
Tolonglah. Sial juga ada batasannya, tetapi mengapa Yi Hua ini hampir setiap hari sial?
Yi Hua mendengar Xiao yang berseru di telinganya. "Bagaimana bisa gadis Ming Fan itu mengandung? Apa kau pernah tidur dengannya?" tanya Xiao dengan nada terkejut.
"Aku yang seharusnya bertanya di sini, Xiao Busuk. Aku bahkan tak tahu manusia yang bernama Ming Fan itu. Lagipula, mengapa kau ikut-ikutan menuduh saat kau tahu jika itu pasti bukanlah anak Yi Hua!" omel Yi Hua di dalam hati.
Katakanlah jika memang Yi Hua asli memiliki hubungan dengan Ming Fan. Itu tak bisa dihindari jika mereka bisa saling mencintai. Namun yang menjadi pembahasan di sini ialah Shi Qingnan mengatakan bahwa Ming Fan tengah mengandung. Sehingga kesimpulannya sudah jelas bahwa itu bukan Yi Hua.
Dia juga gadis, mana bisa di menghamili Ming Fan. Sayangnya, Yi Hua tak bisa mengatakannya dengan lantang. Sungguh hal yang membingungkan.
"Ming Fan itu gadis yang akan dijodohkan dengan Yi Hua asli. Kau tahu hanya sebagai ikatan politik, dan keluarga Shi hanya tak ingin tak ingin anak-anak mereka yang menikahi Ming Fan. Oleh karena itu, Yi Hua lah yang dipilih untuk menikah dengan Ming Fan. Yah, itu karena mereka tidak tahu jika Yi Hua itu seorang gadis," jelas Xiao setelah tenang dari keterkejutannya sendiri.
Eh? Mengapa keluarga Shi tak mau menikahkan anak mereka dengan Ming Fan?
"Ming Fan itu hanyalah anak dari Tuan Besar Ming dengan seorang gadis rumah cinta. Tentu saja benih menentukan bagaimana hasilnya. Orang-orang keluarga Ming tak pernah memperlakukan Ming Fan dengan baik," kali ini Xiao berbaik hati untuk menjelaskannya.
Namun dari itu, Yi Hua tahu jika Ming Fan mungkin tak memiliki kehidupan yang baik. Hanya karena ibunya yang berasal dari rumah cinta, Ming Fan tak begitu dihargai sebagai Nona di keluarga Ming. Sebenarnya dari nasib, Ming Fan ini sama sialnya dengan Yi Hua.
Ini nyaris seperti Yi Hua ditumbalkan demi kepentingan politik keluarga Shi. Padahal Yi Hua hanyalah keponakan dari keluarga Shi. Dan, Yi Hua yakin jika Paman Shi tak pernah menganggap ayahnya sebagai saudara.
Di atas segalanya ...
"Kenapa kau tak pernah menceritakan tentang Ming Fan, Xiao?" tanya Yi Hua geram. Tentu saja hanya di dalam hati.
"Aku lupa."
Yi Hua geram sekali ingin memantrai Xiao agar sistem ini merasa sakit sekali-kali. Sayangnya, ia belum menemukan cara untuk menyakiti Xiao. Yang pastinya mantra yang ampuh dan pastinya tidak membuat dosa. Sehingga Yi Hua hanya bisa bersabar agar tidak menendang kepala Xiao ini.
Setelah sempat berdebat dengan Xiao di dalam hati, Yi Hua kembali fokus pada Shi Qingnan. Shi Qingnan ini jelas tak tahu identitas Yi Hua yang sebenarnya. Jika dia tahu bahwa sepupunya itu adalah seorang gadis, mungkin Shi Qingnan tak akan berani dekat dengannya.
"Mengapa kau berpikir jika yang menodai Ming Fan itu aku?" tanya Yi Hua lemah.
Ia sudah sangat lelah karena berhadapan dengan Hua Yifeng. Lalu, sekarang dia harus menghadapi tingkah Shi Qingnan yang seperti sapi kurang diberi makan ini. Apalagi pada suatu hal yang sebenarnya sederhana, tetapi karena begitu banyak omong kosong di hidupnya, semuanya jadi rumit.
Jika Yi Hua itu mengatakan bahwa dia seorang gadis, maka tuduhan itu tak akan mengarah padanya. Namun jika dia mengatakannya sekarang, maka semua akan berantakan. Mungkin Yi Hua akan dituduh sebagai penyusup karena dia menyamar menjadi seorang pria. Apalagi di masa sekarang, di mana dirinya sudah begitu terkenal sebagai orang yang 'selalu' ada di setiap kerusuhan di Kerajaan Li.
Shi Qingnan menatap Yi Hua sengit. "Itu jelas tak mungkin aku. Kau pasangannya, bukan?" tanya Shi Qingnan dengan nada menyindir.
Yi Hua ingat bahwa Xiao pernah mengatakan bahwa Shi Qingnan ini alergi pada seorang gadis. Bukan masalah fisik, tetapi Shi Qingnan punya masalah dengan kepercayaan dirinya jika berkaitan dengan perempuan.
Berdasarkan infomasi Xiao, Shi Qingnan ini canggung pada para gadis. Tak ada alasan yang spesifik tentang ini, hanya saja Shi Qingnan tak bisa berdekatan dengan para gadis. Shi Qingnan akan gemeteran dan terkadang pingsan.
Yah, kekeluargaan yang sedikit aneh. Dahulu saat Yi Hua belum benar-benar paham tentang pria dan wanita, Yi Hua masih ingin berteman dengan Shi Qingnan. Saat Shi Qingnan akrab dengannya, Yi Hua malah menjauh. Itu karena jika Shi Qingnan tahu identitas Yi Hua mungkin akan menjadi masalah baru lagi.
"Atau, kau lupa jika aku ini pernah menyukai Yang Mulia Raja Li Shen," ujar Yi Hua berusaha mengingatkan tentang alasan mengapa nama Yi Hua mulai terkenal.
Dia disebut sebagai lengan potong*, bukan?
__ADS_1
^^^**Lengan potong itu berasal dari cerita Kaisar yang memiliki kekasih pria dalam sejarah Dinasti di Tiongkok. Cerita ini sering muncul di cerita-cerita kerajaan serupa atau h*moseksualitas di kerajaan. Di mana pada suatu hari Kaisar bangun dan kekasihnya tidur di lengannya. Karena tak ingin mengganggu kekasihnya yang tengah tertidur, Kaisar memotong lengan bajunya sendiri. Lalu, orang-orang mulai menyebut 'lengan potong' untuk sebutan bagi mereka yang g*y.^^^
^^^Jadi, Yi Hua merujuk pada cerita itu karena dia berpura-pura sebagai 'pria'. Namun orang lain tak tahu, sehingga dia disebut sebagai lengan potong karena menyukai Raja Li Shen*.^^^
Shi Qingnan menatap Yi Hua dengan tatapan merendahkan. "Jika kau tahu diri, jangan berbuat hal yang sama. Jangan buat dirimu lebih tak berguna lagi."
Yi Hua asli mencintai Raja Li Shen.
Sebenarnya jika mengingat itu, ia merasa jika Yi Hua asli memiliki kehidupan percintaan yang menyedihkan. Di mana sebenarnya Yi Hua mencintai Raja Li Shen. Namun Raja Li Shen jugalah yang memberi penderitaan pada Yi Hua.
Raja Li Shen memenjarakan Yi Hua hanya karena ramalan Puteri Li Wei-nya. Lalu, nyaris dijatuhi hukuman mati dan kelaparan di dalam penjara. Itu pasti menyakitkan untuk Yi Hua. Lalu, dia dihina dan dipermalukan. Dianggap sebagai pendosa karena ramalannya.
Jika Yi Hua asli itu benar-benar tiada. Dengan kata lain, seandainya jiwanya sudah pergi ke langit hingga dirinya bisa menghuni tubuh Yi Hua, maka salah satu penyebab yang mungkin adalah karena Yi Hua bunuh diri. Ini jelas hanya kemungkinan. Sebab, siapa yang tahu kenapa dia bisa masuk ke tubuh Yi Hua ini.
Xiao mendadak bergumam. "Apa kau kasihan pada pemilik tubuh ini?" tanya Xiao langsung pada Yi Hua.
Apa aku perlu balas dendam untuk Yi Hua asli? Seperti pura-pura merayu Raja Li Shen lalu mencampakkannya.
Namun ...
Ia mengingat penampilannya yang kumuh dan seperti anak kecil yang lepas kandang. Yi Hua cukup sadar diri bahwa dia tak ada menarik-menariknya. Raja Li Shen jelas tak akan menyukainya. Ia tak punya modal sebagai salah satu di jajaran perebut suami orang. Kasihan sekali!
Akan tetapi, siapa tahu jika itu adalah keinginan Yi Hua asli. Oleh karena itu, ia melakukan pemanggilan jiwa padanya. Bisa jadi Yi Hua asli mengenal dirinya di masa lalu. Mungkin di masa lalu dirinya adalah orang jahat yang terkenal. Makanya, Yi Hua asli berpikir jika mereka bertukar jiwa mungkin dirinya bisa membalas dendam.
Yah, walau ini hanya kemungkinan saja. Tak ada bukti yang jelas tentang ini semua.
Lagipula, jika Yi Hua benar-benar memanggilnya untuk membalas dendam, maka Yi Hua asli memanggil orang yang salah. Karena ...
"S*alan!" Yi Hua tak bisa menahan ucapannya sendiri. Bahkan sejak tadi dia tak sadar jika Shi Qingnan memperhatikannya.
"Sepertinya kau semakin gila saja. Kau bahkan sering bicara sendiri dan mengumpat sendiri," sindir Shi Qingnan.
Yi Hua memasang senyum sombong seperti biasanya, "Anggap saja aku bicara pada angin."
Setelah itu, dengan santainya Yi Hua melepaskan penutup kepalanya sendiri. Ia masih pada tujuan awalnya. Membersihkan diri hingga putih seperti baru. Lalu, tidur dengan tenang agar bisa menyambut hari esok lebih ceria.
Yi Hua melewati Shi Qingnan begitu saja. Hingga Shi Qingnan semakin meradang. Pria itu nyaris ingin menarik tangan Yi Hua. Namun Yi Hua dengan cepat mengibaskan penutup kepalanya ke belakang. Tepatnya pada wajah Shi Qingnan hanya untuk sekadar mengagetkannya saja.
Shi Qingnan sempat terkejut. Matanya membelalak dengan marah. Terutama saat Yi Hua sekarang berani melawannya. Dahulu Yi Hua hanya akan diam seolah dia tak mendengar. Bahkan saat Shi Qingnan menghinanya habis-habisan, Yi Hua hanya diam dan melakukan aktifitas seperti biasa.
"Kau berani melawanku?" tantang Shi Qingnan yang ingin menarik pedangnya yang terselip di pinggang.
Namun Yi Hua tahu jika Shi Qingnan sama sekali tak memiliki kemampuan bertarung. Yi Hua mengambil jimat lagi di dalam pakaiannya. Lalu ...
TAP!
Yi Hua nenempelkan jimat itu ke dahi Shi Qingnan.
__ADS_1
SRET!
Shi Qingnan terdiam seperti dipaku di tempat. Itu sebenarnya adalah jimat pengusir tikus yang sama dengan yang digunakan Yi Hua pada Hua Yifeng sebelumnya. Akan tetapi,siapa sangka reaksinya akan sangat berbeda.
Dengan Hua Yifeng kertas itu bahkan hanya menjadi sampah.
Xiao berkomentar. "Aku bisa menduga jika jimat mu itu cukup kuat, Yi Hua. Dia bisa menahan Shi Qingnan. Namun tak cukup kuat untuk menahan Hua Yifeng. Dari sini kau sudah tahu bahwa kau harus menghindari Hua Yifeng, bukan?"
Yi Hua yang penasaran langsung menarik jimat itu lagi. Lalu, Shi Qingnan mulai menarik napas untuk menghina Yi Hua lagi. Namun ...
TAP!
Dengan sangat baiknya Yi Hua menempelkan jimat itu lagi ke dahi Shi Qingnan. Wajah Yi Hua tampak menyelidik ke arah Shi Qingnan, dan memang jimat itu membuat Shi Qingnan diam di tempat. Seperti kata Xiao, jimat yang Yi Hua buat itu cukup kuat.
"Apa aku harus menambah mantra lain agar lebih berguna?" tanya Yi Hua sambil mengamati jimat itu sekali lagi.
Ia bahkan tak perduli pada tatapan protes dari Shi Qingnan. Yah, sejatinya Yi Hua lebih penasaran pada fungsi jimat ini.
Lalu, Yi Hua menghela napasnya. "Apa aku harus membiarkan jimat itu terpasang semalaman?"
Dengan itu di bisa tahu batasan waktu dari jimat itu bisa digunakan. Yi Hua mendadak merasa cerdas seperti penemu sapi terbang.
Mendengar ucapan Yi Hua, mata Shi Qingnan semakin tajam. Jelas ia tak mau diperlakukan oleh Yi Hua seperti itu. Namun dia tak bisa melawan juga karena dia tak bisa bela diri.
Xiao berkomentar lagi. "Ternyata kau agak kejam juga ya, HuaHua."
Yi Hua melirik Shi Qingnan dengan malas.
"Aku akan mengirimkan jimat untuk memberitahu Paman Shi agar menjemputmu," ucap Yi Hua yang berpaling untuk meninggalkan Shi Qingnan yang masih berdiri bagaikan patung.
Lalu, Yi Hua membuka pintu kediamannya, "Sampai pada saat itu, terus berdiri di sana hingga pelayanmu menjemput."
Selama ini ... Yi Hua terlihat dingin, sombong, dan penuh omong kosong. Namun tak pernah ada yang mengerti diri Yi Hua. Tak ada yang tahu jika mungkin Yi Hua hanya ingin orang lain melihatnya. Itulah mengapa Yi Hua selalu berucap besar dan sombong.
Ia mulai menambahkan ini dalam ingatannya sebagai jiwa yang kosong dan menumpang di tubuh Yi Hua. Ia tak akan membiarkan Yi Hua ditindas lagi. Bahkan jika itu dilakukan oleh orang-orang kerajaan sekali pun. Setidaknya itu adalah hal yang bisa ia lakukan sebagai bentuk terima kasih atas raga Yi Hua ini.
***
Selamat membaca 😉
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Yah seperti biasa. Jika penulisnya aku, maka tak aneh jika kau melihat cerita yang absurd. So, nikmati saja. kalau tidak paham, dibawa gelinding-gelinding tembok aja. Siapa tahu bisa membuat otak encer.
Aku memang akhir-akhir ini sering sibuk. Jadi, mohon bersabar aja. Aku usahakan untuk terus up, meski cerita ini kurang peminatnya. Akan tetapi, sama seperti cerita sebelumnya, aku juga sangat mencintai cerita ini.
Oleh karena itu, aku ingin cerita ini juga sampai tamat seperti cerita sebelumnya.
__ADS_1
Mari bertemu di chapter selanjutnya..
Adios~