Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Penyusup Di Sekitar Mereka


__ADS_3

SYUUUNGG!


Yi Hua bisa mendengar suara angin keras di luar. Meski begitu, dengan hawa hangat di sekitar tubuhnya, Yi Hua yakin dirinya sudah berada di tempat terlindung. Hal tersebut yang membuat Yi Hua meringkuk, hanya untuk memberi kehangatan lebih di tubuhnya.


"Hoiii ... Yi Hua, apa kau sudah mati?" Suara makhluk lain terdengar, dan Yi Hua yakin dirinya tak sendirian.


Akan tetapi, ketika seseorang mencengkeram rahang Yi Hua, dan belum lagi dengan rasa dingin dari mangkuk perak di bibirnya. Yi Hua yakin dirinya sedang diberi minum oleh seseorang. Hal tersebut membuat peramal itu langsung bangkit seperti mimpi terjatuh dari langit. Bukan perkara apa, tetapi ia mengingat kejadian yang sama.


Dulu saat ia pingsan di padang debu, dirinya juga diberi minum oleh Hua Yifeng. Parahnya lagi minuman itu berasal dari Ling Xiao, yang katanya bisa menyembuhkan tubuh dari kekurangan cairan. Masalahnya minuman yang diberikan waktu itu terasa seperti air genangan darah.


Belum lagi kata Ling Xiao air itu bisa membuka penyamaran dari makhluk halus. Jika ada yamg menyamar menjadi manusia, dan meminum air itu, maka wujud aslinya akan terlihat. Jadi, seperti itulah tentang minuman unik dari Ling Xiao ini.


Karena aura Tungku Iblis aku selalu disebut satu ajaran dengan mereka.


Ingatlah. Tungku Iblis memang bisa menciptakan iblis yang kuat, jika diserap kekuatannya, tetapi bukan berarti tungku itu akan berfungsi bagi Yi Hua. Itu justru seperti memakan usia Yi Hua secara perlahan.


SRET!


Kala itu Yi Hua langsung bertatapan dengan Yue Yan yang berhasil menyelamatkan mangkuk air di tangannya. Melihat wajah jengkel Yue Yan, pasti orang ini akan mengomel setelah ini.


"Kau ini ku kira sudah mati karena kekeringan, tetapi masih bisa mengamuk seperti sapi!" ucap Yue Yan yang meletakkan mangkuk air di atas meja.


Yi Hua mengedarkan pandangannya ke bangunan sederhana yang mereka tempati. Ini adalah kediaman tersembunyi Ling Xiao.


Dahulu saat Yi Hua yang masih tanpa ingatan masa lalunya merasa asing dengan tempat ini. Akan tetapi, saat ia kembali ke kediaman Ling Xiao dengan ingatannya sebagai Li Wei, ia merasa seperti tenang. Ia ingat jika dahulu Ling Xiao juga yang menyelamatkan dirinya, Wei Wuxie dan Zhang Yuwen.


Yi Hua bangkit dan menyadari jika kakinya ternyata menyangkut di badan orang lain. Rupanya Yi Hua tanpa sadar meletakkan kakinya ke tubuh orang yang berbaring di sebelahnya. Dan, orang itu adalah Perdana Menteri Liu Xingsheng yang memejamkan matanya.


Haduh ... Mengapa meletakkan Liu Xingsheng di sebelahku. Untung saja tidak ku kira bantal.


Biar begini-begini, Yi Hua adalah seorang gadis yang polos dan seputih kertas. Ia harusnya meniru Ling Xiao, yang tak tersentuh oleh lawan jenisnya. Jika seperti itu ia akan mencapai kesucian untuk menerima pesan dewa.


Yah, seharusnya begitu.


"Hoaammm ..." Dengan sengaja Xiao menguap, padahal sistem tak jelas ini belum tentu punya sikap mengantuk.


Yi Hua menyentuh permata merah di telinganya. "Xiao, laporkan situasi terbaru sekarang," perintah Yi Hua di dalam hati.


Jika dipikir-pikir, Xiao sama seperti alat komunikasi jarak jauh bagi Yi Hua. Mungkin di masa depan akan ada alat komunikasi yang bisa mengantarkan suara dari jarak jauh seperti ini. Hanya saja ... Yah pastinya tidak menggunakan sihir atau keanehan seperti Xiao.


"Keadaan tubuhmu baik-baik saja. Kau tidak sadarkan diri bukan karena Tungku Iblis di dalam tubuhmu yang memanas, tetapi lebih pada fisikmu yang lemah," jelas Xiao yang membuat Yi Hua menghela napasnya lega.


Bagaimana pun jika Tungku Iblis menguap, Yi Hua tak bisa menghentikannya. Percayalah, tetapi hanya Hua Yifeng yang bisa menghentikan Tungku Iblis yang mengamuk. Akan tetapi, itu sangat beresiko bagi Yi Hua juga apabila Hua Yifeng menyerap kekuatan Tungku Iblis. Begitu juga bagi Hua Yifeng.


Jika Hua Yifeng terlalu banyak menyerap kekuatannya, Yi Hua akan mati dan Hua Yifeng juga bisa hancur akibat ledakan dari Tungku Iblis. Jika terlalu sedikit, maka Tungku Iblis yang terlambat ditenangkan akan meledak juga. Tentu saja Yi Hua akan mati juga, dan Hua Yifeng juga akan mati karena kekuatan Hua Yifeng akan ditarik oleh Tungku Iblis hingga mengering. Walau Yi Hua tak yakin jika Hua Yifeng bisa dilemahkan oleh Tungku Iblis. Karena Hua Yifeng memiliki Pohon Iblis, sumber kekuatan yang sama besarnya dengan Yi Hua.


Namun menampung dua kekuatan besar di dalam dirinya pasti membebani Hua Yifeng. Sehingga Hua Yifeng harus berada di jarak jauh dari Yi Hua untuk memulihkan kekuatannya. Hal ini tentu saja diketahui Yi Hua dari Xiao.


Akan tetapi, dengan semua itu, seharusnya Hua Yifeng tak perlu mendekat pada Yi Hua. Demi keselamatan dirinya sendiri, harusnya Hua Yifeng tetap berada di jarak paling jauh dari Yi Hua. Dan kenyataannya ialah Hua Yifeng seringkali muncul di waktu-waktu tertentu. Walau dia menghilang lagi, karena Yi Hua yakin Hua Yifeng sedang menyeimbangkan tubuhnya karena menyerap Tungku Iblis di Gunung Hua.


Mengapa Hua Yifeng perlu repot-repot untuk melakukan itu semua? Ini seperti Yi Hua yang memerlukan Hua Yifeng, tetapi Hua Yifeng tak memerlukan bantuan Yi Hua. Ia dan Hua Yifeng nyaris seperti bisa saling menyakiti jika berdekatan, tetapi jika berjauhan Yi Hua yang terancam nyawanya apabila Tungku Iblis mengamuk.



Yi Hua yang terikat, tetapi Hua Yifeng punya pilihan untuk pergi.


Apakah karena Hua Yifeng ingin mendapat kekuatan yang lebih besar lagi?


Atau, rumor tentang Hua Yifeng dan Li Wei adalah sepasang kekasih di masa lalu adalah benar? Namun mengapa dirinya tak mengingat apapun tentang Hua Yifeng?


SRET!


Yue Yan memperhatikan Yi Hua yang sedang meremas rambutnya. Yi Hua memiliki rambut yang cenderung tebal dan lurus, meski begitu Yi Hua hanya mengikatnya seperti ekor kuda di belakang. Panjang rambut Yi Hua mencapai punggung, dan itu semakin membuat Yi Hua terlihat seperti perempuan. Belum lagi dengan mata Yi Hua yang sangat cantik seperti permata hitam yang penuh.


Tunggu sebentar.


Mengapa Yue Yan bisa melihat Yi Hua seperti seorang gadis? Ini gila!


PLAK!


Yi Hua terkejut ketika mendengar suara pukulan dari Yue Yan. Entah ada angin apa, tetapi Yue Yan menampar pipinya sendiri. Mungkin saja Yue Yan merasa mengantuk, tetapi tak mau tidur.


Yi Hua mendadak menawarkan. "Mau ku bantu menampar lebih kuat?" tanya Yi Hua yang berniat baik. Terkadang Yi Hua menyukai pekerjaan pukul-memukul.


Dengan kesadaran penuh Yue Yan langsung mundur. Menjauh dari Yi Hua yang kejam ini. Dan, tepat di saat itu Huan Ran masuk dengan wadah air perak di tangannya. Selembar kain putih tampak tergantung di pinggir wadah air yang ia bawa.


"Perdana Menteri Huan," sapa Yi Hua.


Huan Ran hanya mengangguk untuk menanggapi. Pria itu menghampiri Liu Xingsheng yang masih berbaring. Yi Hua dengan tahu diri langsung bangkit dari tempat tidur jerami itu. Bagaimana pun secara status, Yi Hua hanyalah ekor sapi dibandingkan Huan Ran dan Liu Xingsheng yang merupakan 'mata' bagi Kerajaan Li.


"Di mana Peramal Ling?" tanya Yi Hua yang mengedarkan pandangannya ke arah pintu.


Namun hanya Huan Ran yang masuk ke dalam ruangan itu.


Akan tetapi, Huan Ran tak menjawabnya. Hanya saja tatapan pria itu melihat pada Yi Hua dengan aneh. Awalnya Yi Hua tak memahami arti tatapan Huan Ran, tetapi saat Yue Yan menunjuk ke sudut ruangan, Yi Hua menyadari jika ada seseorang yang 'menempel' di sana.


Sebentar ... Menempel? Memangnya di belalang?


Lagipula orang normal mana yang merentangkan tangannya dan menempelkan tubuhnya ke dinding seperti itu? Ditambah lagi mengapa Ling Xiao tidak mengatakan sepatah kata pun, padahal dia berada di tempat yang sama dengan mereka.


Juga, mengapa Xiao tidak memberitahu keberadaan belalang sembah ini?


Xiao berdecak malas. "Mengapa aku harus selalu memberitahu dirimu, HuaHua? Aku hanya perlu memberitahumu saat ada orang yang membahayakan. Peramal Ling ini lebih tertarik menempelkan wajahnya di dinding ketimbang mencekik dirimu." Lihatlah. Bukannya menjawab Xiao malah mencercanya seperti ini!


"Sepertinya sudah selesai," ucap Ling Xiao yang menarik tangannya dari dinding. Awalnya Ling Xiao memang menempelkan dahinya ke dinding, dan setelah ia menarik kepalanya dari dinding, Yi Hua bisa melihat garis-garis dari kayu dinding yang menempel di dahinya.


Dibanding sudah selesai, orang ini lebih ke kurang kerjaan.


"Apanya yang sudah selesai?" tanya Yi Hua dengan sopan santun yang masih melekat. Padahal Yi Hua sejak tadi ingin bertanya histeris pada Ling Xiao yang mulai terlihat uniknya ini.


Sekarang Yi Hua menyadari jika orang-orang di sekitarnya tak ada yang beres kepribadiannya.


Mendadak Yi Hua merasa sangat normal di antara mereka.


"Katanya, Tengkorak Putih seringkali meninggalkan tanda pada suatu benda. jika Tengkorak Putih ingin menghancurkannya, ia bisa menghancurkan benda itu dari jarak jauh. Asal dia sudah meninggalkan tanda," ucap Ling Xiao yang duduk di bangku kayu.


Yi Hua pernah mendengar ini.


Mengapa Tengkorak Putih bisa mengutuk seseorang tanpa menampilkan wujudnya?


Sebenarnya bukan karena dirinya yang tak menampilkan wujudnya. Terlebih pada Bao Jiazhen sendiri yang tak bisa terlihat. Bao Jiazhen bisa menciptakan portal sihir yang bersifat pintu ke mana saja. Jika ada tanda itu atau Bao Jiazhen pernah menyentuh benda itu, maka Bao Jiazhen bisa datang ke tempat itu secepat manusia yang lari dari hutang.


Namun biasanya, karena selalu di laut selatan, Bao Jiazhen hanya mengirimkan tanda sihirnya melalui gelombang laut. Sehingga jika ada kayu atau hewan aneh yang menempel di perahu, mungkin dia hanya pengantar 'tanda'.


Yi Hua hanya tak pernah mendengar Bao Jiazhen bisa mengantarkan 'tanda' tanpa terlihat wujudnya.

__ADS_1


Kecuali, jika Bao Jiazhen memang berada di dekat mereka.


Ling Xiao mengangkat bahunya ketika Yi Hua menatap ke arahnya. "Saya ragu jika itu memang Tengkorak Putih," ucap Ling Xiao tanpa berpikir panjang.


Itu benar.


Jika meletakan tanda, maka harus berada di jarak dekat. Pasti Bao Jiazhen bisa terlihat di antara mereka.


"Kecuali jika Tengkorak Putih ada di antara kita," ucap Ling Xiao melanjutkan.


Hal tersebut membuat mereka berlima saling menatap satu sama lain. Apa mereka harus saling mencurigai sekarang?


Yue Yan berucap pelan. "Bukankah sesudah pria ini mengatakan bahwa ia melihat seseorang, pria yang satu ini sudah datang," ucap Yue Yan sambil menunjuk Huan Ran dan Ling Xiao bergantian.


Maksudnya adalah saat Huan Ran mengatakan bahwa dia melihat sesuatu dan situasi menjadi sulit. Kemudian, Ling Xiao datang padanya. Ini menjadi masuk akal.


Namun Ling Xiao jelas-jelas bisa diragukan sebagai Bao Jiazhen. Pria ini adalah orang yang Yi Hua kenal sejak zaman dahulu kala. Bahkan Ling Xiao hidup lebih dulu dibanding munculnya cerita Tengkorak Putih, Si Penguasa Laut Selatan ini.


Ling Xiao mengangkat bahunya malas. "Saya tak berniat membela diri. Namun saya juga tak tahu tentang adanya Bao Jiazhen. Saya hanya menyadari keberadaan kutukan Tengkorak Putih saat melihat ular-ular orang ini menjadi tulang."


Yi Hua menatap pada Ling Xiao sekilas. Dan, ia bertanya pada Xiao. "Apakah ini bukan Ling Xiao yang asli?"


Siapa tahu ini hanyalah ilusi yang dibuat oleh Bao Jiazhen.


"Dia adalah Ling Xiao yang asli. Kalian di tempat ini adalah kalian yang asli. Tidak ada orang baru yang masuk di antara kalian di Lembah Debu sebelumnya. Saat Ling Xiao datang, dia selalu bersama Huan Ran. Yue Yan juga bersama dengan dirimu. Tak ada waktu untuknya membuat kutukan saat berada di jarak dekat dengan orang lain," ucap Xiao yang membuat Yi Hua mengerutkan keningnya.


Apa ini benar-benar bukanlah Bao Jiazhen?


Yi Hua menghela napasnya. "Namun yang mengatakan jika melihat sesuatu hanyalah Perdana Menteri Huan. Belum tentu memang ada orang lain."


Ini sangat rasional. Pasalnya, bagaimana bisa mereka semua ada di sana dan hanya Huan Ran yang melihatnya.


Ucapan Yi Hua membuat Huan Ran menoleh pada Yi Hua dengan datar. Pria itu sebenarnya sedari tadi menyeka tubuh Liu Xingsheng agar lebih nyaman. Mereka baru saja keluar dari kubangan debu sebelumnya.


"Apa kau menyebutku berbohong?" tanya Huan Ran dengan nadanya yang datar.


Tentu saja itu adalah penghinaan saat disebut berbohong, padahal Huan Ran adalah seseorang yang membawa kepercayaan orang lain. Dia adalah Perdana Menteri yang tak bisa dengan mudahnya disebut berbohong.


"Bukan seperti itu, Peramal Ling. ..."


Belum sempat Yi Hua melanjutkan, Yue Yan sudah mencerca dengan keras. Sebab, sejak awal Yue Yan tak sedikit pun berniat menghormati siapapun, apalagi orang Kerajaan.


"Lagipula, sudah terlihat sekali jika dia mencurigakan. Bagaimana bisa melihat sesuatu saat di sekitar kita berkabut debu? Aku saya bisa melihat batang hidung Yi Hua karena jarak dekat. Jika dia bisa melihatnya, pasti kita bisa melihatnya karena saat itu kita berdekatan. Kecuali, jika orang ini adalah iblis yang bisa mendeteksi keberadaan iblis lainnya," ucap Yue Yan tanpa memikirkan ucapan paling sopan sekalipun.


Huan Ran menatap Yue Yan seperti merendahkan. "Bukankah kau yang paling mencurigakan? Jika Tengkorak Putih bisa mengirim tanda melalui hewan air seperti ikan dan bahkan gelombang, maka sangat masuk akal jika dia menggunakan ular. Bukannya binatang berbisa mu itu selalu ada di dekatmu? Siapa yang tahu jika kau bisa berkomunikasi dengan mereka, dan mengirimkan kutukan melalui para ular. Bukankah kau yang datang tiba-tiba dan menyerang kami sebelumnya?"


Jawaban mereka sama-sama masuk akal. Sungguh.


Jika Ling Xiao dicurigai karena kedatangannya yang tiba-tiba, maka Yue Yan juga bisa dicurigai. Karena sama-sama datang di saat mereka sudah di Lembah Debu.


Yue Yan menatap marah pada Huan Ran. "Aku tidak mengetahui iblis semacam Tengkorak Putih ini!"


"Siapa yang tahu? Setiap iblis tingkat tinggi mereka bisa menyamar dengan baik. Bahkan tak ada yang bisa membedakan mereka dengan manusia," ucap Huan Ran cepat.


Tunggu dulu.


Yi Hua mendadak menatap pada Ling Xiao, dan entah mengapa Ling Xiao menggelengkan kepalanya.


"Air yang dulu pernah ku berikan padamu. Air yang bisa membongkar penyamaran sudah mereka minum sebelumnya. Saat pertama kali datang aku sudah menyuruh mereka untuk meminum," ucap Ling Xiao menanggapi.


Hasilnya ...


"Pria Ular itu malah muntah-muntah dengan mengerikan, tetapi dia masih seperti yang Peramal Yi lihat. Dia tak berubah. Sedangkan Perdana Menteri ini, dia hanya berkedip beberapa kali saat meminumnya, dan wajahnya terlihat seperti biasa. Perdana Menteri Tidur itu juga sudah meminum airnya, dan dia masih tertidur juga tanpa ada pengaruh sedikitpun," jawab Ling Xiao apa adanya.


Dan, ... Apa-apaan Huan Ran ini? Bahkan meminum sesuatu yang menjijikkan seperti ini pun masih datar juga ekspresinya?


Yue Yan melirik mangkuk minuman yang sebelumnya tak disentuh Yi Hua. Awalnya ia ingin meminumkan itu pada Yi Hua. Namun Yi Hua sudah bangun dan nyaris membuatnya tumpah.


"Apa yang menyamar sebenarnya adalah kau?" tanya Yue Yan pada Yi Hua.


Hey, aku memang menyamar. Namun bukan iblis yang menjadi manusia. Hanya gadis yang menjadi seorang pria!


Dengan enggan Yi Hua mengangkat mangkuk berisi air berwarna aneh itu. Ia bahkan sudah merasa ingin muntah, bahkan sebelum meminumnya. Akan tetapi, jika tak dibuktikan, maka tuduhan akan terus mengenainya.


GLUK!


GLUK!


Yi Hua meneguknya dua kali, dan nyaris menyemburkannya ke wajah Yue Yan. Rasanya benar-benar seperti air daging mentah. Itu sangat anyir dan berbau.


Mengerikan.


Ling Xiao tertawa kecil ketika melihat ekspresi Yi Hua. "Jika iblis yang meminum air itu, maka rasanya akan manis."


Yue Yan berdecak marah. "Manis apanya? Ini seperti aku meminum darah manusia!"


Huan Ran menyindir langsung. "Seolah kau pernah meminum darah manusia."


Sudahlah.


Yi Hua masih berusaha menyesuaikan kesadarannya yang terombang-ambing akibat air aneh itu. Namun seperti yang terjadi dahulu. Air itu tak bisa membongkar identitas perempuan yang berpura-pura menjadi pria, atau sebagainya. Sebab, ini bukan tentang fisik, tetapi lebih pada aura iblis seseorang.


Beruntung, Tungku Iblis juga tak bisa dideteksi oleh air itu.


Masalahnya adalah Tungku Iblis ini sangat kuat hingga air pembuka penyamaran ini tak bisa mendeteksinya. Apa itu berarti 'jika' ada Bao Jiazhen di antara mereka, air ini juga tak bisa membuktikannya. Karena Bao Jiazhen sangat kuat dan air ini tak sanggup mempengaruhinya.


Bisa jadi.


Sekarang ... Apa mereka hanya bisa saling mencurigai satu sama lainnya?


SRET!


Yi Hua melihat Huan Ran memberi isyarat padanya. Hal tersebut membuat Yi Hua mengerti dan menatap pada Yue Yan. "Kau ... Ambilkan minuman yang baik. Ingat aku ingin air minum yang baik."


Yue Yan menatap marah pada Yi Hua. "Apa maksudnya? Kau pikir aku mau kau suruh-suruh?"


Namun Yi Hua langsung merenggangkan jari-jarinya hingga berbunyi. "Kau tidak mau?" tanya Yi Hua sambil mengepalkan tangannya.


Mau tak mau Yue Yan menutup mulutnya dengan rapat. Belum lagi ia masih berhutang budi pada Yi Hua.


Tanpa disuruh lagi, Yue Yan berjalan keluar ruangan dengan menghentakkan kakinya.


Ling Xiao melipat kedua tangannya di dada. "Oh? Kalian tak menyuruh saya keluar juga?" tanya Ling Xiao dengan senyum manisnya.


Yi Hua menghela napasnya. "Ini adalah apa yang ingin kami tanyakan pada Anda, Peramal Ling."

__ADS_1


Juga ...


Huan Ran mendadak menarik pakaian Liu Xingsheng di bagian dada untuk terbuka. Di sana ada luka panjang yang dulu pernah di lihat Yi Hua di bagian dada. Sehingga Yi Hua tak terkejut dengan luka di dada Liu Xingsheng itu, tetapi yang membuatnya terkejut adalah garis aneh yang muncul di dada Liu Xingsheng. Itu terlihat seperti ditulis dengan tinta, tetapi jelas itu bukan tinta. Seperti melekat erat di kulitnya atau timbul dari kulit Liu Xingsheng sendiri.


Di sana ada garis-garis hitam yang memanjang dan agak miring*.


*Kayak garis barcode, tetapi miring. Itu tercetak di dada Liu Xingsheng.


Xiao berucap pelan. "Tanda ini dari Bao Jiazhen."


Bagaimana bisa? Sepertinya ada sesuatu yang tak beres yang tersembunyi di balik 'tidur-nya' Liu Xingsheng. Ini bukan perkara bubuk mayat atau apapun.


"Sebelum datang ke Lembah Debu, tanda ini tidak ada," jelas Huan Ran dengan nada datar.


Apa itu berarti Bao Jiazhen memang ada di Lembah Debu? Jika seperti itu, apa Bao Jiazhen pergi ke daratan untuk mengejar Liu Xingsheng?


Yi Hua mendadak teringat ucapan Selir Qian. Wanita itu mengurung Liu Xingsheng seperti tahanan. Tanpa ada yang bisa menemuinya, bahkan Huan Ran sendiri pun tak bisa menemui Liu Xingsheng. Semua pelayan yang berada di dekat kediaman Liu Xingsheng juga perlu diperiksa.


Apakah itu karena Selir Qian tahu jika Bao Jiazhen akan mengejar Liu Xingsheng?


"Aku melakukannya untuk kebaikannya Liu Xingsheng sendiri." Ucapan Selir Qian mulai masuk akal sekarang.


***


JENG!


JENG!


Soundtrack dari drama sapi terbang. Ku menangis~ ...


Jadi, isi di chapter ini yah cuma sampai bintang tiga di atas. Di bawahnya adalah tambahan informasi. Sekadar penjelasan yang perlu para pembaca ingat.


Dan, perhatian informasi di bawah ini, titik dua.


...*** XIAO SYSTEM: PERAMAL YI HUA ***...


Apa fungsinya tambahan ini?


Tentu saja untuk menambah bacaan aja. Biar berasa puas baca panjang-panjang. Padahal sih bukan isi cerita. Maklum author adalah tipe yang memanfaatkan setiap keadaan.


Tapi yahh anggap saja ada faedahnya informasi ini. Karena novel ini panjang melintang berputar-putar serta mendatar dan menurun seperti rollercoaster, makanya kadang ada informasi yang pembaca lupa. Aku juga kadang lupa sih.


Jadi, untuk mengumpulkan semua sisi khayalan anak manusia ini, anggap saja ini sedikit tambahan. Walau bukan dalam bentuk cerita, tetapi lebih ke rekapan dari chapter-chapter sebelumnya.


1. Apa maksud ramalan dari Ling Xiao dahulu? Katanya, Hua Yifeng dan Li Wei lebih baik tidak bertemu, jika mereka bertemu salah seorang dari mereka akan menjadi kehancuran dari seorang lainnya. Intinya gitu deh ramalannya.


Ling Xiao melihat takdir buruk untuk Li Wei dan Hua Yifeng, tapi sebenarnya Ling Xiao tidak tahu 'mengapa' itu menjadi takdir buruk. Sehingga siapa yang menjadi kehancuran bagi siapa, jawabannya adalah Hua Yifeng.


Ingatlah lagi di bab-bab awal, Hua Yifeng selalu bilang 'mungkin' alasan mengapa Li Wei tidak ingat dirinya setelah menjadi Yi Hua ialah karena gadis yang dicintainya itu membencinya. Apalagi Li Wei pernah ketakutan banget sama Hua Yifeng, terutama sama keistimewaan darahnya yang bisa menyembuhkan. Saat itu Li Wei hidup benar-benar pure tanpa sihir dan lain-lain. Dia takut saat ada sesuatu yang bersifat tidak manusiawi.


Juga, Li Wei mengakui bahwa dirinya adalah pewaris tahta Kerajaan Li dalam ramalan. Padahal itu harusnya Hua Yifeng. Jadi, Xin Wantang mengatakan bahwa Li Wei harus dibunuh untuk mengikuti cerita Pangeran Penduka. Cara menghentikan kutukan dari Penyakit Batu ialah dengan membunuh orang yang ditakdirkan menjadi Pewaris Tahta sebagai pengorbanan. Otomatis, Li Wei menggantikan Hua Yifeng untuk dikorbankan.


Itu sesuai dengan ramalan Ling Xiao.


2. Apakah Hua Yifeng sudah tahu sejak awal jika Li Wei terlahir kembali menjadi Yi Hua?


Jawabannya tidak. Awalnya Hua Yifeng merasakan aura tungku iblis saat Yi Hua menyembuhkan Pangeran Li Quon, anak dari Raja Li Shen. Ia mendatangi Yi Hua waktu itu murni karena aura kuat dari tungku iblis.


Kemudian, mengapa Hua Yifeng mencium Yi Hua di pertama kali pertemuannya?


Itu karena Hua Yifeng merasakan 'jantung'nya. Dia penasaran mengapa ada aura dirinya. Sekilas info, biasanya iblis kekuatan tinggi bisa merasakan hawa iblis lainnya. Jadi, biasanya Hua Yifeng harusnya tahu jika ada iblis lain yang ada di dekatnya. Nah, pas Yi Hua berusaha menarik energi buruk dari Li Quon, selain tungku iblis, Hua Yifeng merasakan aura 'dirinya' di dalam tubuh Yi Hua.


Bagaimana bisa Yi Hua ini beraura seperti Hua Yifeng, padahal bertemu saja belum pernah, bukan?


Itulah mengapa Hua Yifeng menciumnya. Untuk memastikan bahwa itu benar-benar auranya atau tidak. Sayangnya, karena lonjakan kekuatan tungku iblis, aura Xiao kacau dan Hua Yifeng tidak dapat memastikannya. Ditambah lagi, dia tak yakin. Bayangkan aja, masak iya ada kebetulan sebesar itu.


Ini sebenarnya dijelaskan dengan Hua Yifeng soal dirinya yang baru tahu tentang Li Wei itu pas di Istana Awan. Tepatnya saat ia menyentuh anting merah Yi Hua, dia benar-benar merasakan 'Xiao' di sana, yang sebenarnya merupakan jantung dan jiwa dari Hua Yifeng.


Jadi, Hua Yifeng gak punya jantung?


Iya.


Makanya Hua Yifeng itu sebagai manusia, dia mati. Iblis memang bisa menyembuhkan dirinya, meski luka parah sekalipun. Akan tetapi, Hua Yifeng memberi jantungnya saat dia belum menjadi iblis sepenuhnya. Sehingga luka di dada Hua Yifeng itu masih ada dan tidak bisa disembuhkan. Juga, Xiao sebagai jantung dari Hua Yifeng dan terhubung dengan jiwanya. Jantung itu adalah bagian 'manusia' dari Hua Yifeng, makanya jika jantung itu ditusuk, Hua Yifeng akan hancur.


Jadi, dalam cerita ini biasanya para iblis akan menyembunyikan 'bagaimana' mereka bisa mati, karena alasan kematian mereka juga kelemahannya sebagai iblis. Jika dia mati kecelakaan dan kepalanya pecah, maka kepalanya adalah kelemahannya.


Mengerti tidak? Kalau tidak mengerti, mari kita berdoa semoga otak kita tidak oleng karena penjelasan di atas.


3. Siapa saja yang tahu identitas Yi Hua yang sebenarnya?


Pertama, Hua Yifeng. Sejak dia mencium Yi Hua, dia sudah tahu kalau Yi Hua itu cewek. Kok bisa? Mana tahu! Tanya aja sama Hua Yifeng, matanya teliti banget pas lihat-lihat tubuh Yi Hua.


Kedua, Selir Qian. Ini karena Selir Qian pernah 'unboxing' pakaiannya Yi Hua.


Ketiga, Ming Fan, tunangannya Yi Hua. Jadi, Yi Hua dijodohkan sama Ming Fan pas lagi kecil. Lalu, dengan polosnya Yi Hua ngomong langsung ke Ming Fan kalo dia itu cewek, jadi dia gak bisa nikah sama Ming Fan. Makanya, pertunangan mereka gak jadi. Tapi Ming Fan jaga rahasianya Yi Hua, dan alasan mengapa Ming Fan menolak untuk menikah dengan Yi Hua adalah karena Yi Hua suka 'pria', katanya.


Jadi, yah ... Bingung juga. Kayak gini nah ... Ini Yi Hua, hidup menyamar jadi cowok. Oleh keluarga pihak ayahnya, Shi Heng, Yi Hua dijodohkan sama Ming Fan yang notabenenya cewek juga. Yi Hua menolak (kan wajar yah), tapi karena supaya ada alasan, Ming Fan bilang kalo Yi Hua itu gak suka cewek (Kan Yi Hua cewek juga -_-). Apalagi Yi Hua malah naksir Si Bos Besar, si Raja-nya langsung.


Padahal Yi Hua mencintai lawan jenisnya, tapi karena dia menyamar jadi cowok, dikira pecinta sesama jenis. Intinya gitu yah. Ribet banget hidup si HuaHua ini.


4. Apa Jenderal Wei tahu bahwa Yi Hua cewek?


Tidak. Jenderal Wei atau Wei Qionglin ini murni tidak tahu. Makanya Jenderal Wei sedang berada di dilema dan kerisauan hatinya. Kok bisa dia suka sama 'cowok' yang ada catatan kriminalnya. Gitu lah.


5. Di mana Hua Yifeng? Kapan dia muncul?


Kalau aku beritahu sekarang, maka tak seru lagi.


So, kayaknya itu aja yang bisa aku jelaskan. Soalnya itu doang rasanya yang sering ditanya-tanya.


Tentang author ... Emmm ... Mungkin ini sama sekali tidak penting.


Tanggal lahir 28 Mei 1998. Jadi, mungkin aku 24 tahun di 2022 ini. Daerah asal Kalimantan Timur. Hadir! Belum menikah. Aku udah lulus kuliah dan sudah bekerja. Walau dengan gaji yang ala kadarnya. Tapi yah, selalu bersyukur atas apapun yang kita peroleh sekarang.


Hanya perlu ancam untuk bakar kantornya, maka nanti semoga gaji naik di bulan berikutnya. Silahkan gunakan tips ini jika berminat.


Anak pertama dari tiga bersaudara, walau secara fisik aku kayak anak bungsu. Anggap aja aku awet muda. Tinggi badanku emang lebih pelit dibandingkan tinggi badan adek-adekku. Mungkin pas pembagian tinggi, aku tidurnya kebanyakan, terus gak kebagian banyak. Anggap aja gitu.


Terus tingkah laku-ku sangat anggun seperti bidadari yang menyelam ke sungai. Jika berjalan sangat gemulai seperti daun kelapa yang ditiup angin topan. Jika berbicara sangat lembut seperti kucing terjepit ekornya. Jika tertawa seperti putri kerajaan terompet. Sangat ramah dan baik hati. Tidak suka bergosip, hanya suka sharing pengalaman pribadi dengan teman-teman. Sangat pendiam dan tenang, bahkan gak suka banyak bicara. 11-12 lah sama Huan Ran. Jadi, paham aja kayak apa karakteristik penulis cerita aneh ini.


Selebihnya yah aku kurang tahu karena yang bisa menilai adalah orang lain. Tapi kalau penilaiannya terlalu banyak pada dirimu, kawan, lempar saja kepala orang itu biar kembali ke jalan yang benar.


Sekian.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


__ADS_2