Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Hanya Sebuah Kenangan


__ADS_3

Sejauh yang Yang Mulia Raja Li Shen ingat ...


Ia malam itu tertidur dengan pikiran yang agak lelah. Terutama saat ada hal aneh di Kerajaan Li. Di mana muncul mayat berjalan, serta beberapa orang yang terluka. Bahkan Perdana Menteri Kiri, Liu Xingsheng juga terluka.


Dalam kelelahannya Raja Li Shen tertidur dalam posisi duduk. Masih ada banyak laporan dan pekerjaan tentang Kerajaan di atas meja, tetapi Raja Li Shen telah masuk di alam mimpi. Namun itu bukanlah mimpi yang membahagiakan.


"Jangan ..." Bisik Raja Li Shen yang berkeringat dingin ketika tertidur.


Entah bagaimana, tetapi mimpi itu muncul seperti mengingatkannya tentang sesuatu yang sangat ia benci.


Tentang kakaknya, Putri Li Wei.


Li Shen bermimpi tentang sesuatu yang selalu tertanam di dalam otaknya. Yaitu, saat ia terbangun dari pingsannya. Ia sangat ingat saat itu ia melihat Hua Yifeng membantai banyak orang dengan sangat kejam.


Ketika ia terbangun, Li Shen melihat sesuatu yang cukup aneh. Semuanya kembali seperti ... Normal?


Ia bangun di kediamannya.


Bukankah kediamanku sudah rusak?


Dari semua keanehan ini, Li Shen yakin jika dia hanya tak sadarkan diri sejenak. Sehingga perubahan sebanyak ini tak mungkin terjadi dalam sekejap itu. Ia juga yakin dia pingsan di kala siang hari, dan sekarang sore hari. Dari kurun waktu itu tak mungkin ada perubahan sebanyak ini.


Tak ada lagi mayat-mayat yang bergelimpangan. Tidak ada lagi darah yang bercecer. Tidak ada lagi ...


"Kakak!" teriak Li Shen ketika menyadari sesuatu.


Ia melihat mayat kakaknya Li Wei. Apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa dirinya bisa tertidur dengan nyaman di kediamannya, sedangkan semua yang terjadi ...


SRAK!


Li Shen memperhatikan seseorang yang tengah membersihkan tangannya dengan selembar kain, yang entah bagaimana berubah menjadi merah. Dari punggungnya Li Shen jelas tak mengenalnya. Hal tersebut yang membuat Li Shen menjadi waspada. Ia bangkit dari tempat tidurnya dengan cepat.


Mendengar keributan dari Li Shen pria itu membalikkan tubuhnya. Di sana Li Shen mengerutkan keningnya.


Siapa orang ini?


Pria itu menatap Li Shen dengan wajahnya yang datar. Meski begitu, Li Shen tak bisa mengartikan maksud dari tatapan pria ini. Akan tetapi, pria itu melempar kain yang ada di tangannya ke dalam wadah air di depan.


Akibatnya warna air itu berubah menjadi merah.


"Siapa kau?" tanya Li Shen pada akhirnya.


Pria itu menjawab dengan tenang. "Yang Mulia bisa memanggil saya 'An'. Selamat atas tahta Anda."


An?


Darimana bisa pria ini muncul di antara semua kepingan kejadian? Tidak diketahui asalnya darimana, dan Li Shen entah mengapa tak juga bertanya. Ia hanya tahu jika An menetapkan dirinya sebagai seorang pengawal. Li Shen tahu kekuatan An, sehingga ia tak mempermasalahkannya.


Belum lagi Li Shen perlu orang untuk melindunginya sebagai seorang Raja. Dan Li Shen juga sebatang kara di dunia ini. Apakah masih penting untuk bertanya tentang asal-usul An?


Selama tak membahayakan kerajaan, Li Shen tak berniat untuk tahu apa-apa.


Sejauh yang Li Shen tahu ... Ia bangun tidur dan langsung dipanggil sebagai seorang Raja.


Keadaan di Kerajaan Li juga mulai dipulihkan. Bencana dan penyakit batu entah bagaimana mereda. Bahkan penyakit batu tak ada lagi penyebarannya. Kerajaan Xin berhasil diusir dari Kerajaan Li. Sebagai karmanya, Li Shen mendengar jika Kerajaan Xin kehilangan pemimpinnya.


Akibat persaingan kekuasaan Kerajaan Xin yang curang itu gugur dengan sendirinya. Ada yang mengatakan jika Kerajaan Xin gugur karena hukuman dari Dewa Air*. Seketika kehancuran datang untuk Kerajaan Xin.


*Ingat gak sih yg waktu perayaan itu? Yg Liu Xingsheng buat pertunjukan. Itu sebenarnya mengisahkan tentang Kerajaan Xin, dimana ada anak yg mati untuk menenangkan Dewa Air. Dimana anak itu adalah anak yg punya kekuatan Dewa Air, dia bisa menghidupkan tanaman dan mengobati luka. Intinya kayak itu. Aku lupa juga kayak apa, tapi ini penting dibahas karena di chapter depan ada orang penting yg muncul dari cerita Legenda Dewa Air ini.


Seolah semua kekacauan sudah usai, dan dalam proses perbaikan. Entah bagaimana. Mungkin Dewa tak berniat memberi bencana lagi. Atau, mungkin pengorbanan Li Wei yang menghilangkan bencana. Ini sama seperti cerita Pangeran Penduka.


Ling Xiao sempat menjadi buronan untuk diadili karena ramalannya yang salah. Bukan salah ... Lebih tepatnya karena Ling Xiao tidak memberitahukan tentang ramalan. Ditambah lagi ... Ling Xiao juga merupakan ayah angkat dari Iblis Kehancuran, Hua Yifeng. Mereka berpikir jika menghukum Hua Yifeng harus melalui Ling Xiao.


Sayangnya, Ling Xiao tak bisa ditemukan lagi dan semua orang sudah tak percaya pada seorang Peramal. Pada era sekarang, sistem pemilihan penerus tahta melalui keturunan. Peramal ada untuk melihat cuaca, penyakit, dan juga menghilangkan hawa buruk dari iblis. Sehingga pada generasi muda, para peramal hanya bisa menggunakan kertas jimat. Untuk menangkal iblis dan memberkati.


Di mana untuk menghilangkan kutukan, seseorang yang ditakdirkan menjadi Raja mati untuk menghilangkan bencana. Dalam hal ini Li Shen mendengar_Semua yang Li Shen dengar hanya sebatas 'katanya'_ karena Li Shen benar-benar tak mengetahui apapun. Selain apa yang ia lihat sebelum tak sadarkan diri. Setidaknya Li Wei, yang dibenci orang-orang sebagai pembawa bencana sudah tak ada.


Dengan bantuan Penasihat Wang Zeming, yang ternyata masih hidup, Li Shen menjadi Raja di Kerajaan Li. Sebab, ia adalah satu-satunya putra Raja yang tidak dibunuh oleh Hua Yifeng. Jika tentang ini Li Shen memang melihat Hua Yifeng membantai banyak orang.


Selang beberapa tahun setelah semua kebijakan kerajaan berjalan dengan sangat 'sederhana', Kerajaan Li mengalami perubahan karena sistem dua Perdana Menteri muncul. Anehnya dari segala keanehan ... Sama seperti An, Perdana Menteri juga diambil dari orang yang bukan penduduk Kerajaan Li.


Pertama adalah Huan Ran, yang berkat kehebatan dan kecerdasannya mampu mengalahkan banyak orang, dan ia diangkat menjadi Perdana Menteri. Semua itu karena Kerajaan Li benar-benar tidak memiliki orang-orang hebat lagi. Para pejabat dibantai habis oleh Kerajaan Xin ketika mereka diserang. Sehingga mengambil orang luar sebagai Perdana Menteri tak menjadi masalah.


Selama mampu bekerja dan tak membahayakan Kerajaan.


Setelah itu, Li Shen menikahi seorang Selir bermarga Liu yang juga dari orang luar Kerajaan Li. Tak ada yang tahu asalnya.

__ADS_1


Namun gadis selir itu adalah Liu XinQian, gadis yang mengobati seseorang yang terkena penyakit batu. Itulah katanya mengapa penyakit batu menjadi surut jumlahnya. Liu XinQian memiliki saudara laki-laki, dia Liu Xingsheng.


Karena jalur belakang, dan Raja Li Shen yang juga kekurangan orang dalam Pengadilan Tinggi, Liu Xingsheng menjadi Perdana Menteri Kiri. Daripada tidak ada orang lagi, itulah alasannya.


Itulah sejarah kebangkitan Kerajaan Li hingga masih ada hingga sekarang. Meski sudah lebih maju, tetapi sistem kedua Perdana Menteri masih diberlakukan. Sebab, orang berpikir Liu Xingsheng mudah diajak berkomunikasi dibanding Huan Ran. Sehingga jika ingin bicara dengan Huan Ran harus melalui Liu Xingsheng, karena hanya Liu Xingsheng yang sabar dengan Huan Ran.


Setelah semua itu ... Kegaduhan baru muncul, yaitu setelah sepuluh tahun dari semua kebangkitan Kerajaan Li. Seorang pria muda dari bagian Peramal Kerajaan mencetuskan ramalannya.


Di mana Putri Hitam Li Wei akan terlahir kembali, yaitu ditandai dengan Lingkaran Mawar yang akan terkumpul lagi. Peramal itu lebih terkenal dengan sebutan buruknya dibanding kebaikannya. Dia adalah Yi Hua, seorang pria yang memang bertubuh kecil dan seperti seorang gadis. Wajahnya juga entah bagaimana cantik, sehingga dia tidak seperti pria pada umumnya.


Sejatinya dari sinilah semua cerita bermulai.


***


SRET!


Raja Li Shen terbangun dari tidur ayamnya. Di sana ia melihat wanita cantiknya, Selir Qian yang duduk dengan anggun. Wanita itu menemani Raja Li Shen di ruang kerjanya.


Lebih dari segalanya, Selir Qian ada di sana cukup lama, dan Selir Qian tak mengatakan apa-apa. Ia hanya menunggu Raja Li Shen tertidur dengan tenang.


"Apakah Yang Mulia bermimpi?" tanya Selir Qian sambil menuangkan semangkuk air.


Raja Li Shen mengusap wajahnya dengan wajah yang tenang. "Hanya kejadian di masa lalu. Aku pikir sudah lama sekali aku tak bermimpi tentang hal itu."


Tanpa ditanya pun Selir Qian sudah tahu apa maksud dari Raja Li Shen. Kenangan masa kecil Raja Li Shen tak sederhana, dan itu sudah menjadi hal yang terkenal di Kerajaan Li. Sehingga Selir Qian hanya menyiapkan kue kering untuk Raja Li Shen.


"Jenderal Wei Qionglin sudah membawa kembali mayat-mayat berjalan itu kembali ke Makam Keluarga Wei. Mereka membawa Peramal Yi Hua," jelas Selir Qian.


Hal tersebut membuat Raja Li Shen tidak jadi menyuap kue keringnya. Ia mengerutkan keningnya. "Mengapa mereka membawa Peramal?"


"Untuk memberkati para mendiang keluarga Wei. Apalagi tentang mayat berjalan ini, tentu saja cukup aneh. Bagaimana bisa mayat berjalan muncul," lanjut Selir Qian dengan senyumnya yang tenang.


Lebih dari segalanya ... Selir Qian menyadari wajah Raja Li Shen yang bingung.


"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Selir Qian.


Raja Li Shen menghela napasnya. "Entah mengapa akhir-akhir ini ada banyak kekacauan, dan juga ..."


Lingkaran Mawar, yang Raja Li Shen tahu itu sarung pedang, sudah mulai terkumpul. Entah mengapa semuanya terjadi di saat Yi Hua ada di sana. Lebih dari segalanya ... Yi Hua mengingatkan Li Shen tentang seseorang yang seharusnya tak Li Shen pikirkan lagi.


"Juga ... Bagaimana keadaan Perdana Menteri Liu?" tanya Li Shen yang mengalihkan pembicaraan.


Itu yang Selir Qian katakan. Akan tetapi, semua orang tahu jika Liu Xingsheng tak nampak beberapa hari ini. Perdana Menteri kiri itu hanya boleh diurus oleh kakaknya sendiri, Selir Qian. Tidak ada yang boleh masuk untuk melihat Liu Xingsheng. Sehingga orang-orang berpikir jika Liu Xingsheng terluka parah.


Namun Selir Qian ... Seperti biasa ... Keputusannya tak bisa diganggu gugat, bahkan Raja Li Shen pun tak bisa memaksa Selir Qian untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Liu Xingsheng.


Terutama Liu Xingsheng bahkan sudah sempat diobati oleh peramal Yi Hua*.


*Buat yang lupa tentang kejadian itu, aku jabarkan singkat aja. Yang ceritanya Liu Xingsheng keracunan bubuk mayat itu. Di mana cuma dia sama Yi Hua aja yang ada di sekitar para mayat. Terus Jenderal Wei Qionglin yang datang membantu juga. Itu kejadian sebelum mereka masuk ke makam keluarga Wei, terus flasback sepanjang kemarin itu 😂. Yah wajar juga sih kalo lupa.


Akan tetapi, yang mereka tak mengerti adalah ... Keadaan Liu Xingsheng yang hanya diketahui oleh Selir Qian.


Ditambah lagi dari penyerangan itu, mereka menyadari ada seseorang yang ingin mencelakai Jenderal Wei Qionglin. Juga, seseorang yang bisa mengendalikan mayat berjalan juga muncul. Lebih dari segalanya seseorang yang mengendalikan mayat berjalan, berarti memiliki kekuatan iblis. Apalagi mengendalikan begitu banyak mayat, dan itu pasti membutuhkan kekuatan yang besar.


Apakah ini Hua Yifeng lagi?


Lihatlah. Bagaimana saat semuanya jauh terurai, dan hanya kembali untuk satu orang tersangka. Hua Yifeng.


"Hua Yifeng tak akan lolos lagi kali ini," ucap Li Shen yang mengingat bagaimana Hua Yifeng yang membantai orang-orang di Pengadilan Tinggi berdarah.


Walau sampai sekarang Li Shen tak mengerti, mengapa Hua Yifeng tak membunuhnya.


***


TING!


Gendang telingaku nyaris pecah!


Yi Hua berteriak sambil menutupi kedua telinganya. Ia merasa cairan hangat keluar dari telinganya. Dan menyadari bahwa telinganya berdarah akibat suara musik yang dibuat Zhang Yuwen. Belum lagi dengan bekas luka melingkar muncul lagi dari leher Yi Hua.


Luka yang menyebabkan kematiannya dahulu. Luka itu muncul sebagai pertanda dari kekuatan 'kembali ke awal' aktif. Di mana saat ia hampir mati akibat suara musik Zhang Yuwen, dan kekuatan itu muncul.


Akan tetapi, suara itu sangat menyakitkan untuk didengar. Seolah suara itu seperti pisau yang masuk ke telinga dan mengorek dengan keras. Itu sangat mengerikan untuk dibayangkan.


Siapa sangka jika Zhang Yuwen akan benar-benar menjadi iblis seperti sekarang.


*Yee ... udah masuk ke cerita Yi Hua balik. Senang rasanya T_T.

__ADS_1


Entah bagaimana suara senar dari syair berdarahnya Zhang Yuwen membuat Yi Hua mengingat kembali tentang kehidupannya di kehidupan sebelumnya. Kehidupannya sebagai Putri Li Wei yang menyebabkan banyak bencana. Hingga saat kematiannya, dan Yi Hua menyadari jika ia telah mati dengan banyak penyesalan.


Tak aneh jika ketika ia terlahir kembali dengan tanpa ingatan. Mungkin karena semua ingatan masa lalu begitu menakutkan.


"Yi Hua."


Yi Hua mendengar suara Hua Yifeng yang berbisik di telinganya. Kemudian tangan dingin pria itu menutup ke telinga Yi Hua. Dan, gema dari denting musik Zhang Yuwen meredup. Itu terdengar seperti suara denting biasa.


Yi Hua membuka matanya dan mendongakkan kepalanya untuk menatap Hua Yifeng. Pria itu menatap datar ke arahnya, tetapi ada selaput merah darah di sekitar mereka. Pria itu menghalangi suara lagu iblis Zhang Yuwen.


Akan tetapi, ...


"Tuan Hua, mereka kesakitan," ucap Yi Hua yang mengacu pada Jenderal Wei Qionglin dan pasukannya.


Bukan hanya Yi Hua, Jenderal Wei* juga terluka parah di organ internal telinganya. Bahkan beberapa prajurit bawahan Jenderal Wei langsung tak sadarkan diri. Mereka juga mengalami pendarahan di hidung dan mata.


^^^*Ini bukan Wei Wuxie ingat yah! Ini adiknya, Jenderal Wei Qionglin. Yg sering gombalin Yi Hua itu nah.^^^


Hua Yifeng berdecak dan mengarahkan sebuah benang berwarna merah dari tangannya. Benang itu mengarah pada Zhang Yuwen dan memukul dengan keras pada senar iblis Zhang Yuwen. Suara musik terhenti, dan hal tersebut membuat Zhang Yuwen terlempar mundur.


"Hua Yifeng ... Mengapa kau ada di sini?" tanya Zhang Yuwen yang mengenal Hua Yifeng dengan jelas.


Di generasi mereka*, hanya Zhang Yuwen dan Hua Yifeng yang masih hidup. Itu yang Zhang Yuwen kira, sebab hanya mereka berdua yang terlahir kembali menjadi iblis.


^^^*Maksudnya Zhang Yuwen itu yang satu angkatan di Pelatihan Awan. Seumuran gitu.^^^


Hua Yifeng menatap malas pada Zhang Yuwen. "Memuakkan."


Zhang Yuwen tertawa kencang ketika mendengar ucapan Hua Yifeng.


"Apakah kau berniat datang ke sini untuk berkunjung ke makam Wei Wuxie? Ughh ... Padahal kalian tak berteman baik dahulu," ejek Zhang Yuwen sambil menyiapkan senar baru lagi.


Zhang Yuwen merentangkannya untuk dipetik lagi. Hal tersebut membuat Jenderal Wei berseru panik. Memerintahkan pasukannya untuk menutup telinga.


Akan tetapi, dengan mudahnya Hua Yifeng melompat ke arah Zhang Yuwen. Memutuskan tali senar itu dengan satu kali tendangan. Akhirnya senar itu malah mengenai ke tubuh Zhang Yuwen.


"Hua Yifeng ... Kenapa kau ada di sini? Ini tak seperti kau memiliki seseorang yang ingin kau ikuti! Li Wei sudah mati. Apa kau lupa karena mereka Li Wei mati? Mereka mengorbankan Li Wei untuk kebangkitan Kerajaan!" ucap Zhang Yuwen dengan marah.


Sejatinya, Zhang Yuwen dan Hua Yifeng berada di kubu yang sama. Mereka adalah dua dari lima bencana di Kerajaan Li. Sehingga ia tak mengerti mengapa Hua Yifeng sekarang bertarung dengannya. Ditambah lagi ia tahu Hua Yifeng juga memiliki kebencian pada Kerajaan Li ini.


Zhang Yuwen selalu ingin menghancurkan siapapun. Meski orang Kerajaan Li sekali pun. Mereka harus merasakan hal yang sama seperti yang Bao Tian rasakan. Sebab, bagi Zhang Yuwen ... Kesembuhan penduduk Kerajaan Li dari penyakit batu ialah karena mereka menggunakan darah Bao Tian.


Yi Hua yang baru pulih dari dampak kemampuan 'kembali ke awal' berdiri dengan tegak. Ia merobek lengan pakaiannya sendiri untuk diikatkan di leher. Ia harus menutupi garis bekas luka yang muncul di lehernya. Entah mengapa bekas luka itu belum menghilang juga, padahal Yi Hua sudah sadar dari kenangan masa lalu.


Hal tersebut membuat perhatian Zhang Yuwen teralih padanya. Sejauh dari apa yang ia ingat, peramal kecil ini sudah melintas di mana-mana. Bahkan pernah melewati hutan yang dikuasai oleh Zhang Yuwen.


Ia melirik pada Hua Yifeng, "Apakah peramal pendek ini yang membuatmu berpihak pada orang-orang Kerajaan Li?"


Peramal pendek katanya? Rasanya ingin ku tendang kepala Zhang Yuwen bodoh ini!


Dan, Zhang Yuwen mengarahkan senar iblisnya lagi pada Yi Hua. Kali ini serangannya ingin merobek ke wajah Yi Hua yang masih melamun. Tentu saja Zhang Yuwen tak segan untuk membunuh peramal kecil ini.


Hua Yifeng berniat untuk melindungi Yi Hua, tetapi peramal kecil itu mengeluarkan kertas jimatnya.


"Patahkan!" perintah Yi Hua pada kertas jimatnya.


Kertas itu terbang di udara dan mengikat pada senar milik Zhang Yuwen. Kemudian, jimat itu terbakar bersamaan dengan senar milik Zhang Yuwen. Hal tersebut membuat Zhang Yuwen terkejut, terutama ia belum pernah mendengar tentang seseorang peramal yang mampu bertarung.


Siapa sebenarnya peramal kecil ini?


Sebentar ... Bukankah baru-baru ini Kerajaan Li diributkan oleh peramal yang menyebut tentang kelahiran kembali dari Putri Li Wei?


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Zhang Yuwen dengan tatapan tajamnya.


Yi Hua mendongakkan dagunya. Seperti biasa. Bertingkah sombong itu perlu. "Saya Peramal Kerajaan Li. Nama keluarga saya Yi, dan Hua adalah nama saya. Silahkan datang ke kediaman saya untuk meramal. Tentang kehidupan, percintaan, lokasi kucing hilang, sampai bagaimana cara mengeluarkan sapi dari sungai, saya bisa memberi solusi. Pertama kali datang akan mendapat pengurangan harga. Dijamin akurat dan asli sesuai dengan nasib kacau hidup Anda, jika palsu uang kembali," ucap Yi Hua sambil menawarkan usahanya.


Bukankah caraku menawarkan jasa ramal itu sangat menarik?


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Tentang cerita ini ... Dia akan berlanjut dengan Yi Hua sebagai pemeran utama. Kan udah liat dari judulnya, bukan?


Jadi, dia dipanggil Yi Hua, sebab semua tentang 'Li Wei' adalah kehidupan sebelumnya. Memang penting untuk alur cerita ini, tetapi pusat penceritaan adalah tentang Peramal Kerajaan, Yi Hua. Walau jiwa di dalamnya adalah jiwa Putri Li Wei. Eh? Kok jadi aku malah bingung jelaskannya.


Intinya gitu lah.

__ADS_1


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


__ADS_2