Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Ikatan 7: Awal dari Ide Buruk


__ADS_3

"Katanya, jiwa yang sudah pergi akan kembali ke langit. Kemudian, jiwa itu akan dilahirkan kembali menjadi sosok yang berbeda. Lalu, bagaimana dengan aku?" tanya Luo MeiYin pada Rong Mingyu yang tengah membaca buku.


"Kau hantu."


Yah, itu benar sekali.


Lebih dari segalanya ialah Luo MeiYin mengambil orang yang salah untuk diajak bicara. Sejatinya, Luo MeiYin lebih tepat jika mengajak bicara cermin ketimbang mengharapkan Rong Mingyu membalasnya. Ini sudah takdir alam, diubah pun akan percuma.


Namun hari-hari Rong Mingyu telah diisi oleh suatu kebiasaan. Ia telah terbiasa mendengar suara cempreng Luo MeiYin, sehingga ia tak akan mengeluh tentang kesunyian. Akhir-akhir ini aktivitas Rong Mingyu semakin padat, dan Luo MeiYin entah mengapa selalu mengikuti.


Tak ada yang tahu mengapa Luo MeiYin tetap berada di dunia ini. Biasanya jika sebuah jiwa tetap berada di dunia, padahal raganya sudah mati, maka dia punya dendam atau urusan yang belum selesai. Akan tetapi, Luo MeiYin tidak memiliki dendam itu di dalam hatinya.


Atau, ... ada sesuatu yang lain di balik kematiannya?


Oh ya ampun. Kapan aku bisa menyelesaikan kenangan antara Luo MeiYin dan Rong Mingyu ini!


Nyatanya Yi Hua tak punya petunjuk apa-apa.


Buruknya lagi ialah dia harus mengetahui apa yang terjadi. Lalu, setelah itu dia bisa kembali dari dunia kenangan ini. Bagaimana pun Yi Hua masih tak mengerti mengapa dia bisa masuk ke sini. Bahkan dia juga pernah mengalami hal yang sama saat dia berhadapan dengan Yue Yan.


Pada akhirnya, Yi Hua hanya bisa memperhatikan dua sejoli ini yang tengah bercakap.


Luo MeiYin berkeliling di sekitar Rong Mingyu seolah kurang kerjaan. Sehingga Yi Hua merasa ia ingin menendang Luo MeiYin karena itu. Meski begitu, dia cukup heran dengan Rong Mingyu yang masih terlihat datar.


SRAT!


"Aduh."


Entah bagaimana Luo MeiYin yang berkeliling nyaris terjatuh dengan konyolnya. Padahal Luo MeiYin jelas tak akan tersandung oleh barang-barang. Yang jelas Luo MeiYin tanpa sadar berteriak, dan tumbuhnya limbung ke depan.


Lalu, ...


SRAP!!


BUP!!


Tak hanya Yi Hua, tetapi kedua sejoli ini cukup terkejut dengan apa yang terjadi.


Tangan Rong Mingyu yang berusaha untuk menangkap Luo MeiYin masih berada di udara. Pria ini memiliki refleks yang baik, sehingga ia berpikir bahwa dia bisa menangkap Luo MeiYin. Akan tetapi, ...


Entah sejak lama, dan mereka tak sadar bahwa mereka bukan berada di dunia yang sama.


Luo MeiYin tak bisa ditangkap oleh Rong Mingyu. Tubuhnya nyaris seperti kabut, dan itu hanya menembus tangan Rong Mingyu. Seperti tak ada apa-apa di sana.


Sesuatu yang bisa dilihat, tetapi tak bisa disentuh.


"Terima kasih," ucap Luo MeiYin begitu saja. Entah darimana rasa kecewa muncul.


Lalu, yang ada di sana hanyalah Rong Mingyu yang menatap dingin ke tangannya sendiri. Kesunyian di antara mereka tak tau datangnya darimana. Akan tetapi, Yi Hua mendadak mengerti.


"Tentu saja."


TOK TOK TOK!

__ADS_1


Mata Rong Mingyu masih terlihat dingin, tetapi pandangannya beralih ke arah pintu. Tepatnya saat pintu ruangannya terketuk, dan muncul suara pelayan yang sering Yi Hua lihat di ruangan ini. Yah, mungkin itu adalah pelayan pribadinya.


"Tuan Muda ..."


SRET!


Tak lama pemandangan pintu beralih pada pelayan pribadi Rong Mingyu yang membukanya. Sosok itu masuk dengan pakaian pelayan biasa tanpa pernak pernik, sehingga kau bisa menyebutnya pelayan biasa.


Akan tetapi, ada banyak hal yang menarik yang bisa kau dapatkan dari wajahnya. Katakanlah senyum keledainya yang cukup berani, sebab biasanya para pelayan tak begitu. Mereka biasanya tak berani menatap pada Tuan mereka.


Namun pria pelayan ini tampak lebih banyak tersenyum hingga Yi Hua yakin gigi pria ini sangat mudah mengering. Belum lagi dengan gerakannya yang seperti pohon ditiup angin. Pria pelayan ini mungkin tak bisa diam, dan selalu terlihat seperti seseorang yang digigit semut saat sedang berdiri tegak.


Termasuk saat Yi Hua menyadari bahwa pelayan yang masuk ini adalah pelayan yang sama dengan yang menemani Luo MeiYin. Entah mengapa saat bersama Luo MeiYin untuk mendatanginya di kediamannya, Yi Hua tak begitu menyadarinya. Atau, mungkin dia terlalu berfokus pada Luo MeiYin.


"Ada apa?" tanya Rong Mingyu yang terlihat dingin seperti biasanya. Mungkin Rong Mingyu telah mengalami kelumpuhan wajah yang serius.


Harusnya Rong Mingyu mengambil sedikit wajah tersenyum dari pelayannya ini!


"Anda harus pergi, Tuan Muda. Mereka sudah menunggu Anda di Pusat Kota," jelas pelayan itu dengan senyum yang lama-lama terlihat menyebalkan di wajahnya.


Namun Yi Hua kembali mengingat sesuatu tentang Rong Mingyu. Pria ini tidaklah sederhana, dan dia berhubungan dengan tentara malam. Bisnis keluarga yang diwarisi padanya pun tak sederhana.


"Baiklah."


***


Yi Hua seperti berada di dalam kebingungannya sendiri. Terutama ketika melihat di sekelilingnya. Ini seperti kau berada di tempat yang kau kenal, tetapi tidak juga. Sebab, semua yang ada di sekitarnya agak berubah. Tentu saja karena dia masuk ke masa lalu.


Wah ... wahh ... Aku harus bercerita pada Xiao bahwa Bibi ini masih galak seperti biasanya!


Dan, ...


BRUK!


Eh?


Yi Hua, yang kala itu berada dalam tubuh Luo MeiYin juga merasakan benturan. Akan tetapi, itu akan menjadi hal yang biasa jika Luo MeiYin manusia. Dia pasti bisa bersentuhan dengan segala sesuatu di dunia ini.


Namun Luo MeiYin adalah hantu. Bahkan ingatlah bahwa Rong Mingyu juga tak bisa menyentuhnya, padahal ia bisa melihatnya. Akan tetapi, kini Luo MeiYin tertabrak oleh sesuatu. Lebih tepatnya seorang gadis kecil dengan pakaian serba putihnya.


Mata Rong Mingyu terlihat sedikit berubah, terutama saat menyadari apa yang Yi Hua sadari.


Apakah energi Luo MeiYin menjadi kuat begitu saja?


Atau ...


SRET!


"Maafkan saya."


Jelas makhluk kecil di hadapan mereka tak berbicara pada Rong Mingyu. Sebab, pria itu ada di depan Luo MeiYin. Yang tertabrak juga bukan Rong Mingyu, tetapi Luo MeiYin. Itu berarti gadis kecil ini bisa melihat dan bersentuhan dengan Luo MeiYin.


"Saya tidak sengaja, Nona." Gadis itu mengangkat kepalanya.

__ADS_1


Yi Hua tak tahu lagi bagaimana jenis waktu yang berjalan di sekitarnya. Ia jelas seringkali bercermin pada mangkuk air, dan tahu rupanya sendiri. Selama ini ia juga hidup dengan rupa yang ia ketahui.


Gadis kecil ini ... Dia Yi Hua kecil.


Namun saat itu ada sesuatu yang berubah dengan drastis. Tubuh Luo MeiYin yang awalnya seperti kabut kini berubah dengan lebih jelas. Yi Hua bahkan tak bisa mengatakan apa-apa lagi.


Hanya saja, Yi Hua ingat bahwa Xiao mengatakan padanya bahwa tungku iblis di dalam diri Yi Hua adalah sesuatu yang sangat kuat. Hanya bersentuhan dengan Yi Hua kecil, Luo MeiYin memiliki raga layaknya iblis tingkat menengah.


Lalu, hanya dalam beberapa detik setelahnya Yi Hua tampak terkejut. Tanpa menunggu Luo MeiYin mengatakan apa-apa, Yi Hua sudah berlari dengan wajah yang terkejut. Sepertinya Yi Hua kecil menyadari siapa yang ia tabrak, dan ia terlihat ketakutan.


Bagi seseorang yang memiliki penglihatan pada makhluk halus, semua yang ada di depannya terlihat seperti manusia. Begitu juga dengan Yi Hua. Akan tetapi, lebih buruknya lagi Yi Hua bisa memberi kekuatan pada mereka.


Yi Hua pasti pernah ketakutan pada dirinya sendiri.


Lalu, Yi Hua kecil berlari pada pria dengan pakaian serba putih juga. Yi Hua mengenal jenis pakaian itu, karena dia juga mengenakannya selama ini. Itu adalah pakaian peramal kerajaan yang sama seperti yang ia milikki.


Dan, Yi Hua seperti melihat sesuatu yang tak pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Pria itu adalah ayah Yi Hua yang asli. Seorang peramal yang sama kurang asupannya dengan Yi Hua. Orang yang mendidik Yi Hua untuk menjadi seorang pria.


Pria itu menepuk kepala Yi Hua, dan samar-samar Yi Hua mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu.


"Kau tak melihat apa-apa, Yi Hua. Jangan berdekatan dengan orang lain."


Setelah itu, ayah dan anak itu pergi meninggalkan kebingungan yang melanda. Meski begitu, apa yang terjadi hari ini memberikan Rong Mingyu sebuah ide yang sangat buruk. Sayangnya, itu tak akan berhasil begitu saja, dan Yi Hua sudah melihatnya di masa depan.


Lebih dari segalanya, Yi Hua akhirnya tahu bahwa ayah Yi Hua bukanlah sosok bodoh seperti yang diceritakan oleh Xiao.


Kata Xiao, ayah Yi Hua tak tahu tentang tungku iblis di dalam diri Yi Hua. Namun ucapan pria itu yang melarang Yi Hua untuk bersentuhan dengan Luo MeiYin adalah jelas. Pria ini tahu jika Yi Hua bisa memberi kekuatan pada makhluk halus.


Meski begitu, dirinya akhirnya mulai mengerti bagaimana Yi Hua dibesarkan. Karena kemampuannya, Yi Hua perlahan menjauhkan diri dari banyak hal. Lalu, dia besar tanpa teman, dan tanpa keramahan yang diajarkan. Hal itu karena ayahnya selalu mengatakan jangan berdekatan dengan apapun.


Ia mulai menyadari bahwa Yi Hua asli tidak seburuk yang ia kira. Orang itu tumbuh dengan menjauhi kehidupan normal, karena dia berbeda dari orang lain. Lebih dari segalanya, dari apa yang terlihat, Yi Hua memiliki kemampuan yang sangat kuat. Dia bahkan bisa memberi kekuatan melalui sentuhan.


Yi Hua sebenarnya adalah seorang peramal yang hebat di masa kecilnya.


Lalu, mengapa di masa depan Yi Hua menjadi lemah?


Ia menyadari bahwa Yi Hua memiliki banyak rahasia di masa lalunya. Entah apa saja yang pernah dilihat oleh Yi Hua, hingga dia mencetuskan ramalan kebangkitan dari Puteri Hitam, Li Wei. Ia mulai sangsi sendiri bahwa ramalan itu hanya omong kosong.


Padahal aku hanya ingin mengumpulkan ingatan masa lalu sendiri, tetapi yang muncul adalah tentang Yi Hua asli!


Ia jelas tak suka merepotkan diri sendiri.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


***

__ADS_1


__ADS_2