah," ujar Yue Yan yang kini menjauhi Shen Qibo.


Shen Qibo menatap pada selembar kain itu dengan tatapan tak mengerti. "Kau tahu ... Luka seperti ini ... Kau tak perlu mengobatinya, karena itu akan muncul terus menerus."


Apa-apaan dengan tatapan menyedihkan itu?


"Mengapa?" tanya Yue Yan tanpa bermaksud untuk ingin tahu.


Dia hanya bertanya agar tak ada kesepian di antara mereka.


"Karena pria pasti tumbuh dengan luka dan rasa sakit. Dengan begitu, kau akan menjadi kuat," ujar Shen Qibo yang entah mengapa beralih ke sisi bercanda lagi.


Bahkan pria itu menepuk dadanya dengan bangga. Namun Yue Yan tetap datar seperti biasanya. Ia jelas tak begitu mengerti dengan apa yang Shen Qibo katakan. Ia bahkan lebih banyak mendapatkan pengalaman luka dan rasa sakit yang lebih besar.


"Namun aku tak kuat," bisik Yue Yan entah pada siapa.


Shen Qibo menarik senyumnya. Yue Yan muda mungkin tak menyadarinya. Akan tetapi, melihat status Shen Qibo sebagai Tentara Malam, mungkin pria ini mendengar apa yang Yue Yan bisikkan. Itu adalah hal yang mudah bagi seseorang yang terlatih seperti Shen Qibo.


Namun Shen Qibo tak menanggapi ucapan Yue Yan itu ... Ia malah membuka cerita baru. "Aku adalah seorang yang tahu berterima kasih. Kain ini akan ku jaga sampai aku bisa mengembalikannya padamu," ujar Shen Qibo sambil menunjukkan perban yang diciptakan Yue Yan di sana.


Padahal itu sama sekali tak bisa menutupi luka besar di lengan Shen Qibo. Bahkan darah masih mengalir dari lengannya. Juga, Yi Hua merasa sangat aneh saat melihat seseorang yang tersenyum saat mendapat luka yang sebesar itu.


Hanya saja ... Shen Qibo selalu menepati janjinya. Kain itu, ... Dia akan mengembalikannya.


Suatu saat nanti.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


__ADS_2