
Ketika Yi Hua berhasil keluar dari Gunung Hua, itu sudah saat pagi datang. Seperti yang seharusnya, Gunung Hua jelas tak akan menerima tamu lagi. Orang-orang yang berada dalam rumah perjudian mungkin juga sudah kembali. Jika mereka tak kembali, maka mereka akan diseret oleh anak buah Hua Yifeng.
Itulah yang Yi Hua dengar.
Yi Hua menekan telinganya lagi, dan permata merah, Xiao, masih terasa panas. Akan tetapi, tak ada rasa gejolak yang menyakitkan hingga merasa ingin muntah. Yi Hua mendudukkan dirinya di atas gundukan batu besar.
Dimana yang lainnya?
Apakah mereka meninggalkan aku?
Yi Hua jelas terlalu lelah untuk menduga-duga. Lagipula, jika Liu Xingsheng meninggalkannya di Gunung Hua ini sendirian, maka alasannya jelas karena Zhang Yi. Orang itu pasti telah dalam keadaan yang buruk. Atau, lebih parahnya lagi ialah dia mungkin sudah akan menjadi mendiang jika dia tak segera dibawa keluar dari Gunung Hua. Walau Yi Hua masih tak tahu dimana Huan Ran berada.
"Xiao," panggil Yi Hua pada permata yang melekat di telinganya.
" .... Apa?"
Jadi, makhluk ini aktif sejak tadi.
"Apa yang terjadi? Apa aku telah melakukan kesalahan hingga nyaris meledak seperti sebelumnya?" tanya Yi Hua yang ingin tahu tentang keadaannya yang sebenarnya.
Bagaimana pun ini menjadi teka-teki besar di kepalanya. Mengapa Xiao bereaksi aneh pada Hua Yifeng?
"Sebenarnya itu karena aku mengeluarkan kekuatan."
Lalu, mengapa suara Xiao ini tidak terdengar seperti biasanya?
Yah, sejatinya Xiao bukanlah suatu makhluk hidup atau makhluk yang bisa dideteksi keberadaannya. Hanya saja, Yi Hua dapat mengenalinya melalui suara. Meski begitu, kini suara Xiao terdengar sengau dan serak seperti orang yang tengah sakit.
Lagipula, bagaimana mungkin sebuah sistem bisa sakit?
"Yi Hua, jangan sampai ada yang tahu tentang identitas dirimu. Apalagi tentang sistem. Jika itu terjadi, maka akan ada kilat kesakitan seperti sebelumnya. Dan, dalam intensitas yang lebih besar lagi," ucap Xiao mengingatkan.
Setelah itu, Xiao hening.
Yi Hua hanya bisa mengerutkan keningnya dengan kenyataan itu. Bagaimana pun ia mengenal Xiao sebagai makhluk antah berantah yang sangat aktif berbicara. Akan tetapi, mengapa sekarang Xiao seperti orang yang sangat enggan berbicara?
Lalu, dia menghilang begitu saja.
"Xiao, apakah ada kerusakan parah di dalam dirimu."
"...."
Jangan katakan bahwa tabrakan kekuatan antara Hua Yifeng dengan Xiao sebelumnya membuat adanya kerusakan. Tentu saja bukan pada Hua Yifeng yang lebih kuat. Mungkin saja kini Xiao menjadi sedikit bermasalah karena gangguan itu.
Ya, walaupun aku selalu merasa bahwa Xiao memang makhluk yang sangat bermasalah.
Intinya itu lebih aneh daripada biasanya.
Namun melihat dirinya yang 'mungkin' hampir meledak sebelumnya, Yi Hua harus menghindari Hua Yifeng. Bagaimana pun pria itu terlihat seperti mengetahui sesuatu. Lebih parahnya lagi, sistem miliknya bermasalah jika bertemu dengan Hua Yifeng.
Juga, pria itu adalah pria kurang ajar yang mencuri ciuman pertamanya.
Bukan!
Yi Hua tidak dendam pada bagian yang terakhir. Jangan pandang dia seperti itu. Dia hanya tak mau berurusan dengan Hua Yifeng, apalagi dengan sifat 'kasar'nya itu. Pedang Li Wei yang sangat anti-manusia itu saja sudah menakutkan. Belum lagi dengan fakta bahwa Hua Yifeng adalah iblis tingkat kehancuran.
Jika Hua Yifeng tahu tentang tungku iblis di dalam tubuh Yi Hua, maka dirinya harus menyiapkan dupa untuk dirinya sendiri.
Ia harusnya tak pernah berada dalam jarak dekat dengan Hua Yifeng.
Lebih penting dari segalanya ialah aku harus mengganti pakaian rumit ini!
***
Saat Yi Hua kembali ke Istana Kerajaan Li, ia mendengar panggilan untuk datang ke aula Pengadilan Tinggi. Sepertinya Zhang Yi sudah siap untuk membicarakan apa yang terjadi sebenarnya. Yah, tentang alasan mengapa dia ditangkap oleh Hua Yifeng masih terasa abu-abu.
__ADS_1
Juga, sebenarnya Yi Hua tak berhasil mendapatkan petunjuk dari Hua Yifeng. Bahkan meski dia memenangkan permainan dadu, ia tetap tak sempat berbincang dengan Hua Yifeng. Lagipula, apa yang bisa mereka bicarakan saat Hua Yifeng malah mengurungnya di Istana Awan?!
Beruntung aku ini cukup cerdas untuk bisa keluar dari sana.
Namun yang Yi Hua sadari ialah mungkin saja Hua Yifeng yang memang menculik para gadis di Pusat Kota. Bagaimana pun itu tak aneh, apalagi dengan fakta bahwa Yi Hua juga dikurung olehnya. Jadi, mungkin Yi Hua nyaris menjadi korban keenam belas, jika dia tak berhasil melarikan diri.
Walau, tak ada bukti konkret mengenai hal itu. Dia juga tak melihat jejak dari kelima belas lainnya di Istana Awan. Sehingga kasus ini masih belum bisa diselesaikan.
Ketika Yi Hua masuk, dia sudah cukup terlambat. Seluruh tatapan mengarah padanya, termasuk Raja Li Shen.
"Bukankah dia nyaris dieksekusi? Mengapa dia dibiarkan masuk ke dalam Pengadilan Tinggi?" Suara menyebalkan itu terdengar dari salah satu Pejabat Tinggi Kerajaan Li
Hey, Paman! Aku juga sebenarnya tak mau masuk ke tempat ini.
Yi Hua memberikan penghormatan pada Raja Li, "Keberkahan langit menyertai Raja Li. Semoga Yang Mulia panjang umur."
"Silakan duduk, Tuan Yi."
Baru saja Yi Hua ingin duduk, dia sudah melihat lambaian semangat dari salah satu sudut. Itu adalah sudut yang sedikit mencolok, karena biasanya orang-orang dengan jabatan tinggi yang duduk di sana. Lalu, entah mengapa ada kursi kosong di dekat pria yang melambai dengan semangat itu.
Dan, hanya di sana ada kursi kosong.
"Mengapa kau tidak duduk? Kita harus memulai Pengadilan Tinggi, Tuan Yi," sindir salah satu pejabat muda yang sebenarnya biasa saja. Tentu saja reputasi sampah Yi Hua-lah yang membuat peramal ini mendapat kesan buruk dari kebanyakan orang.
Yi Hua menghela napasnya sebelum berjalan menuju kursi yang kosong itu. Ia duduk di sana, dan mendapati bahwa Liu Xingsheng menatapnya dengan mata berbinar. Yi Hua hanya bisa memasang senyum canggung. Dia sejatinya baru mengenal Liu Xingsheng.
"Perdana Menteri Huan." Yi Hua menyapa pada Huan Ran yang ternyata duduk di bagian depannya.
Sepertinya Huan Ran juga kembali dalam keadaan yang baik-baik saja. Walau Yi Hua tak melihatnya lagi di Gunung Hua saat itu. Mungkin Huan Ran yang mengumpulkan pasukan untuk menjemput Liu Xingsheng dan Zhang Yi. Sehingga pejabat yang hilang itu bisa mendapatkan penanganan yang baik.
"Aku mengira kau sudah menjadi koleksi dari Pemilik Kerajaan Hantu."
Yi Hua hanya menarik senyumnya tipis untuk menanggapi. Walau sebenarnya tangannya terasa gatal ingin menekan kepala Liu Xingsheng ke meja. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu di Pengadilan Tinggi?
"Aku mendengar bahwa Tuan Yi telah ikut serta dalam penyelidikan di Gunung Hua?" tanya Raja Li Shen langsung.
Hal itu lagi-lagi membuat perhatian datang untuk Yi Hua. Bagaimana pun mereka semua tahu bahwa Yi Hua adalah orang yang sedikit bermasalah dengan pekerjaannya. Dia seringkali gagal dalam apa yang dilakukannya. Sehingga keikutsertaan-nya dalam kasus ini membuat mereka sedikit sangsi.
Ini adalah kasus yang sangat mengganggu, dan terlalu banyak korban yang sudah jatuh. Lalu, tak ada titik terang atas semua ini.
"Hamba menjawab, Yang Mulia. Itu benar. Hamba juga datang ke Gunung Hua tadi malam."
Raja Li Shen menatap datar pada Yi Hua. "Tanpa memberitahu pada Kerajaan?"
Salahkan adik ipar-mu yang energik itu -_-.
Sayangnya, Yi Hua tak bisa melempar kesalahan pada Liu Xingsheng, atau itu akan menjadi masalah juga untuknya. Apalagi sejatinya tak ada yang tahu bahwa dia dipaksa. Sehingga dia akan terlihat seperti melakukan omong kosong seperti biasanya.
"Maafkan atas sikap lancang hamba, Yang Mulia," ucap Yi Hua sambil menahan tangan Liu Xingsheng.
Dia tak ingin begitu memperburuk keadaan seperti itu.
Seorang Pejabat menatap berang pada Yi Hua. "Penyelidikan seperti ini tidak memerlukan seorang peramal, Tuan Yi."
Yi Hua menatap jengkel pada pejabat yang bersembur air liur ketika bicara. Bahkan beberapa pejabat yang ada di sekitarnya terlihat menghindar. Beberapa berharap jika mereka menggunakan pepatah sedia payung sebelum hujan.
"Meski begitu, kami berhasil menemukan Pejabat Zhang berkat keberadaan Peramal Yi Hua," tegas Huan Ran.
Hal itu membuat Yi Hua nyaris menyeka air matanya terharu. Dia memang tak akrab dengan Huan Ran, tetapi Huan Ran tetap membelanya. Yah, mereka sempat menjadi partner dalam misi sebelumnya.
Huan Ran, aku akan mamasukkan dirimu ke dalam daftar teman.
"Apakah dia bisa melihat dimana kecantikan-kecantikan yang menghilang itu juga?" tanya yang lainnya secara bersamaan. Suara mereka nyaris seperti kerubungan lebah, tetapi mata mereka masih mengarah pada Yi Hua.
"An."
__ADS_1
Raja Li Shen memerintahkan seseorang masuk, dan itu adalah pengawal berwajah hangat sebelumnya. Pria itu memberikan senyumnya untuk Yi Hua. Tak lama ia masuk dengan informasi yang diinginkan Raja Li Shen.
"Pejabat Zhang Yi sudah sadar, Yang Mulia."
"Panggil masuk," perintah Raja Li Shen.
Ketika Zhang Yi masuk, Yi Hua bisa menghitung banyaknya kain untuk membungkus lengannya. Sepertinya Zhang Yi mengalami sesuatu yang buruk bersama pengawal bercadar, bawahan Hua Yifeng. Meski begitu, Zhang Yi terlihat cukup kuat untuk berjalan sendiri.
Yi Hua mengerutkan keningnya.
"Keberkahan langit menyertai Raja Li. Semoga Raja panjang umur. Hamba Pejabat Zhang Yi menghadap Yang Mulia," ucap Zhang Yi sambil membungkukkan tubuhnya untuk memberi penghormatan.
Raja Li Shen mengangkat tangannya sebagai isyarat agar Zhang Yi berhenti melakukan penghormatan. Kali ini Zhang Yi di persilakan untuk memberikan kesaksian. Yi Hua memperhatikan keadaan Zhang Yi dengan lekat.
"Bukankah dia 'bau'?" tanya Xiao yang mendadak sudah muncul kembali. Kali ini dengan nada yang lebih baik, bukan sendu seperti sebelumnya.
Yi Hua memang tak memiliki kemampuan sihir ataupun penglihatan cenayang. Akan tetapi, berkat adanya Xiao, dia mengetahuinya. Ditambah lagi dengan keadaan Zhang Yi yang sedikit aneh.
Pria ini terlihat lebih cepat sembuh dari yang seharusnya. Yah, lain halnya jika tingkat kultivasi Zhang Yi sudah cukup tinggi.
Dia baru saja terkurung dalam Gunung Hua. Mungkin 'bau' iblis itu bisa muncul darinya.
"Yah, bisa jadi."
Akibat berbicara dengan Xiao, Yi Hua tak bisa menangkap lebih jelas tentang apa yang Zhang Yi bicarakan. Hanya saja dia mulai memikirkan hal yang lain ketika mendengar apa yang dibicarakan oleh Zhang Yi. Terutama saat berbicara tentang kasus penculikan para kecantikan itu.
"Lima belas wanita?" tanya Yi Hua langsung.
Hal itu membuat tatapan kembali beralih ke Yi Hua. Semua orang berpikir bahwa Yi Hua tidak mendengarkan penjelasan dengan baik. Yah, seorang yang pandai menabur omong kosong tentu saja tak akan melompat begitu jauh. Dia akan tetap sama.
"Apakah laporan saya kurang jelas, Tuan Yi?" tanya Zhang Yi kembali dengan senyum di wajahnya.
Pria ini cenderung ramah ketimbang pria yang menyebalkan. Sehingga Yi Hua tak begitu mempermasalahkan pandangan orang lain. Hanya saja dia mulai menemukan sesuatu di balik kasus ini.
Dia mendekat ke arah Liu Xingsheng, dan berbisik: "Apakah Perdana Menteri Liu keberatan jika saya meminta Perdana Menteri untuk mengambil kasus ini kembali?"
Wajah Liu Xingsheng menjadi horor.
"Maksudmu bertemu lagi dengan Pemilik Kerajaan Hantu, Hua Yifeng?"
Yi Hua menarik senyumnya tipis. Seharusnya dia memang berpikir untuk mengandalkan Perdana Menteri ini. Meski meragukan, tetapi jabatan Liu Xingsheng sangat mengagumkan. Dia bisa menjadi pondasi yang baik.
"Ini tidak seburuk itu, Perdana Menteri Liu. Sebenarnya Hua Yifeng tidak ikut serta dalam kasus ini," bisik Yi Hua lagi.
Wajah Liu Xingsheng menampilkan bentuk keheranan yang menyebalkan. Meski begitu, Yi Hua tetap harus melakukan hal ini untuk mengungkapkan yang ada. Tentu saja dia juga mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Hanya saja semuanya masih belum jelas.
"Untuk kasus ini aku akan membiarkan ..."
SRET!
Tanpa menunggu waktu banyak lagi, Yi Hua langsung mengangkat tangan Liu Xingsheng yang duduk di sebelahnya. Setelah itu, dia melepaskannya dengan cepat. Semua orang menatap pada tangan Liu Xingsheng yang masih terangkat di udara. Bahkan Liu Xingsheng sendiri yang juga menatap tangannya dengan bingung.
"Yi Hua," bisik Liu Xingsheng yang nyaris ingin berguling-guling karena tak sanggup lagi.
Dia tak ingin terlibat lagi!
***
Selamat membaca.
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
__ADS_1