
Oh ya ampun kepalaku! Apakah masih bisa dipasang lagi jika ditebas?
Belum apa-apa Yi Hua sudah memikirkan hal yang akan terjadi sesudahnya. Ia tak bisa berpikir yang lebih normal lagi, terutama saat An adalah pengawal Raja Li Shen. Bagaimana jika pemuda itu memberitahukan tentang identitas Yi Hua?
"Sayangnya kemampuan 'Kembali ke Awal' tidak akan berfungsi jika kepalamu hilang. Coba kau pikir bagaimana buruknya penampilanmu saat kau masih bisa kembali hidup, tetapi kepalamu tak ada. Itulah alasan mengapa kemampuan itu hanya berlaku jika kepalamu masih ada," jelas Xiao tanpa ada hati lagi. Mungkin hati sistem ini telah dimakan oleh sapi.
Yi Hua hanya bisa menangisi takdirnya yang kurang jelas dan tak bermutu ini.
Dari semua alasan, kenapa sistem ini sangat tak berguna?
GREP
Selir Qian tiba-tiba merenggut wajah Yi Hua yang masih agak pucat. Lalu, dengan jarinya yang lembut tetapi kuat seperti badak, Selir Qian memeriksa wajah Yi Hua. Ia memiringkan wajah Yi Hua ke kiri ke kanan beberapa kali sebelum melepaskannya.
Sebenarnya Yi Hua risih dan ingin membanting Selir Qian karena sebal. Namun dia masih sayang dengan nyawanya sendiri, sehingga dia hanya bisa tersenyum tipis. Akan tetapi, senyumnya malah dibalas Selir Qian dengan tatapan tajam.
"Segera cuci wajahmu yang menyebalkan itu. Lalu, datang ke Pengadilan Tinggi. Kau ingin mereka tahu bahwa kau ini bukanlah seorang pria?"
Yi Hua nyaris berguling-guling karena takut sendiri. Belum lagi dengan rasa tak nyamannya akibat pakaian pengantin yang masih melekat di tubuhnya. Namun berkat itu dia menyadari bahwa dia masih 'utuh', dan An tak mengambil kesempatan saat Yi Hua di bawah pengaruh afrodisiak.
"Kabar menyedihkannya ialah kau tidak begitu menarik hingga pria berwajah tenang itu tak sulit menahannya," tanggap Xiao masuk akal, walau terasa menyakitkan.
Yi Hua memilih untuk tak menanggapi komentar Xiao yang memang tak pernah menyenangkan untuk didengar. Sebaiknya ia membersihkan dirinya yang sudah seperti boneka sawah. Atau, jika dia lambat mungkin Selir Qian dengan teganya akan menyeret Yi Hua untuk datang ke Pengadilan Tinggi.
Namun ...
"Kenapa hamba harus ke Pengadilan Tinggi, Selir Qian?" tanya Yi Hua sambil memperhatikan ke sekelilingnya.
Ia hanya mencari cara agar bisa melarikan diri jika benar dia akan segera diadili di sana. Setidaknya dia harus mencoba peruntungan, dan coba melawan wanita berkekuatan badak ini. Namun Yi Hua juga agak takut dengan sikap galak wanita ini yang sudah seperti tukang jagal sapi.
Pantas saja Liu Xingsheng seringkali ingin menenggelamkan kepalanya di sungai jika mendengar kakaknya ini menegur.
Selir Qian memiringkan wajahnya untuk memberikan senyum mencurigakan. Hal itu membuat Yi Hua membaca mantra pengusir tikus lagi. Siapa tahu berguna untuk mengatasi wanita ini.
"Bukankah adikku harus menyelesaikan kasus ini, bukan? Ini adalah misinya."
Sungguh wanita adalah kecantikan yang aneh.
Itu yang dipikirkan oleh Yi Hua ketika melihat wajah Selir Qian yang licik. Seolah dia lupa bahwa dia sebenarnya satu spesies dengan Selir Qian. Entahlah biarkan Yi Hua melantur sana-sini tak menentu. Dia jelas masih takjub dengan Selir Qian yang sangat 'sopan' ini.
"Perdana Menteri Liu pasti bersedih karena pengantin wanitanya yang ikut menghilang," bisik Yi Hua dengan sangat lirih. Bahkan Selir Qian pun tak bisa mendengarnya.
***
Ketika Yi Hua masuk ke aula Pengadilan Tinggi, ia menyadari bahwa diskusi sudah dimulai cukup lama. Hal itu membuat banyak perhatian datang untuknya, terutama saat beberapa orang tak tahu apa fungsinya Yi Hua di Pengadilan Tinggi. Kenapa seorang peramal diperlukan untuk setiap diskusi tentang kerajaan?
__ADS_1
Lain halnya jika yang mereka diskusikan ialah ramalan atau bisa jadi prediksi tentang kerajaan.
"Yang Mulia Raja Li, hamba di sini memberikan penghormatan. Maaf atas keterlambatan hamba," ucap Yi Hua sambil memberi penghormatan.
Dengan Raja Li Shen, pria itu hanya mengibaskan tangannya pertanda Yi Hua harus duduk ke tempatnya. Hal itu membuat Yi Hua menolehkan kepalanya hanya untuk melihat senyum konyol calon suami pura-puranya itu. Sedangkan Selir Qian jelas tak ada di ruangan ini. Sebab, memang bukan tempatnya bagi seorang kecantikan untuk berpolitik.
"Aku kira kau sudah mati."
Belum apa-apa Yi Hua sudah mendapatkan ucapan manis dari Huan Ran, yang entah kenapa duduk di sebelah Yi Hua. Biasanya Huan Ran akan duduk agak jauh, bahkan dari Liu Xingsheng. Yah, Huan Ran masih menyayangi kejiwaannya hanya agar dia tak ingin marah-marah dan mencekik Liu Xingsheng nantinya. Sehingga pria itu biasanya duduk agak jauh dari Liu Xingsheng setiap kali Pengadilan Tinggi. Walau setelahnya, Liu Xingsheng akan mengikutinya seperti bebek.
Namun entah mengapa hari ini Huan Ran duduk agak dekat dengan Liu Xingsheng. Mungkin saja ada beberapa hal yang harus mereka lakoni di sini. Seperti Liu Xingsheng harus berpura-pura sedih akibat kehilangan pengantin wanitanya.
Ini untuk 'wajah' juga bagi Liu Xingsheng. Hanya agar tidak terlihat sebagai orang yang ditinggal kabur di hari pernikahan.
Yi Hua hanya memberi senyum penuh omong kosong. Ingatlah bahwa dia adalah Yi Hua yang menyebalkan. Ia senantiasa harus menanamkan sifat tinggi hati, dan terlihat seperti orang yang lebih tahu akan segalanya.
"Sesuatu seperti itu tak akan bisa membunuh saya, Perdana Menteri Huan," balas Yi Hua dengan senyum tipisnya.
Sebelum perbincangan mereka berubah menjadi pembantaian, Raja Li Shen kembali berbicara. Maksudnya, kembali melanjutkan diskusi mereka yang diputus oleh Yi Hua sebelumnya. Walau mereka tak tahu mengapa Raja Li Shen tidak menegur kehadiran Yi Hua.
"Jadi, wanita itu tidak ditemukan dimana pun?" tanya Raja Li Shen.
Yi Hua mendongakkan kepalanya hanya untuk melihat siapa yang ditanya oleh Raja Li Shen. Namun hal itu membuatnya menatap langsung pada pria yang enggan ia temui dalam satu bulan mendatang. Ia cukup malu mengingat pria ini telah melihatnya yang berkelok-kelok semacam lintah karena kepanasan.
Akan tetapi, An tidak menatap ke arahnya, sehingga Yi Hua menghela napasnya lega.
Hal tersebut dibantah oleh Liu Xingsheng yang sepertinya lebih tak terima pada fakta dia ditinggal pergi di hari pernikahan. "Dia tak pergi meninggalkan saya begitu saja. Dia mungkin cukup mencintai saya."
Haduh! Lihatlah berapa banyak keraguan dalam ucapan Liu Xingsheng? Sudah ada kata 'mungkin', dan lagi ada kata cukup.
Yi Hua hanya bisa mengusap dahinya sendiri karena telah melibatkan nama baik Liu Xingsheng dalam kasus ini. Namun sebenarnya dia hanya ingin mengulang cerita lama, dan jika perlu membangkitkan. Yi Hua menatap pada seorang pria yang terlihat tenang di bagian sudut. Hal itu membuat senyum Yi Hua berkembang.
Sudah saatnya aku menebar omong kosong lagi.
"Jika seseorang mencintai Anda, mungkin dia akan menepati janjinya untuk datang ke altar," ucap Yi Hua tanpa dipersilahkan untuk bicara.
Liu Xingsheng paham tempatnya. Ia harus segera menjadi orang yang kontroversi akan hal ini. "Jaga bicaramu Yi Hua, ini semua kecelakaan! Dia diculik."
"Oleh seseorang yang cukup pintar?" tanya Yi Hua memancing.
Namun seorang Pejabat menjawabnya. "Ini pasti ulah iblis."
Bagaimana bisa kau selalu mengalihkan setiap kesalahan pada iblis, Paman!
"Yang berbuat siapa, yang disalahkan siapa. Jangan hanya karena iblis terkenal dengan keburukannya, dan kau meletakkan semua telunjuk ke arahnya," bantah Xiao yang cukup masuk akal.
__ADS_1
"Mengapa Anda berpikir ini tak mungkin bisa dilakukan oleh manusia?" tanya Huan Ran yang sejak tadi terlihat cukup dingin.
Zhang Yi meminta perhatian untuk menjawab. Bagaimana pun dia adalah orang yang sebelumnya diberi perintah untuk menyelesaikan kasus ini. "Setiap kali kasus ini terjadi, tidak pernah ada barang bukti. Bahkan tubuhnya pun tak pernah ditemukan. Ditambah lagi dengan fakta bahwa ini 'menghilang' begitu saja."
"Bagaimana dengan pria yang ditemukan tak bernyawa beberapa tahun yang lalu? Tubuhnya ditemukan," jelas Yi Hua.
Para pejabat lainnya tampak tak senang dengan Yi Hua. Bagi mereka Yi Hua sudah tak begitu baik untuk masuk ke pembicaraan ini. Terutama saat mereka telah memutuskan bahwa kasus pembunuhan pria itu tidak dalam lingkaran kasus ini. Sebab, targetnya berbeda.
"Jelas Tuan Yi tidak memahami kasus ini dengan baik! Yang Mulia sudah memutuskan bahwa itu adalah persoalan yang berbeda."
Yi Hua tetap bersikukuh dengan pendapatnya. "Pria yang ditemukan tergantung itu adalah kasus yang sama. Lebih tepatnya itu sebenarnya pembunuhan yang pertama."
Mereka menatap Yi Hua seperti sedang meremehkan. Bagaimana bisa orang ini tetap berbicara omong kosong seperti biasanya. Yi Hua di mata mereka ialah seseorang yang tak belajar dari kesalahan lama. Padahal pernah jatuh di lubang yang sama, tetapi tak ada kesadaran diri untuk mengubah.
"Bagaimana bisa itu menjadi pembunuhan yang pertama?" tanya An dengan wajah tenangnya.
Akibat An yang angkat suara dalam diskusi ini, semuanya memilih menutup mulut. Sebab, An selalu memiliki aura yang sangat menyebalkan. Ia bisa membuat orang lain kehilangan kata dan wajah mereka begitu saja.
Yi Hua menatap pada Liu Xingsheng, dan Liu Xingsheng menganggukkan kepalanya begitu saja. Seolah dia telah menemukan apa yang diminta oleh Yi Hua. Huan Ran juga terlihat tenang seolah semuanya telah masuk dalam rencana mereka.
"Sebab, pembunuhan gadis rumah cinta dan Nona Fang Yin bukanlah kasus yang sama."
TAP!
Semua pandangan kini beralih pada Zhang Yi yang mendadak menggebrak meja di hadapannya. Tatapannya begitu tajam, terutama pada Yi Hua. Meski begitu tak ada yang menyalahkan tindakannya, sebab semua orang tahu bahwa Fang Yin adalah seseorang yang berharga untuk Zhang Yi.
Membawa gadis malang itu kembali seperti menggali luka lama.
"Lalu, siapa yang membunuh Fang Yin, Tuan Yi?" tanya Zhang Yi dengan mata tajamnya.
Yi Hua menunjuk tanpa menilai kesopanan lagi pada Zhang Yi. "Itu Anda, Pejabat Zhang Yi. Ada membunuhnya berkali-kali."
Situasi gila ini tak kunjung menemukan solusi. Pada akhirnya, apa yang diucapkan oleh Yi Hua lebih mengejutkan dibandingkan sapi yang bisa terbang. Sesuatu yang tak pernah bisa orang pahami, dan di luar pikiran mereka.
Sepertinya gelar Peramal Gila masih akan terus melekat di wajah sombong Yi Hua ini.
"Kasihan sekali," komentar Xiao yang entah sebenarnya untuk siapa.
Tak ada yang tahu siapa yang patut untuk dikasihani dalam persoalan ini.
***
Selamat membaca 😉
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~