
BRAK!
Yi Hua merasa jantungnya mulai ingin berpindah tempat ke wajahnya akibat lompatan yang begitu kuat. Nyatanya tak hanya dirinya, Liu Xingsheng terlihat lebih terkejut lagi. Abaikan Huan Ran yang masih terlihat seperti permukaan dinding. Datar dan tak begitu banyak berekspresi.
Aku lupa tentang ini! Bukankah yang paling berbahaya dalam kasus ini ialah meminta izin pada 'ibu' Xingsheng?
Wajah Liu Xingsheng yang awalnya terkejut kini berubah menjadi takut. Dia segera bersembunyi di belakang Huan Ran yang masih datar seperti biasanya. Akan tetapi, kini Huan Ran cenderung ingin memutar matanya. Walau sebenarnya dia agak takut dengan kehadiran Selir Qian.
"Bagaimana bisa kau akan segera menikah, Xingsheng? Apa kecantikan itu tahu bahwa kau ini sedikit pengecut?" tanya Selir Qian sambil menggertakan giginya.
Wajah Liu Xingsheng lebih frustasi lagi, dan menatap ke arah Yi Hua. Bagaimana bisa Yi Hua hanya terlihat seperti ingin mengambil makanan ringan, dan menontonnya terkena bantai kakaknya sendiri. Meski begitu, Liu Xingsheng terselamatkan dengan kehadiran Huan Ran yang agak lebih besar daripada dirinya.
"Mohon maaf Selir Qian, tetapi dengarkan penjelasan Perdana Menteri Liu dahulu." Kali ini Yi Hua mencoba untuk menengahi, sedangkan Huan Ran masih terlihat seperti tak begitu perduli.
"Mengapa aku harus mendengarkan omong kosong seperti itu? Dia ingin menikah, tetapi dia tak menunjukkan wanita itu padaku! Aku pikir dia akan menghabiskan seumur hidupnya untuk mengganggu Huan Ran," bantah Selir Qian tanpa ingin berbasa-basi lagi.
Namun ucapannya membuat Yi Hua sedikit bingung. Sepertinya Selir Qian adalah orang yang menyukai fakta bahwa Huan Ran dan Liu Xingsheng tak pernah begitu jauh. Sehingga Selir Qian tak menyangka jika adiknya akan menikah suatu saat nanti.
"Kakak, dengarkan aku ..."
Selir Qian menatap tajam pada Liu Xingsheng. "Aku mendengarkan semua yang kau keluhkan padaku. Namun apa kecantikan itu pernah mendengar seluruh keluhan itu? Dia mungkin tak mengenal dirimu, Xingsheng!"
Hey, dia baru saja ingin bicara!
Yi Hua nyaris ingin menutup telinganya dengan potongan busa. Bagaimana pun mengatasi Selir Qian merupakan perkara yang sedikit menyebalkan. Dia sekarang lebih terlihat seperti seorang mertua daripada seorang kakak.
"Kakak, aku tak sungguhan ingin menikah!" pekik Liu Xingsheng yang menyadari bahwa dia hanya punya sedikit waktu untuk bicara.
Namun wajah Liu Xingsheng lebih pucat lagi saat mata Selir Qian semakin tajam. Sepertinya Selir Qian harus berhati-hati dengan tekanan darah tinggi yang mungkin diidapnya. Terutama saat dia memiliki adik yang seperti Liu Xingsheng.
"Bagaimana bisa ada orang yang kurang ajar sepertimu? Apa kau tahu bahwa pernikahan itu bukanlah sesuatu yang main-main? Kau pasti tidak mendengarkan apa yang dijelaskan Huan Ran padamu."
Ini semakin panjang lagi T_T.
Liu Xingsheng sendiri nyaris menangis berguling-guling akibat itu. Dia mengguncangkan bahu Huan Ran hanya agar pria berwajah datar itu membantunya. Hal itu cukup membuat Huan Ran terganggu. Sehingga dia membantu untuk menjawab semua cercaan Selir Qian.
"Selir Qian, maksudnya ialah Liu Xingsheng hanya berpura-pura menyebarkan tentang pernikahannya," jelas Huan Ran dengan bahasa yang sangat sederhana.
Akan tetapi, efeknya lebih luar biasa. Selir Qian yang awalnya berceloteh seperti dia tak perlu bernapas, kini diam tak mengatakan apa-apa. Dia beralih menatap pada Yi Hua, dan Yi Hua hanya bisa menjawabnya dengan anggukan.
"Yang diperlukan hanyalah penyebaran beritanya, bukan isi beritanya," jelas Yi Hua yang sebenarnya kasihan dengan wajah Liu Xingsheng.
Yah, bagaimana bisa orang yang tak punya nyali seperti Liu Xingsheng bisa menjadi Perdana Menteri?
Itu adalah pekerjaan yang sangat beresiko dan taruhannya adalah besar. Tak ada yang bisa menjamin jika Liu Xingsheng bisa berpikir di saat-saat kritis. Meski begitu, Liu Xingsheng memang selalu bisa menarik perhatian orang lain dengan sikap baiknya.
Suatu sikap yang sedikit membuat Yi Hua risih. Apa memang ada orang yang begitu baik hingga bisa mengorbankan diri sendiri untuk kepentingan banyak orang?
Dipikirkan saja sudah terasa seperti omong kosong.
"Kebanyakan orang yang seperti itu sulit dicari, HuaHua. Namun bukan berarti tak ada," ucap Xiao yang mendadak bijak.
Sebenarnya sedari tadi Xiao berbicara di telinganya. Akan tetapi, Yi Hua tak begitu mendengarkannya. Apalagi jika Xiao hanya mengomentari tentang betapa protektifnya ibu dan anak jadi-jadian itu. Seandainya Xiao ini memiliki wujud, maka dia yang lebih baik dijadikan tumbal untuk mengatasi kemarahan Selir Qian. Sebab, wajahnya mungkin lebih tebal dari yang seharusnya.
__ADS_1
"Iya, Kakak. Aku hanya ..."
"Diam kau!" Selir Qian menunjuk pada Liu Xingsheng lagi, setelah itu dia mengalihkan pandangannya pada Yi Hua.
"Apa maksudmu dengan penyebarannya?"
Yi Hua jelas harus berhati-hati tentang ini semua. Bagaimana pun Selir Qian adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya adalah seorang gadis. Jika dia begitu banyak meresahkan, Selir Qian mungkin akan mencekiknya. Lebih parahnya lagi Selir Qian mungkin akan membeberkan identitasnya di Kerajaan. Maka itu akan menjadi akhir untuk Yi Hua, dia akan dihukum mati karena berbohong kepada Kerajaan Li.
"Hamba yakin bahwa penculiknya selalu mencari kecantikan tersohor. Sehingga kita bisa memancing penculik untuk datang ke 'pernikahan' Liu Xingsheng."
Selir Qian menatap tajam pada Yi Hua yang terlihat sangat yakin dengan rencananya. "Kau ingin membahayakan gadis yang menjadi pengantin pura-puranya Liu Xingsheng?"
Itu benar. Yang menjadi pengantin nantinya pasti dalam bahaya jika rencana kami gagal.
"Apa kita harus mencari seseorang gadis yang memiliki tingkatan kemampuan yang tinggi?" tanya Huan Ran memberi solusi.
"Biar aku saja," cetus Selir Qian tiba-tiba.
Hal itu membuat wajah horor dari yang lainnya. Bagaimana pun 'perkasa'nya Selir Qian, tetapi dia tetaplah selir dari Raja Li. Ditambah lagi, Selir Qian terlalu terkenal untuk menyamar. Lalu, Liu Xingsheng tak akan fokus dengan perannya jika harus berhadapan dengan kakaknya sendiri.
"Bagaimana jika ada yang mengenali Anda? Lagipula, di hari pernikahan sang adik, tak mungkin kakaknya tidak ada."
Apa yang diucapkan oleh Huan Ran itu sangat benar. Ditambah lagi ini adalah pernikahan dari seorang Perdana Menteri kiri dari Kerajaan Li, sehingga sangat aneh saat Sang Selir, yang juga keluarga satu-satunya dari Liu Xingsheng tidak ada. Itu akan menjadi rumor baru, dan parahnya ialah mereka akan ketahuan.
Lalu, cerita pernikahan Liu Xingsheng akan menjadi omong kosong. Ia akan menjadi bahan tertawaan dari banyak orang. Apalagi jika kasus ini gagal mereka selesaikan.
"Lagipula, akan sangat berbahaya jika Selir Qian yang menyamar. Bagaimana jika benar-benar terjadi sesuatu?" ucap Huan Ran yang membuat Selir Qian benar-benar mundur dari penyamaran.
"Kita gunakan pria yang pandai bertarung untuk menyamar."
Selir Qian menolak. "Jika dia orang biasa, atau bodoh seperti adikku, maka dia akan tertipu. Apalagi jika dia seorang tabib, maka dia akan menyadari bahwa yang menyamar di sana bukanlah seorang kecantikan," tegas Selir Qian yang tak memperdulikan wajah sebal dari Liu Xingsheng.
Beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat Selir Qian belum menjadi Selir Raja Li, dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk memeriksa mayat pria yang ditemukan dengan mengenaskan itu. Dalam jajaran kasus, kejadian itu adalah yang paling berbeda, karena korbannya adalah seorang pria. Begitu juga dengan raganya ditemukan, sedangkan jika itu kecantikan, maka raganya akan hilang.
"Dari apa yang aku periksa beberapa tahun yang lalu, kematian pria itu terlihat seperti bunuh diri. Namun dia bukan bunuh diri."
Liu Xingsheng terlihat terkejut dengan kenyataan itu. "Bukankah Kerajaan mengumumkan itu sebagai suatu tindakan bunuh diri?"
"Itu bukan, Xingsheng. Dia meninggal terlebih dahulu, baru digantung. Sebab, dalam banyak kasus bunuh diri, kebanyakan korbannya akan mengeluarkan lidah saat tenggorokannya tercekik. Namun pria itu tidak, tetapi Kerajaan memerintahkan untuk menyembunyikan tentang itu. Itu bisa membuat masyarakat menjadi gempar, dan berpikir bahwa pria juga bisa jadi terbunuh."
Bukankah kasus ini semakin mengerikan saja?
"Ditambah lagi yang membunuhnya sangat tahu cara membunuh. Pria itu bisa mati bahkan tanpa mengalami luka fisik besar. Itu adalah kasus dimana seseorang bisa terlihat seperti serangan jantung mendadak. Napasnya terhenti begitu saja, dan digantung," jelas Selir Qian yang berusaha agar tidak terlalu rumit.
Seseorang yang pandai, cerdas, dan teliti. Pantas saja selama ini mereka tak bisa menemukan siapa pelakunya.
"Bagaimana dengan gadis yang pandai bertarung saja?" Kali ini Yi Hua mulai ikut dalam diskusi.
Tiba-tiba Selir Qian menatap pada Yi Hua. "Kau saja. Bukankah kau juga memiliki kemampuan melempar jimat yang baik?"
Tatapan Selir Qian semakin lekat pada Yi Hua. "Lagipula, tak akan ada yang curiga bahwa kau seorang pengantin wanita yang palsu. Kau juga pandai melempar jimat, dan kau punya kemampuan."
Sebab, Yi Hua hanya kembali ke identitasnya yang asli. Tak akan ada cerita yang identitas yang terbongkar dan sebagainya.
__ADS_1
HUH?? Aku?!
Yi Hua sendiri merasa terkejut. Ia tak tahu ia lebih terkejut pada kenyataan yang mana. Entah itu pada kenyataan bahwa dia harus didandani seperti seorang gadis lagi. Atau, dia mungkin lebih terkejut saat Selir Qian menyebutnya pandai melempar jimat.
Seingat Yi Hua ia hanya bisa menggunakan jimat pengusir tikus untuk terakhir kalinya.
"Hiks ... Hikss ... Ya ampun, Ibu merasa bangga padamu, Nak. Akhirnya kau menikah juga," ucap Xiao yang malah mengejek ketimbang memberi solusi.
Tak lama Yi Hua bahkan bisa mendengar Xiao membuang ingusnya, seolah dia benar-benar menangis. Sungguh lakon yang sangat menyebalkan. Yi Hua merasa kakinya sangat gatal karena ingin menendang.
"Apa maksud kakak dengan tidak ada yang curiga pada Yi Hua? Pria kasar sepertinya pasti akan segera ketahuan," bantah Liu Xingsheng begitu saja.
Hal itu membuat Selir Qian semakin ingin mengajarkan adiknya agar semakin pintar. Sayangnya, dirinya sudah berjanji untuk menyembunyikan tentang identitas Yi Hua. Ia yakin Yi Hua punya alasan untuk itu semua.
"Bagaimana jika rencana ini gagal?" Yi Hua yang merencanakan, dia juga yang takut.
Masalahnya, dia ini adalah Yi Hua. Sejatinya, peramal itu adalah sampah di antara sampah. Dia tak memiliki kemampuan, tetapi sangat suka menabur omong kosong. Sehingga dia jelas tak akan bisa mengatasi ini semua.
Namun ... Dia harus tetap menjalaninya, bukan?
"Maka akan ada Pengantin Pria penuh duka yang kedua di jajaran pejabat Kerajaan Li," jelas Huan Ran apa adanya.
Sebentar ...
Kedua katanya.
Jika dia bilang kedua secara umum, maka Yi Hua tak akan merasa aneh. Namun dia mengatakan bahwa kedua di antara para pejabat Kerajaan Li. Hal itu berarti ada yang pertama, bukan?
"Apa maksud Anda, Perdana Menteri Huan?" tanya Yi Hua dengan cepat.
Liu Xingsheng menatap Yi Hua dengan bingung. Pasalnya ini sudah sangat terkenal di Kerajaan Li. Sebab, cerita pengantin wanita yang hilang di malam pernikahannya. Apalagi pengantin prianya adalah seorang Pejabat Kerajaan. Mustahil Yi Hua ini tidak mengetahuinya.
"Apa kau lupa, Yi Hua?"
Aku bukannya lupa, tetapi aku malah tidak tahu apa-apa!
Xiao juga tak berkata apa-apa tentang ini.
"Oh iya, aku lupa." Suara Xiao tercetus begitu saja, dan membuat Yi Hua semakin sebal.
"Cerita kecantikan kedua yang hilang itu. Dia adalah kekasih dari Pejabat Zhang Yi, Fang Yin."
Semua orang berpikir bahwa alasan kuat Zhang Yi ingin menyelesaikan kasus ini ialah karena kekasihnya yang tak pernah bisa ditemukan.
***
Selamat membaca 😉
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
__ADS_1