Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Api Phoenix 3: Anak Phoenix


__ADS_3

Liu Xingsheng kali ini bertanya lagi. Lebih tepatnya dia tak ingin menyimpulkan sendirian. Lantaran ia cukup takut dengan apa yang mungkin terjadi. Sebab, kejadian sebelumnya memang sangat menakutkan.


"Yi Hua tidak apa-apa, bukan?" tanyanya lagi, dan kali ini hanya pada Huan Ran.


Itu semua karena dia merasa cukup takut untuk memanggil An. Pria itu sudah terlihat seperti Pengawal Pribadi pada umumnya. Biasanya An cenderung tenang dan tak pernah bertingkah kusut seperti ini.


Akan tetapi, sekarang An telihat agak berbahaya dan pedang tak pernah lepas dari tangannya. Namun percuma saja jika pedangnya ada, tetapi tak tahu siapa yang ditebas. Itulah mengapa Liu Xingsheng tak ingin berdekatan dengan An. Siapa yang bisa menduga jika An akan menebasnya karena kesal.


Ditambah lagi ... Siapa yang bisa berpikir jernih jika melihat kejadian sebelumnya. Mereka sudah tahu betapa kuatnya akar itu menjerat. Lalu, bagaimana dengan Yi Hua yang kecil seperti buruk merpati itu?


Kemungkinan paling baiknya ialah Yi Hua masih hidup, tetapi tulangnya patah. Kemudian, yang terburuk adalah Yi Hua patah tulang dan meninggal karena kehabisan darah. Liu Xingsheng langsung mengkerut ketika memikirkan itu semua. Percayalah, kemungkinan yang paling buruk sampai yang paling baik pun akan sama-sama mengerikannya.


Ditambah lagi Liu Xingsheng adalah orang yang membawa Yi Hua paksa ke Desa Yi. Jika terjadi sesuatu pada Yi Hua ...


SRET!


Ketika An memutar tubuhnya ke arah mereka, Liu Xingsheng segera bersembunyi di balik tubuh Huan Dan. Akan tetapi, pria yang berpakaian serba hitam itu hanya melewati mereka berdua tanpa mengatakan apapun. Hal itu membuat Huan Ran mengulurkan tangannya untuk menghentikan.


"Kau masih belum tahu ke mana Yi Hua dibawa. Lagipula, jika menurut kepercayaan Pohon Phoenix itu akan bersinar seperti bulu Phoenix setiap kali Perayaan Qixi. Malam ini adalah Perayaannya. Mungkin saja jalannya akan terbuka saat perayaannya dimulai," ucap Huan Ran masuk akal.


Jika memang Pohon Phoenix ini berhubungan dengan Perayaan Qixi, maka mungkin Perayaan Qixi adalah jembatannya. Hal yang sama seperti cerita jembatan yang setahun sekali ada untuk mempertemukan sepasang kekasih yang dipisahkan oleh Dewi Khayangan. Itu adalah cerita yang cukup ramai dipercaya oleh orang-orang pada masa ini.


Katanya, karena seorang penenun warna-warni di awan menikah dengan manusia*. Dewi Khayangan marah dan menciptakan jarak yang jauh di antara mereka. Sehingga mereka tak bisa bertemu.


^^^*Kalo bingung, cerita versi Indonesia-nya adalah Jaka Tarub. Itu hampir sama dengan Kisah Peri-penenun dan Penggembala Sapi. Seorang manusia yang mengambil selendang bidadari.^^^


Akan tetapi, karena burung murai merasa prihatin, banyak burung murai yang bersatu hanya untuk membuat jembatan. Namun itu hanya terjadi setahun sekali. Sehingga kedua pasangan itu hanya bisa bertemu satu tahun sekali.


Itu hanya cerita ... Meski begitu, siapa tahu jembatan itu memang ada.


An tetap berjalan menjauh dari mereka. Pria itu sama sekali tak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Huan Ran. Meski Huan Ran memanggilnya, An hanya menjawab. "Jika jalan itu tak bisa ku temukan, maka aku akan membuatnya."


Seperti yang Liu Xingsheng katakan sebelumnya. Pria ini memang agak berbahaya. Hanya saja selama ini terlihat begitu tenang, dan tak ada yang mengusiknya.


Namun kali ini ... An benar-benar merasa terganggu.


***


Suara gemuruh keras terdengar di telinga Yi Hua. Ia tak bisa merasakan tubuhnya sendiri karena terbelenggu. Belum lagi ia tak berani membuka matanya karena takut melihat keadaannya sendiri. Ia hanya tahu bahwa keadaannya bisa jadi sangat mengerikan, apalagi dengan akar-akar mengerikan ini mengitarinya.


Kenapa jika sial seperti ini selalu menjadi bagianku?


"Xiao, apa yang terjadi?" tanya Yi Hua yang sadarnya terlambat.


Pikirannya entah mengapa mengambang seperti sapi yang bisa terbang. Itu aneh sekaligus fenomena unik, tetapi hampir tak mungkin terjadi. Bagaimana pun Yi Hua tak pernah kerasukan sebelumnya. Sehingga dia tak memiliki perbandingan untuk memastikan apa yang terjadi. Mungkin saja apa yang dialaminya sebelumnya adalah kerasukan.


Dia seperti mengikuti arah suara begitu saja, dan tak bisa menolaknya.


Xiao berseru, "Aku kira kau sudah mulai naik ke langit karena semua kekuatanmu sudah diserap oleh akar-akar itu."


Oh iya.


Yi Hua jujur saja pernah merasakan di mana tungku iblis bergolak saat bekerja. Namun kali ini ia tak merasakannya, walau dia dilingkupi oleh akar-akar itu sebelumnya. Keadaan Yi Hua masih baik-baik saja. Yah, meski sekarang Yi Hua tak yakin dengan keadaan fisiknya.


Akan tetapi, secara spiritual Yi Hua masih sehat. Tak ada lonjakan energi di dalam dirinya. Dan, itu berarti akar pohon ini tidak menyerap energinya.


Hah?


Lalu, untuk apa benda-benda ini menculiknya?


"Dia Yi Xia."


Suara aneh itu lagi. Bagaimana mungkin saat Yi Hua bisa mendengar suaranya, tetapi dia tak bisa melihat sosoknya?

__ADS_1


Ia bisa mendengar dengan sangat jelas bahwa orang-orang itu berbicara tentangnya. Hal itu membuat Yi Hua segera membuka suara. Apalagi dia memang ingat bahwa wanita yang dilihatnya dalam kilasan aneh sebelumnya memang mirip dengan Yi Hua. Mungkin akar-akar ini mengira dirinya adalah Yi Xia.


Yi Xia.


Jika Yi Hua tak salah mengira, maka Yi Xia ini mungkin terhubung darah dengan Yi Hua. Dan, mungkin ibu kandung dari Yi Hua. Siapa sangka pencarian ini lebih cepat ditemukan daripada yang Yi Hua duga.


"Aku bukan Yi Xia. Apa kalian tak melihat jika aku ini seorang pria?" tanya Yi Hua yang berusaha memberi penjelasan.


Namun Xiao segera memberitahu pada Yi Hua agar peramal ini tak membuat malu.


"Kenapa kau memberitahu mereka jika kau bukan Yi Xia? Lagipula, tentang pria dan wanita, kau pikir mereka tak bisa merasakan aura mu. Kau tahu wanita dan pria itu memiliki aura yang berbeda. Sehingga makhluk seperti mereka bisa merasakannya. Itulah mengapa mereka mengira kau Yi Xia. Karena kau anaknya, sehingga bau mu seperti Yi Xia. Tapi, jika mereka tahu kau bukan Yi Xia, mereka akan membunuhmu," ujar Xiao dengan lantang.


Baiklah, aku diam sekarang!


Itu benar. Jika dia bukanlah Yi Xia, maka akar-akar ini akan membunuhnya. Hal itu yang membuat Yi Hua memilih bungam. Ia harus mencari cara agar dia terbebas dari belitan akar ini. Lalu, dia mungkin bisa mencari cara untuk keluar dari tempat aneh ini.


SRET!


"Eghhh ..."


Yi Hua merasa belitan di tubuhnya kian mengeras. Akar-akar ini kembali membelitnya, dan jika Yi Hua tak salah menduga maka yang bicara ini adalah para akar. Ia harusnya sudah sangat terbiasa dengan hal-hal aneh ini.


Yi Hua mengerutkan keningnya ketika bahunya terasa sakit. Akar-akar itu pasti semakin keras mengitarinya. Ini sangat berbahaya saat dia masih berada dalam belitan akar. Dia bisa hancur tanpa sempat bertarung.


Yi Hua melembutkan suaranya sebisa yang ia mampu. Setidaknya ia pernah mendengar suara Yi Xia dalam kenangannya. Meski tak terlalu mirip, tetapi setidaknya dia telah mencoba.


"Lepaskan aku terlebih dahulu. Kalian menyakiti aku," ujar Yi Hua yang rasanya sudah ingin menangis.


Namun jika ia menangis maka dia tak bisa berpikir jernih. Ia harus memikirkan cara menghancurkan akar ini. Satu-satu hal yang dipikirkan oleh Yi Hua adalah membakarnya. Sayangnya, jika Yi Hua menarik jimat untuk membakarnya sekarang, maka dirinya juga akan terbakar. Dia masih dibelit oleh akar sekarang.


SRAT!


Ketika itu belitan mulai mengendur, dan Yi Hua bisa bernapas lega.


Hoii!! Kenapa cepat menyadarinya?


Yi Hua berusaha menjauh dari tempatnya yang sebelumnya. Akan tetapi, dia sama halnya dengan biawak dalam karung. Dia tak bisa apa-apa jika dia tak tahu lokasi. Bahkan saat dia mundur pun punggungnya masih menabrak tanah. Ia sangat yakin dia berada di dalam gua bawah tanah.


"Tapi, Yi Xia memang berbau seperti manusia karena dia sering bertemu dengan manusia itu," ujar suara lain yang menanggapi.


Ada berapa akar yang bisa bicara di sini? Yi Hua hanya bisa mengikuti arah suara saja. Ia masih tak bisa melihat apa-apa.


"Kau benar. Api Phoenix dari Yi Xia juga masih sama. Dia adalah Yi Xia," ujar suara yang lainnya.


Api Phoenix? Apa maksudnya tungku iblis di dalam tubuh Yi Hua ini?


Namun Pohon Phoenix?


Mendadak Yi Hua memikirkan hal yang sedikit disambung-sambungnya. Akan tetapi, jika dipikirkan itu mungkin saja benar. Ditambah lagi ada sifat Phoenix di dalam diri Yi Hua asli.


"Xiao, apakah kemampuan 'kembali ke awal' ini sebenarnya adalah api Phoenix?" tanya Yi Hua yang mulai bisa menyimpulkan asal-usul terciptanya tungku iblis.


Percayalah tidak ada segala sesuatu muncul selalu dalam kondisi kebetulan. Tak mungkin tungku iblis bisa terbentuk dalam tubuh Yi Hua ada begitu saja jika Yi Hua 'hanya' manusia. Tak mungkin juga tungku iblis ini punya kekuatan yang sangat besar jika Yi Hua 'hanya' manusia.


Dan, tak mungkin kemampuan 'kembali ke awal' bukannya mirip dengan sebuah cerita?


Seekor burung besar berwarna merah yang terbakar api. Lalu, tak lama dari bekas-bekas abu merah dari burung yang terbakar muncul patuk kecil. Seekor burung terlahir kembali, meski hanya sebesar anak ayam.


Itu adalah Phoenix yang hidup kembali, meski dia telah terbakar. Selama api Phoenix masih ada dalam tubuh si burung, dia akan terus hidup, meski telah hancur sekalipun.


Meski Yi Hua nyaris mati, tetapi jika kepalanya masih melekat di tubuh, maka dia akan tetap hidup kembali. Meski sekarat sekalipun. Itu agak masuk akal.


Awalnya Yi Hua berpikir bahwa kemampuan 'kembali ke awal' ada pemberian sistem, tetapi kemampuan ini tak akan menjadi miliknya jika dia tak terlahir sebagai Yi Hua. Sebab, Yi Hua adalah keturunan Phoenix dan manusia. Itulah mengapa Yi Hua tidak bisa menggunakan kekuatannya.

__ADS_1


Yi Hua melanjutkan lagi sebelum Xiao menjawab. "Jadi, aku seperti merebut tubuh Yi Hua, bukan? Saat gadis itu mati dan seharusnya kembali hidup, tetapi jiwa ku masuk ke dalam tubuhnya," ucap Yi Hua yang merasa sangat ketakutan.


Kali ini Xiao tak mengatakan apapun. Meski begitu, Yi Hua tak perlu penjelasan apa-apa lagi. Ia sangat yakin bahwa dia adalah jiwa yang berbeda dengan Yi Hua.


Hal itu karena dia memiliki kenangannya sendiri. Dan, ia juga pernah melihat kenangan masa lalu dari Yi Hua asli. Itu adalah dua hal yang berbeda.


Dia adalah orang yang berbeda dengan Yi Hua.


Lalu, bagaimana bisa dia terlahir kembali sebagai Yi Hua?


Belum sempat Yi Hua menyimpulkan apa-apa, Xiao akhirnya angkat bicara.


"Kau tahu saat sebuah jiwa pergi, maka dia akan kembali ke langit. Jika jiwa itu terlalu lama di dunia, maka dia akan menjadi hantu atau iblis. Sehingga akan sangat aneh jika jiwamu berkeliaran di dunia, dan tanpa sengaja masuk ke dalam tubuh Yi Hua. Apalagi seperti yang kau lihat dalam kenanganmu, kau mungkin sudah lama meninggalkan dunia ini," ucap Xiao pelan. Entah mengapa sistem ini menjadi sedikit kelam sekarang.


Namun yang lebih kelam dari segalanya adalah kenyataan. Saat Yi Hua yang seharusnya tetap hidup, tetapi dia merebutnya. Merebut kehidupan Yi Hua. Walau dia tak tahu mengapa dia bisa merebutnya.


Xiao menghela napasnya saat dia harus menjabarkan hal yang membingungkan ini.


"Hanya saja ... Yi Hua asli memang benar-benar sudah tiada. Itulah mengapa kau bisa memakai tubuhnya. Sehingga yang hidup sekarang adalah kau, dan Yi Hua asli ..."


Ini buruk sekali!


Suara akar-akar itu kembali datang ke pendengarannya. Yi Hua berusaha menggerakkan tangannya untuk mengambil jimat di dalam sakunya. Akan tetapi, rasa tangannya kebas seperti tulangnya menjadi lembut. Entahlah.


Hanya itu yang bisa Yi Hua rasakan sekarang.


Akan tetapi, dia tak bisa mati di tempat ini. Tidak setelah semua kenyataan ini telah ia ketahui. Bagaimana pun dia tak bisa mati dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


Dia bisa mati penasaran!


Yang lebih menyedihkan lagi, Yi Xia dan Shi Heng tak pernah tahu jika puteri mereka telah tiada. Tungku iblis di dalam tubuh Yi Hua disegel hanya agar Yi Hua bisa hidup seperti manusia lain pada umumnya. Akan tetapi, gadis itu begitu malang hingga tak bisa hidup begitu lama.


TES!


TES!


Ia merasa ingin tertawa sekarang, tetapi mengapa air matanya yang malah menetes. Ia merasa takut untuk meneruskan misinya. Entah mengapa dia takut jika semua hal yang terjadi pada Yi Hua sebenarnya berkaitan dengan dirinya.


CRASHH!!


Yi Hua menyalakan api dengan jimat yang baru saja di keluarkan. Akan tetapi, belum semua bisa dicerna di otaknya, matanya menangkap sesuatu yang agak mengerikan. Hal itu membuat Yi Hua mengarahkan tangan kirinya yang terkepal ke arah gerombolan aneh yang berdiri di hadapannya.


BUGH!


Gumpalan akar itu terjatuh ke tanah dan terberai seperti ular. Mereka merayap, dan membuat Yi Hua bergidik ngeri.


Jadi, sejak tadi aku berhadapan dengan makhluk aneh itu?


Akan tetapi, karena Yi Hua yang refleks memukulnya akar-akar itu menjadi ganas kembali. Mereka bergumpal seperti sebelumnya, dan mulai waspada. Apalagi Yi Hua tanpa sadar seperti membongkar kedoknya sendiri.


"Mana mungkin Yi Xia jadi kasar seperti ini?" tanya akar itu pada sesamanya.


Gawat!


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~

__ADS_1


__ADS_2